
"Jim, kita ke barat. Jika tidak melihat sendiri rasanya ada yang kurang."
Auk!
Zhou Jim langsung berubah menjadi besar, melesat membawa Zhou Fan di punggungnya. Serigala yang baru saja keluar dari ruangan itu mengalami sedikit peningkatan meski tidak pada kekuatan. Dia masih setara dengan petarung suci bintang satu.
Mereka bersama menuju perbatasan, ingin mengamati lebih lanjut apa yang terjadi di sana. Karena menurut perkataan penduduk setempat, di sana banyak terjadi penjarahan para bandit yang diduga adalah ulah Klan Sian Barat.
Zhou Fan sampai di Desa Xio, sebuah desa yang menjadi wilayah paling barat Kota Cahaya. Keadaan cukup lengang karena para penduduk tak beraktivitas, masih khawatir dengan keberadaan bandit yang kerap datang meminta jarahan.
"Kenapa kau di luar, cepat masuk!" Seorang wanita paruh baya menarik Zhou Fan untuk masuk ke dalam penginapan.
Zhou Fan yang tak melihat niat jahat wanita paruh baya dengan pasrah mengikutinya. "Bibi, sebenarnya ada apa?"
Setelah sampai di dalam penginapan, ternyata tidak hanya ada mereka. Melainkan ada beberapa orang lainnya.
"Para bandit itu akan datang, siapapun yang dilihat pasti akan berakhir buruk. Beruntung jika masih selamat, tapi kebanyakan mati di tangan mereka."
Perkataan wanita paruh baya membuat Zhou Fan terdiam. Entah sudah seberapa sering bandit datang membawa teror, sampai penduduk begitu ketakutan. Padahal mereka juga memiliki kekuatan, tapi tetap tak berani berhadapan dengan para bandit itu.
Seberapa kuat mereka masih menjadi pertanyaan. Yang jelas mereka tidak lemah karena mampu membuat penduduk panik dan langsung bersembunyi.
Suara tapak kaki kuda terdengar, sontak wajah mereka yang ada di dalam penginapan berubah pucat. Wanita paruh baya yang sempat menarik tangan kini berdiri dengan tangan gemetar, dia memiliki kenangan buruk terhadap kelompok bandit tersebut.
"Berpencar! Kumpulkan semua harta yang kalian temukan."
Dari lubang pintu Zhou Fan melihat puluhan pria menunggang kuda sambil membawa pedang. Jika ditelisik kekuatan mereka tidak kurang dari petarung senior, pantas saja penduduk tak bisa melawan.
__ADS_1
Mereka membagi menjadi beberapa kelompok, pergi ke berbagai sisi melakukan penyisiran. Ketika salah seorang bandit mendekati penginapan, Zhou Fan bersiap dengan tangan mengepal. "Bibi, kau mundurlah."
Wanita paruh baya mundur seperti yang dikatakan Zhou Fan, sementara dirinya memantau pergerakan seorang bandit yang semakin dekat dengan pintu penginapan.
Perlahan tangan terangkat hendak membuka pintu, bersamaan dengan itu Zhou Fan mendorong tangan menghancurkan pintu penginapan.
Blar!
Pintu hancur, tubuh pria terhempas. Ketua bandit yang melihat pria muda seorang diri di hadapan meteka tersenyum sinis. "Apakah kau bosan hidup?"
Zhou Fan menyipitkan mata, tangan mengayun dan sebuah energi melesat menghantam ketua bandit. Dia yang hanya petarung senior bintang sembilan langsung jatuh dari atas kuda. Hanya satu ayunan tangan sudah dapat melempar orang, kekuatan ini memang adalah milik tingkat petarung dewa.
Ketua bandit tak tahu tingginya langit, berpikir jatuh karena serangan dilakukan diam-diam. Ia sangat yakin jika diulang pasti dapat menahan.
Dengan dada membusung ketua bandit mengangkat pedangnya, dia melirik ke puluhan bawahan dan mereka langsung mengepung Zhou Fan. Namun terlalu meninggikan kemampuan mereka jika dapat mengalahkan petarung tingkat dewa, satu kali gerakan mereka terlempar.
Puluhan orang kembali menyerang, tapi sama seperti sebelumnya. Tubuh terpental kembali bahkan sebelum menyentuh pakaian Zhou Fan. Penduduk bermunculan, mereka sudah menenteng senjata dengan wajah geram.
