LEGENDA PENDEKAR PETIR

LEGENDA PENDEKAR PETIR
Kebanggan Sakte Naga Langit


__ADS_3

Setelah itu mereka pun keluar dari dalam markas melihat Huang Zi tak membawa apa pun membuat mereka bingung tapi mereka kembali berpikir mungki Huang zi tak menemukan sesuatu yang berharga


Setelah di luar tampak banyak nya jasad para pendekar baik aliran putih atau pun organisasi pembunun bayaran dari 5000 pendekar yang di bawa aliran putih hanya tinggal tersisa 2000 pendekar itu adalah sebuah kerugian besar


Apalagi kebanyakan yang tewas masih amat muda dan memiliki masa depan yang cerah Huang Zi sangat menyayangka hal itu


Tapi dia pun tak bisa berbuat banyak karna semua nya sudah terjadi


"Hua'er apa kau baik baik saja" ucap Patriak Li menghampiri Huang Zi


"Aku baik baik saja Patriak aku minta penjelasan soal ini Patriak" ucap Huang Zi memasang wajah kecewa


Patriak yang melihat hanya bisa menarik nafas nya


"Hua'er kami semua sepakat untuk tak membiarkanmu sendirian menangangi masalah ini" ucap Patriak Li


Huang Zi hanya bisa menggelengkan kepala dan dia pun berjalan kearah para pendekar yang membawa hasil jarahan


"Tolong kalian bagikan dengan rata ke semua sakte yang terlibat hari ini kecuali Sakte Naga Langit" ucapan Huang Zi membuat heran namun Patriak Li hanya menanggukan kepala kearah para pendekar yang membawa hasil jarahan tersebut


"Hua'er kita di minta untuk ke istana terlebih dahulu bagai mana pendapatmu" ucap Patriak Li


"Maaf Patriak aku akan langsung kembali ke Sekte setelah ikut menguburkan jasad mereka yang telas tewaas" ucapan Huang Zi membuat Patriak begitu gusar karna dia tau bahwa Huang Zi masih marah dab kecewa atas tindakan mereka


Tak mau ambil pusing Patriak pun menganggukan kepala setelah menguburkan jasad itu tampak hari sudah mulai gelap Huang Zi memilih untuk segera bergeas kembali ke sekte


"Hua'er sebaik nya kita bermalam di sini besok pagi baru kita berangkat" ucap Patriak..


Huang Zi pun setuju karna mungki lebih baik besok pagi saja mereka kembali menuju sakte


Sepanjang malam tak henti henti nya Tetua dan Ketua dari berbagai Sekte mendatangi Huang Zi mereka ingin memiliki relasai yang baik dengan pemuda itu


Huang Zi hanya menanggapi mereka dan mengatakan dia lelah ingin istirahat sebenar nya mereka di undang ke istana karna jarak nya yang tak terlalu jauh


tapi Huang Zi menolok dan sebagian pendekar itu pun ikut bermalam disana karna merasa ingin membangun relasi dengan Huang Zi


Besok pagi nya Patriak serta murid dan para Tetua berangkat menuju sekte Naga Langit berita tentang lenyap nya pembunuh bayaran cepat tersebar luas dan nama Huang Zi si Tetua termuda pun menjadi perbincangan hangat karna menjadi kunci kemenangan dalam perang kali ini


Setelah berjalan 6 hari mereka pun sampai ke gerbang sekte disana mereka di sambut meriah oleh para Tetua dan para murid


mereka yang mendengar Huang Zi menjadi kunci kemenangan dalam perang kali ini merasa kagum dan bangga akan pencapain Huang Zi

__ADS_1


"Patriak" semua murid dan Tetua memberi Hornat


"Mari masuk biarkan mereka beristirahat mereka sangat lelah" ucap Patriak Li


Mereka pun memasuki Sakte Huang Zi mencari keberadaan Yui hal itu di ketahui oleh Patriak yang berjalan di samping nya


"Hua'er mungkin Yui'er sedang menunggu mu di rumah" ucao Patriak dengan pelan


"Patriak aku hanya melihat lihat para murid saja" ucap Huang Zi sambil memper cepat langkah nya


Patriak yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala


Huang Zi tak langsung pulang dia pun menyuruh beberapa Tetua untuk ikut ke rumah Patriak Li


"Patriak aku ingin memberikan ini" Ucap Huang di sambil mengeluarkan banyak Koin emas dan sumber daya langka


mata Patriak dan beberapa Tetua yang melihat itu begitu terkejut seisi ruangan hampir penuh dengan koin emas dan sumber daya langka


