
Tidak berselang lama setelah rombongan itu meninggalkan kedai, Tetua Tao datang dengan senyum di wajah nya.
"Hei apa kalian sudah lama menungguku, kenapa wajah kalian terlihat seperti itu" ucap Tetua Tao dengan heran menatap kedua orang yang ada di depan nya.
"Sudahlah mari kita makan setelah itu kita langsung berangkat, karna perjalanan kita masih sangat panjang" ucap Tetua Kun
Tetua Tao hanya menganggukan kepalanya, mereka pun menyantap makanan yang diantarkan pelayan.
setelah membayar makanan yang mereka makan, mereka bergegas pergi dari kedai melanjutkan perjalanan mereka.
Saat di perjalanan Tetua Tao menatap Huang Zi dengan heran karna sedari tadi dia hanya diam dan hanya sesekali berbicara.
"Tetua Kun apa yang sebenarnya terjadi kenapa Hua'er sedari tadi diam saja" bisik Tetua Tao kepada Tetua Kun
"Aku pun tidak tau kenapa, tapi sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu dan aku pun tidak tau" ucap Tetua Kun dengan malas
Tidak mau ambil pusing Tetua Tao memilih diam dan terus berlari kearah Kaisar Tang.
Setelah seharian berlari mereka sampai di sebuah hutan yang di juluki hutan kabut merah.
"Tetua apa kita akan melewati hutan ini" tanya Huang Zi sambil memperhatikan sekeliling nya
"Kita harus melewati hutan ini agar mempersingkat waktu untuk tiba di Kaisar Tang" ucap Tetua Kun dengan tenang
Tanpa banyak pertimbangan mereka melesat masuk kearah Hutan kabut merah.
saat mereka masuk kedalam hutan nampak suasana yang begitu hening, hanya ada beberapa suara hewan yang terdengar.
Para pendekar dari Kaisar Tang sering juga memanggil hutan itu sebagai hutan Terlarang
Konon katanya ada hewan buas yang sangat mengerikan yang tinggal di hutan kabut merah.
Tepat ketika mereka berada di tengah hutan sebuah serangan terarah kepada mereka bertiga, beruntung mereka dengan sigap berhasil menghindari serangan itu.
Huang Zi yang tampak kebingungan dari mana asal serangan itu, karna dia tidak melihat orang lain selain mereka bertiga yang ada di sana.
__ADS_1
"Sudah lama sekali aku tidak melihat manusia yang memasuki hutan ini" ucap suara yang tiba² muncul di sekitar hutan.
Mereka bertiga langsung waspada karna mereka tidak bisa melihat sosok yang mengeluarkan suara itu.
"Siapa kau dan kenapa kau menyerang kami" ucap Tetua Tao
"Aku hanya ingin bermain saja bersama kalian karna sudah lama sekali aku tidak melihat manusia memasuki hutan ini" setalah ucapan itu muncul seekor burung elang hitam bertubuh besar datang dari balik pohon tidak jauh dari sana.
"APA" ucap tetua Toa dan tetua Kun secara bersamaan karna mereka begitu kager ketika melihat sosok burung elang yang sedang ada di hadapan mereka.
Huang Zi yang tidak tau apa apa hanya diam sambil menatap burung itu dengan tatapan waspada.
"Hei kau, sepertinya kau tidak merasa terkejut saat melihatku" ucap burung elang sambil menatap Huang Zi
"Untuk apa aku harus terkejut" ucap Huang Zi dengan tenang tapi tidak menurunkan kewaspadaan nya
"Bagus aku suka keberanianmu anak muda, baiklah mari kita mulai bemain" ucap burung elang sambil terbang dengan cepat kearah Huang Zi
Melihat burung itu menyerang Huang Zi Tetua Tao dan Tetua Kun tidak tinggal diam, mereka langsung melesat kearah Huang Zi.
Sebelum mereka sampai di tempat Huang Zi berdiri, dia terlebih dahulu menghilang dari tempat nya berdiri dan muncul di udara dengan sebuah pedang yang tampak indah di tangan nya.
