
Huang Zi dengan replek menghindar kesamping tapi belum sempat kaki Huang Zi menyentuh tanah sebuah pukulan telak mengenai perutnya membuat Huang Zi terbang menabrak pepohonan yang tidak jauh dari sana,,
"Uhhuk.... Uhhhukkk ... Siapa kalian dan kenapa menyerang kami" ucap Huang Zi sambil berusaha untuk berdiri
Swuuuus ,, swuuuuuss
Dari balik pohon muncul 10 orang pendekar suci dan 5 orang pendekar petapa mereka menatap Huang Zi dengan tatapan membunuh,,
Huang Zi mengeluarkan pedang nya dan mengambil napas pelan "Baiklah jika kalian tidak ingin menjawab nya tidak masalah" ucap Huang Zi sambil maju menyerang para pendekar itu
Para tetua yang sedari tadi diam pun ikut bertarung bersama Huang Zi walau pun mereka merasa takut karna selain kalah jumlah mereka juga kalah dalam hal tingkatan,, tapi walau pun takut tapi mereka takan membiarkan Huang Zi bertarung sendirian ,,
Benar saja baru beberapa menit pertarungan berlansung para tetua sudah mulai terpojok mereka juga mendapatkan luka sayatan di sekujur tubuh mereka ,,
"Hentikan, atau akan aku bunuh orang ini" ucap salah satu pendekar petapa dengan lantang
Huang Zi yang sedang bertarung menghadapi para pendekar itu melihat kearah sumber suara,, ketika melihat kearah sumber suara dia begitu kaget melihat kondisi tetua Zo yang begitu memprihatinkan selain luka di tubuh nya sekarang di lehernya, sudah menempel sebuah pedang yang siap menyambil nyawanya kapan saja
Para tetua yang tidak jauh dari tetua Zo hanya bisa memandang tanpa bisa bergerak karna mereka tidak ingin terjadi sesuatu kepada tetua Zo jika mereka bertindak gegabah,,
Perasaan Huang Zi begitu marah ketika melihat kondisi tetua Zo yang memprihatinkan, tanpa Huang Zi sadari tubuhnya mulai di selimuti petir matanya berubah menjadi putih dengan lambang petir di tengah matanya,,
Cuaca yang tadinya amat cerah berubah menjadi begitu mengerikan. hujan turun dengan derasnya, angin pun bertiup dengan kencang seakan menandakan akan ada sebuah bencana
Para tetua dan para pendekar yang menghadang Huang Zi hanya bisa menelan ludah mereka, karna walau pun mereka sudah cukup lama hidup di dunia persilatan tapi mereka baru melihat penomena seperti sekarang ,,
__ADS_1
Tubuh Huang Zi bergetar habat dibarengi dengan sambaran petir kesembarang arah membuat siapa saja yang melihatnya menjadi begitu ketakutan ,,
Topeng yang dia kenakan hancur bajunya pun compang camping karena petir yang ada ditubuh nya
"Anak muda sebaiknya kau menyerah sebelum aku membunuh temanmu" ucap seorang pria sambil menghunuskan pedang nya keaarah tetua Zo yang sedang berlutut
"Arrrrrrrrgggggggg" auman keras terdengar dari mulut Huang Zi membuat suasana semakin mencekam
7 orang pendekar yang berada dekat Huang Zi tewas terkena sambaran petir membuat tubuh mereka terbelah menjadi 4 bagian,, mata semua orang yang melihat itu langsung melotot karna mereka tidak percaya satu sambaran saja bisa membunuh 7 orang pendekar dan di disana juga ada pendekar petapa yang merupakan pendekar tingkat tinggi ,,
Raut ketakutan mulai terlihat dari semua pendekar yang ada di sana termasuk para tetua yang tau jika Huang Zi sudah kehilangan kesadarannya,,, Pendekar yang sedari tadi menghunuskan pedang kearah tetua Zo begitu menyesal karna dia dengan sengaja memancing emosi Huang Zi ,,,
-------
"Kepala desa sebenarnya apa yang terjadi" ucap salah seorang pendekar yang sedang ada di desa itu
"Maaf tuan saya juga tidak tahu, karna penomena ini baru pertama kali terjadi di sini" ucap kepala desa dengan tubuh gemetar
Desa bulan adalah sebuah desa yang nampak indah dan begitu tenang karna letak mereka yang jauh dari ibukota membuat desa bulan jauh dari kata pemberontakan selain itu desa bulan juga dipimpin oleh seorang kepala desa yang bijak dan baik membuat desa itu semakin maju dan berkembang ,,
Mereka yang selalu hidup dengan tenang di desa itu begitu panik ketika melihat peristiwa yang baru pertama kali mereka liat dan itu sangat mengerikan bagi mereka ..
"Semuanya, aku minta pada kalian untuk tetap tenang,,, aku tau kita semua takut dengan penomena aneh ini tapi dengan kalian panik pun takan menyelesaikan masalah ini" ucap Kepala desa dengan lantang
"Kami akan melihat kedalam hutan, karna kami merasa sepertinya ada sesuatu yang berhubungan dengan penomena ini di dalan hutan" ucap 10 orang pendekar yang sedang singgah di desa itu
__ADS_1
"Terimakasih pendekar" ucap semua orang saat melihat 10 pendekar itu beranjak pergi dari sana
------
Suana mencekam terus terjadi petir terus menyambar kesana kemari seperti tiada hentinya semua pendekar yang menghadang Huang Zi tadi mengutuk diri mereka karna mereka sudah salah berurudan dengan orang
Duuuuuar ,,, Duuuuarrrr
Petir pun menyambar para pendekar yang berniat melarikan diri dari sana,, semua pendekar yang memiliki niat yang sama akhirnya mengurungkang niat mereka,, karna mereka tau jika mereka bergerak otomatis petir itu akan membelah tubuh mereka ,,
Yui yang melihat Huang Zi seperti monster ingin mendekatinya karna Yui tau jika Huang Zi sudah kehilangan kesadaran nya dan dia ingin membantu Huang Zi untuk mendapatkan kembalu kesadaran nya,
Tapi sebelum tetua Yui melangkah sebuah petir menyambar di sekitar mereka membuat mereka terpental jauh kebelakang tidak sampai disitu petir pun kembali menyambar membuat semua pendekar kehilangan kesadaran mereka termasuk para tetua yang sudah tidak sadarkan diri
Angin terus bertiup kencang, petir petir terus menumbangkan pohon yang ada di hutan itu membuat sebagian hutan rata dengan tanah,,
-------
Di tempat lain Huang Zi nampak sedang kebingungan karna dia sekarang berada di sebuah sungai yang amat tenang dan damai,,
"Kemana para tetua dan kenapa aku berada disini" ucap Huang Zi sambil memperhatikan sekitarnya
"Anak Muda sudah lama aku menunggumu disini" ucap seorang pria gagah dengan rambut biru serta mata yang berwarna biru
"Siapa kau dan kenapa aku bisa berada disini" ucap Huang Zi mengambil jarak dari pria di depan nya ,,,,
__ADS_1