LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Anggota Sakte Rubah Iblis


__ADS_3

Huang Zi yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut karna membanggakan diri dengan sebuah nama kekuasaan dari sebuah bangsawan itu terlihat Menjijikan dimata Huang Zi


" Ah maaf sodara boleh kan anda memberikan ku muka untuk berbicara dengan gadis cantik ini" Ucap Zein menatap Huang Zi


"Mamberi mu muka bukan kah kau sudah punya muka jika aku memberikan nya padamu, lalu aku akan memakai muka siapa" ucapan Huang Zi membuat pengawal itu menahan marah karna berani mempermainkan Tuan mereka


"Sodara ini pandai membuat lelucon, tapi aku serius untuk bisa berbicara dan makan berdua" Ucap pemuda itu


"Jika aku tak mau emang kenapa" Ucap Huang Zi dengan malas


"Berani nya kau bersikap angkuh pada tuan kami" Ucap salah satu pengawal itu sambil menebaskan pedang


Huang Zi yang melihat itu dengan ilmu meringan kan tubuh dia mengambil pedang dari cincin dimensi dan menebaskan nya pengawal itu pun tumbang tanpa perlawanan


karna para pengawal itu hanya berada di tahap pendekar kelas III jadi mudah bagi Huang Zi untukembunuh prngawal itu


Semua mata menatap ke arah meja mereka dan yang melihat itu pun memilih untuk keluar dan tak mau terlibat dengan masalah Huang Zi


Melihat pemgawal nya tewas begitu saja Zein pun berdiri dan memukul meja


"Berani sekali kau berbuat seperti itu pengawal habisi dia" Ucap Zein dengan nada marah


para pengawal yang terdiri dari beberapa orang itu pun maju menyerang Huang Zi tapi dalam satu gerakan para pengawal itu tumbang


Yui yang melihat itu pun langsung berdiri


"Hua'er cukup kenapa kau begitu pemarah Hah, apa aku mengajari mu seperti itu" Ucap Yui dengan geram


Huang Zi yang mendengar teguran dari guru nya hanya memasang wajah datar


Zein yang melihat itu berkeringat dingin dia berpikir sudah salah mencari masalah dengan seorang seperti huang zi


"Baiklah Tuan Zein jika tidak ada guruku disini aku pastikan palamu lepas dari badan mu" Ucap Huang Zi dan menyimpan kembali pedang nya dia pun mengeluarkan sekantung koin emas untuk membayar serta mengganti kerugian yang ada


Huang Zi pun langsung berjalan keluar restoran tanpa melihat kearah guru nya


"Maaf tuan atas kelakuan murid ku" Ucap Yui kepada Zein


"Maafkan aku juga Nona Yui aku sudah membuat masalah aku harap dia takan mengambil hati soal masalah ini" Ucap Zein sambil memasang muka tegang


"Aku yakin muridku takan mengambil hati dan maaaf aku harus segera pergi untuk menyusul murid ku" Ucap Yui Sambil berlalu pergi


Di perjalanan Huang Zi pun tak henti henti nya mendengus kesal sesekali dia pun mengacak ngacak rambutnya


Dia pun mencari penginapan untuk beristirahat dan setelah berjalan cukup jauh Huang Zi pun memasuki Penginapan dia sengaja mencari penginapan yang jauh agar takan di ketahui guru nya

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Muda" Ucap pemilik penginapan


"Saya ingin satu kamar dan jika ada seseorang perempuan menanyakan saya tolong beritahu dia bahwa saya tidak ada disini" Ucap Huang Zi sambiil memberi beberapa Koin emas kepada pemilik penginapan


setelah memasuki kamar benar saja dia mendengar suara gurunya sedang mencari nya Huang Zi yang sedang kesal hanya berbaring dan menutupi telinga nya dengan bantal


Tanpa dia sadari dia pun terlelap tidur ketika dia bangun terlihat sudah larut dia pun memutuskan keluar penginapan untuk melihat lihat kota Lotus


Di tengan perjalanan tampak seseorang yang sedang memohon kepada belasan pendekar


"Tuan maafkan kami belum bisa mdmberikan umpeti kepada kalian tolong jangan membuat kekacauan di desa ini" ucap pria paruh baya yang sedang berlutut


"Sudah tak memberikan umpeti kau masih ingin desa ini aman hahha Mimpi" Ucap pendekar itu dengan lantang


"Hancurkan desa ini" Ucap pemimpin pendekar itu tiba tiba seseorang pemuda muncul disana


