
Mereka pun mempercepat lari mereka setelah sampai mereka langsung membantu para pengawal kerajaan untuk membunuh para perampok
para perampok itu kebanyakan hanya di tahap pendekar mahir dan pendekar Kelas II sedangkan pemimpin nya pendekar raja
dengan di bantu oleh Huang Zi dan Yui dengan cepat para perampok itu dapat dikalahkan
Saat pertempuran sudah selesai keluarlah pemuda yang masih muda dan terlihat tampan berpenampilan yang layak nya seorang bangsawan membuat dia terlihat bigitu tampan
dia pun menghampiri Yui Dan Huang Zi
"Terimakasih pendekar sudah mau membantu kami" ucap pemuda itu
"Tak masalah karna kewajiban manusia harus selalu menolong orang yang membutuhkan" Ucap Huang Zi dengan senyum ramah
Yui hanya tersenyum melihatnya
"Perkenalkan saya Chu Tian dan ini Jendral Gou Salah satu Jendar Kaisar Han" Ucap pemuda itu dan Jendral sambil memberi hormat
"Salam Pengeran Tian, Jendral Guo saya Huang Zi dan ini TetuaYui guru saya kami dari sakte Naga langit" Ucap Huang Zi sambil memberi hormat dan di ikuti oleh guru nya
Seketika Pangeran Tian dan Jendral Guo mematung dan terkejut karna mereka tau sakte Naga Langit adalah sakte terkuat aliran putih dan lagi orang didepan mereka adalah Tetua Yui kebanyakan orang tau Tetua termuda Di Sakte Naga Langit anak dari Patriak Naga Langit dan memiliki sepak terjang luar biasa di dunia persilatan
"Maaf Tetua sudah merepotkan Tetua dan jika Tetua berkenan kami akan menjamu Tetua di istana" Ucap Pangeran Tian
"Kami akan sangat terhormat pangeran menerima jamuaan dari pangeran tapi aku dan murid ku sedang buru buru mungkin lain waktu kami akan mampir ke istana" Ucap Tetua Yui menolak dengan halus karna dia ingin segera kembali ke Sakte Naga langit
"Baik lah mungkin lain kali Tetua sedang ada sekitar istana dan hendak untuk mampir berikan lah ini kepada para penjaga" Ucap Pangeran Tian yanang memberikan lencana kepada Tetua yui
Huang Zi yang melihat itu tak tau kenapa hati nya begitu kesal apalagi melihat guru nya tersenyum kearah pangeran Tian
"Kalo begitu kami pamit undur diri pangeran" Ucap Huang Zi memberi hormat dan menarik lengan Yui
Yui hanya mengangkatkan alis melihat tingkah murid nya itu
"Hua'er kenapa kau menarik guru seperti tadi bukan nya itu tidak sopan bahkan guru belum memberi hormat kepada pangeran" Ucap Yui yang bingung dengan tingkah murid nya
__ADS_1
Seketika pun Huang Zi menghentikan larinya
"Maaf kan murid guru kalo murid berlaku tidak sopan murid hanya lelah dan ingin segera sampai di sakte tapi jika guru masih ingin disana murid akan pergi duluan ke sakte" Ucap Huang Zi yang berjalan dengan cepat
Yui pun semakin bingung dengan sikap yang di tunjukan murid nya dan hendak menyusul murid nya tapi tanpa di sangka murid nya sudah meninggalkan nya begitu jauh
Yui pun merasa kagum dengan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki oleh Huang Zi dia pun terus berlarlari mengejar murid nya itu
Huang Zi yang begitu kesal tak memikirkan lagi Yui dia berlalari dengan cepat agar bisa kembali ke sakte Naga langit
Selama Dua hari Huang Zi tak berhenti dan dia pun sampai di sakte naga langit
Ketika dia sampai dia berjalan dari gerbang ke kediaman nya dan dia pun bertemu dengan Tetua Zo
"Hua'er kau kemana saja kami semua panik saat kau tiba tiba pergi meninggalkan sakte" Ucap Tetua Zo
"Salam Tetua Zo, Maaf membuat kalian panik saya hanya ingin melihat dunia luar saja" Ucap Huang Zi dengan Sopan
