
Huang Zi mencoba untuk bangkit sambil memegang dadanya.
"Hua'er jurus tapak tadi mengandung energi Qi, makanya kau bisa sampai terluka hanya karna terkena tapak nya" ucapan Zhu dengan serius
"Maksud senior dia sudah berada dintingkat pendekar dewa" ucap Huang Zi dengan sedikit kaget
"Menurutku seperti itu, karna hanya pendekar dewa yang bisa mengelola energi Qi " ucap Zhu sambil menatap kedepan.
Pria itu nampak kebingungan melihat Huang Zi berbicara sendiran "Haha apa kau jadi gila setelah terkena jurusku" ucap pria itu sambil tersenyum mengejek
"Siapa kau, aku yakin kau bukan pendekar yang berasal dari Kaisar Han" ucap Huang Zi sambil menyipitkan matanya
"Karna kau akan mati hari ini aku akan memberitahu mu siapa aku hahah" ucap pria itu sambil tertawa
Huang Zi yang mendengar itu hanya diam karna sebenar nya dia sedang memulihkan diri karna luka yang di terimanya dari jurus pria itu
"Aku Kun Peng, aku adalah tetua sekte raga abadi" ucap pria yang ada di depan Huang Zi dengan dingin
Huang Zi mengangkat alis nya karna dia merasa asing dengan nama sekte raga abadi, dia baru kali ini mendengar nama sekte yang di sebut pria itu .
"Sudahlah mari kita akhiri ini anak muda" ucap pria itu sambil menyerang Huang Zi dengan pedang nya
"Jurus Tapak Dewa Petir" ucap Huang Zi saat melihat Kun sudah hampir sampai ditempat nya berdiri.
Kun yang melihat sebuah tapak dialiri petir nampak begitu terkejut, dia ingin menghindar namun posisi yang begitu dekat dengan tapak milik Huang Zi membuatnya tidak bisa mengelak
Duuuuuuuuar ....
Tubuh Kun membentur tanah dan membuat kawah yang cukup dalam disana.
"Jurus Pedang dewa petir" ucap Huang Zi sambil menebaskan pedang nya tepat kearah kawah yang di buat oleh tubuh Kun Peng .
Kun Peng yang sedang dalam keadaan telentang itu tidak bisa mengelak tebasan pedang itu membuat dadanya mengeluarkan banyak darah
"Siapa pemuda itu, kenapa dia bisa mengeluarkan jurus tingkat dewa" ucap Kun Peng dengan terbata bata
Kun Peng terbang keluar dari kawah dengan keadaan dada mengeluarkan darah yang cukup banyak.
__ADS_1
Huang Zi yang melihat Kun bisa terbang berdecak kagum karna dia baru melihat seorang pendekar bisa terbang seperti burung
"Siapa kau sebenarnya, aku yakin di kaisar ini taada satupun pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar dewa" ucap Kun yang sudah berada di tanah
Huang Zi tidak menghiraukan omongan Kun dia maju menyerang Kun dengan cepat "Jurus Tapak Dewa petir" sebuah tapak kembali mengarah kearah Kun
Kun yang mengalami luka cukup parah hanya berdecak kesal sambil mencoba mengindar, tapi naas nya sebelum bisa menghindar tapak itu lebih dulu mengenai tubuhnya dan membuat dia terbang menabrak pohon yang ada di belakang nya .
"Aku tidak menyangka, ada pemuda yang sudah berada di tingkat pendekar dewa" ucap Kun sambil tersenyum kearah Huang Zi
Huang Zi langsung melesat kearah Kun dan menebaskan pedang nya, dia tidak ingin membuang buang waktu
"Anak muda aku takan melawan lagi, aku hanya ingin tau namamu" ucap Kun dengan senyum di bibirnya
"Nama ku Huang Zi"
"Huang Zi yah. aku akan selalu ingat namamu, sebuah kehormatan bisa tewas di tangan pemuda sepertimu" ucap Kun sambil menutup matanya
Huang Zi yang melihat Kun tersenyum diambang kematian nya menjadi sedikit ragu untuk menebaskan pedang nya
Huang Zi yang mendengar itu lantas mematung karna orang yang ada di depan nya ternyata tidak seburuk yang dia pikirkan.
