
Suasana nampak hening untuk beberapa saat, sebelum Kaisar tersadar dari lamunan nya.
"Selamat datang Tetua di Istana Kaisar Tang, perkenalkan aku Bing Leo Kaisar di Kekaisar ini.
kalo boleh tau ada keperluan apa anda sampai jauh² datang Kekaisar kami ini" ucap sang Kaisar dengan penuh Wibawa.
"Salam Kaisar Bing Leo, saya Zi ingin menemui Kaisar karna saya mempunyai informasi tentang keberadaan Putri anda saat ini, apa bisa kita berbicara secara pribadi Yang Mulia" ucapan Huang Zi membuat suasana di sana tegang bagaimana tidak seorang pendekar dari Kaisar lain tau tentang masalah yang sedang di alami oleh Kaisar mereka.
"LANCANG" ucap salah satu orang yang ada di sebelah kanan Kaisar sambil menunjuk kearah Huang Zi dengan tatapan tidak suka.
"Apa nya yang lancang Hah!! Aku datang kesini dengan niat baik, dan kau malah mengakatan aku lancang" ucap Huang Zi dengan sedikit marah.
"Baik katamu, coba kau katakan dimana baik nya seorang Tetua dari Kekaisaran lain ikut campur dalam urusan Kekaisaran lain Hah!" Ucap Pria itu dengan nada angkuh.
"Hahah! Kau lucu sekali, kau menganggap aku lancang tapi sedari tadi kau yang berbicara dengan nada keras di depan Kaisar apa itu nama nya tidak lancang hah! Dan kau bertindak seolah² kau mempunyai status lebih tinggi dari Kaisar" ucap Huang Zi sambil menunjuk pria itu.
"Kaau.. Kaauu." Ucap pria itu terlihat sangat marah kearah Huang Zi.
"Penasehat Huang Qi sudah cukup biarkan aku berbicara dengan nya secara pribadi mungkin memang benar dia memiliki informasi tentang keberadaan putriku" ucap sang Kaisar turun dari tahta nya sambil mengajak Huang Zi ke tempat pribadi nya.
Orang yang di sebut Penasehat Huang Qi itu tampak memasang tampang masam saat melihat Sang Kaisar menuruti perimintaan dari pemuda itu.
Semua orang yang ada di sana menatap tidak percaya kearah Sang Kaisar, karna setau mereka tuang pribadi nya jarang di gunakan oleh orang lain selain oleh keluarga nya.
__ADS_1
Di bawah tatapan tidak percaya semua orang Huang Zi dan Bing Chie mengikuti Kaisar Bing Leo memasuki sebuah ruangan, di ruangan itu tampak suasana begitu nyaman disana juga ada seorang perempuan yang tidak kalah cantik dari Bing Chie sedang duduk memandang kearah Bing Chie dengan tatapan tidak percaya.
"Chie'er akhirnya kau kembali nak, ibu sangat hawatir dengan keadaan mu"ucap wanita itu berdiri dan langsung memeluk Bing Chie.
Sang Kaisar yang awal nya akan duduk kembali berdiri dan menatap istri nya dengan tatapan sendu karna dia pikir wanita itu bukanlah anak nya.
Tapi yang tidak Kaisar Bing Leo tau adalah bahwa perasaan seorang ibu itu tidak pernah salah.
walaupun tertutup cadar Permaisuri tetap bisa mengenali wajah anak nya itu.
Saat Kaisar ingin menarik istrinya dari wanita itu seketika dia mematung saat wanita itu membuka cadar nya dan di sana Sang Kaisar melihat wajah yang dia kenal dan amat dia cemaskan keberadaan nya.
"Chie'er benarkah itu kau nak" ucap Sang Kaisar sambil ikut memeluk Istri dan anak nya sambil menetes kan airmata nya
Huang Zi yang ada disana juga meneteskan air matanya, dia jadi merindukan kedua orang tua nya yang sudah tidak ada, walaupun dia sudah menganggap Sekte Naga Langit sebagai keluarga nya tapi tetap saja itu berbeda dengan kasih sayang seorang orang tua.
