LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
MENUJU IBUKOTA KAISAR TANG


__ADS_3

Akhirnya mereka berempat segera bergegas pergi ketempat Turnamen diadakan.


sesampainya disana suasana begitu sepi tidak ada seorang pun yang berada di tepat itu.


"Hua'er sepertinya mereka semua telah kembali ke kediaman mereka" ucap Tetua Tao sambil melihat sekelilingnya


"Lalu bagaimana sekarang Hua'er" ucap Tetua Kun sambil melihat kearah Huang Zi


"Senior jika kalian berkenan aku ingin mengundang kalian pergi ke Istana Kaisar yang ada di Ibukota, karna aku yakin ayah dan ibuku juga telah kembali kesana" ucap Bing Chie dengan nada lembut.


Para Tetua saling pandang sesaat sebelum mereka menatap kearah Huang Zi.


"Senior bukan kah tidak baik meninggal kan Tuan Putri disini, akun lebih baik kita mengantar Tuan Putri pulang ke istana sebelum kita melanjutkan perjalan kita" ucap Huang Zi sambil melihat kearah Bing Chie.


"Haiiis, baiklah kita akan ikut mengantar Tuan Putri Ke istana Kaisar Tang" ucap Tetua Tao sambil melihat sikap Huang Zi


Mendengar itu Huang Zi nampak lega karena dia bisa menjamin keselamatan Bing Chie sampai di Istana.


karna bagaimana pun Bing Chie merupakan salah satu wanita nya juga.


 


Setelan mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi ke Ibukota mereka pun pergi dari kota Chang menuju Ibukota Kaisar Tang.


"Chie'er berapa lama kita sampai di sana jika kita berjalan seperti ini" ucap Huang Zi sambil terus berjalan


"Jika menggunakan kuda kita akan sampai di ibukota dalam 3 hari dan jika berjalan seperti ini mungkin kita sampai disana memerlukan waktu 3 minggu"


"Hmmm, baiklah kita akan membeli kuda di kota terdekat agar kita bisa cepat sampai di Ibukota" ucap Huang Zi sambil menghembuskan napas nya


Andai dia tidak sedang menyembunyikan kekuatan nya dia sedari tadi mungkin sudah terbang kearah Ibukota Kekaisaran, karna itu akan jauh lebih cepat dari pada menggunakan kuda.

__ADS_1


Huang Zi dan para Tetua terus berjalan hanya sesekali mereka berhenti untuk istirahat sebelum mereka menemukan sebuah kota yang tidak kalah besar dari kota Chang.


"Kota Daun Wengi" itulah nama kota yang ada di depan mereka, sesampainya di gerbang kota Huang Zi dapat melihat di kota itu begitu ramai dengan orang karna mungkin mereka adalah para pendekar dan pedagang yang juga sempat pergi ke acara Turnamen 9 keluarga besar.


"Sebaiknya kita singgah sebentar untuk membeli kuda dan juga mencari kedai untuk mengisi perut kita" ucap Huang Zi saat berada di depan gerbang kota daun wengi.


Setelah mendapat beberapa pemeriksaan akhirnya mereka memasuki desa daun wengi, para penjaga tidak tau jika orang yang mereka periksa sebelumnya adalah putri Kaisar, karna Putri Kaisar menggunakan cadar.


Huang Zi dan rombongan akhirnya mencari kedai terdekat untuk mengisi perut mereka.


Sesampainya di kedai Huang Zi memesan beberapa makanan dan juga arak untuk mereka.


Saat tengah asik makan segerombolan orang memasuki kedai dengan angkuh mereka juga menatap ke arah meja Huang Zi, mata mereka tidak lepas dari Bing Chie walaupun menggunakan cadar Bing Chie masih terlihat begitu cantik apalagi perawakan nya yang membuat siapa saja yang melihat dia akan tergila gila.


