
Zhou Fan menyelam, perlahan tapi pasti dia sudah mencapai dasar rawa. Tidak ada yang terlihat kecuali tanaman air yang rimbun.
"Apakah memang tidak ada suatu barang atau apapun itu yang berharga?" Zhou Fan membatin sambil terus mencari di dasar rawa.
Beberapa saat mencari, tapi Zhou Fan sama sekali tidak menemukan apapun. Benar benar tangkapan kosong.
"Apa ada suatu yang kau temukan?" Lan Ning yang melihat Zhou Fan keluar dari rawa memalingkan wajah dan bertanya.
"Sama sekali tidak ada." Zhou Fan menggeleng pasrah, memakai pakaiannya kembali.
Tetapi entah mengapa, pemuda itu merasa ini tidak semudah yang terlihat. Selain itu tidak mungkin para beast berkumpul hanya untuk minum, pasti ada suatu yang masuk akal.
Zhou Fan memandang pohon paling besar, tempat kera rambut emas muncul sebelumnya.
"Kenapa aku mempunyai firasat bahwa pohon ini yang menjadi penyebab semua beast berkumpul?"
Lan Ning memperhatikan dengan seksama, perlahan kerutan semakin jelas di keningnya.
Swush...
Tanpa berkata, wanita itu melompat dan mengambil beberapa buah seukuran lingkar ibu jari.
Melihat lebih dekat, Lan Ning seperti mengetahui sesuatu tentang pohon itu.
"Ini adalah buah colomadu, mungkin buah ini yang membuat semua beast berkumpul. Selain memiliki rasa yang manis, buah ini sangat bermanfaat bagi seekor beast, tapi tidak akan berguna bagi manusia." Lan Ning mengupas kulit buah di tangannya, memperlihatkan daging buah berwarna putih.
"Namun rasa manis ini bahkan lebih manis dari madu." Lan Ning memasukkan buah colomadu ke dalam mulutnya.
"Kau mau coba?" Lan Ning mengulurkan tangannya, memberikan buah colomadu kepada Zhou Fan.
Spontan Zhou Fan meraih satu buah colomadu, tidak dia makan, melainkan ditatap dengan tatapan tajam. "Apa benar ini tidak akan berguna?"
Lan Ning mengangguk, lalu menjelaskan. "Dalam tubuh setiap beast, memiliki sebuah organ yang berfungsi untuk mengurai setiap mineral yang masuk ke dalam tubuh mereka, tapi organ seperti ini tidak dimiliki oleh manusia. Itulah mengapa beast bisa mengkonsumsi tanama herbal bahkan tanpa diolah terlebih dahulu ...."
"Pada dasarnya, setiap makhluk memiliki kelebihan." Mendengar perkataan Lan Ning, Zhou Fan mengangguk setuju.
__ADS_1
Pemuda itu lantas masukkan satu buah colomadu ke dalam mulut. Begitu buah itu halus oleh hentakan giginya, cairan manis semanis madu mengalir di antara lidahnya.
Hem...
Zhou Fan menengadahkan kepala ke atas, dia masih bisa melihat banyak buah colomadu yang sudah masak menggantung di dahan pohonnya.
Meski tidak mendapatkan suatu yang berguna, dia telah mendapatkan hasil yang lumayan. Puluhan daging serta kristal beast sudah cukup untuk menghapus keringat kerja kerasnya.
"Setelah ini kita akan kemana?" Lan Ning ikut memungut buah colomadu, meski tidak begitu berguna untuk seorang kultivator, itu masih dapat dimanfaatkan.
Zhou Fan melompat turun, memandang ke sekitar.
"Ke sana." Zhou Fan menunjuk arah berlawanan dari letak padang pasir, pemuda itu berpikir padang pasir telah dilalui oleh Lan Ning, akan sia sia jika mereka harus menelusuri jejak sendiri.
***
"Guru, aku tidak sanggup lagi. Bisakah kau berbalas kasihan kepadaku?" Lan Ning berkata dengan nafas yang tak beraturan.
Terlihat wajahnya pucat penuh keringat, sangat jelas bahwa dia tengah kelelahan.
Zhou Fan berdiri, mendekati Lan Ning sambil melemparkan pill pemulihan. "Jika kau tidak memanfaatkan waktu sebaik mungkin, kesempatan untuk menyelamatkan adikmu juga semakin berkurang."
Aku tak boleh menyerah, adik masih menunggu.
