LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
MENINGGALKAN SEKTE NAGA LANGIT


__ADS_3

Suasana di depan gerbang Sekte Naga Langit sangat ramai karna para Tetua dan beberapa murid turut mengantarkan Huang Zi sampai kedepan gerbang Sekte, awalnya mereka tidak mengira jika Huang Zi akan pergi lagi setelah baru beberapa hari berada di sekte terlebih lagi mereka tau bahwa Huang Zi mengalami luka yang cukup parah akibat bertarung dengan salah satu Tokoh Aliran Hitam yang paling di takuti di Kekaisaran Han.


Tapi mereka bisa mengerti setelah Patriak Li memberikan penjelasan pada para tetua mengenai kepergian Huang Zi ke Sekte Raga Abadi.


"Hua'er kau harus secepatnya kembali kesini, kami disini pasti akan menunggu kepulanganmu" ucap salah satu Tetua sambil menatap kearah Huang Zi


"Tetua tenang saja aku pasti akan secepatnya menyelesaikan permasalahanku disana, dan kembali lagi kesini" ucap Huang Zi sambil tersenyum


"Hua'er jaga dirimu baik baik disana" ucap Patriak Li sambil memandang kearah Huang Zi


"Patriak tenang saja aku pasti menjaga diri baik baik" ucap Huang Zi sambil membungkuk memberi hormat pada Patriak Li


"Yui'er apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu sebelum aku pergi?" ucap Huang Zi sambil memandang kearah Yui yang sedaru tadi hanya dia tanpa mengatakan apa apa


"Cih,"ucap Yui sambil memalingkan wajah nya. sebenarnya Yui sangat hawatir dengan keadaan Huang Zi dan dia sempat ingin mengikuti Huang Zi ke Sekte Raga Abadi tapi hal itu tidak di perbolehkan oleh Huang Zi mengingat Huang Zi sendiri tidak tau bahaya apa yang akan dia temui disana dan dia takut tidak bisa melindungi Yui dengan kondisinya sekarang.


Patriak Li dan beberapa Tetua hanya menggelangkan kepala melihat kelakuan Yui yang seperti anak anak.


Setelah berpamitan Huang Zi dan Kun Feng akhitnya meninggalkan Sekte Naga Langit.


Semua orang membubarkan diri kecuali Yui yang masih memandang kearah perginya Huang Zi


"Semoga kau selalu baik baik saja Huang gege" ucap Yui di dalam hatinya.


Ketika dalam perjalanan Huang Zi baru teringan dengan Tetua Tao San dan dia pun menanyakan pada Kun Feng.


"Tetua Kun dimana Tetua Tao dan kenapa dia tidak ikut ke Sekte Naga Langit" ucap Huang Zi memecah kesunyian diantara mereka


"Tetua Tao berpamitan untuk bertemu adiknya dan kita akan bertemua dengan Tetua Tao di desa Teratai merah di perbatasan Kekaisaran Han" .

__ADS_1


"Tetua Kun apa kita akan melewati Kekaisaran Tang?" ucapan Huang Zi hanya mendapat anggukan dari Kun Feng sebagai jawaban


Setelah 10 Hari mereka berlari dan sesekali istirahat untuk mengisi perut mereka, akhirnya mereka tiba di pintu masuk Desa Teratai Merah.


Disana tidak ada pemeriksaan yang berarti Huang Zi dan Kun Feng hanya diminta untuk membayar 2 koin emas jika mereka ingin memasuki desa.


"Tetua Kun kita akan menunggu Tetua Tao dimana" ucap Huang Zi saat sudah tiba di dalam desa


"Kita akan menemuinya di kedai Teratai" ucap Kun Feng sambil berjalan dengan santai


Mereka terus berjalan sampai menemukan sebuah kedai yang cukup ramai dan di atas papan ada sebuah tulisan kedai Teratai.


Tanpa menunggu mereka langsung masuk dan duduk di kursi paling ujung


Beberapa saat setelah Huang Zi dan Tetua Kun Feng memesan makanan dari arah luar ada segerombolan orang memasuki kedai itu, mereka tampak seperti seorang bangsawan terlihat dari cara mereka berpaikan dan juga beberapa pengawal yang ada bersama mereka.