"Ayah, ibu bisa lepaskan sebentar aku tidak bisa napas jika kalian terus memeluk ku sampai seperti ini" ucap Bing Chie saat melihat air mata Huang Zi, dia merasa tidak enak walau dia tidak tau apa penyebab Huang Zi menangis.
"Eh" ucap sang Kaisar sambil melepaskan pelukan nya, sang Kaisar juga melirik kearah Huang Zi dia sampai lupa bahwa di sana masih ada orang lain selain mereka bertiga.
"Tetua Zi silahkan duduk" ucap Sang Kaisar sambil mempersilahkan Huang Zi duduk
Permaisuri yang baru menyadari keberadaan Huang Zi sedikit tidak enak dan dia juga ikut duduk di sebelah Kaisar Bing Leo.
__ADS_1
sementara Bing Chie memilih duduk di dekat Huang Zi dan itu membuat Kaisar Dan Permaisuri mengerutkan alis mereka.
"Terimakasih Tetua Zi sudah menyelamatkan Putri saya dan membawanya kembali ke sini, saya pribadi akan memberikan apa yang di inginkan oleh Tetua sebagi imbalan nya" ucap Kaisar
"Tidak perlu memanggil ku Tetua. panggil Zi saja Kaisar, dan kaisar tidak perlu memberi apa apa karna aku menyelamatkan Taun Putri dengan iklas tanpa mengharapkan imbalan apa apa" ucap Huang Zi sambil tersenyum
"Baiklah Zi'er kau juga panggil saja aku paman tidak perlu memakai Kaisar, apa kau yakin tidak ingin sesuatu Zi'er" ucap sang Kaisar juga sambil tersenyum
"benar paman Bing aku tidak ingin apa apa" ucap Huang Zi kembali meyakinkan Kaisar Tang.
"Nak jika boleh tau dimana kau bertemu dengan Chie'er dan apa yang terjadi dengan orang itu" ucap Permaisuri ada sedikit amarah ketika menyebut orang itu di wajah nya.
"Itu... Ittuu... Permaisuri-" ucapan Huang Zi yang gelagapan membuat permaisuri mengerutkan kening nya Kaisar Bing Leo pun merasa aneh dengan sikap yang di tunjukan oleh Huang Zi.
melihat Huang Zi yang tampak sulit untuk menjelaskan Bing Chie langsung memotong omongan Huang Zi.
Bing Chie menceritakan awal pertama mereka bertemu di Kekaisaran Han sampai dia melihat Huang Zi di tempat Kompetisi sampai dai di selamatkan oleh Huang Zi ketika dia di bawa ke sebuah Goa oleh Gu Mei.
Kaisar dan Permaisuri begitu geram saat mendengar cerita Bing Chie yang hampir di lecehkan oleh Gu Mei, tapi mereka juga senang karna anak mereka baik² saja sekarang.
"Zi'er sekali lagi kami ucapakan terimakasih ternyata orang yang menyelamatkan Putri kami di Kekaisaran Han itu adalah dirimu juga, kami sampai tidak tau harus berbuat apa supaya bisa membalas kebaikan mu" ucap Permaisuri dengan senyum tulus kearah Huang Zi.
"Permaisuri semua itu saya lakukan karna memang itu kewajiban kita bukan sebagi manusia untuk menolong orang yang membutuhkan kan" ucapan Huang Zi membuat Sang Kaisar dan Permaisuri tertegun, mereka begitu kagum dengan sosok pemuda yang ada di depan mereka itu.
__ADS_1
"Zi'er jika aku boleh tau dimana Gu Mei sekarang" ucap sang Kaisar dengan Hati² walau pun Gu Mei telah berbuat seperti itu tapi tetap saja dia adalah salah satu sahabat seperjuangan Kaisar waktu dia belum menjadi seorang Kaisar
"Aku sudah membunuh nya saat dia akan melecehkan Tuan Putri" ucap Huang Zi dengan nada menahan marah saat mengingat kembali kejadian di Goa dimana Bing Chie di beri obat oleh orang itu agar mau melayani nya .