Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 141 : Kemenangan


__ADS_3

Kemunculan gurita air asin sungguh membuat para penumpang kapal panik.


"Itu adalah beast tingkat tinggi, kita sangat sial karena bertemu dengannya." Salah seorang pria tua meratapi nasibnya yang malang.


"Kita tidak akan selamat,"


"Kita akan mati,"


Mereka sontak berseru dengan cemas, ketakutan kembali menghantui pikiran mereka. Padahal baru saja terlepas dari cengkeraman bajak siluman, tapi harus dipertemukan dengan beast gurita air asin yang merupakan beast tingkat delapan.


Zhou Fan menerka kekuatan beast gurita air asin, jika tidak salah kekuatannya berada di atasnya. Mungkin setara dengan petarung suci bintang tiga.


Namun Zhou Fan merasa aneh dengan kemunculan gurita air asin, seharusnya beast ini hidup dan mencari makan di laut dalam. Sangat jarang naik sampai muncul ke permukaan.


"Hentikan kapal, putar balik!" Zhou Fan berseru kepada nahkoda kapal, tapi pria tua itu menggelengkan kepada sambil berkata.


"Tidak sempat untuk putar balik."


Karena jarak yang sudah dekat kapal pun hanya bisa berhenti, jarak dengan gurita pun tidak begitu jauh.


Gurita dengan hidung besar serta tentakel yang panjang itu sekilas memandang kapal di hadapannya. Dalam satu waktu ia mengangkat salah satu tentakelnya, berniat menghancurkan kapal.


Zhou Fan melihat niat itu, dengan cepat mengeluarkan teknik tombak angin. Tombak berputar dan menciptakan tornado yang sangat besar.


Plash!


Tentakel gurita air asin terhempas karena dihalangi oleh pusaran tornado yang sungguh hebat.


Dari kulit tentakel keluar darah yang sedikit kehitaman.


Grah!


Gurita air asin mengaum murka, kembali melesatkan tentakel. Bukan hanya satu, tapi dua bahkan tiga tentakel sekaligus.


Zhou Fan menambah tenaga dalam yang ia gunakan, memperkuat serangan teknik tombak angin.


Groar...


Gurita air asin menghantam pusaran angin yang mengelilingi kapal, dengan tiga tentakelnya ia terus menyerang.


Blar!


Blar!


Blar!

__ADS_1


Zhou Fan yang tak bisa menggunakan kekuatannya terus menerus menarik tekniknya. Gurita yang menyadari pertahanan telah hilang langsung mengayunkan satu tentakel.


"Ciu San, Zhi Long, bantu aku!" Zhou Fan melompat, mengeluarkan jurus tombak naga.


Ciu San serta Zhi Long melesat sambil mengeluarkan jurus kapak kembar milik mereka. Sementara dari tombak Zhou Fan muncul siluet naga yang melesat menghentikan tentakel gurita.


Blar!


Tentakel gurita air asin terhempas, Ciu San serta Zhi Long yang hanya seorang petarung senior tak mampu menahan kekuatan gurita air asin. Mereka terpental dan jatuh dengan mulut keluar darah.


Zhou Fan melirik Dua Kapal Kembar, ia menggerakkan gigi. Sekarang harapan semua orang yang ada di atas kapal hanya dirinya, bisa pergi dari sini juga bergantung kepadanya.


Yin Cun merasa tak berguna, mengepalkan tangan sambil menggigit bibirnya. Ia benci menjadi lemah, ia sangat benci hanya dapat diam sedang yang lain berjuang. Namun jika ia memaksa bertarung, hanya akan menjadi beban.


Petarung senior saja tidak mampu, apalagi dia yang hanya petarung kaisar. Itu tidak mungkin!


Zhou Fan mengeluarkan pedang, menyimpan tombaknya. Dua mata hitam itu menatap tajam gurita air asin, menampilkan keinginan membunuh yang sangat kuat.


Grah...


Sekali lagi teriakan gurita air asin menggema, bahkan layar kapal pun robek karena udara yang keluar dari mulutnya.


Plash...


Gurita menggerakkan tentakelnya, bersiap menyerang.


Tentakel tak jadi menyerang kapal, mencoba menghempaskan Zhou Fan yang menempel di sana. Namun, gurita itu tak bisa menyingkirkan Zhou Fan yang merangkul dengan sangat erat.


Gurita terus mengayunkan tentakelnya, dia mulai tak tenang.


