Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 86 : Malam yang Panjang


__ADS_3

Kota Chen bagian utara...


Pangeran pertama yang membawa begitu banyak orang, merasa tidak akan leluasa jika terus bergerombol. Akhirnya dia memutuskan untuk membagi menjadi kelompok lebih kecil yang terdiri dari belasan orang.


"Bersihkan area dalam radius satu kilometer, setelah bersih berkumpul kembali dan maju bersama, jangan ada yang maju sendiri atau akan aku pastikan menyesal." Pangeran pertama berseru lantang, semua yang ada di sana mengikuti perintahnya tanpa terkecuali.


"Pak tua Song, kau lebih tahu kota ini dari pada yang lainnya. Kau pimpin jalan, setelah mengendalikan kota ini, maka kau akan menjadi pemiliknya." Shao Ji - pangeran pertama berkata kepada Song Akoi.


"Seperti yang pangeran pertama inginkan. Pria tua ini akan memandu jalan, jalan rahasia serta lorong tersembunyi, tidak ada yang tidak diketahui." Song Akoi berkata dengan begitu hormat, dia kemudian melesat membuka jalan.


"Pangeran pertama, apakah anda yakin jika pria itu dapat dipercaya, dia masih merupakan bagian dari Klan Song, pendukung pangeran ketiga." Pria tua berjambang panjang dengan dahi lebar berkata sambil mengeluarkan tatapan tidak suka, tentu saja tatapan itu diarahkan kepada Song Akoi yang berlari menjauh menyisir keadaan.


Shao Ji tersenyum misterius. "Kasim Tong, kau tidak perlu khawatir. Semua sudah berada dalam kendali pangeran ini."


Kasim Tong menyipitkan mata, sejurus kemudian dia tersenyum penuh arti. "Jika demikian, kasim tua ini bisa tenang."


"Mari kita selesaikan ini, mereka hanya ada satu petarung suci, tidak sulit untuk dihadapi." Shao Ji berkata dengan penuh percaya diri. Dia kemudian melesat mengikuti Song Akoi bersama Kasim Tong serta belasan orang lainnya.


Kota Chen sangat padat, banyak persimpangan yang harus dijelajahi, oleh karena itu pangeran pertama memutuskan untuk membagi kelompok.


Dia tidak tahu keputusannya untuk membagi kelompok telah tercium oleh Zhou Fan, dan saat ini pemuda itu bersama dengan ratusan orang berdiam diri menanti mangsa dalam kegelapan.


***


"Tuan muda, ada yang mendekat." Ciu San mengatakan dengan semangat, dia begitu tak sabar untuk turun dan bertarung.


"Tunggu sebentar, kita tidak tahu jumlah mereka. Ketika mereka mendekat, itu saat bagi kalian menuntaskannya." Zhou Fan mengangkat tangannya sambil melirik Ciu San yang sudah siap dengan kapak di tangannya.


"Tuan muda, sepertinya kelompok lain telah memulai perburuan." Zhi Long tersenyum, telinganya yang memiliki kepekaan lebih tinggi dari semestinya mendengar samar teriakan teriakan yang begitu menyakitkan.


Zhou Fan memalingkan wajahnya memandang Zhi Long. "Berapa kelompok yang sudah mulai beraksi?"


"Mungkin dua, tapi tidak tahu dua kelompok lainnya, mereka sudah tidak berada dalam jangkauanku." Zhi Long menghela nafas dengan kecewa.


Zhou Fan mengangguk. "Mungkin mereka semua telah melakukan tugasnya, sekarang waktu bagi kita menyelesaikan bagian yang ada di sini."

__ADS_1


Zhou Fan melompat dan menerkam salah satu pasukan di bawah tempat dia bersembunyi sebelumnya.


Crash...


Dengan belati kecil dia menikam bak seorang pembunuh veteran. Satu orang mati, tapi belasan orang lainnya masih berdiri.


"Ada serangan!" Meski agak terlambat, mereka berteriak kencang.


Blam!


Tanah berguncang ketika dia pria gempal turun dari atas dan berdiri di belakang seorang pemuda yang keluar pertama.


