Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 222 : Pertarungan Terakhir


__ADS_3

Aura yang terpancar dari beast singa bersayap sangat mengerikan, bahkan beberapa orang yang ada di sekitar tak bisa menghirup nafas karena tekanan yang teraman besar.


Sian Lou bangkit dan berdiri tegak. "Matriark Xue, apakah kau masih bisa bertarung?"


"Jangan remehkan aku, hanya luka kecil ini sama sekali tak bisa menahan seorang Xue Bing Yu." Sian Lou terkekeh mendengar tak ada Xue Bing Yu yang nampak sangat membara, sementara Zhou Fan dan Leng Shui saling pandang menyaksikan guru mereka.


Dalam keheningan, singa bersayap mengepakkan sayap dan seketika keluar jarum ea yang melesat ke segala penjuru. Tak ayal banyak korban yang tewas tertusuk jarum es tersebut. Bukan hanya dari pihak manusia, tapi juga pasukan beast miliknya sendiri.


Zhou Fan menghalau dengan menggunakan pedang, ketiga orang lainnya pun menangkis dengan senjata masing-masing. "Sian tua, kita hadapi beast ini bersama. Biar muridku dan muridmu mencari celah untuk memberikan serangan fatal."


Sian Lou setuju dengan masukan ini, dia melirik Zhou Fan dan menyuruhnya untuk bersiap. Begitupun dengan Xie Bing Yu yang mengingatkan Leng Shui agar berhati-hati.


"Guru, lukamu -- " Leng Shui baru saja ingin menghentikan, tapi sang guru telah melesat pergi menyerang beast singa bersayap.


Shizi merasa diremehkan, dia meraung marah dan membuat bumi terguncang. Getaran hebat membuat kaki tak bisa berpijak dengan sempurna, banyak yang jatuh karena tak bisa menjaga keseimbangan.


"Manusia, kalian terlalu meninggikan kemampuan sendiri!" Shizi menyelimuti tubuhnya dengan dua aura yang berbeda, es dan petir merupakan kombinasi yang sangat mematikan.


Sian Lou tak mau gegabah, sebelum menyerang pasti mengamati dan menjaga jarak agar tak terlalu dekat. Namun Shizi yang tak bisa sabar mengeluarkan tombak petir di atas kepalanya, berputar mencari mangsa. Ketika mendapatkan incarannya, tombak melesat dengan cepat.


"Sian tua, hati-hati!" Xue Bing Yu memperingati Sian Lou yang menjadi target tombak petir milik beast singa bersayap.


Sian Lou juga melihat tombak mengarah ke arahnya, ia sontak mebentangkan tongkat dewa dan bersiap menahan lesatan tombak. Namun tombak petir itu tiba-tiba berbalik dan menerjang Xie Bing Yu.


Mata melebar, Xue Bing Yu tak sempat bersiap. "Matriark Xue!"


"Guru!"


Xue Bing Yu sampai terpaku dan tak mengeluarkan usaha apapun untuk menyelamatkan dirinya. Namun sebelum tombak menghunjam tubuh, sesosok pemuda muncul dan menghancurkan tombak dengan pedang di tangannya.


"Ka-kau ...." Xue Bing Yu tak bisa berkata-kata, ternyata ada masanya ketika ia diselamatkan oleh seorang junior. Bahkan itu adalah murid teman lamanya.


"Matriark Xue, apakah engkau baik-baik saja?" Meski Zhou Fan sangat yakin telah berhasil menghalau serangan tombak, ia khawatir ada serangan yang lepas dari pengamatannya.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih karena telah menolongku." Matriark Xue kembali bersiap dengan mengeluarkan kuda-kuda pertarungan, ia terlalu ceroboh karena menurunkan kewaspadaan. Sebagai seorang yang disegani kesalahan seperti ini tidak seharusnya ia lakukan.


"Guru, setelah memperhatikan. Dia tak bisa menyerang dengan cepat, kekuatan adalah kelebihannya, tapi dalam hal kecepatan ia sedikit lebih lambat." Dengan tubuh besar dan sayap yang lebar, tidak heran kecepatan gerak adalah musuh utama baginya.


Sian Lou tak tahu dari mana muridnya ini menganalisis, tapi nampak apa yang dikatakan terdengar masuk akal. Pantas dicoba.

__ADS_1


Shizi yang melihat empat orang berbicara dengan saling berbisik menggeram kesal. Sekali lagi ia menbentangkan sayap dan menciptakan sebuah bola petir di masing-masing sayapnya. "Rasakan ini!"


Wosh...


Blar!


Zhou Fan menghindar dengan sempurna, tapi dampak serangan tak bisa diremehkan. Satu bola petir memiliki daya hancur yang luar biasa, mampu menghanguskan area seluas ratusan meter.


Pertarungan terus berlangsung, empat orang menghadapi satu lawan yang sama. Namun, kekuatan beast yang telah mencapai tingkat dewa beast memang bukan suatu yang dapat dipandang sebelah mata.


Nafas mulai memburu, tak terhitung jumlah serangan yang mereka coba keluarkan. Namun tak satupun yang berdampak nyata pada beast singa bersayap.


"Hahaha, dasar manusia lemah!"


Zhou Fan mengepalkan tangan, dengan sisa tenaga ia mengangkat pedang darah malam. Sian Lou, Xue Bing Yu serta Leng Shui mengikuti langkahnya. Menyerah bukan pilihan yang dapat diambil, karena keselamatan daratan dewa bergantung pada mereka.


"Formasi dunia api!" Zhou Fan menciptakan kubah kubus yang sangat besar, api perlahan berkobar dan bergerilya dalam kubus formasi.


