
Keesokan harinya berita tentang kematian Patriak Hong membuat geger semua sekte bahkan Kekaisaran.
bagi sekte dari aliran putih itu merupakan sebuah berita yang sangat menggembirakan karna bagaimana pun Patriak Hong adalah salah satu orang terkuat aliran hitam di Kaisar Han.
Berbeda dengan sekte aliran hitam dengan tewas nya Patriak Hong, semua sekte aliran hitam di Kaisar Han menutup diri dari dunia persilatan untuk sementara waktu.
Di sekte naga langit duduk seorang pemuda di sebuah kursi dengan menggukam jubah berwarna biru dengan rambut yang diikat rapi kebelakang.
"Aku harap setelah ini tidak akan ada lagi peperangan yang memakan banyak korban" ucap nya sambil menghembuskan napas pelan
"Hua'er ini semua hanyalah permulaan, didunia ini takan ada yang namanya kedamaian selagi masih ada orang yang mempunyai sifat munafik dan serakah" ucap seseorang yaang ntah dari mana datang nya dan sekarang sudah ada di tempat pemuda itu duduk
"Tetua kun sejak kapan anda ada disitu?" ucap Huang Zi sambil melirik ke arah tetua kun berada karna sedari tadi dia tidak merasakan hawa keberadaan orang lain di sana
"Hua'er kau terlalu banyak melamun sehingga kau tidak sadar ketika aku kemari" ucap Tetua kun dengan tenang
"Mungkin tetua" ucap Huang Zi sambil menghela napas pelan
"Sudahlah Hua'er kau tidak perlu berpikiran terlalu jauh, kita semua tahu bahwa di dunia pendekar tidak ada namanya kedamaian, maka dari itu selagi kita masih bisa menikmati hidup maka nikmatilah, kita takan tau kapan kita akan tewas dalam pertempuran"
"Tetua benar, maafkan aku tetua aku lupa kalo kita juga harus menikmati hidup"
"Sudahlah Hua'er, siang nanti aku akan kembali ke sekte raga abadi apakah kau akan ikut bersama kami kesana?" Tanya Tetua kun sambil menatap Huang Zi
"Ya aku akan ikut kesana sesuai janji ku setelah masalah penculikan tuan putri selesai akun akan pergi kesana"
"Baiklah ada baiknya kau berbicara terlebih dahula kepada Patriak Li"
"Baiklah Tetua aku akan menemui Patriak terlebih dahulu"
Huang Zi pun berjalan kearah kediaman Patriak Li untuk meminta Izin pergi ke sekte raga abadi karna dia tidak enak jika harus pergi tanpa izin terlebih dahula bagaimana pun dia adalah seorang tetua di sekte Naga Langit
Sesampainya di kediaman Patriak, Huang Zi tanpa sengaja bertemu dengan Putri Chu Mei.
"Tetua Huang bagai mana kondisi mu" ucap Putri Mei ketikaa berhadapan dengan Huang Zi
"Tuan Putri aku baik baik saja" ucap Huang Zi sambil tersenyum kearah Putri Mei
__ADS_1
Tanpa sadar wajah Putri Mei memerah karna melihat senyuman Huang Zi yang begitu manis menurut nya.
melihat itu Huang Zi bertanya kembali.
"Tuan Putri apa anda baik baik saja" tanya Huang Zi
"Ak---u ba-ik ba-ik saja" ucap Putri Mei dengan gugup saat pandangan kedua nya bertemu.
"Aku pamit dulu tetua Huang" ucap Putri Mei sambil berlari ntah kemana
Huang Zi yang masih belum mengerti hanyae menghela napas "sudahlah lebih baik aku menemui Patriak"
"Tok ,, Tok ,, Tok"
"Patriak apa aku boleh masuk" ucap Huang Zi sambil mengetuk pintu kediaman Patriak Li
Suara Patriak Li terdengar dari dalam "Masuk saja" ucap suara Patriak Li dari dalam kediaman nya
Ketika Huang Zi masuk ternyata disana ada Yui yang sedang mengobrol dengan ayah nya yaitu Patriak Li
"Haiis, kau ini masih saja bersikap kaku seperti itu, kau adalah calan menantuku jadi tidak perlu sepormal itu" ucap Patriak Li sambil meenatap Huang Zi
"Cih,, untuk apa kau kesini" ucap Yui dengan nada ketus.