"Hei bocah mau apa kau kemari apa kau ingin mati terlebih dahulu haha" Ucap pria itu mengejek


"Mati, apa itu yang selalu di katakan pendekar aliran hitam, hais sunggu membosankan" Ucap Huang Zi sambil mengeluarkan pedang nya


Para pendekar itu pun melihat Huang Zi menghina mereka langsung maju menyerang, sebelum mereka sampai ketempat Huang Zi beridiri mereka sudah terkapar dan mati


Melihat anak buah nya mati dengan mudah pimpin itu pun seketika menjadi waspada


"Sebenar nya siapa kau dan apa urusan mu mencampuri urusan kami"


Dari 20 orang tersisia ada 10 pendekar kelas I, 5 pendekar Mahir, 4 pendekar Raja dan Pemimpin nya hanya di tingkat pendekar kaisar


"Kenapa kalian diam saja cepat serang bocah itu"


Seketika Sepuluh orang itu pun maju sama seperti sebelum nya sebelum mereka sampai mereka lebih dulu tumbang ke tanah


Para pendekar Raja yang melihat itu sebenar nya gentar tapi mereka sudah terlanjur jadi tidak mungki mereka mundur


ke empat orang itu pun maju secara bersamaaan


"Tapak dewa Petir"


Muncul sebuah tapak dengan diselimuti petir yang mengerikan para pendekar raja itu pun tak bisa mengelak mereka terkena jurus Huang Zi dengan telak meskipun mereka tidak langsung tewas tapi luka yang di derita mereka tidak ringan


Huang Zi pun tak mau melewatkan kesempatan itu


"Jurus pedang dewa petir"


seketika pedang yang di yang di genggam Huang Zi pun mengeluarkan petir Huang Zi pu langsung menebas ke empat pendekar raja itu dan mereka pun tewas

__ADS_1


Pemimpin itu pun geram tapi dia tidak bodoh untuk terang terangan melawan Huang Zi


"Bocah jika kau bergerak sedikit saja kepala orang ini akan lepas hahha"


ucap pimimpin perampok itu karna dia tau orang aliran putih takan bisa melihat orang yang tak bersalah mati di depan matanya


"Emang kenapa kalo aku bergerak bahkan aku tak kenal siapa kakek itu" Ucap Huang Zi sambil berjalan


Pria parih baya itu pun mengeluarkan keringan karna dia tau mungkin dia takan selamat


Ketika dia sedang melamun dia melihat pemimpin perampok itu sudah jauh di belakang nya dengan tebasan di dadanya


"Sebenarnya siapa kau dan apa kami pernah menyinggung mu" ucap pendekat itu sambil memegangi dadanya


"Siapa aku itu tidak penting dan kau begitu naif aliran hitam bukan kah sering sekali menyingung orang orang kenapa kau menanyakan masalah itu"


Huang Zi pun bergerak kearah pendekar itu dan menendang pendekar itu hingga terkapar


Tak mau buang buang waktu dia pun menghunuskan pedang nya dan seketika itu pendekar itu pun tewas dengan mata melotot


Huang Zi pun menghampiri pria paruh baya itu


"Kakek apa kau tidak apa apa"


"Aku tak apa apa pendekar terimakasih sudah menolong desa ini" ucap sang kakek sambil membungkuk memberi hormat


"Sudah lah kakek tau usah berterima kasih karna sudah kewajiban ku menolong orang yang membutuhkan pertolongan"


"Kakek aku ingin tau siapa mereka sebenar nya dan kenapa mereka ingin mengacau di desa ini"


Kakek itu pun menjelaskan bahwa mereka dari sakte rubah iblis mereka meminta umpeti setiap bulan sekali dan ketika mereka tidak mendapatkan nya mereka akan mengacau di desa ini


"Boleh aku tau letak sakte rubah iblis dimana"


"Sakte itu berada tidak jauh di selatan desa ini"


"Baiklah kalo seperti itu aku pamit undur diri dulu kakek"


"Pendekar muda aku belum mengetahui nama mu, nama ku Zu jian aku kepala desa disini"


"Aku Huang Zi seorang pengembara"


"Baiklah pendekar jika berkenan lain kali singgah lah ke kediaman ku"


"Baik lah setelah urusan ku selesai aku aka singgah ke kediaman kakek"

__ADS_1


Huang zi pun berlari kearah Sakte Rubah Iblis menurut dia tak pantas membiarkan sakte itu masih ada karna mereka sudah banyak meresahkan warga


__ADS_2