LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
BERTARUNG DENGAN GU MEI


__ADS_3

Di lain sisi tampak seorang wanita yang sedang di paksa meminum sesuatu oleh seorang pria wanita itu terus menjerit di dalam goa.


"Cepat minum bukan nya tadi kau sendiri yang dengan sukarela mau ikut dengan ku" ucap pria itu dengan nada marah sambil menarik rambut wanita yang ada di depan nya.


"aku lebih baik mati dari pada harus meminum obat itu" ucap sang wanita dengan nada keras dan mendapat tamparan dari pria yang ada di depan nya.


"Apa! Kau mau mati ahhaha, kau terlalu naif ,, jika kau mati apa kau tidak memikirkan nasib kerjaan ayahmu Hah"


Wanita itu hanya menangis dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini, dia yang awalnya meminta izin untuk buang air malah di paksa untuk melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan.


"Aku harap kau ada disini Huang Zi" ucap Wanita itu sambil meneteskan air matanya, dia akhirnya mau tidak mau meminum obat yang di berikan pria itu.


Gu Wei yang tampak senang saat melihat wanita di depan nya menuruti kemauan nya,


"Akhirnya aku bisa mencicipi tubuhmu yang indah ini hahah,"


Huang Zi yang saat ini masih prustasi tidak sengaja menemukan sebuah Goa yang begitu mencurigakan,


dan benar saja ketika dia melihat kedalam dia melihat seorang wanita tidak menggunakan busana sedangkan seorang pria yang sedang bersiap melepaskan Pakayan nya.


"Berengsek berani sekali kau ingin menodai teman ku" ucap Huang Zi dengan sangat marah, dia langsung menarik pria itu untuk keluar.


"Siapa kau, berani sekali kau mengganggu ku" ucap Gu Wei dengan marah.


"Aku? Aku adalah malaikat pencabut nyawa untukmu" ucap Huang Zi sambil mengeluarkan pedang nya .


Pria itu tidak mau kalah dia pun langsung bersiap, meskipun Gu Wei tidak bisa merasakan tingkatan pemuda yang ada di depan nya dia tidak ingin meremehkan lawan nya ini.


"Jurus bayangan tiga naga! Hancurkan" ucap Huang Zi dengan keras sambil menyerang Gu Wei


Tidak mau kalah Gu Wei pun mengeluarkan jurusnya "Jurus pedang pembelah bulan"


Huang Zi dan Gui Wei sama sama maju, mereka saling beradu jurus satu sama lain, Huang Zi seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan Gu Wei tapi karna dalam keadaan emosi dia tidak bisa berpikir dengan jenih.

__ADS_1


Sudah lebih dari seratus kali senjata keduanya beradu tapi belum ada diantara mereka yang menunjukkan akan kalah.


"Siapa pemuda ini sebenarnya kenapa dia bisa dengan mudah menandingi setiap jurus yang aku keluarkan" gumam Gu Wei dalam hatinya.


Dia sebelumnya begitu yakin bisa mengalahkan Huang Zi tapi setelah beberapa kali beradu jurus dia sedikit ragu bisa mengalahkan pemuda yang ada di depan nya.


Huang Zi yang sudah mulai tenang nampak berpikir sesaat sebelum senyum menakutkan terukir di wajah nya.


"Jurus Pembantai naga kegelapan" ucapan Huang Zi membuat pedang yang iya pegang berubah warna menjadi merah serta aura dari pedang itu menjadi menakutkan.


Gu Wei pun hanya bisa menelan ludah nya dia tidak pernah berpikir akan kalah oleh seorang pemuda yang bahkan umurnya jauh di bawah nya.


Walau kemungkinan menang sedikit Gu Wei tidak akan menyerah begitu saja, dia mengeluarkan jurus terkuatnya dengan sisa tenaga dalam yang iya miliki ,,


"Jurus pedang pembelah Semesta"


BOOOM.