"Patriak ini hasil jarahan ku dari sakte Rubah Iblis dan organisasi pembunuh bayaran" ucap Huang Zi


"Hua'er jadi benar kau yang sudah meratakan Sekte Rubah Iblis" Ucap Patriak yang di jawab oleh anggukan oleh Huang Zi


"Tidak Patriak aku masih punya beberapa simpanan uang lebih baik uang ini di pakai untuk kebutuhan sakte dan sumber daya juga bisa di gunakan untuk memperkuat para murid sekte "


Patriak dan para Tetua tak tau jika koin yang si berikan guru Lou lebih banyak dari pada itu dan juga Huang Zi pun menyimpan setengah hasil jarahan nya ketika di Sekte Rubah Iblis untuk di berikan kepada guru nya


"Hua'er terimakasih" ucap Patriak yang begitu beruntung karna memiliki seorang pendekar kuat dan baik hati yang ada di sakte nya


Huang Zi pun izin undur diri karna dia ingin segera menemui guru nya di sepanjang jalan banyak mata yang menatap nya kagum banyak juga bmurid wanita yang mendekati nya ada yang memberi bunga atau makanan Huang Zi menanggapi nya hanya tersenyum sambil mempercepat langkah nya


setelah samapi ke vila dia langsung mencari guru nya


"Guru aku kembali" ucap Huang Zi ketika masuk


Yui pun berjalan dari arah dapur dan membawa sebuah makanan


"Hua'er darimana saja kamu aku sudah menunggumu dari tadi" ucap Yui dengan nada marah


"Maafkan aku guru tadi aku ke tempat Patriak dulu" ucap Huang zi sambil duduk di ruang tengah


"Hua'er makan lah dulu aku tau kau pasti lapar" ucap Yui

__ADS_1


"Ah makanan guru pasti sangat enak aku pasti makan dengan lahap" ucapan Huang Zi membuat pipi Yui bersemu merah


"sudah cepat lah makan" ucap Yui


Huang Zi pun memakan makanan itu dengan lahap nya


setelah selesai makan Huang Zi pun membawa Yui ke sebuah ruangan kosong yang ada di kediaman nya


Huang Zi pun mengeluarkan sisa jarahan Sakte rubah iblis dalam ruangan itu


Yui yang melihat itu begitu terkejut banyak sekali Koin emas disana dia tak pernah melihat begitu banyak koin emas hingga mengucekan mata nya berkali kali


"Hua'er ini banyak sekali " ucap Yui menantap Huang Zi


"guru ini setangah hasil jarahan kita di Sekte Rubah Iblis setengah lagi aku sudah berikan kepada patriak untuk kebutuhan sekte" ucap Huang Zi menatap Yui


"Hua'er lebih baik kau simpan saja ini akan berguna untuk mu nanti" ucap Yui juga yang menatap Huang Zi


"Guru aku tak memerlukan Koin itu jadi simpan saja disini" Ucap Huang Zi


Yui hanya menanggapi nya dengan senyuman karna dia tau murid nya itu begitu keras kepala


Setelah beberapa saat hening tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut kedua nya


"Guru Terimakasih selalu menghawatirkan ku dan menunggu kedatangan ku pulang" ucap Huang Zi memecah keheningan


"Hua'er aku ini gurumu pasti aku akan menghawatirkan mu" ucap Yui menatap murid nya


"Baiklah guru aku akan beristirahat" ucap Huang Zi dengan kecewa


Yui yang melihat tampang murid nya hanya tersenyum


"Jika kau mau aku menghawatirkan mu sebagi istrimu minta lah restu pada ayah ku" ucapan yui membuat langkah Huang Zi terhenti


"Guru apakah benar apa yang di ucapkan guru" ucap Huang Zi memastikan ucapan guru nya


"emang aku barusan berucap apa aku lupa" ucap Yui menggoda Huang Zi dan yui pun melangkah pergi


"Guruu ayoolah masa guru tak ingat" ucap Huang Zi dengan mengikuti guru nya


* Buat Semua nya jangan Lupa Like / Komen mau vote juga gpp 😄 oh iya yang bilang kalo jangan buat percintaan lah kurang greget heh Bambang Hidup lu aja kalo hidup lu gaada kisah cinta pasti hambar 🤣🤣 *

__ADS_1


__ADS_2