
Saat memasuki Goa dia di kagetkan dengan seseorang yang menyerang nya.
"Chie'er apa yang kau lakukan" ucap Huang Zi saat melihat siapa yang menyerangnya itu.
Mendengar suara yang begitu dia kenal Bing Chie langsung tertunduk lesu di tempat nya.
"Huang Zi maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyerang mu" ucap Bing Chie di sela tangisannya.
"Sudahlah tidak apa apa" ucap Huang Zi dengan lembut sambil memegang kepala dari Bing Chie
Huang Zi kaget ketika melihat reaksi dari Bing Chie ketika dirinya memegang kepala wanita itu.
"Apa dia marah dan membenciku" ucap Huang Zi dalan hati,
Apa perasaan sedih ketika melihat Bing Chie seperti orang yang putus asa, Huang Zi hanya mendesah pelan.
"Chie'er maafkan aku, aku tau aku salah tapi saat itu aku tidak memiliki pilihan, aku berjanji akan bertanggung atas dirimu" ucapan Huang Zi membuat Bing Chie berhenti menangis dan menatap Huang Zi dengan tatapan sayu.
"Huang Zi, sudahlah semua ini bukan salahmu aku tau kau merasa bersalah karna tidak bisa menyelamatkan aku tepat waktu, tapi kau tidak perlu tanggungjawab apa pun karna aku sekarang hanya wanita kotor" ucap Bing Chie sambil kembali menangis
"Eh!! Apa maksudmu kau wanita kotor Chie'er" Huang Zi masih belum paham maksud dari kata² wanita yang ada di depan nya itu
"Kesucian ku telah di renggut oleh pria brengsek itu, jadi katakan sebutan yang pantas untuk wanita seperti aku" ucap Bing Chie sedikit membentak Huang Zi .
Huang Zi yang mendapatkan bentakan seperti itu begitu kaget, karna dia sekilas melihat bahwa Bing Chie adalah sosok wanita lemah lembut.
"Maafkan aku Chie'er aku memang pria berengsek tapi bukan sudah ku bilang aku akan bertanggung jawab atas semua nya, jadi kau tak perlu membentak ku seperti itu," ucap Huang Zi dengan nada bersalah
"Huang Zi apa maksudmu kau pria brengsek itu! Tunggu,, tunggu jangan bilang Kauu...," Sebelum menyelesaikan ucapan nya Huang Zi lebih dulu memeluk Bing Chie sambil meminta maaf atas apa yang dia lakukan.
Bing Chie hanya diam di tempat karna dia belum sepenuh nya mengerti dengan situasi nya, bagaimana bisa dia melakukan itu dengan Huang Zi bukan kah yang bersama dia waktu itu adalah Gu Wei? Apakah Huang Zi hanya merasa bersalah karna tidak bisa menyelamatkan ku tepat waktu hingga dia berkata bohong, berbagai pertanyaan melintas di kepala Bing Chie.
__ADS_1
"Huang Zi aku tau kau merasa bersalah tapi aku mohon kamu jangan membohongi ku"
"Apa maksudmu aku membohongi mu Chie'er" ucap Huang Zi sambil melepaskan pelukan nya
"Aku tau bukan kamu yang mengambil kesucianku, kamu hanya merasa bersalah makanya kamu bersikap seperti ini" ucapan Bing Chie membuat Huang Zi menghela napas sambil membuka baju nya.
Melihat Huang Zi yang akan membuka baju Bing Chie segera menutup matanya ,"apa yang kamu lakukan" ucap Bing Chie sambil menutup matanya
"Bukalah matamu Chie'er liat apa yang kau lakukan pada tubuhku ini" ucap Huang Zi sambil menggoda Bing Chie
Bing Chie yang awal nya ragu tapi akhirnya membuka matanya alangkah terkejutnya dia saat melihat banyak tanda merah pada tubuh Huang Zi.
"I..t..u apa aku yang melakukan nya" ucap Bing Chie dengan pipi yang memerah.
Melihat itu Huang Zi hanya tersenyum dan menceritakan semua yang terjadi pada saat itu kepada Bing Chie dengan detail.
