
Huang Zi hanya tersenyum kearah para pendekar itu dengan cepat dia menebaskan pedang nya dan ketiga pendekar itu pun tewas dengan kepala terpisah dari badan nya ,,
Pria sepuh yang melihat itu hanya melotot tidak percaya saat Huang Zi biss dengan mudah menebas ketiga pendekar itu tanpa kesulitan sama sekali ,,
Para tetua yang sudah terbiasa dengan pemandangan itu hanya bisa menggelangkan kepala
"Apa kakek baik baik saja" ucap Huang Zi saat sudah sampai di tempat para tetua dan kakek itu berada
"Aku baik baik ssja terimakasih kalian sudah mau menolongku" ucap pria sepuh sambil membungkuk
"Sudahlah kakek jangan seperti itu sudah semestinya kami menolong orang yang membutuhkan pertolongan" ucap Huang Zi sambil mengangkat tubuh pria sepuh tersebut
"Kalo boleh tau kemana tujuan kakek dan kenapa mereka menyerang kakek" ucap Huang Zi dengan ramah
"Sebenarnya saya akan pergi ke sekte teratai ungu,, karna saya dengar kemarin sekte itu di serang oleh anggota aliran hitam, makanya saya kesana ingin memastikan bahwa mereka baik baik saja, untuk mereka saya tidak tau siapa mereka tapi yang jelas mereka anggota aliran hitam"
"Baiklah jika memang kakek hendak pergi ke sekte teratai ungu,, kami pamit untuk melanjutkan perjalanan kami" ucal tetua Zo
Huang Zi dan para tetua pun melanjutkan perjalanan mereka untuk membantu aliran putih,, mereka terus bergerak hingga sebelum malam mereka singgah ke sebuah desa yang nampak tidak terlalu ramai,,
"Sebaiknya kita beristirahat dulu di desa ini,, sekalian kita mencari informasi tentang pergerakan sekte aliran hitam" ucap Huang Zi yang dianggukan oleh para tetua
Merekapun mencari penginapan untuk mereka beristirahat,, tidak sulit mencari penginapan di desa itu karna terdapat banyak penginapan di desa itu
"Selamat datang tuan di penginapan Anggrek kuning" ucap seorang pelayan dengan ramah
"Kami ingin memesan 4 kamar untuk satu malam apa masih ada yang kosong" ucap Huan Zi
"Masih ada tuan,, harga 1 kamarnya 50 perak untuk satu malam"
"Baiklah aku juga ingin makanan yang enak dan tolong antarkan ke kamar kami" ucap Huang Zi menyerahkan satu kantong emas kepada pelayan itu
"Baik tuan mari ikuti saya" ucap pelayan itu membawa Huang Zi dan para tetua ke kamar mereka masing masing
"Sayang,, aku ingin membersihkan diriku dulu, bagaimana denganmu" ucap Huang Zi saat sudah berada di dalam kamarnya
__ADS_1
"Kamu duluan saja,, setelah kamu selesai baru aku akan membersihkan diri" ucap Yui sambil mendorong Huang Zi yang mencoba mendekatinya.
