LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Melawan Dua Pendekar Petapa


__ADS_3

"Berani sekali kalian membunuh anggota sekte kami" ucap salah satu pendekar itu


Huang Zi dapat melihat bahwa pendekar tersebut sudah berada di tahap pendekar petapa


"Sebaiknya kalian berhati hati mereka sudah berada di tingkat pendekar petapa" ucap Huang Zi kepada para tetua


Para tetua yang mendengar itu sontak kaget karna Huang Zi bisa mengetahui tingkatan pendekar di depan mereka


"Kalian berempat hadapilah orang sebelah kiri sedangkan aku akan menghadapi yang kanan" ucao Huang Zi sambil maju menyerang pendekar di depan nya


Pendekar itu pun tak mau tinggal diam mereka pun menerjang kearah Huang Zi beturan pedang pun tedengar ketika pedang Huang Zi berbenturan dengan pedang pria tersebut


Mereka pun terus bertarung dengan sengit kekutan mereka bisa di bilang imbang, sudah hampir lebih dari seratus kali mereka bertukar gerakan belum juga menunjukan ada yang akan menang


Setelah beberapa menit bertukar gerakan pedang mereka berdua pun mengambil jarak masing masing


"Jurus Tapak Dewa Petir" muncul sebuah tapak di selimuti petir tak mau kalah pendekar itu pun mengeluarkan jurus nya


"Jurus Tapak penghancur bumi" ucap pendekar itu lalu muncul tapak berwarna coklat dengan di selimuti asap


DUUUUUAR...... DUUUUUUAR


Jurus mereka pun bertabrakan Huang Zi dan pendekar itu pun sama sama termundur beberapa langkah


Pertarungan para Tetua pun sempat terhenti karna ledakan yang dihasil kan akibat benturan jurus dari Huang Zi dan pendekar aliran hitam


Huang Zi pun menggunakan jurus meringankan tubuh nya dan jurus pedang dewa petir maju menyerang pendekar aliran hitam .

__ADS_1


Pendekar aliran hitam itu tak mau tinggal diam, dia pun mengeluarkan jurua nya seketika pedang memiliki pendekar itu memancarkan aura kematian yang begitu pekat


Menyadari itu Huang Zi pun mengeluarkan Aura pembunuh nya agar dia tidak tertekan oleh Aura dari pedang musuh nya


Dengan cepat Huang Zi menebas leher pendekar itu tapi sayang tebasan nya hanya mengenai ruang kosong, pendekar itu pun muncul di belakang Huang Zi dan bersiap menebas Huang Zi


Huang Zi yang baru menyadari langsung melompat kedepan, pendekar yang menyadari tebasan nya tidak mengenai Huang Zi pendekar itu pun maju kearah Huang Zi sambil menebaskan pedang nya..


Huang Zi yang melihat itu langsung menahan tebasan pedang itu dengan pedang nya, mereka pun kembali bertukar ratusan gerakan, saat pendekar aliran hitam fokus pada Huang Zi tiba tiba sebuah pedang mengenai lengan nya hingga mengeluarkan banyak darah


Dia pun mengambil jarak dari Huang Zi dia begitu terkejut melihat gerakan pedang Huang Zi yang begitu cepat,


Huang Zi tak mau membuang waktu langsung maju menyerang pendekar aliran hitam itu, Huang Zi kembali menebaskan pedang nya, pendekar itu pun melompat mundur tapi sayang saat dia masih di melayang di udara, Huang Zi pun menendang nya hingga tersungkur


"Siapa dia sebenar nya kenapa, semakin lama gerakan nya semakin cepat" ucap Pendekar itu sambil memegangi dadanya


Huang Zi pun maju menyerang tapi sebum dia sampai, dia mendengar suara teriakan dan dia pun menoleh kebelang, dia melihat Yui yang sedang tersungkur dengan darah yang keluar dari bibir nya walau pun memakai topeng Huang Zi masih bisa melihatnya


Melihat itu Huang Zi pun maju dan saat Huang Zi ingin menebas leher nya sebuah pedang menangkis nya, pendekar yang melawan Huang Zi tadi juga sudah ada disana Huang Zi hanya mengumpat kesal karna tidak bisa membunuh pendekar yang telah melukai Yui


Huang Zi pun maju menyerang pendekar aliran hitam keduanya pun membalas serangan Huang Zi mereka bertukar banyak gerakan Hingga salah satu dari Tetua Aliran Hitam pun tumbang ketika kepalanya di tebas oleh Huang Zi


Pendekar aliran hitam begitu marah melihat rekan nya tewas, dia pun menyerang Huang Zi dengan memb*bi buta Huang Zi dengan tenang membalas setiap serangan yang di lancarkan padanya setelah beberapa menit bertukat jurus Huang Zi pun mundur mengambil jarak "Jurus Tapak Dewa Petir" Pendekar aliran Hitam Yang melihat itu ingin memasang pelindung di tubuh nya tapi sayang belum sempat memasang pelindung, tubuh nya sudah terkena jurus itu dengan telak


pendekar itu pun roboh ke tanah dengan banyak memuntahkan darah dari bibir nya


Huang Zi pun bergerak cepat dan langsung menendang tubuh pendekar itu hingga menabrak pohon, pendekar itu pun memuntahkan lebih banyak darah dari mulut nya

__ADS_1


Huang Zi pun bergerak untuk menebas pendekar itu tapi di hentikan oleh Tetua Ho


"Hua'er sudah cukup, mungkin kita akan mendapatka informasi dari dia" ucao Tetua Ho menenangkan Huang Zi


"Cuiiih" pendejar itu pun meludahkan darah "Biarpun Harus mati aku takan pernah memberitahukan informasi apa pun pada kalian" ucap pendekar itu


Huang Zi begitu geram langsung menebas pendekar itu hingga badan nya terbelah dua, tetua Ho yang melihatnya hanya menggelengkan kepala


Setelah selesai Huang Zi pun langsung melesat kearah Yui yang tengah terduduk dengan beberapa luka di tubuh nya


"Sayang kau tidak apa apa" ucap Huang Zi dengan tampang cemas


Tetua Ho dan Tetua Zo serta Tetua Ning pun hanya melotot saat mendengar panggilan Huang Zi kepada Yui yang baru mereka dengar


"Aku tidak apa apa, bagai mana dengan mu apa ada yang terluka" ucap Yui sambil menahan rasa sakit


Huang Zi pun mengeluarkan Pil penyembuh dan membuka topeng Yui untuk meminumkan pil itu, setelah Yui meminum pil itu Huang Zi pun mengalirkan tenaga dalam nya untuk


mempercepat proses penyerapan pil itu .


Dalam waktu sepuluh menit akhirnya luka Yui pun mulai tertutup dan kondisi nya pun sudah berangsur membaik


"Sayang aku sudah tidak kenapa napa" ucap Yui yang melihat raut cemas dan hawatir di wajah Huang Zi


"Sayang Maafkan aku karna tidak bisa menjagamu" ucap Huang Zi dengan penuh kecewa


Walau pun Huang Zi begitu kuat, tapi pengalaman nya dalam dunia persilatan masih terbilang minim Hingga Mental serta jiwa nya begitu rapuh karna dia belum pernah merasakan seperti ini sebelum nya

__ADS_1


Jang Lupa Like Komen yah


*Buat yang gasuka Novel saya, kalian bisa baca novel lain karna saya tidak pernah memaksa kalian untuk membaca*


__ADS_2