Dengan terpaksa mereka berdua menuruti kemauan Huang Zi dan menjauh dari sana.
"Nah burung jelek mari kita mulai permainan kita" ucap Huang Zi sambil tersenyum kearah burung elang hitam.
"Pekkikk" burung elang hitam itu tampak begitu marah ketika Huang Zi menyebutnya seperti itu, dia pun langsung melesat kearah Huang Zi sambil mengepakan sayap nya dengan marah.
"Jurus tiga bayangan naga" ucap Huang Zi sambil menyambut serangan dari elang hitam
Walau pun bertarung di udara Huang Zi bisa dengan bebas bergerak kesana kemari karna dia sudah berada di tingkat pendekar dewa.
Sebalik nya burung elang hitam tampak terkejut ketika merasakan hawa energi yang keluar dari tubuh Huang Zi.
dia tidak pernah menyangka bahwa pemuda yang ada di hadapan nya sudah mencapai tahap pendekar dewa dengan usia nya yang masih muda.
__ADS_1
BOOOOM
Serangan mereka beradu membuat Huang Zi terpental beberapa meter kebelakang, Huang Zi tidak menyangka bahwa hewan yang ada di depan nya sudah mencapai tahap pendekar Dewa Langit .
"Ternyata kau sudah mencapai tahap pendekar Dewa Langit" ucap Huang Zi sambil menatap serius kearah burung elang itu.
"Hahha! apa kau sekarang terkejut bocah, aku akui kau adalah pemuda yang sangat jenius di usia mu yang masih sangat muda sudah berada di tingkat pendekar Dewa" ucap burung elang hitam dengan tenang
"Ciiih! walau begitu aku tetap akan mengalahkan mu elang jelek" ucap Huang Zi kembali maju untuk menyerang elang hitam yang ada di depan nya.
Mereka pun kembali bertarung di udara, kali ini Huang Zi berinisiatif menyerang burung elang itu dari atas.
tapi karna burung elang hitam itu merupakan salah satu binatang iblis tahap Dewa Langit membuat dia dengan mudah menghindar dari serangan Huang Zi.
Melihat serangan nya gagal Huang Zi memutar tubuh nya untuk kembali menyerang burung itu dari samping.
walau pun gerakan yang di tunjukan Huang Zi begitu cepat tapi tetap saja belum bisa menyentuh burung hitam yang ada di depan nya.
tidak mau menyerah Huang Zi kembali menyerang burung elang hitam itu dengan gerakan jigjag walau pun terlihat lebih lambat gerakan nya tapi hasil dari setiap tebasan nya begitu mengerikan.
Tetap saja itu belum bisa melukai burung elang yang tampak begitu santai menyambut setiap serangan yang di lancarkan Huang Zi kepanya.
"Apa aku harus menggunakan jurus itu" ucap Huang Zi
Ditengah lamunan Huang Zi elang hitam itu menyerang Huang Zi dengan sangat cepat, Huang Zi yang saat itu kurang waspada akhirnya terkena serangan itu dengan telak membuat dia jatuh ketanah dengan sangat keras.
"Urrggg" Huang Zi mencoba bangkit sambil memuntahkan darah dari mulut nya.
elang hitam tidak tinggal diam dia kembali menyerang kearah Huang Zi dengan cepat.
sementara itu Tetua Tao dan Tetua Kun langsung melesat kearah Huang Zi sambil menyerang elang hitam.
BOOOMMM
elang hitam yang terkena serangan dari dua orang itu hanya terpental sidikit kearah belakang.
__ADS_1
"Apa ini sipat para manusia yang hanya bisa menyerang secara diam²" ucap elang hitam dengan marah kepada 2 Tetua yang berada tidak jauh dari Huang Zi
"Elang Jelek apa kau sudah lupa denganku hah!, berani sekali kau melukai muridku" ucap sebuah suara bergema di pikiran elang hitam.