
Semua orang termasuk Huang Zi melihat kearah sumber suara dimana mereka melihat seorang pria menggunakan jiran berwarna hitam di samping pinggang nya juga terdapat sebuah pedang.
"Bukan nya itu Jenderal Song Yun" ucap salah satu warga saat melihat seorang pria keluar dari pintu masuk ibukota.
Huang Zi hanya menatap datar pria yang di sebut Jendral itu, dia tidak terlalu peduli dengan seorang jenderal dari salah satu Kekaisar.
"Tuan pendekar kenapa anda melakukan ini semua, kenapa anda hendak membunuh anggota keluarga dari salah satu keluarga bangsawan di Kaisar Tang ini" ucap pria itu sambil berjalan kearah anggota Keluarga bangswan Huang.
Song Yun sebenarnya tidak tau apa² sebelum bawahan nya melapor bahwa ada pertarungan di gerbang masuk ke ibukota, dan bergegas pergi untuk melihat siapa yang sedang bertarung itu.
Tidak di sangka ketika dia datang dia melihat anggota keluarga Huang Dan juga Tuan muda dari keluarga Huang sedang berlutut sambil mengeluarkan darah dari mulut nya.
"Aku? Hahha, kau terlalu naif, untuk apa membunuh mereka jika mereka tidak melakukan kesalan?. sekarang jawab pertanyaan ku, apa yang akan kau lakukan jika istrimu ingin di rebut oleh seseorang di depan matamu" ucap Huang Zi sambil mengarahkannya Aura nya juga pada Song Yun, Song Yun tidak menyangka bahwa seorang pemuda bisa mengeluarkan Aura yang begitu mengerikan bahkan dia yang sudah berada di tingkat pendekar Suci juga sampai tertekan.
"Sial, siapa pemuda ini sebenarnya nya kenapa dengan Aura nya saja bisa membuat aku tertekan seperti ini" gumam Song Yun dalam hati sambil menatap Huang Zi,
Dia tidak habis pikir bagaimana mungkin seorang pendekar tingkat suci bisa dengan mudah di tekan seperti ini, seberapa kuat kah pemuda yang ada di depan nya ini, apa keluarga Huang telah menyinggung seorang pendekar hebat, begitu lah pemikiran Song Yun.
"Tuan... Pendekar.. maaf atas kelakuan mereka aku harap Tuan pendekar bisa memaafkan mereka" ucap Jenderal Song Yun dengan terbata bata karna dia juga sulit untuk bicara karna tekanan Aura yang di lepaskan Huang Zi kearah nya.
__ADS_1
Huang Zi hanya diam sambil melirik kearah Bing Chie dan para Tetua mereka hanya mengangguk setelah mendapat anggukan itu Huang Zi menarik kembali Aura pendekar Dewa nya dan itu membuat Jendral dan enam orang anggota keluarga Huang bisa bernafas lega.
Yah! Huang Zi yang sudah berada di tingkat pendekar dewa bisa mengontrol aura nya dia bisa menekan siapa saja yang dia target kan dengan aura nya.
Tentu itu semua berkat bantuan dari Tetua Tao dan Tetua Kun tapi Huang Zi yang masih belum sepenuhnya bisa mengontrol Aura nya membuat sedikit kebocoran dan orang² di sekitar sana bisa merasakan juga walau tidak seperti orang yang di targetkan oleh Huang Zi.
"Terimakasih pendekar karna anda sudah memaafkan kami, kami berjanji tidak akan menggangu pendekar lagi" ucap salah satu anggota keluarga Huang.
Tuan Muda keluarga bangsawan Huang Hanya diam sambil berkeringat dingin dia tidak menyangka pemuda yang dia pikir lemah bisa membuat dia dan pengawal nya tertekan dan hampir saja mereka mati jika tidak ada Jendral Song Yun.
"Aku melepaskan kalian bukan berarti aku memafkan kalian, suatu saat aku akan berkunjung ke kediaman keluarga Huang kalian" ucap Huang Zi dengan tatapan tajam menatap anggota keluarga bangsawan Huang.
"Apa kau pikir aku takut hah! jika bukan karna istriku aku mungkin sudah meratakan ibukota Kekaisaran ini" ucap Huang Zi sambil melepaskan aura pembunuh dan aura pendekar dewa nya sesaat.
Walaupun Aura itu hanya sesaat tapi mereka semua bisa merasakan ke ngerian dari aura yang di keluarkan Huang Zi bahkan Dua Tetua juga merasa ngeri, walau mereka sudah berada di tingkat yang sama dengan Huang Zi tetap saja mereka juga merasa ngeri dengan pemuda yang saat ini berada di depan nya itu.
"Tetua Tao sudah berapa nyawa sebenarnya yang sudah di bunuh oleh anak itu, bahkan aura membunuh nya begitu membuat ku ngeri" ucap Tetua Kun sambil menatap Huang Zi yang masih diam di tempat nya.
"Aku juga tidak tau Tetua Kun, aku juga baru tau bahwa Hua'er begitu mengerikan dari yang aku duga" ucap Tetua Tao
__ADS_1
Sementara Bing Chie menatap Huang Zi dengan tatapan tidak percaya dia awalnya berpikir bahwa Huang Zi adalah pria yang baik lemah lembut tapi setelah merasakan aura membunuh yang begitu mengerikan dia jadi berpikir ulang apakah pemuda yang di depan nya ini pembunuh berdarah dingin, atau dia adalah salah satu pembunuh ahli dan dia menyembunyikan semua nya di balik wajah polos nya.
Tapi itu hanya pemikiran sesaat karna Bing Chie tidak peduli itu semua baginya Huang Zi adalah sosok pria baik. dia juga sudah bertekad untuk selalu percaya dan selalu mendukung apa pun yang akan di lakukan oleh kekasihnya nya itu dan akan selalu mengingat kan Huang Zi ketika dia berbuat kesalahan di masa depan nanti.
"Baiklah mari kita masuk aku sudah bosan disini" ucap Huang Zi sambil berjalan kearah Bing Chie dan 2 Tetua.
Semua orang masih menatap ngeri kearah Huang Zi mereka juga membiarkan Huang Zi masuk karna mereka tidak mau membuat pendekar muda itu marah lagi.
"Untuk kalian, beritahu kepala keluarga kalian dan semua kepala keluarga untuk menemui ku di istana, karna ini bukan lah hal sepele aku merasa dia bukan orang yang bisa di gertak begitu saja" ucap Jendral Song Yun kepada anggota keluarga bangsawan Huang.
Setelah semua bubar hanya tinggal sang Jendral yang masih berada di sana dia diam sambil menghala napas berat.
"Saudaraku andai kau masih ada di sini mungkin semua ini tidak akan terjadi, kau pasti bisa menengahi masalah ini dengan baik, aku sangat merindukan mu saudaraku"ucap Jendral Song Yun sambil mengeluarkan sebuah pedang yang sangat indah dari cincin penyimpanan na nya.
----
Maaf cuman bisa update 1 chapter saya lagi ga enak badan oh iya saya juga mau tanya nih sama kalian pembaca setia LPP, saya terusin nulis di sini apa buat buku baru karna Novel ini sudah dinyatakan tamat oleh pihak Novel. coba kasih saran dan saran kalian akan saya pertimbangkan nanti
++++ TERIMAKASIH +++
__ADS_1