
Huang Zi yang tidak ingin terlibat hendak membawa semua tetua untuk pergi tapi sebelum mereka pergi Sun Xi menghentikan langkah mereka
"Pendekar aku tidak tau siapa kalian sebenarnya tapi aku mohon pendekar mau membantu kami" ucap Sun Xi sambil membungkuk karna menurutnya kelima pendekar bertopeng yang ada di hadapan nya,, bukanlah pendekar sembarangan dan hanya mereka yang bisa melawan Bi Cho yang sudah menjadi pendekar Petapa
"Apa untungnya kami menolongmu" ucap Huang Zi yang terus melanjutkan langkah nya
"Aku mohon Pendekar jika kitab yang ada pada kami sampai jatuh ketangan mereka aku tidak yakin pihak aliran putih bisa menandingi mereka" ucapan Sun Xi membuat langkah Huang Zi terhenti dan menatap Sun Xi
Sementara di sekitar sana nampak sudah terjadi pertempuran hebat, Anggota sekte gagak hitam perlahan lahan mulai terdesak, itu membuat Sun Xi mengeratkan gigi nya
"Aku akan membantumu, tapi dengan satu syarat" ucap Huang Zi dengan tenang walau pun sudah terjadi pertempuran
"Katakanlah pendekar, apapun yang kau inginkan aku pasti akan berusaha memenuhinya" ucap Sun Xi dengan cepat
"Aku ingin kitab yang mereka incar, Bagaimana?" ucapan Huang Zi membuat Sun Xi nampak berpikir keras bagai mana pun jika kitab itu tidak di berikan pada pendekar bertopeng itu, kemungkinan sekte gagak hitam akan hancur belum lagi kitab yang mereka jaga selama ini akan jatuh ketangan sekte kalajengkin merah
"Baiklah jika tidak mau kami akan pergi" ucap Huang Zi sambil kembali melangkahkan kaki nya
"Baik pendekar aku akan memberikan nya padamu asal kau berjanji bisa membantu kami mempertahankan sekte kami" ucap Sun Xi menghela nafas dia berpikir jika lebih baik kitab itu di berikan pada ke lima pendekar bertopeng ketibang pada sekte kalajenking merah .
Setelah itu Huang Zi pun mengeluarkan pedang nya dia maju membantu para pendekar dari sekte gagak hitam untuk memukul mundur anggota sekte kalajengking merah,, para tetua pun tidak tinggal diam mereka pun bergerak membantu pendekar dari sekte gagak hitam ..
Para pendekar dari sekte kalajengking merah yang awal nya unggul sekarang mereka berbalik terdesak karna kehadiran 5 pendekar bertopeng ..
Bi Cho yang melihat anggota nya menjadi bulan bulanan kelima pendekar bertopeng begitu terkejut, dia tidak menyangka bahwa kelima pendekar itu merepukan pendekar tingkat tinggi..
__ADS_1
Disaat dia sedang memperhatikan anggota nya bertarung dia di kejutkan dengan sebuah pedang yang di kelilingi petir kecil hampir saja memotong tubuh nya jika saja dia terlambat menghindar
"Siapa kau sebenarnya kenapa ikut campur urusan kami" ucap Bi Cho dengan tatapan marah, tapi tidak menurunkan kewaspadaan nya
Huang Zi hanya tersenyum di balik topeng nya dan kembali menyerang Bi Cho dengan pedang yang sudah di aliri petir,, Bi Cho pun menyambut setiap serangan Huang Zi dengan tombak yang dia bawa ..
Pertarungan mereka nampak berimbang hingga ratusan gerakan pun belum ada tanda yang akan kalah dalam pertarungan mereka,,, Huang Zi mundur untuk mengambil jarak, Bi Cho pun melakukan hal yang sana ,,,
"Siapa sebenarnya dia,, kenapa dia bisa menandingiku sampai sejauh ini" ucap Bi Cho dalam hati
"Jurus Tapak Dewa Petir" Ucap Huang Zi dan seketika muncul tapak di aliri petir mengarah ke arah Bi Cho, melihat sebuah tapak mengarah padanya Bi Cho pun mengeluarkan jurus tombak nya"Jurus Tombak Membelah samudra" ucap Bi Cho sambil mengarahkan tombak nya kearah tapak yang menyerang nya
Duuuuuuar ,,,, Duuuuuuarrrrr
Ledakan pun terjadi Bi Cho terlempar hingga menambrak pohon di belakang nya, sedangkan Huang Zi tidak bergerak sedikitpun dari tempat nya ,,, Sun Xi yang sedang sibuk bertarung dengan anggota sekte kalajengking merah melihat ke arah pertarungan Huang Zi sempat tidak percaya karna dia tau jika Bi Cho itu merupakan salah satu Tetua terkuat di sekte kalajengking merah.
