
"Siapa di sana?"
Hem...
"Sepertinya aku tidak bisa terus bersembunyi." Zhou Fan keluar dengan begitu tenang, seolah dia tidak berniat sembunyi.
Ketika empat orang yang tengah berjaga melihat seorang pemuda mendekat, mereka langsung mengambil senjata masing-masing.
Zhou Fan masih tenang, membuat keempat orang menaikkan alis.
"Hei, nak. Pergilah, tempat ini terlalu berbahaya bagimu." Pria tua sambil memanggul kepak berkata kepada Zhou Fan dengan congkak.
Zhou Fan mengerutkan kening, tapi sesaat saja kembali tenang. "Pak tua, tak perlu banyak bicara. Rumput ganggang jiwa di dalam, aku menginginkannya."
Keempat orang itu tercengang mendengar apa yang dikatakan pemuda di hadapannya, bahkan saking terkejutnya mulut mereka sedikit ternganga untuk beberapa waktu yang lama.
"Kau mencari masalah?!" Pria tua yang memanggul kapak menajamkan matanya.
Zhou Fan malah tersenyum. Pemuda itu tidak peduli dengan ancaman mereka, yang terpenting rumput ganggang jiwa harus menjadi miliknya. Karena dengan itu dia bisa membuat pill kultivasi dan menerobos ke tingkat petarung suci.
Akankah dia harus menyerah, tidak mungkin. Rumput ganggang jiwa sangat sulit didapatkan, entah kapan lagi dia bertemu rumput ganggang jiwa jika melewatkan kesempatan kali ini.
"Satu orang senior bintang lima, yang lain bintang tiga. Aku bisa mengalahkan mereka." Zhou Fan bergumam pelan, pemuda itu kemudian mengeluarkan tombaknya.
Belum juga Zhou Fan menyerang, keempat pria itu melompat sambil mengayunkan senjata masing masing.
Tubuh Zhou Fan melenting ke samping, sambil menghindar dia melayangkan tusukan.
Bukan tusukan biasa, itu adalah Jurus Tombak Naga, jurus yang dia kuasai.
Crash...
Tombak melesat sempurna dan menembus dada salah satu pria yang mengenakan pedang.
Ketiga pria lainnya menggeram marah. Pria tua yang mengenakan kapak, tanpa basa basi melompat mengincar Zhou Fan. Namun sekali lagi dapat dihindari.
Tidak sampai di sana, dua orang lain yang tersisa menyerang dari samping. Ketika pedang hendak menebas kepala, Zhou Fan dengan cepat menarik kepala merunduk.
Wush...
Hanya angin yang tertebas, pedang melintas di atas kepala. Akan tetapi serangan masih terus berlanjut, pria tua dengan kapak kembali menyerang dan menggempur bersama kedua temannya.
Zhou Fan terus berkelit, melompat ke sana kemari menghindari setiap serangan yang diarahkan kepadanya.
Bang!
__ADS_1
Dalam satu waktu, Zhou Fan melakukan gerakan memutar sambil melayangkan tombak. Seketika gagang tombak itu menghantam tubuh salah satu lawannya.
"Dua," gumam Zhou Fan pelan sambil melesat mengincar salah satu dari dua lawan yang tersisa.
Ketika jarak hanya beberapa langkah, Zhou Fan melompat sambil menghantamkan tombak secara vertikal.
Pria yang menjadi incaran tidak hanya diam, dia menempatkan pedang sebagai tameng.
Pyar...
Kekuatan tombak tidak bisa ditandingi oleh senjatanya, bahkan pedang itu hancur dan tidak lagi terlihat wujudnya.
Zhou Fan menarik tombak, melesat sambil menebas.
Mungkin yang terlihat Zhou Fan hanya melintas, tapi sesaat kemudian pria itu terjatuh dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian.
Untuk beberapa waktu, pria tua yang menggunakan kapak terdiam di tempatnya. Begitu kesadaran telah kembali, dia meraung marah dan menerjang dengan dua kapak yang lebih kecil.
Alis Zhou Fan terlihat agak menyatu. "Ternyata kapak besar itu adalah gabungan dari dua kapak yang lebih kecil."
Blar!
Zhou Fan yang tiba tiba merasakan kekuatan besar mengarah kepadanya langsung melompat menghindar.
"Kekuatannya kini mungkin setara dengan kaisar bintang enam, tapi tetap saja itu tak akan berguna." Zhou Fan menyanggupi tantangan pria tua, dia melesat sambil menodongkan tombak.
