LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Bertemu Dewa Iblis


__ADS_3

Huang Zi nampak kaget mendengar omongan dari pria yang ada di hadapan nya itu,,, dia tidak percaya bisa bertemu dengan seorang dewa ,


"Maaf boleh kah saya bertanya sesuatu" ucap Huang Zi dengan sopan


"Silahkan aku akan menjawab pertanyaanmu semampuku" ucap pria itu dengan tenang ..


"Bukankah jika seorang Dewa tidak bisa lagi ikut campur dengan dunia ini,, guruku yang merupakan Pendekar Dewa dia harus bersembunyi di dimensi pulau petir dan kenapa dewa bisa menampakan diri di dunia ini tanpa menghancurkan apa pun" ucap Huang Zi dengan penuh kebingungan


"Hmm,, aku dan gurumu berbeda aku adalah seorang dewa aku bisa menetralisir tekanan Aura yang keluar dari tubuhku sementara gurumu seorang manusia yang sudah berada di tingkat pendekar dewa,, walau pun dia sudah mencapai tingkat pendekar dewa seorang pendekar tidak akan bisa menekan Aura mereka oleh sebab itu mereka harus bersembunyi" ucap pria itu dengan tenang,,


"Berarti jika aku sudah berada ditingkat yang sama dengan guruku, berarti aku pun harus melakukan hal yang sama seperti guruku" ucap Huang Zi sambil mengetuk dahi nya


"Itu semua tergantung padamu,, apa kau tau tentang kitab yang di curi oleh putriku?" ucap pria itu sambil menatap Huang Zi


"Aku sudah di beritahu oleh paman Zhu soal itu" ucap Huang Zi dengan tenang


"Aku berharap kau bisa menemukan semua kitab itu dan mengembalikan nya,, aku tidak bisa terlalu sering ikut campur urusan dunia ini karna itu akan merubah hal yang sudah di takdirkan oleh langit dan aku hanya bisa berharap kepadamu"


"Aku akan berusaha sebisaku untuk mendapatkan semua kitab itu"


"Baiklah istirahatlah dulu besok kau akan kembali ke duniamu,, ingat jika kau bertemu lagi dengan putriku cobalah untuk menghindar karna kau takan sanggup untuk melawan nya"


-------


Di tempat lain nampak seorang gadis sedang menangis dia sedang mencari seseorang yang selama berhari hari tidak iya temukan keberadaannya


"Tetua Yui sudahlah aku yakin Hua'er baik baik saja" ucap Tetua Ning sambil menenangkan Yui


Yui yang mendengar itu hanya menundukan kepalanya dia begitu merasa bersalah karna telah meninggalkan Huang Zi seorang diri,,


Semenjak mereka pergi meninggalkan desa Yui dan para tetua singgah di sebuah desa yang tidak jauh dari sana mereka trus menunggu Huang Zi hingga berhari hari sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa itu

__ADS_1


Tapi setibanya di desa itu nampak sebagian desa rusak parah akibat sebuah pertarungan,, mereka pun mencari Huang Zi, mereka mencari hingga berkeliling desa tapi tetap saja mereka tidak menemukan sosok itu,,


"Aku harap kau baik baik saja Hua'er" ucap Tetua Ho dengan raut sedih di wajahnya


Setelah mencari cukup lama mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke sekte karna mereka tidak memiliki jejak apapun tentang keberadaan Huang Zi


Yui menolak untuk ikut kembali dia ingin tetap ada di desa ini sampai bisa bertemu Huang Zi tapi para tetua mendesaknya untuk tetap ikut mereka pulang ke sekte ,,


Setelah mereka pergi sosok Huang Zi keluar dari sebuah cahaya, setelah keluar dari cahaya itu Huang Zi pun segera bergegas mencari para tetua karna dia yakin bahwa mereka akan merasa hawatir apalagi dia tidak tau sudah berapa hari dirinya pingsan


"Hua'er aku merasakan Aura teman temanmu tidak jauh dari sini" ucap Zhu yang sudah berada di samping Huang Zi


"Aku juga merasakan nya,, ayo kita susul mereka" ucap Huang Zi sambil mempercepat larinya


Setelah 20 menit akhirnya Huang Zi menemukan para Tetua yang sedang berlari menuju sekte naga langit,, Huang Zi pun segera menyusul mereka,,,