"Apa kau masih tidak percaya,? Kalo kau masih tidak percaya mari kita lakukan sekali lagi agar kau tau berapa ganas nya dirimu" ucapan Huang Zi membuat pipi Bing Chie merona merah dia begitu malu karna Huang Zi mengatakan hal yang sensitif.
"Dasar mesum" ucap Bing Chie sambil memalingkan wajah nya,
"Aku senang kau tidak marah padaku Chie'er aku takut ketika kau tau, kau akan marah dan membenciku"
"Zi gege maafkan aku juga yang sudah kasar padamu, aku begitu menyesal sudah melukaimu dan juga membentakmu" ucap Bing Chie sambil menundukkan kepanya .
"Sudahlah semuanya sudah berlalu, mulai saat ini aku berjanji akan selalu melindungi mu"
Bing Chie langsung memeluk Huang Zi dia begitu senang karna yang mengambil kesucian nya itu adalah orang yang selalu ada di pikiran nya terlebih orang itu mau bertanggung jawab dan berjanji akan melindungi nya.
"Chie'er apa kau memancing ku lagu hah" ucap Huang Zi dengan nada berat, walau bagaimanapun dia pria normal apalagi Bing Chie belum mengenakan Pakaian.
"Ehh" ucapan nya tertahan karna Huang Zi dengan cepat mencium bibir Bing Chie dengan ganas, dan akhirnya hal itu kembali terjadi di antara mereka.
__ADS_1
----
Ditempat lain Tetua Kun dan Tetua Tao terus mencari keberadaan Huang Zi, karna sedari tadi mereka berkeliling namun belum ada tanda² keberadaan Huang Zi.
"Tetua Kun bagaimana ini, sampai saat ini kita tidak bisa menemukan keberadaan Hua'er, aku takut terjadi sesuatu kepadanya" ucap Tetua Tao dengan cemas
"Tenang lah Tetua Tao aku yakin anak itu pasti bisa menghadapi Gu Wei dengan mudah, lebih baik kita cari saja terus" ucapan Tetua Kun membuat dia sedikit lega tapi tetap dia memikirkan keberadaan Huang Zi
"Tetua di sebelah sana seperti nya ada Goa dan disana juga terlihat seperti bekas pertarungan" ucap Tetua Kun
Tanpa pikir panjang mereka melesat kearah Goa yang tidak jauh dari mereka.
sesampainya di depan Goa mereka melihat keadaan di sana yang tampak sangat kacau.
"Aku yakin ini tempat pertarungan Hua'er karna aku bisa merasakan sedikit aura Hua'er disini" ucap Tetua Tao sambil melihat ke sekeliling nya.
Ketika mereka akan masuk kedalam Goa ternyata dari arah Goa keluar seorang pemuda bersama seorang wanita yang begitu cantik.
"Hua'er syukur lah kau baik² saja kami sangat cemas dengan keadaanmu" ucap Tetua Tao saat melihat Huang Zi keluar dari dalam Goa
"Eh," ucap Huang Zi karna kaget melihat 2 Tetua berada disana, di berpikir apa para Tetua melihat atau mendengar apa yang dia lakukan tadi bersama Bing Chie.
Sementara Bing Chie hanya tertunduk malu dia juga berpikir sama dengan Huang Zi.
"Heii,,, Heii, ada apa dengan kalian berdua apa ada sesuatu yang kami berdua tidak tahu" ucap Tetua Toa ketika melihat ekspresi Huang Zi dan juga Bing Chie.
"I,,,** ,,,uu" ucapan Huang Zi di potong oleh Tetua Kun
"Sudahlah Tetua Tao kau seperti tidak pernah muda saja haha" ucapan Tetua Kun membuat Huang Zi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Haha! Tetua Kun anda benar juga. Hais, aku jadi merindukan masa mudaku" ucap Tetua Tao sambil tersenyum kearah Huang Zi .
"Sudahlah lebih baik kita kembali dulu ke tempat turnamen" ucap Tetua Kun.