
"Kau sedang apa, saudaraku?"
Shao Mingrui datang ke teras, menemukan Zhou Fan yang berdiri sembari memandang bulan dan bintang.
Di saat semua orang merayakan kemenangan dengan menyantap makanan dan meneguk arak, pria muda ini malah berdiri di luar sendirian.
Zhou Fan menurunkan pandangannya, perlahan melirik Shao Mingrui yang tengah menggendong putranya.
Melihat interaksi antara ayah dan anak ini semakin memperkeruh perasaan Zhou Fan. Dia memaksa untuk tersenyum, bertahap tangannya terulur. "Hanya mencari angin, kebetulan udara dingin ini sangat menyegarkan."
Shao Mingrui menyerahkan putranya yang berusia setengah tahun itu kepada Zhou Fan. Ia tak tahu apa yang terjadi terhadap saudaranya, tapi yang jelas tersimpan sebuah kesedihan yang mendalam.
Andai tak melihatnya hari ini, mungkin tak akan ada yang tahu bahwa seorang Zhou Fan dapat bersedih.
Bersama dengan itu, seorang pelayan datang. "Tuan, nyonya memanggil."
Shao Mingrui mengangguk, kemudian membalikkan pandangan. "Aku masuk dahulu, aku titip putraku kepadamu."
Terlihat jelas jika Zhou Fan masih ingin menggendong putranya, oleh sebab itu ia tak mencoba mengambilnya saat batu beberapa saat diserahkan.
"Anakku pasti seumuran dengan nya," gumam Zhou Fan sembari melirik seorang anak kecil yang tertidur dalam dekapannya.
Zhou Fan bahkan tidak tahu apakah anaknya itu laki-laki atau perempuan, meski berharap dia mendapatkan seorang putra, tak akan berbeda jika itu seorang putri.
Selain itu ia juga mengingat keadaan Zhou Xia--putri kecilnya yang harus ia tinggal pergi setelah kelahiran nya. Zhou Fan sangat merasa bersalah, tidak tahu apakah putrinya itu akan menyalahkannya atau tidak saat kembali.
"Ibu, ayah, Lin'er, Wei'er, Xia'er dan juga Bing'er. Tunggu aku, aku akan kembali!" Zhou Fan belum mengetahui jenis kelamin anaknya bersama dengan Wei Guanlin. Namun karena sebelum pergi beberapa nama telah dipilih, ia menyebut nama yang menurutnya bagus.
"Guru, mengapa kau di sini?"
Zhou Fan melirik sekilas, bahkan tanpa melihat dia sudah tau jika itu adalah Lan Ning.
"Bagaimana dengan keadaan adikmu?"
Mendengar Zhou Fan bertanya bukan menjawab, Lan Ning mencebikkan bibirnya. Namun ia tetap menjawab pertanyaan itu, "Adikku menjadi lebih baik setelah aku mampu membuat dunia es untuknya, meski setiap beberapa hari aku harus membangun formasi baru untuknya."
__ADS_1
"Itu bagus, kau akan dapat mempertahankan formasi setelah mendalaminya. Semua butuh proses." Zhou Fan membawa putra Shai Mingrui masuk ke dalam lantaran hawa dingin menyerang terlalu berlebihab, tidak baik bagi seorang bayi untuk tetap di luar.
Keesokan harinya, Zhou Fan sudah bersiap dengan kudanya. Begitupun dengan Shao Mingrui dan beberapa orang lainnya yang akan ikut pergi menuju ibukota kekaisaran.
Beberapa hari dari sekarang adalah upacara pengesahan Shao Mingrui sebagai pewaris takhta. Zhou Fan ikut pergi ke sana karena ingin menagih janji Shao Mingrui yang akan mengambilkan kristal beast tingkat kesembilan yang tersimpan dalam ruang harta kekaisaran.
Dua Kapak Kembar juga ikut karena mereka telah memutuskan untuk tetap bersama Zhou Fan. Bahkan mereka hendak mengikuti Zhou Fan yang akan pergi menuju Kekaisaran Han.
Perjalanan ke ibukota tidak membutuhkan waktu yang terlalu ama, mereka sampai dalam satu hari perjalanan.
Saat memasuki gerbang istana, banyak orang menyambutnya. Meski tak banyak yang senang atas kedatangannya, ia tak akan mempedulikan beberapa pihak yang menarik dendam kepadanya.
