
Yui dan Huang Zi pun memasang tampang waspada bagai mana pun ketiga pendekar itu bukan lah pendekar yang mudah mereka kalahkan
"Guru sebaik nya, Guru kembali ke Sakte terlebih dahulu biar Murid yang menahan mereka disini" ucap Huang Zi dengan serius
Yui yang menderang itu merasa dilema jika dia pergi kemungkinan dia akan kehilangan murid nya tapi jika dia tetap disana dia takut jika hanya jadi beban bagi murid nya itu
"Tidak lebih baik kau yang duluan aku yang akan menahan mereka disini" ucap Yui dengab tegas
Para pendekar itu hanya diam mengamati mereka berdua sampai salah satu dari mereka pun akhir nya berbicara
"Tak ku sangka ke mampuan mu sunggu Luar biasa pantas saja kau bisa melenyapkan dua sakte Aliran Hitam" Ucap salah satu pria itu
"Sebenar nya siapa kalian apa kalian bagian dari Sakte Aliran Hitam" ucap Yui
"Kami di sebut Tiga Trisula maut aku yakin kau pasti pernah mendengar tentang kami bukan" Ucap pria itu dengan senyum di bibir nya
Yui yang mendengar itu nampak pucat pasi bagai mana pun dia tau jika Tiga Trisula Maut adalah salah satu pendekar yang di segani di kekaisaran Han
Walau pun mereka Tidak memiliki sakte tapi mereka sering berbuat onar banyak sakte aliran Putih yang mencari keberadaan mereka tapi tidak pernah di temukan jejak nya
Huang Zi yang tidak tau siapa mereka sedikit heran karna melihat perubahan dari wajah gurunya
"Guru sebenar nya mereka itu siapa" ucap Huang Zi yang penasaran
"Mereka merupakan pendekar hebat yang ada di Kaisar Han nama mereka banyak di cari orang Sakte Aliran Putih karna banyak meresahkan warga tapi sampai saat ini belum ada yang bisa menagkap ataupun membunuh mereka"
Huang Zi yang mendengar itu merasa geram karna mereka merupakan orang yang sering membuat onar di Kaisar Han
"Sudah cukup basa basi nya karna tidak pernah ada yang hidup setelah bertemu dengan kami" Ucap pendekar itu yang langsung maju menyerang Huang Zi
Haung Zi pun langsung membalas dan mengeluarkan Hanya pembunuh nya mereka kaget termasuk Yui yang baru mengetahui jika Huang Zi merupakan pendekar Suci sama seperti diri nya
"Jurus Tapak Dewa Petir"
"Jurus Badai Pembelah samudra"
__ADS_1
Duuuuuuuuar ...
Ledakan keras terjadi ketika Dua jurus saling beradu Huang Zi yang terlempar 10 meter sedangkan lawan nya terlempar 20 meter
Darah segar menghiasi bibir keduanya disisi lain Yui pun tidak kalah dia pun beberapa kali terkena tebasan dan banyak mengeluarkan darah dari tubuh nya
Huang Zi yang Melihat itu langsung melesat kearah guru nya dan memberikan pil yang dia ambil dalam cincin dimensi untuk mengobati Yui
"Jurus Naga membelah awan"
"Jurus Pedang Dewa Petir"
Huang Zi melesat kearah pendekar yang menghadapi Yui karna kurang siap prndekar itu pun terkena tebasa hingga lengan kanan nya putus
"Arrrrrrrrrgggggg Sialan berani nya kau melukai adik kami" Ucap Dua pendekar yang tadi menjadi lawan Huang Zi
Mereka pun menyerang Huang Zi dengan membabi buta Huang Zi pun hanya sesekali menyerang dan terus bertarah
Setelah beberapa kali bertukar serangan Huang Zi memanfaatkan rasa marah mereka untuk memancing pertarungan menjauhi guru nya
Ketika sudah berada cukup Jauh dengan Guru nya Huang Zi pun melompat mundur untuk mengambil jarak