Ketiak asap itu hilang terlihat seorang pemuda tengah berdiri sambil memegang sebuah kepala di tangan nya.


"Inilah akibat nya berani menyentuh temanku" ucap Huang Zi sambil melihat kearah kepala yang dia pegang


Huang Zi membuat sebuah petir di tangan nya lalu dia mengarahkannya pada tubuh Gu Wei seketika tubuh itupun berubah menjadi abu.


Setelah selesai Huang Zi kembali kedalam Goa, dia begitu Kaget saat melihat kondisi Putri Kaisar yang begitu memperhatikan, dia seperti sedang menahan sesuatu di dalam tubuhnya.


Huang Zi juga mematung di tempatnya saat melihat tubuh putri Kaisar yang tidak mengenakkan pakaian sehelai benang pun, dia hanya bisa meneguk silvana nya, karna ini pertama kalinya dia melihat tubuh polos seorang wanita.


Huang Zi yang masih diam di tempat nya dikagetkan oleh sebuah cengkraman tangan yang begitu kuat sedang memegang tangan nya.


"To,,,l,,,oo,,,,n,,,g A,,k. ,u p,,,a,,,n,,,a,,s" ucap Putri Kaisar sambil memegang tangan Huang Zi


Huang Zi yang saat itu bingung harus berbuat apa tanpa sadar memegang tangan Putri Kaisar dan membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


"Yui'er maafkan aku karna tidak bisa menjaga hatiku" ucap Huang Zi sebelum ritual suami istri iya lakukan dengan Putri Kaisar Tang


 


Ditempat lain tampak Tetua Tao dan Tetua Kun telah selesai dengan pertarungan mereka,


"Senior Tao masih kuat seperti dulu" ucap Tetua Kun sambil duduk untuk menstabilkan kondisinya


"Tetua Kun terlalu berlebihan, jelas kau lebih kuat daripada aku" ucap Tetua Tao yang juga duduk di dekat Tetua Kun


"Sebaiknya kita segera menyusul Hua'er aku takut terjadi apa² kepada nya" ucap Tetua Kun sambil berniat berdiri


"Sebaik nya kita pulihkan kondisi kita dulu baru setelah itu kita menyusulnya, aku yakin dia bisa mengatasi masalah Gu Wei"


Mereka berdua pun segera bermeditasi untuk memulihkan kondisi mereka, andai mereka tau apa yang sedang Huang Zi lakukan pasti mereka tidak akan mencemaskan dirinya.


Setelah beberapa jam melakukan ritual suami istri Huang Zi memeluk tubuh wanita yang ada di samping nya,


"Chi'er aku berjanji akan bertanggung jawab dan aku juga akan selalu menjaga mu" ucap Huang Zi sambil mengecup lembut kening dari wanita itu.


Beberapa saat akhirnya wanita itu tersadar dia begitu kaget ketika mendapati tubuhnya tidak mengenakkan sehelai benang pun di tubuh nya belum lagi ada bercak darah di arek sensitif nya membuat dia semakin kaget.


Akhirnya wanita itu pun menangis karna dia merasa masa depan nya telah di renggut oleh seseorang yang tidak dia kenal sama sekali.


Dia tidak mengetahui bahwa yang melakukan itu adalah Huang Zi karna saat dia belum sadar Huang Zi bergegas keluar untuk mencari makanan.


Ketika sedang menangis dia mendengar suara langkah kaki memasuki Goa dia begitu sedih dan juga marah karna apa yang dia jaga telah di renggut secara paksa oleh orang itu..


Dengan tekat yang kuat dia mengambil sebuah batu runcing dan berdiri dengan sisa tenaganya, walau pun badannya begitu sakit tapi dia bertekad untuk membunuh orang yang telah merenggut kesucian nya.


Huang Zi yang tidak tau apa apa hanya berjalan dengan santai memasuki Goa, walaupun dia terlihat santai sebenarnya hati dan pikiran nya begitu tidak karuan.


 

__ADS_1


__ADS_2