Sebelum dia bisa bangit sebuah pedang lebih dulu memotong tubuh nya menjadi 2 bagian dan itu membuat anggota sekte kalajengking merah yang tersisa menjadi lemas karna tetua meraka yang mereka tau kuat itu sekarang sudah tewas dengan keadaan mengenaskan ,,
Huang Zi tak mau membuang kesempatan dia pun bergerak terus membunuh anggota sekte kalajengking merah tanpa ampun,, setelah 10 menit semua anggota sekte kalajengking merah pun sudah tidak ada yang tersisa .
Para pendekar sekte gagak hitam yang melihat kekejaman Huang Zi hanya bisa menelan ludah mereka, pasal nya walau pun mereka dari aliran hitam tapi mereka tidak pernah membunuh sekejam yang di lakukan Huang Zi ,,
Huang Zi sebenarnya punya alesan kenapa dia membunuh mereka semua dengan cara keji, dia ingin menunjukan bahwa aliran putih pun bisa melakukan apa yang aliran hitam lakukan malah lebih kejam dari yang mereka bayangkan ,
"Pendekar terimakasih sudah mau membantu kami, kami berhutang budi pada kalian" ucap Sun Xi dengan di papah oleh anggota sekte nya
__ADS_1
"Sudahlah tidak usah berbasa basi aku ingin kau menepati janji mu" ucap Huang Zi dengan dingin
Sun Xi pun mengeluarkan sebuah kitab yang nampak sudah usang di balik jubah nya,,
"Pendekar ini adalah kitab Dewa kematian di dalam kitab ini ada banyak jurus yang mampu membuat pemilik kitab ini menjadi pendekar tanpa tanding" ucap Sun Xi dengan pelan
Huang Zi dan para Tetua mengerutkan dahi mereka " Jika begitu kenapa kau tidak mempelajari kitab itu dan malah lari dan membangun sekte di sini" ucap Huang Zi yang mata kebingungan
"Pendekar kami telah mencobanya,, bahasa yang di gunakan dalam kitab ini berbeda dari kitab lain, makanya kami tidak bisa mempelajari kitab ini"
"Lalu kenapa kalian membawa kitab itu jika memang kalian tidak bisa mempelajarinya"
"Kami membawa kitab inu karna ini merupakan amanah leluhur kami, karna dulu beliau berpesan bahwa suatu saat akan ada orang yang bisa mempelajari kitab ini".
" Lalu kenapa tadi dia bilang jika kitab itu milik sekte mereka yang kalian curi"
"Sebenarnya kitab ini pernah jatuh ketangan mereka tapi Patriak kami mengorban kan dirinya demi mengamvil kitab ini dari tangan mereka"
Huang Zi pun mengangguk dia memasukan kitab itu ke cincin dimensinya,, setelah itu dia berpamitan untuk pergi
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, Huang Zi yang penasaran dengan isi kitab itu segera mengambil nya dalam cincin dimensi ketika jarak mereka sudah jauh dari sekte gagak hitam
Ketika membuka kitab itu hawa kematian mengisi udara di sekitarnya Huang Zi dan para Tetua pun sempat sulit untuk bernapas ,,
"Tetua Huang kitab apa sebenarnya itu kenapa hawa nya begitu mengerikan" ucap Tetua Ho setelah Huang Zi sudah kembali menutup kitab itu
__ADS_1
Setelah memasukan kitab itu kedalam cincin dimensinya seorang tertawa keras "Akhirnya setelah sekian lama terkurung aku bisa kembali bebas haha"