Zhou Fan tak bisa mempertahankan posisinya untuk berada di antara tentakel gurita air asin. Ketika tentakel itu menghempas ke atas ia melepaskan pegangannya.


Tubuhnya terlempar ke atas, tapi ia memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan serangan mematikan.


"Penebas awan!" Zhou Fan berteriak, mengeluarkan jurus tebasan yang kuat.


Gurita air asin seolah dapat merasakan bahaya, menengadahkan kepala lalu menutup dengan dua tentakelnya.


Blar!


Serangan sangat kuat, tapi tubuh gurita juga sangat kuat. Ledakan mengakibatkan gelombang besar dan itu hampir saja membalikkan kapal.


Zhou Fan meluncur dari atas, ia tak mengira serangan jurusnya tak mampu memberikan luka berarti pada gurita air asin, hanya luka ringan saja.


Namun ia tak mempunyai waktu untuk memikirkan masalah itu, Zhou Fan mendarat di atas kepala gurita, membuat gurita kembali bersikap brutal.

__ADS_1


Zhou Fan terus melompat menghindari kibasan tentakel yang berusaha menjatuhkannya. Karena tak bisa menyingkirkan Zhou Fan, gurita ini menyelam.


Hem!


Dengusan terdengar dari mulut Zhou Fan, ia berusaha melompat tapi gurita menangkap tubuhnya.


Gurita air asin kembali muncul ke permukaan, menampakkan setengah dari bagian tubuhnya.


Tentakel yang berhasil menangkap Zhou Fan di dekatkan ke mulut, hendak melempar mangsa ke dalam mulutnya. Namun siluet bayangan melesat dan nenerkam tentakelnya.


Crash!


Zhou Fan seketika terlepas dari cengkeraman gurita air asin dan melompat kembali ke kapal, ia melirik ke belakang dan ternyata itu adalah Zhou Jim.


Beruntung baginya memiliki serigala yang setia, dapat membantu di saat yang dibutuhkan.


Mata gurita nampak memerah, menatap Zhou Jim penuh kemarahan. Mungkin ia berpikir Zhou Jim telah melepaskan mangsanya, dan instingnya mendorongnya untuk membunuh serigala itu.


Grah....


Tentakel menjulur, hendak melilit Zhou Jim. Namun Zhou Fan dengan pedangnya langsung menepis tentakel besar tersebut.


Gurita mengalihkan perhatiannya kepada Zhou Fan, kemudian menyerang mereka bersamaan.


Zhou Fan bergerak menyilang, terus bertukar posisi dengan Zhou Jim. Keduanya sudah seperti dua rekan yang tak tergantikan.


Tentakel gurita terus mengejar dan tanpa sadar dua tentakel itu saling melilit.


Gurita hendak menarik tentakelnya, tapi sangat disayangkan itu tidak bisa terlepas.


Zhou Fan memanfaatkan kesempatan ini, mengerahkan segenap kemampuan dan melakukan tebasan. "Tebasan ganda!" ucapnya dengan lantang.


Plash!


Bak karet yang dipotong, tentakel gurita terputus dan menghempaskan gurita air asin.


Darah menyebar dari dalam lautan, warna merah telah menghiasi permukaan air hingga beberapa mil jauhnya.


Setelah kehilangan tentakel gurita itu menyelam dan tak muncul lagi ke permukaan. Zhou Fan juga tak mengejar karena tidak mungkin baginya menyelami lautan yang tak tahu ada beast semacam apa di sana.


Selain itu ia telah kehilangan lebih dari setengah tenaga dalamnya untuk menghadapi gurita air asin.


Zhou Fan menyimpan pedangnya, berjalan ke tempat Ciu San serta Zhi Long berada. "Apakah kalian baik-baik saja?"


Pertanyaan ini sebenarnya sangat konyol, karena ia sendiri tahu jika dua saudara itu terluka karena serangan tentakel gurita air asin.

__ADS_1


"Makan ini, setelah itu kondisi kalian akan lebih baik." Ciu San serta Zhi Long menerima pill yang diberikan Zhou Fan, itu adalah pill pemulihan tingkat kesepuluh dan mereka langsung menelannya.


Penumpang kapal hanya dapat memandang Zhou Fan penuh rasa terima kasih. Bukan hanya sekali pria muda ini menyelamatkan mereka, tapi sudah dua kali.


__ADS_2