Trank!
Tombak bergetar, tapi masih baik baik saja.
"Kapak itu setidaknya termasuk ke dalam rank legend." Zhou Fan dapat menilai kekuatan kapak setelah adu senjata dengan tombaknya.
Pria tua yang melihat serangannya dapat dipatahkan dengan mudah mendengus, kapak di tangan kiri melayang menyabit kepala bagian kanan.
Trang...
Zhou Fan menghalau dengan tombak, kemudian pemuda itu menyentak tombaknya, membuat kapak kembali ke tempatnya.
Bersamaan dengan itu, tangan lain Zhou Fan melayang dan meninju perut pria tua.
Bugh...
Pukulan sangat tepat mengenai ulu hati, membuat pria tua mengerang kesakitan sambil memegang perut yang mungkin meninggalkan memar.
Zhou Fan mendekati pria tua yang sudah melepaskan kedua kapak, kemudian melirik ke pintu goa yang tiba tiba bersinar.
__ADS_1
"Rumput ganggang jiwa!"
Zhou Fan langsung melesat tanpa lagi peduli dengan keadaan pria tua yang sekarat. Rumput ganggang jiwa merupakan satu-satunya bahan yang dibutuhkannya, semua bahan telah tersedia, kecuali tanaman herbal satu ini.
Memasuki goa, terlihat seorang pria tua berjubah coklat tengah bersiap melakukan pemurnian pill.
"Itu dia!" Pandangan Zhou Fan tak pernah lepas dari tanaman rambat yang berwarna hijau keperakan, itu adalah herbal yang dia incar, rumput ganggang jiwa.
"Ayo kita mulai." Pria tua mengeluarkan tungku besar dari cincin penyimpanan. Namun ketika ingin memulai, keningnya terlihat berkerut dan semakin lama semakin jelas.
"Keluar!"
Sambil menatap tajam ke samping, pria tua berteriak. Tangannya sudah bersiap dengan sebuah pedang.
"Pak tua, bagaimana jika aku menukar rumput ganggang jiwa milikmu dengan beberapa tanaman herbal lainnya." Zhou Fan keluar dari balik batu, pemuda itu berjalan mendekat sambil menampilkan wajah tenang.
Dia tidak terlihat seperti tengah masuki wilayah orang lain, menganggap itu adalah wilayah yang bisa dimasuki oleh sembarang orang.
Pria tua itu terlihat menyipitkan mata, dia tidak memikirkan perkataan Zhou Fan, tapi pemasaran bagaimana cara pemuda itu masuk ke dalam goa. Di luar ada beberapa orang yang berjaga, meski tidak sekuat dirinya, empat orang itu tidak lemah.
Seorang pemuda dapat masuk, apakah memang dari awal dia sudah berada di dalam goa, atau dia berhasil menyelinap tanpa diketahui empat orang di luar?
"Yah, jelas seperti itu. Bagaimana mungkin pemuda sepertinya mampu mengalahkan keempat orang sekaligus." Pria tua mengangguk, tangannya mengelus janggut putihnya yang panjang.
Beberapa saat, pria tua itu memejamkan mata. Ketika mata terbuka, urat kemarahan terlihat jelas di matanya.
"Kau yang melakukannya?!"
Zhou Fan tersenyum canggung sambil mengangkat kedua tangan. Dia seharusnya tahu tidak mudah membohongi seorang alkemis, karena alkemis dapat memeriksa keadaan sekitar dengan mengedarkan kekuatan persepsi spiritualnya.
"Mati!"
Pria tua menebaskan pedang dengan lantang, seketika sebuah bayangan pedang keluar dan bersiap menerkam.
Zhou Fan meraih tombak yang menggantung di punggungnya, mengeluarkan Jurus Tombak Naga untuk menghadapi serangan pria tua.
Blar!
Kedua jurus menyatu dan hancur lebur bersama, tidak ada yang tersisa kecuali tumpukan asap yang tebal.
Pria tua mendengus, tangannya melambai menghapus asap yang menggumpal. Pandangannya menatap tajam ke depan, sungguh tak menyangka jika pemuda ini dapat menghadapi serangannya.
Hem...
"Terlepas dari umur, kau layak menjadi lawanku." Pria tua berdiri, kini keduanya saling berhadapan dengan hanya berjarak puluhan langkah.
__ADS_1
Zhou Fan memutar tombak di tangannya. "Umur hanya angka yang akan terus bertambah."