Duuuuuuuarrr Duuuuuarrr Duuuuuar
Para pendekar itu terpental karna mereka sudah termakan emosi jadi mereka kurang waspada
melihat itu Huang Zi maju menyerang pendar suci dengan jurus Langkah Naga membelah Awan dia dengan cepat berada di belakang pria itu
Huang Zi pun menebaskan pedang nya seketika kepala pria itu jatuh ketanah pria yang di sebelah nya begitu marah melihat adik nya mati di depan mata nya
"Adik banguuun"
"Keeeparat kau akan ku buat kau menyesali perbuatan mu"
Pendekar itu pun maju menyerang Huang Zi dengan membabi buta dan tanpa arah Huang Zi yang memanfaatkan situasi itu
__ADS_1
"Jurus Tapak Dewa petir"
Duuuuuuarrt
Pendekar itu pun terlempar dan menabrak pepohonan Huang Zi pun langsung maju menyerang pendekar itu
Ketika Jarak mereka hanya setengah meter Tubub Huang Zi seakan Mati rasa dia melihat sebuah pedang sudah tertancap di perut nya
Pendekar yang melihat itu pun tersenyum karna berpikir dia akan bisa membalaskan dendam adiknya
Tapi Jauh dari harapan karna Huang Zi memiliki Tubuh serta pisik yang kuat walau pun terasa sakit tapi tidak cukup untuk membunuh ny
saat Tubuh nya sudah bisa di gerakan krmbali Huang Zi pun dengan cepat menebaskan pedang nya kepada pendekar itu dan tubuh pendekar itu pun terbelah menjadi Dua
Di tempat Lain Yui yang sudah kembali pulih melihat satu pendekar yang tangan nya telah di tebas Huang Zi pun tak mau menyia nyiakan kesempatan
"Jurus Naga Tebasan kehancuran"
Pendekar yang melihat itu hendak menahan serangan Yui tapi karna dia sedang terluka jadi dia tidak bisa menahan nya dengan sempurna akhirnya pedang Yui pun menancap pada jantung pendekar itu dan dia pun tewas
Yui pun segera bergegas mencari Huang Zi ketika dia sampai ke tempat Huang Zi dia begitu terkejut karna pendekar tahap petapa bisa di bunuh oleh anak muda terlebih lagi Yui tau bahwa Huang Zi masih berada di tahap pendekar Suci
Tapi keterkejutan nya itu hilang ketika melihat Huang Zi tengah berlutut dengan perut yang masih terdapat sebuah pedang Yui pun langsung menghampiri Huang Zi dan membantu mencabut pedang itu dari perut nya
ketika pedang itu di cabut Huang zi pun tumbang, Yui yang melihat itu terlihat panik dia pun langsung menggendong Huang Zi tak lupa dia pun membawa pedang Haung Zi yang terjatuh ketika pingsan tadi
Yui pun terus berlari sambil mrnggendong Huang Zi dia amat menyesal karna tidak cukup kuat untuk melindungi muridnya karna ini bukan kali pertama Yui menemukan Huang Zi dengan Kondisi parah
Setelah Empat jam dia berlari dia pun akhir nya sampai ke gerbang Sakte Naga Langir suasana disana tampak Gaduh karna melihat Yui yang menggendong Huang Zi dan baju nya pun di penuhi dengan darah
Yui yang sudah sampai gerbang terlihat pucat dan pandangan nya pun berubah gelap dan dia pin jatuh karna terlalu lelah dan luka dalam tubuh nya belum seratus persen sembuh meski menggunakan tenaga dalam
Pata murid yang melihat itu langsung pergi melapor kepada patriak
"Hormat Patriak" ucap Murid itu
__ADS_1
"Maaf mengganggu Patriak kami melihat Tetua Yui dan murid nya pingsan di pintu gerbang sakte "
Patriak Yang mendengar laporan itu langsung tanpa pikir panjang menuju ke gerbang Sakte untuk melihat keadaan Yui dan Huang Zi