
Semua pendekar dari aliran hitam nampak sangat marah ketika mereka melihat kawan mereka banyak yang sudah tidak bernyawa ..
"Siapa Kami itu tidak penting untuk kalian" ucap Huang Zi sambil menatap tajam
Para pendekar yang tinggal menyisakan sekitar 350 pendekar itu nampak geram dengan sikap orang bertopeng itu, para pendekar aliran hitam yang sudah geram langsung menyerang kelima orang di depan mereka
Puluhan orang maju menyerang Huang Zi dan para Tetua, walau pun di serang oleh puluhan pendekar Huang Zi dan para tetua tidak sedikit pun gentar karna kebanyakan dari mereka hanya pendekar Raja dan pendekar Langit ,,
Puluhan orang menyerang dengan ganas, Huang Zi dan para Tetua pun tidak tinggal diam, mereka pun membalas setiap serangan yang di tunjukan pada mereka
sudah 10 menit pertarungan terjadi, hampir semua pendekar aliran hitam yang menyerang Huang Zi dan para Tetua tewas, membuat Patriak Qu dan Patriak Ming begitu marah
"Arrrrrrghhh,, Kalian semua cepat bunuh mereka" ucap Patriak Qu dengan nada geram dan marah
Para pendekar aliran hitam yang tersisa pun langsung maju menyerang Huang Zi dan para Tetua ..
Berbeda dari sebelum nya pihak aliran hitam yang menyerang mereka sekarang terdapat 10 pendekar suci membuat Huang Zi dan para Tetua mulai kewalahan dan kerepotan,,
Beberapa kali para para Tetua terkena pukulan dan sabetan pedang membuat mereka benar benar terpojok, Huang Zi yang melihat itu begitu cemas dengan keadaan para tetua, tapi dia tidak bisa membantu mereka karna dia pun sedang di sibukan oleh 5 pendekar suci serta puluhan pendekar tingkat Kaisar
-----------
Di tempat sekte teratai ungu nampak tetua Lue mendatangi kediaman Patriak Jun dengan tergesa gesa
"Hormat Patriak Jun" ucap Tetua Lue sambil membungkuk badan nya
"Tetua Lue ada apa" ucap Patriak Jun yang melihat Tetua Lue datang dengan tergesa gesa
"Maaf Patriak, di sekitar hutan nampak sedang ada pertarungan hebat" ucap Tetua Lue dengan wajah cemas
Patriak Jun nampak terkejut mendengar ada nya pertarungan di dekte sekte mereka,,,
"Tetua Lue siapa mereka dan berapa banyak mereka" ucap Patriak Lue dengan cemas
__ADS_1
"Dari mata mata yang aku kirim, mereka memakai jubah hitam bergambar kelabang dan juga harimau, setidanya ada hampir 300 pendekar yang ada di sana Patriak"
"Appppppaaaaaaaa" ucap Patriak yang begitu kaget mengetahui siapa yang datang di daerah sekte mereka
"Patriak apakah anda mengetahui dari mana mereka"
"Tentu saja, jika benar yang di katakan olehmu itu pasti mereka"
"Aku tidak tau siapa yang Patriak maksud" ucap Tetua Lue dengan bingung
"Meraka pasti dari sekte Harimau Hitam dan sekete kelabang merah" ucap Patriak Jun dengan cemas
"Patriak lalu apa yang harus kita lakukan" ucap Tetua Lue dengan cemas karna dia tau 2 sekte yang Patriak sebutkan adalah 2 sekte aliran hitam
"Kita harus segera kesana" ucap Patriak Jun sambil berjalan keluar kediaman nya
Setalah itu Patriak Jun meminta para Tetua yang masih ada di sekte untuk berkumpul dan menuju ke tempat para sekte aliran hitam berada
Ketika mereka sampai disana nampak 5 pendekar bertopeng yang sedang melawan ratusan orang dari pihak aliran hitam
"Kami juga tidak tau Patriak, tapi sepertinya merek ada di pihak kita" ucap salah satu Tetua
"Baiklah, ayo kita bantu mereka" ucap Patriak Jun sambil maju menyerang
------
Para pendekar dari sekte teratai ungu langsung maju dan membantu Huang Zi dan para Tetua, melihat itu Huang Zi dan para tetua yang sudah terpojok bisa bernapas lega ..
