
Hem...
Zhou Fan berjalan mendekati Song Dayi, sementara Patriark Bu merasa pemuda di samping tetua agung Klan Song itu tidaklah sederhana.
Putranya telah mencapai tingkat petarung senior bintang satu, tapi dengan begitu mudah dikalahkan olehnya, kemungkinan besar jika dia telah berada di tingkat petarung senior bintang lima atau lebih tinggi.
Sementara untuk dirinya, sudah berada di tingkat petarung senior bintang sembilan, meski berpandangan dapat mengalahkan Zhou Fan, mempunyai kultivasi setinggi itu dalam usia muda bukan keberuntungan belaka, pasti adalah jenius yang langka.
Andai pria tua itu tahu tingkat kuktivasi Zhou Fan sesungguhnya, bukan tidak mungkin dia akan menarik lidahnya sendiri karena telah berpikir akan menang jika bertarung.
Jangankan dia yang berada di tingkat petarung senior bintang sembilan, bahkan Song Dayi ragu dapat menang saat berhadapan dengan Zhou Fan.
"Karena Klan Bu telah menyatakan bergabung, maka aku akan melanjutkan perjalanan ke klan klan sekitar. Aku harap dua minggu lagi Klan Bu dapat berkumpul di kediaman Klan Song." Song Dayi berdiri dan berpamitan pergi.
Setelah kepergian dia tamu itu, Patriark Bu melirik putranya. "Jangan terbebani dengan kekalahan, di antara generasi sekarang kau masih merupakan generasi pilihan. Sementara untuk pemuda itu, aku sendiri juga tak menyangka akan ada orang sepertinya."
Bu Qiong menghela nafas, kemudian pergi meninggalkan ruangan ayahnya. "Aku akan berkultivasi, jangan ada yang mengganggu sampai dua minggu ke depan."
"Baiklah, jadikan kekalahan sebagai pelajaran. Semua orang pernah merasakan kekalahan, tapi petarung sejati adalah seorang yang dapat belajar dari kekalahan." Patriark Bu berkata sambil memandang punggung putranya yang sekejap mata sudah tak terlihat.
Di luar kediaman Klan Bu.
"Aku merasa kau tidak berada di tingkat petarung senior, apakah aku benar?" Song Dayi menyipitkan mata sambil menelisik Zhou Fan.
Sebelumnya itu hanya tebakan kasarnya saja, karena apa yang terlihat tidak mendukung pandangannya. Dia hanya dapat melihat tingkatan Zhou Fan berada pada tingkat petarung senior, tapi melihat bagaimana cara bertarung dan begitu mudahnya menghadapi putra Patriark Bu, dia semakin yakin dengan pemikirannya.
Zhou Fan yang menunggang serigala hanya melirik sekilas, kemudian tertawa lirih. "Tetua, junior ini tidak pernah mengatakan jika saat ini berada di tingkat petarung senior."
Song Dayi menyipitkan mata, tapi memang benar tidak ada yang mengatakan hal itu kepadanya. "Jadi kau benar benar tidak berada di tingkat petarung senior?"
__ADS_1
Zhou Fan menggeleng, dia kemudian melepaskan cincin serta aura yang sudah dia tekan.
"Petarung suci bintang satu? Tidak, ini lebih kuat, petarung suci bintang dua." Song Dayi terbelalak dengan fakta yang baru saja dia ketahui, ini adalah fenomena langka di mana dia dapat melihat seorang pemuda tingkat petarung suci.
"Tidak, ini masih berada di tingkat petarung suci bintang satu. Namun dalam kondisi tertentu aku dapat menghadapi petarung suci bintang dua." Zhou Fan menjelaskan.
Mulut Song Dayi bergumam, sambil melirik Zhou Fan dia berkata. "Pantas saja, itu sedikit lebih lemah dariku."
Zhou Fan kemudian kembali memasang cincin yang membuatnya bisa menyembunyikan kekuatan aslinya.
Song Dayi melirik sekilas, dia begitu tertarik dengan cincin yang bisa menutupi kultivasi. Meski tanpa cincin dengan sebuah teknik bisa menyembunyikan kultivasi, itu masih bisa diketahui ketika ada seorang dengan kultivasi lebih tinggi.
"Sekarang kita akan pergi ke Klan Yen, meski termasuk klan kecil, jangan remehkan mereka dalam hal kekayaan, mereka merupakan pebisnis ulung." Song Dayi melirik titik merah dari peta di tangan Zhou Fan.