Ia sudah mempersiapkan hal ini sejak awal. Dengan merebut posisi pewaris takhta tentu ada beberapa pihak yang tak bersedia tunduk melayaninya.
Namun itu sama sekali tak masalah, setelah naik takhta, ia akan merombak tatanan istana dan mengganti semua menjadi orangnya. Ia tak mau memelihara ular yang malah membuat hidup menjadi tak tenang.
...
Upacara pengesahan akan berlangsung selama satu hari penuh, namun Zhou Fan tidak begitu tertarik dan lebih memilih berada di dalam ruangannya bersama Zhou Jim.
Zhou Fan mengeluarkan satu per satu cincin penyimpanan yang merupakan milik korban perampokan. Namun mengatakan sebagai korban perampokan juga tidak benar, Zhou Fan hanya membantu menyimpan karena pemilik sebelumnya telah berpulang.
Bukankah akan lebih bermanfaat jika ada yang memanfaatkannya? Pikir Zhou Fan sambil mulai memeriksa isi di dalam cincin rampasan.
Wah!
Tak ada kata yang terucap dari mulutnya, bibirnya hanya bisa membentuk huruf 'O' sedang matanya memandang dengan penuh ketakjuban.
Sungguh tidak rugi!
Zhou Fan tersenyum puas, dari beberapa cincin saja ia sudah mendapatkan untung yang sangat melimpah. Entah bagaimana dengan sisa puluhan cincin yang masih belum ia ketahui isinya.
Beberapa saat kemudian...
"Sungguh sayang tidak satupun di antara mereka memiliki tenanan herbal yang aku butuhkan. Nampaknya aku harus menunggu sampai mendapatkan beberapa bahan lainnya."
__ADS_1
Zhou Fan berharap dapat menemukan tanaman herbal yang tepat. Namun nasib tidak berpihak kepadanya. Dari keseluruhan cincin penyimpanan itu memang ada tanaman herbal berkualitas bahkan dapat dikatakan langka.
Akan tetapi tanaman itu bukan yang dibutuhkan olehnya, sehingga tidak berguna. Setidaknya untuk sekarang, tidak tahu akankah berguna suatu hari nanti.
"Jim, ambil bagianmu." Zhou Fan melemparkan kristal beast tingkat kedelapan, warnanya yang merah memancarkan aura panas yang sedikit membakar.
Zhou Jim yang melihat kristal beast tingkat kedelapan tergeletak di bawah moncongnya, seketika melahapnya. Tidak perlu dikunyah, kristal itu masuk melintasi tenggorokan seperti air yang diminum satu kali tegukan.
Tok tok tok...
"Guru, apakah kau di dalam?"
Zhou Fan mengenal suara ini, ia pun bangkit dari duduk bersilanya dan berjalan mendekati pintu. "Ada apa?" tanyanya sesaat setelah membuka pintu.
Lan Ning masuk ke dalam ruangan, dia kemandang ke sekitar. "Guru, apa yang kau lakukan. Apakah kau menyembunyikan seorang wanita?"
Zhou Fan menyipitkan mata, tapi sekejap saja sudah kembali ke dalam ekspresinya. "Jika tidak ada yang penting, pergilah. Aku tak ada waktu menanggapi ucapan tak bergunamu itu."
Lan Ning menyelipkan kaki, membuat pintu yang akan tertutup tak bisa menutup.
"Guru, aku jangan bercanda. Sebenarnya... " Lan Ning menghentikan ucapannya, membuat Zhou Fan memperhatikan dengan penasaran.
"Sebenarnya para putri bangsawan itu ingin bertemu denganmu, guru. Engkau harus tahu jika mereka adalah wanita wanita cantik yang ada di Kekaisaran Shao."
"Pergilah." Zhou Fan menutup pintu, ia sama sekali tak punya banyak waktu untuk memikirkan masalah wanita, fokus utamanya saat ini adalah mendapatkan kristal beast yang ada di istana.
"Tunggu, tunggu. Kali ini tak akan lagi, aku serius." Lan Ning mengetuk pintu sedikit keras, tapi Zhou Fan bergeming di atas tempat tidur.
"Guru, jika kau tak lagi menginginkan kristal beast tingkat kesembilan itu, kau dapat mengabaikan ucapanku. Aku datang diminta pangeran ketiga."
Brak!
Pintu ruangan seketika terbuka, Zhou Fan berjalan keluar bahkan mendahului Lan Ning.
"Kenapa tidak bilang dari awal!"
__ADS_1