Kalimat itu yang senantiasa terlintas dalam benaknya, keinginan untuk menyelamatkan adiknya benar benar besar, bahkan sampai pada tahapan bisa mengorbankan dirinya sendiri.
Lam Ning yang kembali bersemangat, membuat Zhou Fan tersenyum.
Alasan Zhou Fan mau mengajari teknik formasi tentu saja karena kristal beast tingkat kedelapan yang sudah dijanjikan, tapi beberapa faktor lain juga berperan besar dalam keputusannya.
Salah satunya adalah, keadaan Lan Ning yang sama sepertinya. Berjuang demi menyelamatkan seorang yang berharga baginya, hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi Zhou Fan.
"Lihat, aku sudah bisa membuat bola air!" Lan Ning berkata dengan antusias, bahkan tanpa sengaja dia menghancurkan bola air yang telah ia buat.
Kecewa? Tentu dia kecewa karena bola air yang sudah dia ciptakan setelah beberapa waktu yang panjang, pada akhirnya harus kandas karena kecerobohannya.
__ADS_1
"Tak apa, itu sudah hampir sempurna." Zhou Fan sudah melihat apa yang dihasilkan Lan Ning, dia berkata seperti itu karena tidak bisa membiarkan Lan Ning terlarut dalam keputusasaan.
"Yah, akan aku lakukan sekali lagi!" Lan Ning mulai memainkan gerakan tangannya.
Mereka berada di sebuah sungai, Lan Ning turun dan berdiri di antara derasnya air yang terus mengalir, sementara Zhou Fan duduk di sebuah batu besar tak jauh dari aliran air.
Beberapa saat kemudian, Lan Ning dengan pengalaman keberhasilan pertamanya, berhasil menciptakan bola air yang kedua, bahkan yang ini terlihat lebih stabil, dan benar benar bundar.
"Guru, sekarang apa yang harus aku lakukan." Lan Ning memainkan bola air dengan girang, rasa percaya dirinya benar benar meningkat setelah berhasil menuntaskan pekerjaan rumahnya.
"Lebih baik istirahat terlebih dahulu, aku sangat lapar, kau bisa membakar beberapa ikan." Zhou Fan merebahkan tubuhnya di atas batu.
Lan Ning melakukan apa yang Zhou Fan katakan, dia mulai mencari ikan tanpa mengeluarkan kata atau ekspresi keberatan, benar benar patuh layaknya domba yang jinak.
Memiliki seorang murid ternyata tidak begitu buruk!
Zhou Fan melirik Lan Ning yang berusaha menangkap ikan dengan sebuah tombak.
"Guru, ikan sudah didapat, apakah aku yang harus memasaknya?" Lan Ning menggaruk pipi dengan telunjuk, hal ini memicu pertanyaan besar di kepala Zhou Fan.
"Aku sama sekali tidak bisa memasak." Lan Ning berkata dengan suara lirih, saking lirihnya Zhou Fan hampir tidak mendengar apa yang ia katakan.
"Sepertinya harus aku yang melakukannya." Zhou Fan berdiri dengan enggan, meraih ikan yang telah ditangkap dan dibersihkan.
Lan Ning menundukkan kepala, sebagai seorang wanita dia malah tidak bisa melakukan hal yang seharusnya menjadi keahliannya. Ini benar benar memalukan, tapi apalah daya baginya yang sejak kecil hanya dihadapkan dengan kertas laporan bisnis dan juga pill kultivasi.
"Kau gantilah pakaian terlebih dahulu, jika ada seorang yang datang, mungkin akan ada suatu yang tidak diinginkan terjadi." Zhou Fam berjalan ke tepi sungai, mencari beberapa kayu dan langsung membakarnya.
Lan Ning yang menyimak perkataan Zhou Fan menyipitkan mata begitu mendengar kalimat terakhir yang dikeluarkan.
Mungkin akan ada suatu yang tidak diinginkan terjadi?
Perlahan matanya menyorot ke bawah, begitu menyadari pakaiannya yang terbuat dari katun itu basah dan memperlihatkan apa yang seharusnya tidak terlihat, wanita itu langsung menjerit.
Akh...
__ADS_1
Zhou Fan membalikkan badan, tapi dia tidak lagi menemukan Lan Ning di sana.
"Kenapa harus berteriak, aku kira dia sudah mengetahui penampilannya yang seperti itu." Zhou Fan menggelengkan kepala sambil menusuk ikan dengan salah satu ranting.