Kelompok bandit seketika panik, ekspresi penduduk yang marah sangat mengerikan. "Mundur, mundur!" Mereka lari kocar kacir, tapi beberapa orang tertangkap dan langsung diberi pelajaran oleh para penduduk.
Zhou Fan diam tak berusaha mengejar, hanya memandang punggung ketua bandit yang lari tanpa menoleh ke belakang.
"Tuan, terima kasih. Terima kasih karena telah mengusir mereka." Wanita paruh baya sedikit tidak menyangka, pria yang sebelumnya ia tarik lari malah mengusir bandit dengan begitu gampang. Ia sedikit canggung saat bertatapan dengan Zhou Fan.
Zhou Fan mengangguk, kemudian mengeluarkan Zhou Jim dari saku jubah. "Tuan, engkau hendak kemana?" tanya wanita paruh baya.
Zhou Fan mengeluarkan sebuah botol giok, membuka dan meletakkannya di depan moncong Zhou Jim. "Mengunjungi pelaku di balik layar." Tepat setelah itu Zhou Jim melesat dengan dipandu oleh penciumannya.
__ADS_1
Sebelumnya Zhou Fan telah menabur sedikit bubuk obat, aroma sangat halus bahkan hampir tak tercium. Namun, bagi beast serigala seperti Zhou Jim sangat mudah menemukan keberadaan mereka. Hanya dalam kurun waktu beberapa saat, dengan cepat Zhou Fan telah melihat kelompok bandit yang berusaha lari.
Zhou Fan mengelus kepala Zhou Jim dan meminta untuk melambatkan kecepatannya. Mereka mengikuti sampai puluhan bandit itu masuk ke dalam sebuah kediaman.
Wajah Zhou Fan terpaku melihat gapura di hadapannya, "Klan Ma!"
Puluhan bandit sampai di depan gerbang, penjaga yang ada di sana membukakan jalan seolah memang telah mengenali mereka. Hal ini tidak terlalu mengejutkan karena Zhou Fan telah menebak pasti ada dalang di balik penyerangan bandit ke Desa Xio. Namun belum dapat memastikan apakah ada uluran tangan dari Klan Sian Barat, jika benar ada maka gurunya harus mengetahui hal ini.
Gerbang kembali tertutup, tapi kediaman Klan Ma tidak seketat istana kekaisaran. Zhou Fan melihat celah dari dinding sebelah utara, memanfaatkan situasi dan menyusup masuk ke dalam.
Wilayah Klan Ma seperti sebuah kota, terdapat banyak bangunan dan juga pasar di dalamnya. Hal ini malah mempermudah Zhou Fan dalam membaur dengan penduduk lokal.
Zhou Jim berubah kembali menjadi kecil, dia duduk dengan tenang di saku jubah. Sementara Zhou Fan mengikuti kelompok bandit yang telah membuka identitas asli mereka.
"Ternyata mereka adalah orang Klan Ma sendiri, aku harus memastikan keterlibatan Klan Sian Barat dalam kasus ini." Zhou Fan menyipitkan mata ketika puluhan orang itu memasuki kedai, tapi tak lama mereka keluar dan lanjut berjalan.
Zhou Fan mengikuti mereka, tapi ketika puluhan orang memasuki kawasan kediaman Klan Ma. Zhou Fan tak bisa masuk karena mendapati begitu banyak penjaga. Memutuskan kembali perhatian teralihkan oleh sebuah energi yang seolah menariknya.
Tanpa sadar kaki melangkah, membawanya menuju hutan belakang kediaman Klan Ma. Zhou Fan menyadari ada yang menarik dirinya, tapi tak tahu apa itu.
Sejenak energi terasa lebih jelas, perlahan terasa samar. Begitu seterusnya. Zhou Fan yang penasaran mencari tahu dari mana sumber energi yang menarik dirinya, langkah kakinya berhenti di sebuah mulut goa yang ada di wilayah hutan belakang.
"Masuklah, aku akan memberimu kekuatan."
Suara serak dengan intonasi rendah terdengar menyakinkan. Namun, Zhou Fan yang bisa merasakan kekuatan dari dalam muncul keraguan untuk memeriksa.
"Masuklah, kau akan menjadi kuat."
__ADS_1
Suara itu kembali terdengar. Zhou Fan menguatkan tekad, berjalan masuk ke dalam.