Ketika dia sudah bisa menyusul para tetua,, dia di kejutkan oleh sebuah pedang yang mengarah ke pinggang nya dengan sigap dia pun melompat dan menghindari pedang itu ,,,


Huang Zi tidak mengerti kenapa mereka begitu mencurigai dirinya tapi pada saat Huang Zi melihat pakaian nya dia baru sadar bahwa jubah yang dia kenakan berbeda dengan jubah yang terakhir kali dia kenakan,,


"Tebasan Naga membelah samudra" ucap salah seorang tetua menebaskan pedang nya kearah Huang Zi


Huang Zi melihat langsung menghindar belum sempat dia bernapas seorang memukulnya dari arah belakang beruntung dia bisa dengan cepat mengindari pukulan itu ,,


Setelah dia mengambil jarak dia mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya seketika keempat tetua langsung mematung karna mereka tau yang memiliki cincin dimensi dan pedang pusaka petir hanya Huang Zi


"Sayang maaf kan aku" ucap Yui sambil berlari dan memeluk Huang Zi


Huang Zi membuka topeng nya dan tersenyum kearah Yui "Sudahlah Yu'er, maafkan aku juga sudah membuatmu hawatir" ucap Huang Zi sambil mencubit hidung Yui membuat pipi Yui bersemu merah


Setelah itu Huang Zi pun berjalan kearah para Tetua "Maaf sudah membuat kalian hawatir" ucap Huang Zi sambil membungkuk

__ADS_1


"Hua'er sebenarnya apa yang terjadi padamu dan kemana kamu pergi beberapa hari ini, kmi mencari mu di desa terakhir kita bertemu di sana kami tidak bisa menemukan keberadaan mu sama sekali" omel Tetua Zo sambil memandangi Huang Zi walau pun kesal tapi dia sebenarnya senang bisa melihat Huang Zi lagi


"Ceritanya panjang nanti aku akan menceritakan nya pada kalian"


Samar samar dari arah hutan terdengar seperti suara pertarungan, para tetua dan Huang Zi pun langsung bergegas ketempat pertarungan itu ,,


Saat mereka sampai mereka melihat 1 orang pendekar tingkat pendekar suci yang sedang di kepung oleh 3 pendekar Raja dan 3 pendekar suci,,


Huang Zi pun langsung turun membantu pendekar sepuh yang sedang di kroyok oleh 6 pendekar itu ,


Keenam Pendekar yang awalnya begitu arogan menyerang pria sepih itu akhirnya mengambil jarak karna kedatangan 5 orang pendekar bertopeng membantu pria sepuh itu.


"Siapa kalian, kenapa kalian mencampuri urusan kami" ucap salah satu pendekar yang begitu marah karna urusan mereka di ganggu


"Siapa kami itu tidak penting,, apa kalian tidak malu mengeroyoki soseorang yang sudah tua" ucap Huang Zi sambil meledek kearah mereka


"********,,, Habisi mereka semua" ucap pendekar yang sepertinya pemimpim di di kelompok itu ,,,


"Jurua Tapak Dewa Petir" ucap Huang Zi dan muncul tapak putih di kelilingi petir kecil,, para pendekar suci yang melihat itu langsung menghindar sementara pendekar Raja terkena tapak itu dengan telak di dada mereka langsung tumbang tak bernyawa


Pendekar sepuh yang melihat itu begitu terkejut bagaimana bisa 1 jurus bisa membunuh pendekar Raja dengan mudah,, sedangkan para pendekar suci yang melihat itu pun begitu kaget karna rekan mereka tewas dengan mudah


Para pendekar itu menelan ludah nya sendiri saat menatap pria bertopeng yang ada di hadapan mereka,,


"Sepertinya dia bukan lawan yang mudah kita kalahkan lebih baik kita mudur saja dulu" ucap salah satu pendekar itu


Merekapun melemparkan sebuah pedang kearah Huang Zi,, sementara Huang Zi tau bahwa pedang itu hanya pengalih agar mereka bisa lari


Belum sempat mereka melangkah Huang Zi dengan cepat sudah ada di depan mereka,, membuat ketiga pendekar itu terjaruh karna merasa kaget ,,


"Siapa kau sebenarnya" ucap pendekar itu dengan ketakutan

__ADS_1


__ADS_2