
Zhou Fan mengamati pria tua di hadapannya, jelas sosok ini tidak biasa, aura yang dipancarkan bahkan lebih kuat dibandingkan dengan Penatua Song.
Namun ketika mendengar nama pangeran kedelapan, spontan air muka Zhou Fan berubah.
Mungkinkah ini adalah rencana pangeran kedelapan untuk memisahkan dirinya dengan pangeran ketiga? Namun kenapa Shao Ziyu mengincarnya, apakah karena penolakan itu?
Zhou Fan berusaha tetap tenang, meski kekuatan pria tua ini berada di atasnya, bahkan jauh di atasnya, dia tidak boleh panik. Hal itu malah akan memperburuk keadaannya.
Melihat Zhou Fan yang hanya diam, pria tua tersenyum sambil berkata. "Apa kau sudah menyerah, pangeran kedelapan mempunyai tawaran menarik untukmu, bagaimana jika kau bekerja untuknya?"
Mata Zhou Fan berkedut, apakah itu artinya dia harus menjadi mata mata untuk pangeran kedelapan. Tidak, dia tidak bisa melakukan itu.
"Kau hanya punya lima detik untuk memilih, aku harap kau memberikan jawaban yang memuaskan." Pria tua mengangkat tangan kanannya, perlahan jari telunjuk berdiri merujuk pada angka 'satu'.
Zhou Fan hanya diam sambil mengeraskan rahang, giginya benar benar merapat bahkan suara gesekan pun terdengar jelas.
Pemuda itu tidak akan bisa lolos dengan mudah, setelah menghabiskan separuh dari tenaga dalam pada pertarungan sebelumnya, kini dia dihadapkan dengan seorang petarung senior.
Ini jelas merupakan jurang pedang, benar benar sebuah jalan terjal.
"Empat, sebaiknya kau segara berkata. Entah ada berapa bilangan sebelum sampai pada angka lima." Pria tua itu mengelus dagu sambil bersiap dengan belati di pinggangnya.
Hem...
Zhou Fan mendengus, pemuda itu mengeratkan genggaman pedang darah malam. Tangan kiri melemparkan beberapa pill pemulihan ke dalam mulutnya.
"Dengan beberapa pill pemulihan, bahkan tidak bisa membuatku berada dalam situasi terbaik." Zhou Fan membatin dengan nada mengeluh.
Itu adalah pill pemulihan tingkat kesembilan, kualitas terbaik yang dia punya. Namun pill pemulihan itu tidak dapat membuatnya kembali seperti sedia kala.
Setiap pill pemulihan hanya membantu memulihkan lima puluh persen dari tenaga dalam yang hilang, itu berarti akan butuh sangat banyak pill pemulihan untuk mengembalikan tenaga dalam sampai pada kapasitasnya.
"Li -- "
Trang!
__ADS_1
Belum sempat pria tua menyebutkan angka 'lima', pedang darah menyambar dengan kecepatan mengagumkan.
Namun bagaimanapun kekuatan pria tua berada pada petarung senior, jauh di atas Zhou Fan yang hanya petarung kaisar bintang lima. Serangan itu dekat dimuntahkan dengan belati yang kini berada di tangan kanannya.
"Formasi dunia api!"
Zhou Fan berteriak lantang, dia membuat sebuah formasi ruang yang selalu menjadi andalan.
Sebenarnya untuk menggunakan teknik tersebut, tidak dianjurkan untuk lebih dari satu kali dalam satu hari. Tetapi dia tidak punya pilihan, jika tidak menggunakan formasi dunia api, maka tidak ada kemungkinan untuk bertahan.
Pria tua yang melihat dinding samar mengelilinginya, dengan sumbang tertawa meremehkan. Dia melambaikan tangan hendak menghancurkan formasi Zhou Fan dengan formasi miliknya.
Pyar!
Bukan menghancurkan malah dihancurkan, formasinya bahkan belum sempat terbentuk dengan sempurna, tapi ketika dinding dua formasi saling bersentuhan, formasi miliknya hancur tak beraturan.
Tentu hal ini membuat wajahnya terheran, dia yang merupakan petarung senior, dipermalukan oleh seorang pemuda dengan kultivasi petarung tingkat kaisar bintang satu? Ini jelas merupakan penghinaan.
Pria tua tak lagi ingin bermain, dia bersiap dengan wajah serius, membuat Zhou Fan memainkan api di dalam formasinya.