"Lain kali jika kau mau pergi kau bisa memberi tahu salah satu Tetua dan meminta dia menemani mu bagai mana pun sekarang kau adalah bagian muris dari Sakte Naga Langit kami harus melingdungi kalian" Ucap Tetua Zo yang Geram dengan tingkah laku Huang Zi
"Sskali lagi saya minta maaf Tetua Zo" Ucap Huang Zi dengan Tulus
"Baik lah lain kali jangan kau ulangi sekarang kau pergi dan beristirahat lah aku tau kau pasti lelah" Ucap Tetua Zo sambil memalingkan wajah nya yang masih terlihat begitu kesal
Huang Zi pun memberi hormat dan berjalan ke arah Vila nya setelah sampai di dalam vila dia pun merebahkan tubuh nya dia kamar nya dan terlelap tidur
Ketika Huang Zi terbangun langit sudah gelap dan dia pun belum melihat keberadaan guru nya dia pun kembali hawatir dia begitu menyesal karna sudah marah kepada guru nya
Huang Zi pun berniat pergi kembali untuk menjemput guru nya ketika baru keluar rumah tampak Gurunya memasuki vila
"Hua'er mau kemana kau malam malam begini apa kau masih marah sama guru" Ucap Yui yang baru tiba di Vila
Huang Zi pun langsung berlutu
"Maaf murid meninggalkan guru murid menyesal guru" Ucap Huang Zi sambil berlutu
__ADS_1
"Sudah lah beediri sebenar nya guru oun tak tau kenapa kau marah kepada guru tapi yasudah lupakan saja sekarang istirahat lah besok kita akan menemui Patriak" Ucap Yui Sambil membangunkan Huang Zi
Mereka pun kembali masuk ke dalam Vila dan beristirahat sebenar nya Huang Zi tidak tidur dia malukakan meditasi sampai pagi
Saat pagi Huang Zi pun memasak banyak makanan untuk guru nya yang baru pulang
"Hua'er ini kau yang masak" Ucap Yui yang baru keluar kamar
"Iya guru, murid tau guru pasti lapar jadi murid menyiapkan makanan untuk guru sarapan" ucap Huang Zi Sambil mempersilahkan guru nya untuk duduk
"Ah aku akan membersihkan diri dulu setelah itu baru makan kau makan lah dluan" Ucap Yui sambil berjalan ker arah dapur
Setelah selesai mereka pun pergi ke kediaman Patriak sebelum pergi ketempat misi untuk mengambil upah dari misi yang sudah di jalankan
Sesampai nya di kediaman Patriak Li,
Langsung memrluk putri satu satu nya itu
"Yui'er kenapa kau berani sekali mengambil misi itu kau membuat ayah merasa bersalah karna tak bisa menjaga mu" Ucap patriak Li
"Sudah lah ayah yang penting aku sudah kembali" Ucap Yui sambil tersenyum ke arah ayah nya
Patriak pun membawa mereka untuk masuk kedalam kediaman nya
"Yui'er ayah begitu bahagia melihat mu bisa kembali dengann selamat" Ucap Patriak dengan mata berkaca kaca
"Aku sebenar nya sudah tertangkal oleh mereka ketika aku menintai disana salah satu tetua menyerangku dan aku pun bertarung dengan nya tapi tak lama para tetua pun datang dan mengepung ku mereka menangkap ku dan memenjarakaan aku" Ucap Yui Dengan tatapan sedih mengingat kejadian ketika dia di tahan
"Apa meraka berlaku kasar padamu apa yang merka lakukan terhadap mu" Ucap Patriak Li dengan mengepal tangan dengab tatapan marah
"Mereka mencambuku dan mereka mencari informasi siapa yang menyuruhku untuk mengintai mereka" Ucap Tetua yui
"Kelakuan aliran hitam emang sungguh menjijikan menyakiti wanita layak nya binatang" ucap Huang Zi dalam hati dengan perasaan marah
Tanpa di sadari Aura pembunuh dan petir yang ada di tubuh nya keluar membuat tanah bergetar dan dan meja bergoyang menyadari itu patriak langsung menotok Huang Zi membuat dia Pingsan
__ADS_1
"Haiss bocah ini begitu menakutkan bagai mana bisa dia memiliki tubuh yang bisa mengeluarkan petir" Ucap Patriak