Para pendekar aliran hitam yang begitu antusias bisa membunuh kelima pendekar bertopeng itu, sekarang mereka menjadi hawatir karna kedatangan banyak nya pendekar yang menyerang mereka ..
Pertempuran pun semakin memanas yang tadinya aliran hitam diatas angin sekarang mereka tampak ketakutan karna banyak anggota mereka yang sudah tewas di tangan para pendekar aliran purih
Melihat itu Patriak Qu dan Patriak Ming pun ikut maju menyerang Pendekar aliran putih,,, tapi sebelum mereka masuk ke pertempuran seseorang berdiri di depan mereka
__ADS_1
"Patriak Qu, Patriak Ming lawan kalian adalah aku" ucap Patraik Jun
"Hahha Jun tua kau pikir bisa mengalahkan kami berdua, kau hanya bermimpi jika berpikiran seperti itu" ucap Patriak Ming yang langsung menyerang Patriak Jun
"Tarian Pedang kematian" ucap Patriak Ming sambil maju menyerang Patriak Jun
Patriak Jun pun tak mau kalah "Jurus pedang pemusnah iblis" ucap Patriak Jun sambil menyambut jurus Patriak Qu
Patriak Qu pun tak tinggal diam dia pun langsung membantu Patriak Ming, Patriak Jun pun perlahan lahan mulai terdesak menghadapi 2 Patriak Sekaligus
Huang Zi yang melihat itu langsung melesat kearah para Patriak yang sedang bertarung
"Jurus Tapak Dewa Petir" seketika keluar tapak yang besar, di kelilingi petir menyerang kearah para Patriak yang sedang bertarung
Melihat jurus tapak mengarah pada mereka, Para Patriak Pun mengambil jarak dan tapak itu pun hanya mengenai Ruang kosong
Patriak Jun sempat tertegun ketika mengetahui tapak itu merepukan jurus pria bertopeng yang sedang membantu mereka
"Tuan pendekar terima kasih sudah mau membantu kami" ucap Patriak Jun yang sudah berdiri di sisi Huang Zi
"Terimakasih nya nanti saja, jika kita sudah bisa membunuh mereka berdua" ucap Huang Zi dengan tenang
Melihat itu Patriak Ming dan Patriak Qu pun begitu penasaran dengan sosok pendekar yang ada di depan mereka itu
"Siapa kau dan mengapa kau membantu sekte teratai ungu hah" ucap Patraik Qu dengan geram
Huang Zi tidak menghiraukan nya dia langsung menyerang kedua Patriak aliran hitam itu, melihat itu Patriak Qu pun menyambut serangan Huang Zi sedang kan Tetua Ming maju menyerang Patriak Jun
Pertempuran pun terjadi Patriak Qu yang begitu percaya dia sekarang begitu cemas karna setiap serangan nya tidak bisa melukai Pendekar bertopeng itu, tapi sebalik nya setiap serangan yang di berikan Huang Zi mampu melukai Patriak Qu..
Setelah bertukar belasan gerakan Patriak Qu pun terjatuh karna terkena tapak dari Huang Zi membuat diri nya tersungkur, Huang Zi pun tidak mau menyia nyiakan kesempatan dan langsung membunuh Patriak Qu dangan sekali tebasan
Patriak Ming yang sedang bertarung dengan Patriak Jun begitu terkejut saat melihat Patriak Qu yang sudah tidak bernyawa, dia pun berniat untuk melarikan diri karna dia pikir takan mampu menghadapi pria bertopeng itu
__ADS_1
Dia pun mengambil jarak dari Patriak Jun "Jurus Tapak Kelabang kematian" ucap Patriak Ming sambil muncuk sebuah tapak seperti kelabang menyerang Patriak Jun
"Matilah kau Jun tua haha" ucap Patriak Ming dengan senang karna setidaknya mampu membunuh Patriak Teratai Ungu sebelum melarikan diri