Formasi dunia api sekarang benar benar menjadi dunia api, api berkobar menelan semua yang ada di dalam. Meski begitu tubuh pria tua tetap tenang di tepatnya berada.
Pria tua melesat memburu Zhou Fan, sementara pemuda itu membentangkan pedang darah malam di depan wajahnya.
Ketika belati beradu dengan pedang, tubuh Zhou Fan terpental hingga menabrak dinding formasi. Kekuatan pria tua itu benar benar kuat, andai bukan pedang darah malam yang beradu, mungkin sudah hancur menjadi debu.
Zhou Fan berdiri, dia benar benar dalam situasi buruk saat ini. Sejak berhadapan dengan pria tua, dia sudah melewati sebuah pertarungan, masih bisa berdiri itu jelas menunjukkan betapa besarnya keinginan untuk bertahan.
Namun tekad Zhou Fan tidak akan merubah niat pria tua yang ingin melaksanakan tugasnya. Dengan wajah dingin dia kembali bergerak memburu Zhou Fan.
Zhou Fan tentu tidak hanya diam, dia menebas dua kali dengan cepat. Sambil mengayun pedang darah malam dia berteriak 'tebasan ganda'.
Bersamaan dengan itu siluet dua tebasan tercipta, pria tua yang tengah melaju spontan memajukan belati di tangan kanannya, mulutnya berkomat kamit seolah merapalkan sebuah jurus.
Dari ujung belati keluar sinar samar layaknya benang sutra, sinar samar itu melesat dan menerjang dua siluet tebasan.
__ADS_1
BLAR!!
Ledakan terdengar sangat keras, tidak hanya keras tapi juga dahsyat. Bahkan formasi ruang yang diciptakan oleh Zhou Fan hancur karena kedua jurus yang saling beradu.
Pria tua masih berdiri di tempatnya dengan pakaian lusuh, tapi tidak ada luka di tubuhnya. Berbeda dengan Zhou Fan yang kini tergeletak dengan luka bagian dada.
"Aku telah memberimu pilihan gampang, tapi kau tetap melawan. Sayang sekali potensi sebesar ini harus mati di tanganku." Pria tua menggeleng dengan wajah tersenyum, dia menyesal tapi di sisi lain dia merasa senang karena telah menyelesaikan tugas.
"Sekarang waktunya kau mengucapkan selamat tinggal dengan dunia ini." Pria tua memegang belati secara terbalik, dia hendak menusuk Zhou Fan yang masih tergeletak dengan mata sayup.
Namun sebuah tombak melesat dengan sangat cepat, bahkan belati itu hancur dalam satu kali serangan.
Wajah pria tua sedikit berubah, dia kemudian mencari siapa yang melesatkan tombak kepadanya.
"Siapa itu?! Keluar kau!" Pria tua berteriak marah, tapi baru saja dua menutup mulutnya, sesosok bayangan melesat dan menyerang dengan brutal.
Phak... Bugh...
Tapi pria tua masih berada dalam sikap waspada, dengan sigap dia menangkis serangan tangan kosong dengan tangan kosong pula.
Namun perbedaan kekuatan di antara mereka sangat jelas terlihat. Dalam pertukaran selanjutnya pria tua sudah dalam posisi tertekan bahkan sudah terlihat tangannya gemetar.
Pria tua mencari cara untuk melarikan diri, ketika lawan memajukan tinju dengan cepat dia berkelit sambil memutar kakinya. Melihat lawan menunduk, pria tua dengan cepat menyepak perut.
Dengan itu sosok tersebut mundur, membuat pria tua berhasil melarikan diri.
Huh...
Sambil membuka topi jerami, sosok tersebut mengambil tombak yang masih menancap di samping tubuh Zhou Fan.
Seorang pria tua dengan pakaian lusuh penuh tambal duduk bersila di samping tubuh Zhou Fan, ketika memperhatikan jubah yang dikenakan oleh pemuda di hadapannya, pria tuan itu tersenyum.
"Jika bukan karena perlindungan jubah ini, besar kemungkinan dia akan tiada." Pria tua itu kemudian menekan beberapa titik saraf Zhou Fan, khususnya pada bagian dada yang terluka.
Perlahan pendarahan berhenti, dan pria tua itu sekali lagi menghela nafas rendah.
__ADS_1
Fuh...
"Dasar bocah ceroboh!"