
"Patriak Hong" ucap Xien Fan dan Jien Xi secara bersamaan
"Apa kalian pikir bisa pergi begitu saja setelah membuat keributan di sekte ku" ucap Patriak Hong sambil tersenyum mengejek kearah mereka
"Hanya dengan kekuatanmu yang masih berada di tingkah pendekar surga ingin menahan kami, apa kau sedang membual pak tua" ucapan Huang Zi membuat Patriak Hong menatap nya dengan penuh selidik
"Bagaimana dia bisa tau jika aku hanya pendekar surga, siapa dia sebenarnya" gumam Patriak Hong dalam hati
"Kalian jaga Putri Mei biar aku yang menghadapi mereka" ucap Huang Zi sambil menatap kedua pendekar itu
"Tapi pende-" ucapan Xien Fan terhenti karna Huang Zi mengangkat tangan nya
"Siapa kau sebenar nya, kenapa kau ikut campur urusan sekteku" ucap Patriak Hong dengan tatapan tajam
"Siapa aku tidak penting, yang terpenting sekarang kau harus mati ditanganku" ucapan Huang Zi sambil mengeluarkan pedang nya
Mata Patriak Hong melotot saat Huang Zi bisa mengeluarkan pedang dari ruang hampa ..
"Jurus Pedang dewa petir" ucap Huang Zi sambil melesat kearah Patriak Hong dengan cepat
"Kau terlalu memandang rendah diriku, akan aku kutunjukan kekuatanku yang sebenarnya"
Bluuusss ... ledakan aura pendekar tingkat dewa keluar dari tubuh Patriak Hong menimbulkan getaran di sekitar tempat mereka bertarung ..
"Jangan terlalu sombong dulu kau pak tua" ucap Huang Zi sambil terus melesat kearah Patriak Hong
"Jurus Pedang pelahap jiwa" ucap Patriak Hong dengan lantang sambil menghunuskan pedang nya kearah Huang Zi ..
Suara benturan pedang mulai terdengar ke segala arah membuat anggota sekte iblis biru berdatangan ketempat itu.
"Hebat Juga kau anak muda bisa menandingiku sampai sejauh ini" ucap Patriak Hong sambil menambil jarak
"Tapak Dewa Petir" sebuah tapak dengan kilatan petir bergerak dengan cepat kearah Patriak Hong..
"Tapak Iblis pembelah samudra"
setelah Patriak Hong berkata seperti itu sebuah tapak merah darah berbentuk iblis langsung meluncur kearah tapak milik Huang Zi
__ADS_1
Duuuuuuuuuuar ..
Kedua tapak beradu membuat area sekitarnya porak poranda dan tertutup debu ..
Saat debu mulai menghilang Patriak Hong yang terlempar jauh kebelakang langsung berkeringat dingin saat melihat seorang pemuda yang tubuh nya di lindungi kilatan kilatan petir ..
"Siapa Kau sebenarnya" ucap Patriak Hong sambil berusaha untuk bangit
Huang Zi hanya tersenyum kearah Patriak Hong. tidak berselang lama langit mulai gelap suara petir mulai bersaut sautan membuat semua pendekar yang ada di sana menelan ludah mereka masing masing
"Rumor seorang pemuda yang mampu menguasai petir memang bukan omong kosong belaka"
"Apa yang harus kita lakukan untuk menolong Patriak"
"Apa kau buta, Patriak saja yang merupakan pendekar dewa bisa sampai terdesak sejauh ini bagaimana dengan kita yang hanya pendekar raja"
Duaaar .... Duuuuar ....Duarrrr
Petir pun terus menerus menyambar kesetiap anggota sekte iblis biru yang berada disana ..
Patriak Hong yang melihat anggota sekte nya tewas dengan sadis hanya menatap Huang Zi dengan muka memerah ..
"Segel pelahap jiwa" setelah Patriak berucap itu muncul sebuah segel berbentuk bulat tepat berada di bawah kaki Huang Zi
"Matilah Kau" ucap Patriak Hong dengan lantang sambil memegangi dadanya
"Apaan apaan ini kenapa tubuhku tidak bisa di gerakan" gumam Huang Zi sambil mencoba menggerakan tubuhnya yang serasa terhisap kedalam lobang hitam ..
