
Banyak anak bangsawan yang terlihat geram saat mendengar kata² dari orang itu dan banyak juga yang mengutuk orang itu dalam hati.
Putri Kaisar pun tampak syok karna dia baru tahu bahwa calon istri yang di sebutkan orang itu adalah dirinya.
"Ayah apakah benar bahwa aku adalah calon istri orang itu" ucapan putrinya itu membuat Kaisar Tang Mu mendesah dengan wajah sedih
"Tidak aku tidak akan memberikan putriku pada orang seperti dia" ucap seorang perempuan yang diam tidak jauh dari Kaisar
"Istriku aku pun tidak ingin, tapi apa aku punya pilihan saat ini" ucap Kaisar Tang dengan nada sedih kearah istri nya itu.
Huang Zi yang mengenal suara dari putri Kaisar itu seketika mematung dia lalu menoleh kearah Putri Kaisar itu dengan tatapan sulit di artikan.
Melihat perubahan sikap Huang Zi Tetua Kun dan Tetua Tao saling pandang sebelum mereka berbisik kepada Huang Zi.
"Hua'er apa kau mengenal Putri Kaisar Tang itu," ucapan Tetua Kun membuat Huang Zi hanya mengangguk kepala kearah Tetua Kun
"Hua'er biarkan saja mereka membawa Putri Kaisar itu" ucapan Tetua Tao membuat Huang Zi sedikit marah sambil menatap Tetua Tao
"Tenang lah Hua'er kami memiliki rencana jadi untuk saat ini kau ikuti saja kata² kami"
Huang Zi hanya diam dan menyetujui apa yang Tetua Tao dan Tetua Kun bicarakan tadi .
"Bagaimana apa Tang Mu apa kau mau menanggung resiko jika tidak menyetujui permintaan ku ini" ucapan pria itu membuat semua orang menoleh kearah Kaisar Tang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Kaisar Tang hanya diam karna dia sendiri tidak tau harus berbuat apa, di satu sisi dia tidak ingin menyerahkan Putri nya di sisi lain dia juga tidak mau karna keegoisan dirinya banyak korban yang akan berjatuhan.
Putri Kaisar pun sama dilema nya dengan Ayah nya, dia melirik sekilas kearah Huang Zi disana Huang Zi menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah dirinya.
Putri Kaisar yang melihat senyum di wajah Huang Zi hanya menggunakan kepala nya kearah Huang Zi.
__ADS_1
"Ayah biarkan aku ikut dengan mereka" ucapan itu membuat semua orang menatap Putri Kaisar dengan tatapan tidak percaya.
"Kaisar jangan berikan putri Kaisar pada mereka biarkan kami bertarung dengan mereka, kami rela mati demi melindungi anda dan juga keluarga anda" ucap salah satu kepala keluarga bangsawan yang ada disana
Semua orang menganggukan kepala mereka,
mereka akan sangat bangga jika harus mati karna melindungi Kaisar mereka dari masalah.
Suasana yang tadinya tegang kini menjadi memanas karna semangat juang para keluarga bangsawan yang siap bertaruh nyawa untuk Kaisar mereka.
Hati Kaisar Tang begitu tersentuh dengan apa yang mereka bicarakan tapi dia juga tidak tega jika harus mengorbankan diri mereka hanya demi keluarga nya.
"Ayah ini keputusan ku biarkan aku pergi bersama mereka aku harap ayah tidak akan menghalanginya"
"Putriku apa yang kau bicarakan, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi" ucap istri sang Kaisar dengan nada marah kearah putrinya
Sang Putri hanya memeluk ibunya sambil membisikkan sesuatu, awalnya permaisuri Kaisar Tang tidak percaya tapi setalah melihat senyum di bibir anak nya dia hanya bisa menggunakan kepalanya.
Setelah mengatakan itu Putri Kaisar langsung pergi kearah pria yang tadi menyebut dia adalah calon istrinya.
Semua orang yang ingin menghentikan Putri Kaisar mereka itu langsung di cegah oleh Permaisuri dengan suara yang keras
"Biarkan saja dia pergi, kalian juga bisa kembali ke kediaman kalian masing²" ucapan permaisuri membuat beberapa anak dari bangsawan yang ada di sana kecewa tapi mereka juga tidak bisa melawan perintah dari permaisuri.
Dengan tatapan kecewa mereka melirik sekilas kearah Tuan Putri mereka, mereka melihat pria yang tadi berbicara dengan Kaisar mereka itu sedang tersenyum senang.
"Haha pilihanmu sudah tepat sayang, kamu tenang saja karena aku berjanji akan selalu membahagiakan kanmu! Hahaha" ucap pria itu sambil merangkul pinggang calon istri nya
Huang Zi yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya, dia tidak bisa berbuat apa apa untuk sekarang karna dia tidak ingin rencana kedua Tetua dari berantakan.
__ADS_1
Setelah orang Gu Wei pergi dengan Putri Kaisar tempat itu begitu hening mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Terlebih Sang Kaisar yang saat ini sedang duduk sambil menangis karna dia merasa tidak bisa menjaga keluarga nya dari hal semacam ini.
Setelah beberapa saat Tetua Tao dan Tetua Kun menarik tangan Huang Zi, mereka segera melesat kearah Gu Wei dan bawahan nya pergi.
"Tetua apa rencana kalian setelah ini" ucap Huang Zi dengan pemasaran karna sedari tadi dia belum tau tentang rencana nya.
"Sederhana saja kami berdua akan menghadapi anak buah dari orang yang membawa Teman mu, sementara kau akan menghadapi orang itu dan membawa Putri Kaisar kembali"
"Tapi Tetua apa kalian yakin akan bertarung dengan mereka semua, aku tau kalian kuat tapi menghadapi mereka semua aku tidak yakin jika kalian tidak akan terluka" ucap Huang Zi yang tidak setuju dengan apa yang para Tetua rencana kan
"Hua'er apa kau meragukan kemampuan kami, meskipun ada seribu orang seperti mereka kami berdua pasti bisa menghadapi mereka" ucap Tetua Tao menenangkan Huang Zi.
Awalnya Huang Zi bersikeras tidak setuju dengan rencana mereka, dia berpikir bisa membantu melawan bawahan orang itu,
Tapi setelah di yakinkan kembali oleh Tetua Kun dan Tetua Tao akhirnya Huang Zi hanya bisa pasrah.
Setelah cukup lama mereka melesat akhirnya Huang Zi dan para Tetua Berhasil mengejar rombongan dari Gu Wei.
tapi ketika mereka menghadang jalan rombongan Gu Wei mereka sedikit aneh karna mereka tidak menemukan Gu Wei dan juga Putri Kaisar dalam rombongan itu.
Perasaan Huang Zi menjadi tidak karuan saat mengetahui sosok Putri Kaisar tidak ada dalam rombongan itu.
"siapa kalian dan kenapa kalian menghadang jalan kami" ucap salah satu Pendekar yang ada di depan.
"Hua'er sebaiknya kau cepat pergi dari sini dan cari keberadaan Putri Kaisar, biar kami yang selesai kan urusan disini"
Tanpa menunggu lama Huang Zi segera melesat kembali kearah tempat kompetisi dia tidak tau dimana keberadaan Putri Kaisar.
__ADS_1
Di tengah perjalanan Huang Zi terus mencari ke berbagai tempat entah desa terdekat lembah atau pohon yang ada di daerah itu.
Huang Zi tampak semakin prustasi saat dia tidak juga menemukan keberadaan Putri Kaisar dimana² padahal sebentar lagi dia sampai ketempat kompetisi tadi diadakan