"Yui'er sudahlah, kau ini masih saja seperti anak anak" ucap Patriak Li sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Putri semata wayang nya .
"Yui'er apa kau masib marah padaku?, bukan nya aku sudah meminta maaf soal kejadian waktu itu dan lagi aku masih hidup, jadi maafkan aku" ucap Huang Zi wambil menatap Yui.
"Sudahlah kalian selesaikan masalah kalian berdua aku akan kebelakang sebentar" ucap Patriak Li sambil berjalan meninggalkan mereka berdua
"Yui'er apa kau masih marah?, sampai kapan kau akan marah padaku" ucap Huang Zi sambil duduk di dekat Yui
"Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu,, dan lagi untuk apa aku marah, kau bebas melalakukan apapun yang kau mau tanpa harus meperdulikan aku bukan" ucap Yui dengan acuh
"Apa kau sudah tidak menggapku lagi sebagai tunanganmu"ucap Huang Zi dengan nada serius menatap kearah Yui
Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Yui dia hanya memalingkan wajah nya kearah berlawanan dengan posisi Huang Zi sekarang.
__ADS_1
"Biaklah jika itu maumu setalah ini aku akan pergi ke sekte raga abadi dan mungkin aku akan tinggal disana, aku takan lagi membuat mu cemas ataupun hawatir" ucap Huang Zi sambil menghembuskan napas kasar
Tiba tiba mata Yui mengeluarkan airmata tanpa iya sadari karna bagaimana pun iua begitu menghawatirkan muridnya sekaligus tunangan nya itu.
Huang Zi yang melihat butiran air mata turun dari pipi Yui langsung menghampiri Yui yang tidak jauh dari dirinya..
"Yui'er maafkan aku" ucap Huang Zi sambil menghapus airmata yang turun dari mata Yui
"Jangan pernah kau bertindak bodoh lagi aku sangat takut kehilangan dirimu" ucap Yui sambil berbalik dan memeluk Huang Zi dengan erat
Huang Zi pun membalas pelukan Yui dengan lembut
"Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan selalu berusaha supaya aku tidak tewas dalam pertempuran"ucap Huang Zi sambil mengusap rambut Yui.
"Eheem. ehheem" suara degeman keras membuat Huang Zi dan Yui melepaskan peluakan mereka dan menatap kearah sumber suara
"Apa aku mengganggu kalain, Jika iya aku akan kembali kebelangan" ucap pria tua sambil menatap mereka berdua dengan senyum
"Ah, Patriak tidak anda tidak sedikitpun mengganggu kami justru aku yang harus nya meminta maaf karna aku Yui'er selalu menangis dan hawatir" ucap Huang Zi sambil menghembuskan nafas berat
"Hua'er wajar saja jika Yui'er bersikap seperti itu bagai mana pun dia adalah seorang wanita terlebih lagi dia sangat menyayangi dirimu terlebih lagi dia lebih menyanyi dirimu daripada ayah nya ini" ucap Patriak Li dengan wajah sedih yang di buat buat
Huang Zi terkekeh pelan saat melihat tingkah laku seorang Patriak yang selalu iya hormati itu ..
"Hua'er bukan nya tadi ada hal yang ingin kau sampaikan padaku" ucap Patriak Li sambil duduk dengan ekpresi yang sudah seperti semula
"Benar Patriak, aku ingin meminta Izin untuk pergi ke sekte Raga abadi" ucap Huang Zi dengan serius
"Hua'er untuk apa kau kesana" tanya Patriak Li sambil meminum teh
"Ada sebuah janji yang harus aku tepati dan aku tidak bisa melanggar janjiku ini"
Halo Teman teman maaf yah ga update lama karna banyak kendala dan belum harus susun skripsi oh ya
setelah ini mungkin Autrol akan sering lagi update semoga kalian masih ingat dengan alur cerita nya ,,
Salam Pecinta LPP
__ADS_1