"Seperti nya kita akan mendapatkan mangsa bagus kali ini" ucap salah seorang dari mereka


"Kau benar ka, aku jadi tidak sabar ingin mencicipi tubuh nya hahha" ucap salah seorang lagi..


Huang Zi sebenarnya mendengar apa yang mereka bicarakan namun dia memilih tidak peduli, karna menurut Huang Zi mereka hanyalah sekumpulan sampah yang hanya bisa mengandalkan status mereka untuk menekan orang biasa.


Huang Zi hanya melirik kearah orang itu sesaat sebelum kembali menatap kearah Bing Chie.


Merasa di acuh kan orang itu tampak marah memandang Haung Zi.


"Apa kau tau siapa aku hah!! Berani sekali kau mengacuhkan ucapan ku" ucap orang itu kembali berteriak kearah Huang Zi .


Orang itu benar² marah saat ucapan nya kembali di acuhkan oleh orang yang ada di depan nya.


"Kurang aja" ucap orang itu sambil menyerang Huang Zi.


Huang zi yang mendapat serangan dari orang itu hanya melambaikan tangan dengan santai kearah orang itu.

__ADS_1


Booomm


Orang itu terpental jauh menabrak tembok yang ada di kedai itu, semua orang yang berada di sana sangat terkejut bagaimana tidak seorang pendekar Langit bisa dengan mudah di buat terbang oleh seorang pemuda yang ada di depan mereka.


"Kakak" ucap seseorang disana saat melihat seorang pria yang terbang kearah tembok kedai.


"Ahhhh, kau berani sekali kau melukai Tuan muda keluarga Nio, kita tunggu saja saat Keluarga Nio memburu mu takan ada tempat untuk mu untuk bersembunyi" ucap seseorang dari rombongn itu pergi sambil membawa Tuan Muda keluarga Nio dari sana.


"Cihhh, hanya sampah berani mengancam ku" ucap Huang Zi saat rombongan itu pergi, Bing Chie yang melihat kekasihnya marah karena dia di goda oleh orang lain hanya tersenyum senang kearah Huang Zi.


--


Sementara di Kediaman keluarga bangsawan Nio yang ada di Kota Daun wengi nampak seorang pria paruh baya yang begitu murka saat melihat kondisi anak nya yang tidak sadarkan diri..


"Bajingan siapa yang berani membuat anak ku jadi seperti ini" ucap pria itu sambil menatap rombongan orang yang ada di sana.


"Patriak kami tidak tahu siapa orang itu, kami pun baru melihat mereka di kota ini" ucap salah seorang dari mereka dengan ketakutan


"Dimana orang itu sekarang" ucap Patriak Keluarga Nio dengan tatapan tajam.


"Dia ada di Kedai Di dekat pintu masuk kota Patriak" ucap salah satu orang di sana


"Jika ada yang mencariku, katakan aku sedang pergi sebentar keluar" ucap pria itu sambil bergegas keluar dari kediaman keluarga Nio


Patriak Keluarga Nio sendiri saat ini sudah berada di tingkat pendekar Suci maka dari itu dia tampak sangat percaya diri bisa menghabisi orang yang telah mencelai anak nya..


Sementara di Kedai Huang Zi dan rombongan nya telah selesai menyantap hidangan mereka, ketiak Huang Zi akan pergi dari Kedai itu seseorang menunjuk nya dari jauh.


"Patriak dia orang yang telah mulukai Tuan Muda" ucap orang itu sambil menunjuk kearah Huang Zi


"Nak apa benar kau yang telah melukai anak ku, dan apa alasan mu melakukan itu pada anakku" ucap pria sepuh itu sambil menahan amarah nya,

__ADS_1


Dia tidak percaya bahwa pemuda yang ada di depan nya yang melukai anak nya, pasal nya dia tidak bisa melihat tingkatan Huang Zi , pria tua menganggap Huang Zi hanyalah manusia biasa dan bagaimana bisa melukai anaknya yang sudah berada di tingkat Pendekar Langit.


"Apa kakek bicara padaku"


__ADS_2