Sian Lou, Leng Shui dan Xue Bing Yu langsung menyelimuti tubuh dengan tenaga dalam, melindungi dari nyala api yang sangat mengerikan.


Shizi yang merupakan beast tipe es merasakan dampak ketika berada dalam formasi dunia api. Zhou Fan melihat perubahan itu, spintas senyum tipis terukir di antara bibirnya. Tebakannya tidak salah, seberapa kuat dewa beast singa bersayap, tetap es adalah musuh api.


ROAR!!


Shizi meraung murka, "Manusia sialan! Jika itu yang kalian inginkan, maka itu yang kalian dapatkan."


Mengeluarkan seluruh kekuatannya, Shizi memaksakan dirinya. Namun lesatan kekuatan itu mampu menghempaskan tubuh Sian Lou, Xue Bing Yu dan Leng Shui hingga menghantam dinding formasi.


Formasi pun hancur karena tak kuat menahan kekuatan besst singa bersayap. Akan tetapi mengeluarkan seluruh kekuatan juga bukan tak berdampak pada dirinya sendiri, nampak setelah itu keadaan tubuhnya agak melemah.


Zhou Fan melihat sang guru yang tergeletak, juga Xue Bing Yu dan Leng Shui yang duduk bersimpuh. Sian Yu datang bersama dengan beberapa anggota klan lainnya, seketika menenangkan pikiran Zhou Fan.


Beast singa bersayap nampak masih dalam keadaan lemah setelah memaksakan diri mengeluarkan segenap kekuatannya. Zhou Fan melesat sambil mengeluarkan serangan dengan pedang darah malam.


Singa besar itu berubah menjadi pria paruh baya bersurai lebat. Namun itu tak membuat Zhou Fan mengurungkan niat mendaratkan serangan kepadanya, terus melesat sampai jarak hanya beberapa langkah.


Shizi menggertakkan gigi kesal, rencana yang telah ia susuan sedemikian rupa pada akhir harus sirna. Ia tak rela!


"Jika kau ingin mati, aku akan membantumu!" Shizi bergerak cepat, menangkap tangan Zhou Fan dan membawanya terbang. Mereka terbang dan pergi meninggalkan tempat pertempuran.

__ADS_1


"Tuan muda!"


"Zhou Fan!"


Zhi Long dan juga Ciu San langsung berseru melihat sosok berjubah hitam membawa tuan muda mereka. Leng Shui dan yang lain pun nampak khawatir melihat kejadian tersebut.


"Shui'er, kau akan kemana?"


Leng Shui menoleh sekilas, kemudian kembali memandang ke depan. "Aku harus menyusulnya, guru!"


"Apa! Jangan bertindak bodoh, cepat kembali!" Namun ucapannya tak dihiraukan sama sekali, Leng Shui melesat ke arah Zhou Fan dan dewa beast pergi.


Sementara di atas langit Zhou Fan yang dicekal pergelangan tangannya, berusaha melepaskan diri. Namun tangan Shizi benar-benar kuat, dia terus membawa Zhou Fan lebih tinggi dan terus lebih tinggi.


"Ternyata itu kau! Kau yang telah mengacaukan kesenanganku di Kota Zi. Menumpas pasukan beast milikku! Bukankah kau ingin aku mati? Maka ayo kita mati bersama!" Pria muda ini yang telah mengacaukan rencananya, ia tak terima jika kalah sedangkan sang lawan merayakan kemenangan. Jika harus mati juga harus bersama.


Sial!


Zhou Fan terus berusaha melepaskan diri, kemudian ia mengingat jika di hadapannya adalah beast tipe es yang memiliki kewaspadaan terhadap energi panas. Zhou Fan mengeluarkan api, seketika cekalan tangan terlepas dan sekarang ia membalik posisinya berada di belakang Shizi.


Krak!


"Arg!"


Zhou Fan mematahkan sayap Shizi, membuat mereka terjun bebas dari atas ketinggian ribuan kaki. Ia tak peduli siapa Shizi. Masalah kota Zi sudah berlalu, sekarang yang utama adalah menghabisinya.


"Bangsat, dasar manusia sialan!" Mereka jatuh dan pertarungan terjadi di sana.


Zhou Fan mengeluarkan pedang yang sempat ia simpan. Menyerang dengan teknik dewa pedang. Walau tak menginjak tanah, ia mampu mengeluarkan teknik dengan sempurna.


Shizi kewalahan, ia yang sudah mengeluarkan sebagian besar kekuatan untuk membebaskan diri dari formasi dunia api tak lagi memiliki kekuatan, terlebih sebelumnya ia harus menghadapi empat orang secara bersamaan.


Zhou Fan menyepak Shizi, membuat jarak tersisa beberapa langkah. Ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan jurus tebasan ganda.


"Ini adalah sisa tenaga dalamku, harus bisa membunuhnya!" batin Zhou Fan. Tepat setelah itu dua siluet tebasan tercipta dan menghantam tubuh Shizi dengan keras.


Blar!


Meski sempat berusaha menghindar, Shizi yang tak lagi memiliki cadangan kekuatan hanya bisa pasrah melihat dua siluet menghantam tubuhnya. Serangan yang kuat membuat jelmaan beast singa bersayap itu tewas. Tubuhnya melayang ringan seolah tanpa beban. Zhou Fan meraihnya, menempatkan di bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Ini setidaknya mampu menyelamatkan hidupku," gumam Zhou Fan dengan mata redup, ia telah mencapai batas dari kekuatannya. Mengeluarkan teknik penghancur bintang serta tebasan ganda berulang kali menghisap banyak tenaga dalamnya, terlebih pertarungan di atas udara membuat tenaga dalam semakin cepat terkuras.


__ADS_2