LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Tewasnya Patriak Hong


__ADS_3

Semua orang termasuk Putri Mei yang mendengar teriakan itu lansung menghampiri sumber suara itu.


Para pendekar yang di bawa Kun Peng langsung menghentikan pertarungan mereka dengan anggota sekte iblis biru.


Tak mau melewatkan kesempatan, para pendekar dari sekte iblis biru langsung pergi meninggalkan tempat itu karna mereka berpikir taakan sanggup menghadapi mereka..


Patriak Hong yang sudah tidak bisa berdiri hanya tersenyum kearah Huang Zi "Walaupun aku harus mati di sini setidaknya aku berhasil membawa dia juga bersamaku" gumam Patriak Hong sambil tersenyum kearah Huang Zi


Swuuuuush


Sebuah pedang tiba tiba memotong tubuh Patriak Hong menjadi 2 bagian, para pendekar sekte iblis biru yang masih ada di sana hanya bisa menahan amarah mereka ..


"Tetua Tao San anda terlalu berlebihan" ucap Kun Peng sambil menggelengkan kepalanya


"Tetua Kun aku hanya ingin membantu mengurangi rasa sakitnya, apa tindakan ku salah" ucap Tao San dengan wajah datar


"Kalian cepat tangkap semua anggota sekte iblis biru, jika mereka melawan habisi saja mereka" ucap seorang pria sepuh dengan lantang dan para pendekar yang yang di bawa Kun Peng langsung menyebar kesegala arah


Tidak ada pertarungan berarti lagi karna sebagian dari pendekar sekte iblis biru memilih menyerah dan banyak juga dari mereka yang bunuh diri ..


**


"Hua'er aku mohon bangun lah" ucap Yui sambil menangis di pelukan murid nya itu .


"Biarkan aku ymemeriksanya" ucap seorang pria menghampiri Yui


"To..l...o .ng Selamatkan Hua'er" ucap Yui sambil membungkuk kerah pria di depan nya


"Tenang saja aku yakin dia akan baik baik saja" ucap Pria itu mencoba menenangkan Yui


Namun Yui terus menangis karna dia merasa bersalah telah memukul Huang Zi yang jelas jelas kondisinya begitu memprihatinkan .


"Yui'er sudahlah aku yakin dia akan baik baik saja" ucap seorang pria sepuh sambil mengelus rambut Yui


"Ayah aku tidak bermaksud untuk melukainya, aku hanya hawatir padanya aku tidak tau semuanya akan jadi seperti ini" ucap Yui sambil memeluk pria sepuh itu


"Patriak Li terimakasih karna sudah mau membantu kami" ucap Kun Peng sambil menghampiri Patriak Li

__ADS_1


"Seharusnya aku yang berterimakasih pada tetua Kun dan Tetua Tao, jika tanpa bantuan kalian kami takan sanggup melenyapkan sekte iblis biru"


"Hormat Patriak dan tetua semuanya" ucap seorang perempuan cantik sambil membungkuk


"Putri Mei anda tidak perlu sepormal itu kepada kami" ucap Patriak Li sambil balas membungkuk kearah Putri Mei


"Patriak apa tetua Huang baik baik saja" ucap Putri Mei sambil terlihat begitu cemas


Yui dan semua orang yang berada di sana merasa heran dengan perubahan wajah Putri Mei setelah melihat kondisi Huang Zi .


"Tuan Putri aku yakin dia akan baik baik saja, jadi tuan putri tak perlu cemas" ucap Patriak Li dengan tenang


"Patriak aku harap juga begitu" ucap Putri Mei sambil menundukan kepalanya ntah kenapa hati Mei begitu sakit setelah melihat kondisi Huang Zi yang begitu memprihatinkan


****


Ditempat lain kabar kematian Patriak Hong menyebar dengan cepat banyak yang menanggap itu sebuah lelucon atau sebuah gurawan karna kebanyakan dari mereka tau Patriak Hong merupakan salah satu jagoan terkuat aliran hitam yang ada di Kaisar Han.