Zhou Fan mengangguk kemudian melipat peta dan menyimpannya. Tak butuh waktu satu jam mereka telah sampai di kediaman Klan Yen, kediaman mereka tidak lebih kecil dibandingkan dengan kediaman Klan Bu, meski masih jauh jika membandingkannya dengan kediaman Klan Song.
Saat mereka datang, sudah ada yang menyambut, sepertinya Patriark Yen sudah mengetahui kedatangan mereka. Hal itu tidak terlepas dari arus informasi yang begitu lancar dalam klan mereka.
"Meski aku menduga itu adalah tetua Klan Song, aku tak menduga jika itu adalah tetua agung." Patriark Yen memberi sambutan begitu terbuka, bahkan setelah masuk ruangan sudah ada banyak hidangan yang menggugah selera.
"Informasi Klan Yen selalu saja menjadi yang pertama, tidak heran jika sebutan mata langit disematkan oleh penduduk Kota Chen." Song Dayi yang telah melepas tudungnya duduk ketika Patriark Yen mempersilakan.
Begitupun Zhou Fan, duduk ketika pria tua berpenampilan sederhana mempersilakannya.
"Ada hal penting apa sampai tetua agung mendatangi klan kecil ini?" Patriark Yen berkata sambil mengayunkan tangan memerintahkan pelayan untuk menuangkan arak di masing masing gelas tamunya.
"Patriark Yen selalu ramah seperti biasa," ucap Song Dayi kepada Patriark Yen sambil mengambil gelas arak yang di depannya.
"Tunggu!"
__ADS_1
Zhou Fan mencegah agar Song Dayi tidak meraih gelas itu.
Dua pria tua di sekitarnya menatap dengan pandangan heran. Sementara Zhou Fan mengambil sumpit dan mencelupkannya ke arak di depannya.
Ketika sumpit yang berbahan dasar perak diangkat, warnanya sudah berubah kehitaman. Mata Song Dayi melebar, amarah sudah terkumpul di puncak kepalanya.
"Patriark Yen, apa maksudnya ini?" Song Dayi benar benar geram, dia juga mengetahui apa arti dari sumpit perak yang berubah warna menjadi gelap, itu artinya ada racun yang terkandung di dalamnya.
"Tetua agung, ini -- aku benar benar tidak tahu, sungguh! Kau tahu sifat ku sejak dulu." Patriark Yen berdiri bahkan mengangkat tangan sambil bersumpah.
Zhou Fan mendekatkan sumpit ke hidungnya, seketika matanya menyipit. "Racun pemakan paru!" Memikirkan jenis racun yang digunakan, Zhou Fan langsung memiliki pandangan siapa di balik semua ini.
Pangeran pertama, tidak salah lagi, ini adalah jenis racun yang sama yang digunakan untuk menyingkirkan Shao Mingrui.
"Tetua, sepertinya Patriark Yen mengatakan yang sebenarnya. Selain arak, tidak ada lagi yang mengandung racun." Zhou Fan telah mamastikan keseluruhan hidangan, hanya arak nya saja yang bermasalah.
"Jika bukan Patriark Yen, lantas..." Zhou Fan mengelus dagu, kemudian memalingkan pandangan ke sekitar. "Pelayan itu, dia pasti pelakunya!"
Song Dayi serta Patriark Yen langsung mengedarkan pandangan, tapi sayang, pelayan tersebut sudah tidak berada di sana.
"Sialan! Tak aku sangka jika ada penyusup di kediamanku." Patriark Yen memanggil bawahannya, memerintahkan penangkapan kepada pelayan yang merupakan penyusup.
Zhou Fan masih duduk di tempatnya. Meski kediaman Klan Yen tidak seketat Klan Song, tidak mudah menyelinap keluar, pasti pelayan itu masih di sekitar mereka.
Hem...
Zhou Fan mengarahkan pandangan ke arah jendela, jendela itu terbuka sebagian, sangat aneh jika diperhatikan.
Shut...
__ADS_1
Bayangan hitam melesat cepat, hal ini masih dapat ditangkap mata kepala Zhou Fan. Dengan cepat dia melesat, tanpa menghiraukan keberadaan Song Dayi dan juga Patriark Yen.
"Lari dariku, jangan harap!"