
Patriak dan Yui pun merasa bersalah ketika melihat raut wajah Huang Zi secara tidak langsung mereka telah membuka kembali lembaran yang
paling menyakitkan di hati Huang Zi
"Aku berlatih disana selama tiga tahun dan guru ku menyuruh ku untuk mengembara dan aku pun pergi mengembara pada saat di jalan aku mengetahui patriak sedang sakit dan aku memutuskan untuk pergi kesini karna guru ku memberi amanat untuk selalu membantu orang yang membutuhkan"
"Maaf kan lelaki tua inu Hua'er karna keegoisan ku kau jadu teringat kembali masalalu mu" Ucap Patriak yang merasa bersalah karna bagi nya di umur 12 tahun melihat kejadian yang mengerikan bukan lah hal yang mudah
bahkan dia sendiri pun tak tau kali ada di posisi Huang zi akan bisa melanjutkan hidup nya apa tidak
Huang Zi pun hanya tersenyum
"Tak apa Patriak aku tak mau ada salah paham lagi"
"maaf karna selama ini aku tak jujur pada patriak tentang asal usul ku karna aku tidak mau membuka kembali lembaran yang tak ingin kuingat"
"maaf kan aku Hua'er" ucap patriak sambil mendekat dan memeluk Huang zi Karna dia tau bagai mana rasa nya kehilangan orang yang berharga
Yui pun mulai berpikir ulang atas sikap nya selama ini kepada murid nya setelah dia tau bagai mana perjalanan hidup huang zi
"Hua'er apakah aku boleh tau siapa gurumu itu" Ucap Patriak Li dengen penasaran
"nama nya Lou An dia bilang dia sudah hidup ratusan tahun di pulau itu"
Seketika patriak terdiam dangan kaki bergertar Yui yang melihat itu sempat heran
"Patriak apa kau tau siapa guru ku" Ucap Huang Zi yang juga penasaran atas respon yang di berikan oleh Patriak Li
"Hua'er Gurumu dulu adalah orang yang paling hebat di dunia ini dia merepukan salah satu pilar di dunia persilatan dia bisa meratakan sakte naga emas ini hanya seorang diri" Ucapan Patriak Li pun tertahan
__ADS_1
"Apakah kau tau dia dulu di juluki pendekar petir pembawa perdamaian"
Yui pun tubuh nya bergetar hebat dia yang seorang jenius tentu sering membaca kisah dari pendekar petir pembawa perdamaian di dalam perpustakaan dia tak menyangka bahwa bisa bertemu murid dari sang pendekar yang begitu di kagumi pada masanya
"Hua'er jadi pendekar petir masih hidup, kenapa dia tak pernah menampakan diri lagi di dunia persilatan"
"Patriak Guru pernah bilang seseorang yang sudah berads di tingkat dewa langit dia takan bisa keluar dari persembunyian nya karna hawa nya saja akan menghancurkan sebuah kerajaan makanya guru tak pernah keluar dari dimensi nya"
"Ah jadu begitu aku bersyukur bisa bertemu dengan mu dan aku percaya kau akan bisa mengikuti jejak gurumu menjadi pensekar yang hebat di kemudian hari"
"Maaf kan kakek tua ini yang tak tau kalo kau adalah murid nya dan memperlakukan mu seperti tadi"
"Patriak aku tau guru ku pasti orang yang hebat walau pun aku adalah murid nya, aku tak ingin ada yang tau soal ini aku tak ingin memakai nama guru ku demi membuat orang mengakui ku, aku ingin orang mengakui ku aku emang pantas untuk di akui bukan karna nama guru ku"
"Hua'er kau emang anak yang baik aku berjanji takan memberi tahukan pada siapapun tentang dirimu ini"
"Aku pun berjanji takan memberi tahukan nya pada siapa pun aku merasa tak pantas menjadu guru mu Hua'er" Ucap Yui dengan tamoang sedih
Huang Zi pun hanya melihat muka sedih dari guru nya dengan senyuman
"Aku tak mau aku hanya akan menjadi murid dari Tetua Yui dan aku akan menuruti apa yang tetua Yui perintahkan aku mohon tetap lah menjadi guruku" ucap huang zi dengan tulus
Yui pun hanya memandangi murid nya yang begitu berbakti tapi dia masih takut bahwa takan bisa mengajari Hua'er dan malah akan menghambat nya
Patriak yang melihat itu langsung berbicara
"Yui'er tetap lah menjadu guru nya aku tau kau pasti bimbang tapi peecayalah bahwa kau emang pantas menjadi guru nya" Ucap Patriak memberi semangat
"Tapi Ayah bukan kah sebaik nya dia menjadi murid mu saja atau ayah bisa Hua'er menjadi tetua di sakte kita ini supaya dia bisa lebih banyak melihat dunia luar dibanding menjadi murid ku"
__ADS_1
"Kau benar Yui'er apa kah kau mau menjadi salah satu Tetua di sakte ini aku yakin kemampuan mu cukup hebat untuk menjadi tetua di sakte ini"
"Maaf Patriak aku sudah katakan aku tak bisa aku harap patriak mengerti aku hanya ingin menjadi murid dari guru yui sebelum aku kuat aku akan tetep menjadi murid nya"
Patriak pun tak bisa berkata apa apa hanya bisa menganggukan kepala nya
"Patriak aku punya satu permintaan"
"Apa itu Hua'er selagi aku bisa mengabulkan nya kau sudah menyelamatkan putriku dan menyelamatkab ku aku pasti akan memenuhi permintaan mu"
"Aku hanya ingin setiap Tetua Yui menjalankan misi aku ikut bergabung di dalam misi itu mau itu misi berbahaya sekali pun aku takan masalah asal aku selalu ada bersama guru ku, aku tak mau kejaadian kemarin terulang kembali" Ucap Huang Zi dengan penuh harap
"Hua'er aku berjanji akan mengikutsertakan mu jika gurumu menjalankan misi jadi tenanglah" Ucap patriak Dengan senang karna ada yang begitu peduli terhadap putrinya
"Baik lah ayah aku dan Hua'er undur diri untuk ketempat misi dan mengambil upahku dan ini di dalam gulungan ini ada catatan ku selama mengintai sakte iblis biru" Ucap yui memberi hormat dan memberikan sebuah gulungan
Setelah itu dari tempat misi Huang Zi dan Yui pun kembali kekediaman nya di kediaman mereka saling dian karna Yui tak tau harus apa sedangkan huang zi juga bingung harus berbicara apa
"Maaf sebelum nya guru bisakah guru tak berlaku bodoh rela menukar nyawa guru demi murid bodoh ini"
"Apppppa Kau bilang aku bodoh" Ucal Yui yang mendengar perkataan murid nya itu
Huang Zi yang menyadari itu pun langsung menggunakan jurus seribu langkah untuk kabur
Yui pun mengejar murid nya itu walau pun di hati nya ingin sekali bersikap manis tapi dia tak tau mengapa begitu kasar seperti itu
"Berhenti kau berani sekali kau mengarai guru mu bodoh"
"Kembali kesini kau jangan lari"
__ADS_1
Haloo semua nya maaf yah karna Author baru pertama kali nulis jadi maklum yah kalo masih ada kesalahan kata Jangan lupa Like dan Vote nya ya