"Kenapa senior masih bisa tersenyum di saat nyawa senior sedang di ujung tanduk" ucap Huang Zi dengan lantang
"Hahha, aku merasa bahagya karna bisa bertemu pemuda yang mungkin bisa mengubah dunia ini, aku sudah hidup lama di dunia persilatan ini tapi aku tidak bisa berbuat apa ap untuk memperbaiki dunia yang semakin kacau ini" ucap pria itu dengan semakin pelan
Huang Zi lantas mendekati pria itu dan dia menempelkan lengan nya ke punggung pria itu..
"Sudahlah jangan buang buang energi Qi mu, cepat bunuh saja aku" ucap pria itu yang merasa ada sesuatu yang mengalir kedalam tubuhnya
Huang Zi tidak menghiraukan omongan pria di depan nya dia terus menyalurkan energi Qi nya ketubuh Kun Peng.
"Hua'er kenapa kau malah membantunya" ucap Zhu yang begitu heran dengan sikap Huang Zi
"Aku merasa dia bukanlah orang jahat seperti yang kita kira makanya aku mencoba menyembuhkan nya" ucap Huang Zi sambil terus menyalurkan Qi nya
"Hua'er dewa tidak salah memilihmu untuk mengubah dunia ini, aku yakin kau mampu membuat dunia ini menjadi lebih baik" ucap Zhu yang begitu senang
__ADS_1
Kun yang yang mendengar itu hanya tersenyum. setelah setengah jam dia mengalirkan Qi ketubuh Kun Huang Zi menarik tangan nya dan memberikan sebuah pil yang dia ambil dalam cincin dimensi nya kepada Kun Peng
Kun Peng yang melihat sebuah pil langka ada di depan nya menolak untuk meminum nya tapu Huang Zi terus memaksanya hingga Kun pun akhirnya meminim nya
---------
Di tempat lain nampak 7 pendekar yang sedang di obati di oleh seorang tabib.
"Bagaimana keadaan mereka" ucap seorang pria yang berada disana
"Luka mereka cukup parah, tapi tenang saja mereka akan baik baik saja, mungkin 1 atau 2 jam lagi mereka akan sadar" ucap tabib itu sambil berdiri
Benar saja setelah 1 jam para pendekar itu terbangun.
"Dimana ini" ucap seorang pendekar dengan pelan
"Nona tenanglah sekarang kau ada di desa Pelangi" ucap pria itu sambil mendekati perempuan itu
"Tetua Huang, dimaana dia" ucap perempuan itu yangt tiba tiba panik
"Maaf nona sebenarnya siapa yang sedang nyonya cari, kami menemukan nona sedang pingsan di hutan bersama mereka, jika teman nona ada di sana juga kemungkinan dia sudah tewas" ucapan pria itu membuat para tetua mematung sejenak
"Ti..d..a..k, tidak mungkin Tetua Huang bisa tewas dengan mudah" ucap tetua Zo dengan cemas
"Tuan tenanglah dulu, ceritakan pada kami sebenarnya apa yang terjadi. kenapa kalian bisa pingsan dan kenapa kalian bisa berurusan dengan pendekar yang sangat kuat" ucal pria itu sambil mencoba menenangkan tetua Zo
Tetua Ho lalu menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka di dalam hutan itu, termasuk kejadian saat Huang Zi lepas kendali saat melihat mereka terluka.
Para pendekar itu hanya menelan ludah mereka ketika mendengar cerita dari tetua Ho, karna mereka pernah mendengar berita bahwa seorang pemuda yang bisa melenyapkan sebuah sekte hanya seorang diri.
"Jadi kalian berasal dari sekte naga langit dan pemuda yang lepas kendali itu adalah teman kalian" ucap pria itu dengan tampang yang pucat
"Benar kami adalah tetua di sekte naga langit, kenapa kalian nampak begitu pucat setelah mengetahui kejadian yang kami alami" ucap Tetua Ho dengan bingung
"I...t..uu. karna kami menyerang pemuda itu dan menyuruh nya pergi saat dia baru saja membatalkan jurusnya" ucapan pria itu sambil.terbata bata
"Appaaa"ucal para tetua secara bersamaan
__ADS_1