"Hua'er itu adalah segel jiwa kau takan bisa melawan nya" ucap Zhu yang tiba tiba muncul di samping Huang Zi
"Senior lalu apa yang harus aku lakukan, kenapa Qi dan tenaga dalam ku semakin lama semakin menipis" ucap Huang Zi dengan panik
"Aku tidak tau Hue'er karna segel jiwa merupakan salah satu jurus segel terkuat milik seorang dewa, aku tidak tau cara melepaskan diri dari jurus itu, selain menyerap jiwamu lubang itu juga menyerap Qi dan tenaga dalam" ucap Zhu dengen penuh penyesalan karna tidak bisa mrmbantu Huang Zi
"Arrrrrgggggg" ucap Huang Zi sambil terus mencoba melepaskan diri dari segel jiwa yang terus menyedotnya masuk kedalam
Duuuuuar Duuuuuuuuuuuuuuarrr ..
__ADS_1
"Sepertinya kau sengat kerepotan Hua'er" ucap seseorang yang tiba tiba muncul di hadapan Huang Zi
Huang Zi yang akhirnya bisa lepas dari segel jiwa langsung menoleh kearah pria yang sedang berdiri di depan nya
"Senior Kun, kenapa anda bisa berada di sini" ucap Huang Zi dengan sedikit terkejut setelah melihat siapa yang telah menolong nya
"Apa kau tidak bisa berterimakasih terlebih dahulu sebelum mengajukan sebuah pertanyaan" ucap Kun sambil tersenyum kearah Huang Zi
"Ah, Terimakasih senior sudah mau menolongku" ucap Huang Zi sambil menahan badan nya menggunakan pedang yang di tancapkan ketanah
"Istirahatlah biar sisanya kami yang urus" ucapan Kun membuat Huang Zi mengerutkan alis nya
"Apa yang senior maksud dengan kami" ucap Huang Zi dengan nada pelan
Kun hanya tersenyum penuh arti kearah Huang Zi, "Lihatlah sendiri" ucap Kun sambil menunjuk kearah depan
Huang Zi dengan susah payah mencoba melihat kearah depan. Huang Zi begitu kaget setelah melihat banyak pendekar yang tidak asing bagi Huang Zi berada disana ..
"Kenapa mereka bisa ada di sini" ucap Huang Zi sambil memandangi Kun
"Sii..ap..a Ka.u kenapa kau bisa menggagalkan segel jiwa miliku" ucap Patriak Hong dengan mulut yang trus mengeluarkan darah
"Aku Kun Peng, aku merupakan salah satu tetua di sekte raga abadi" ucap Kun sambil tersenyum kearah Patriak Hong
Para anggota sekte iblis biru hanya bisa melotot setelah Kun memperkenalkan diri, mereka tentu tau reputasi sekte raga abadi di kekaisar An yang memang terdengar sampai kekaisar lain .
"Kenapa kalian ikut campur urusan kami" ucap Patriak Hong sambil memegangi dadanya
"Hahha,, kau sungguh pandai membual orang tua, bukankah sudah jelas kami sekte raga abadi akan selalu memberantas sekte sekte yang bersekutu dengan iblis"
"Ke...n.aapa kau selalu bertindak ceroboh hah!! apa kau mau membuatku mati karna hawatir padamu" ucap seorang perempuan menghampiri Huang Zi sambil menangis
Huang Zi lalu bersusah payah untuk melihat ke sumber suara itu "Yu'er maafkan aku" ucap Huang Zi dengan pelan
"Dasar kau murid bodoh,,,, bodoh,,,,, bodoh" ucap Yui sambil memukul Huang Zi dan pukulan itu membuat Huang Zi ambruk ketanah karna sudah tidak bisa menahan badan nya
"Hu'er" ucap Yui sambil menghampiri Huang Zi yang tiba tiba tumbang ketanah dan menutup matanya
__ADS_1
"Hua'er aku mohon bangunlah, aku tidak mau kehilanganmu,,, A...k.u sangat mencintaimu" ucapan Yui membuat Huang Zi tersenyum dan membuka matanya .