"Patriak Liu apa kabar tentang tewas nya Patriak Hong itu benar" tanya salah satu tetua sakte kalajengking merah


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Patriak"


"Jika benar Patriak Hong telah tewas kita harus mengadakan rapat dengan beberapa sekte aliran hitam untuk menyikapi masalah ini"


"Cepat cari tau soal masalah ini, beritahu juga semua sekte aliran hitam untuk mengadakan rapat setelah itu"


"Baik Patriak" semua orang membubarkan diri setelah itu .


-***


"Dimana ini" ucap seorang pemuda dengan begitu pelan


"Hua'er syukurlah kau sudah sadar" ucap seorang wanita sambil mengelap air matanya


"Yu'er maafkan aku telah membuatmu hawatir" ucap Huang Zi sambil mencoba untuk duduk


"Lebih baik kau istirahat, kondisimu belum pulih benar" ucap Yui langsung membaringkan tubuh Huang Zi

__ADS_1


"Yu'er sekali lagi aku minta maaf" ucap Huang Zi sambil mengelus airmata Yui


"Sudah tidak usah di pikirkan yang terpenting sekarang kau baik baik saja" ucap Yui sambil mengecup kening Huang Zi


"Sepertinya aku masuk di waktu yang kurang tepat" ucap seorang pria paruh baya sambil terseyum canggung kearah mereka


"Patraik" ucap Huang Zi sambil mencoba untuk bangkit kembali dari tidur nya namun lagi lagi Yui melarang Huang Zi untuk bangun dari tempat tidurnya


"Ayah. apa yang ayah lakukan disini bukan kah ayah seharusnya menyurus tamu ayah" ucap Yui dengan nada kesal


Patriak Li hanya tersenyum kearah Putri semata wayang nya itu, sedangkan Huang Zi hanya tersenyum canggung kearah Patriak Li


"Yui'er apa ayah tidak boleh mengunjungi calon menantu ayah" ucapan Patriak Li membuat wajah Yui merona merah sedangkan Huang Zi hanya terbatuk batu mendengar kata kata itu


"Hua'er apa kau baik baik saja" ucap Patriak Li dengan cemas


"Patriak aku baik baik saja" ucap Huang Zi sambil memegangi dadanya


"Patriak bagaimana keadaan sekte iblis biru sekarang" ucap Huang Zi membuat Patriak Li tersenyum dengan lebar


"Hua'er berkatmu sekte iblis biru sudah lenyap di kekaisaran ini, aku yakin untuk sementara waktu sekte sekte aliran hitam tidak akan berani berbuat macam macam di kekaisaran ini' ucap Patriak Li dengan begitu semangat


" Patriak ini semua berkat kalian semua terlebih lagi senior Kun, jika saja Senior kun datang sedikit terlambat mungkin aku tidak akan berada di sini"


"Cih" ucap Yui sambil memalingkan mukanya


Huang Zi menatap Yui dengan alis mengkerut sebelum kembali menatap Patriak Li "Patriak dimana senior Kun dan senior Tao" ucapan Huang Zi membuat Yui menatap tajam kearah dirinya


Huang Zi hanya menelan ludah nya ketika Yui memandangi nya dengan tajam "Hua'er aku penasaran kenapa kau bisa kenal dengan mereka" ucapan Patriak Li membuat Huang Zi menghela nafas


"Patriak ceritanya sangat panjang. setelah masalah ini selesai aku akan ikut mereka ke sekte raga abadi" ucapan Huang Zi membuat Patriak Li mengkerutkan dahinya


"Cih, kalo kau mau kau bisa pergi sekarang" ucap Yui dengan nada ketus, sebenarnya dia begitu sedih setelah tau jika dia akan berpisah kembali dengan Huang Zi


Patriak Li hanya menggelengkang kepanya nya "Untuk apa kau pergi ke sekte raga abadi Hua'er"


"Senior Kun pernah bilang padaku jika di sekte raga abadi banyak sekali wanita cantik dan baik hati, dan aku boleh memilih salah satu untuk aku jadikan istri" ucapan Huang Zi membuat Yui tersentak kaget dia langsung menatap Huang Zi sambil mengeluarkan aura pembunuh yang begitu pekat

__ADS_1


__ADS_2