"Ehhmm,, Tuan boleh kah saya duduk disini" ucap seorang wanita yang baru saja memasuki kedai itu.


Huang Zi hanya menatap nya sebentar dan menganggukan kepalnya, sementara Tetua Tao hanya diam tanpa memberikan reaksi


"Tuan sepertinya anda salah mengartikan kata kata saya tadi" ucap wanita itu dengan sedikit kesal dengan sikap kedua orang yang ada di depan nya itu.


"Maksud nona apa, aku benar benar tidak memahaminya" ucap Huang Zi dengan senyum yang terlihat di paksakan


"Maksud saya, saya dan sodara saya ingin duduk disini harap tuan bisa mencari tempat lain"


"Kenapa kami harus mencari tempat lain, bukan kah kami yang terlebih dahulu berada di sini, karna itu lebih baik nona saja yang mencari tempat laain karna aku sedang tidak ingin di ganggu" ucap Huang Zi dengan dingin


Mendengar ucapan Huang Zi wanita itu tidak lagi bersikap sopan seperti sebelum nya dia tertawa sambil menatap remeh kearah Huang Zu .

__ADS_1


"Apa kau tidak tau siapa aku hah?" ucap wanita itu setelah menghentikan tawanya


Huang Zi hanya menatap wanita itu sesaat sebelum mengangkat kedua bahunya,,reaksi itu membuat beberapa orang disana menggelengkan kepala sambil menatap kasihan kearah Huang Zi.


"Sungguh kasihan pemuda itu, walaupun wajah nya tamapan tapi sepertinya dia salah menyinggung orang" ucap salah satu pendekar yang ada di kedai itu tidak jauh dari tempat Huang Zi duduk.


"Sudahlah biarkan saja dia aku ingin tau apa reaksi pria itu setelah mengetahui latar belakang nona itu"


Banyak orang di kedai mulai membicarakab mereka dan itu membuat wanita itu begitu marah kepada pemuda yang adabdi hadapannya saat ini..


Pengawal dari wanita itu juga mulai geram dan mulai menarik pedang yang tersarung di pinggang mereka ,,


disana setidaknya ada 5 orang pendekar Petapa yang bersama wanita itu .


"Hei Bocah Lancang sekali kau mengabaikan keingan majikan kami, apa kau sudah bosan hidup hah" ucap salah satu pengawal itu sambil maju menyerang Huang Zi yang nampak begitu acuh


"Maattiiilah Kau bocah sombong" sebuah pedang mengincar kepala Huang Zi dengan tenang Huang Zi hanya melambaikan tangan na seketika pendekar yang menyerang nya terbanng menabrak tembok.


Suasana yang tadi nya ramai berubah sunyi, mereka tidak menyangka seroang pendekar petapa begitu mudah di kirim terbang oleh pemuda yang mereka tidak tau asal usul nya.


"Beraninya kau melukai teman kami" ucap salah satu pengawal yang tidak terima teman mereka terluka karna pemuda yang ada di depan mereka.


Dengan cepet 4 pendekar yang masih tersisa maju menyerang Huang Zi secara bersamaan, tapi sebelum mereka sampai suara seorang wanita membuat mereka berhenti seketika.


"Sudah cukup, Tuan sedari tadi aku sebaik mungkin bersikap sopan kepadamu tapi inikah balasan mu dengan melukai pengawalku"ucap wanita itu sambil menatap tajam kearah Huang Zi


"Apa aku tidak salah dengar, apa kau bodoh nona jika aku tidak melawan nya mungkin sekarang kepalaku sudah tidak ada di tempatnya" ucap Huang Zi yang kungkin sedikit kesal dengan wanita yang ada di depan nya


"Sebaiknya kita pergi dari sini, dan untukmu pemuda sombong aku harap kau tidak menyesal karna sudah menyinggung keluarga bangsawan Huang" ucap wanita itu sambil meninggalkan tempat itu

__ADS_1


__ADS_2