"Kenapa kita tidak bersama sama saja" ucapan Huang Zi membuat Yui terbatuk dan menatap Huang Zi dengan tatapan membunuh ,,
Huang Zi yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung pergi memberasihkan diri karna dia tidak mau ambil resiko kalo sampai Yui marah ,,
Setelah selesai membersihkan diri Huang Zi dan Yui pun merebahkan diri mereka sampai suara ketukan membangukan mereka ,,
Tokk ,,,, Tok
"Siapa" ucap Huang Zi yang masih memeluk Yui
"Saya ingin mengantar makanan yang tuan pesan" ucap pelayan di balik pintu itu
Huang Zi pun langsung berdiri dan membukakan pintu kamarnya setelah pelayan itu keluar Huang Zi dan Yui pun makan bersama sama ,,,
***
Pagi harinya nampak di desa itu begitu tenang dan damai Huang Zi pun mengajak para tetua untuk pergi mencari restoran karna mereka ingin mencari informasi tentang pergerakan alirab hitam di kekaisaran Han ini
"Pelayan bawakan kami makanan enak yang ada di restoran ini dan juga arak terbaik yang ada di sini" ucap Huang Zi sambil menyerahkan sekantong emas kepada pelayan itu
"Apa itu cukup" ucap Huang Zi membuyarkan lamunan pelayan itu ,
"cuuuuukuuuupp tuan" ucap pelayan itu dengan gematar karna melihat banyak koin emas di dalam kantung yang di berikan Huang Zi ,,
Pelayan itu pun pergi untuk membawakan pesanan Huang Zi dan para tetua,, suasana di restoran itu begitu sepi hanya ada mereka dan 2 orang yang sedang makan,, tapi wajar saja karna Huang Zi dan para tetua ke restoran itu masih terlalu pagi jadi belum terlalu ramai pengunjung
Setelah cukup lama pelayan itu datang membawakan pesanan Huang Zi "Silahkan di nikmati tuan" ucap pelayan itu setelah meletakan makanan itu dan langsung berlalu pergi karna tidak ingin mengganggu Huang Zi dan para tetua
Saat tenggah asik menyantap makanan dari arah luar masuk 3 orang pendekar memakai jubah hijau dan duduk di dekat mereka,,,ketiga pendekar itu trus menatap kearah Huang Zi dan para tetua dengan tatapan tajam membuat Huang Zi begitu kesal ,,
"Kakak sepertinya mereka bukan orang sembarangan" ucap salah satu dari mereka
"Aku juga tidak bisa melihat tingkatan pendekar mereka,, aku ragu kalau mereka bukan seorang pendekar"
__ADS_1
"Jadi maksud kaka mereka merupakan pendekar tingkat tinggi"
"Sudahlah lebih baik kita tidak mencari masalah dengan mereka karna kita tidsk tau siapa mereka dan dari mana mereka berasal,, sekarang kita harus fokus dengab misi kita untuk mencari keberadaan Putri Kaisar"
Huang Zi yang mendengar nama putri Kaisar langsung menatap ketiga pendekar itu dengan tatapan dingin membuat para pendekar itu begitu cemas
"Aku sudah bilang kalian jangan pernah mencari masalah dengan mereka, liatlah hasil perbuatan kalian" ucap salah satu pendekar yang kebih tua dari mereka bertiga
"Maaf soudara barusan saya mendengar anda menyebut Putri Kaisar" ucap Huang Zi yang sudah ada di sebelah pendekar itu
Para pendekar itu kaget dengan kehadiran Huang Zi yang begitu cepat sudah ada di samping mereka
"Maaaaffff,, pendekar kami tidak bermaksud menyinggungmu kami hanya sedang dalam misi mencari keberadaan putri Kaisar Chu Lang" ucap pendekar itu dengan terbata bata
"Aku ingin tau dari sekte mana kalian berasal dan kenapa kalian ingin mencari putri Kaisar Chu Lang" ucap Huang Zi dengan dingin membuat ketiga pendekar itu menelan ludah mereka
"Kaammmii dari sekte Pedang suci kami di perintahkan oleh Patriak kami untuk mencari keberadaan putri Kaisar yang di culik saat acara pelantikan jendral istana beberapa hari yang lalu" ucap pendekar itu dengan tubuh yang gemetar
Huang Zi dan para tetua saling menantap satu sama lain karna mereka tidak tau akan insiden penculikan putri Kaisar Chu Lang
"Baiklah terimkasih atas informasi yang telah kalian beriakan pada kami dan terimalah ini sebagai hadiah kecil dari kami" ucap Huang Zi sambil memberikan sekantung emas dan memberikan nya kepada para lendekar itu
Setelah itu Huang Zi pun kembali ketempat duduknya,, "Para tetua bagaimana sekarang" ucap Huang Zi saat sudah duduk di kursi itu
"Hua'er lebih baik kita membantu mencari Putri Kaisar" ucap tetua Ho yang di anggukan oleh para tetua lain
Setelah makan mereka pun bergegas menuju Ibukota Kekaisaran karna meka ingin mencari petunjuk untuk mengetahui keberadaan putri Kaisar
**
Setelah 12 hari berlari mereka melewati sebuah hutan yang begitu aneh disana nampak banyak aura kehidupan tapi tidak ada satupun yang bisa mereka lihat
"Hati hati aku merasakan banyak aura tapi aku tidak bisa melihat mereka" ucap Huang Zi yang berjalan di depan mereka
"Tetua Huang Awwwwwassss"
__ADS_1