Satu dari pasukan pangeran pertama memeriksa, tak mendapati kehadiran lainnya, dia tertawa sumbang. "Hanya bertiga? Kalian terlalu memandang tinggi diri sendiri."


Zhou Fan melirik Ciu San, sedetik kemudian melirik Zhi Long. "Serang!" Suara itu memang pelan, tapi begitu tegas dan penuh intimidasi.


Zhi Long melesat dengan kapak di tangan kanannya, sementara Ciu San di tangan kiri. Ketika mereka bergerak berdampingan, itu bagai sayap yang membentang.


Belasan orang bersiap, mereka tak akan mengira hanya dengan dua orang mereka akan dikalahkan. Namun tidak butuh waktu lama untuk membuktikan, karena hanya dalam waktu beberapa menit belasan orang itu terbujur tanpa nyawa.


"Adik, berapa banyak yang kau bunuh?" Ciu San berkata kepada Zhi Long. Sebelum memberikan waktu bagi saudaranya menjawab, dia kembali berkata. "Setidaknya tujuh orang berakhir di tanganku."


"Tidak banyak, hanya sembilan." Zhi Long menjawab sambil membersihkan kapak yang terkena noda darah.


Perkataan yang begitu santai sontak membuat wajah Ciu San menjadi kecut.


Zhou Fan menggeleng melihat kelakuan dua rekannya, dia kemudian bersiul dengan nada tinggi. Tak lama kemudian Zhou Jim datang, serigala itu terlihat telah menemukan apa yang diperintahkan.


"Tunjukkan jalannya," ucap Zhou Fan dan dengan itu Zhou Jim melesat cepat.


Zhou Fan melirik Dua Kapak Kembar. "Cepat, ada mangsa lain."


Ciu San yang semula berwajah suram langsung mengganti air mukanya, mengikuti Zhou Fan dengan riang. "Tuan muda, serahkan kepada kami."


Zhi Long melompat ke atap bangunan, melompat dari bangunan satu ke bangunan lainnya. Mereka bergerak beriringan, sementara Zhou Jim masih di depan dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Perlahan Zhou Jim berhenti, nampak hidungnya mengendus aroma di sekitar, sepertinya dia telah menandai aroma mangsa yang telah ditemukan.


Auk!


Zhou Jim menyalak satu kali, kemudian melompat ke atas dan berlari memasuki sebuah bangunan agak besar.


Zhou Fan menyipitkan mata, dia berhenti dan mengamati situasi. "Kalian berdua bergerak dari belakang, sepertinya ada belasan orang di dalam."


Tanpa berkata Ciu San langsung melompat dan memutari bangunan. Zhi Long beberapa saat terdiam di tempatnya, tapi sejurus kemudian dia mengikuti kemana saudaranya beranjak.


Zhou Fan sekali lagi mengamati keadaan sekitar, setelah memastikan tidak ada siapapun di sana dia masuk melalui jendela tempat Zhou Jim melompat.


Grt...


Zhou Fan melihat Zhou Jim menggeram di depan salah satu pintu ruangan. Untuk beberapa waktu dia hanya memandang pintu di depannya, tapi ketika mendengar suara gaduh di dalam, spontan menggerakkan tangan.


Blar!


Pintu hancur berkeping-keping, tapi matanya terlihat menyipit melihat apa yang ada di depannya.


Memang ada belasan orang, tapi mereka tidak seperti seorang yang mempunyai kekuatan, pria tua serta wanita dan juga anak anak, duduk saling berhimpitan di sudut ruangan.


"Tuan muda, kami tidak menemukan siapapun. Sama sekali tidak ada." Ciu San tiba tiba saja sudah ada di samping Zhou Fan, ketika matanya memandang ke dalam ruangan, dia bisa melihat belasan orang dalam kondisi kurang baik.


"Tuan muda, mereka -- "


"Mungkin mereka adalah penduduk desa ini, basis mereka terlalu rendah untuk melawan, jadi mereka berlindung di sini." Zhou Fan memutar tubuhnya, hendak melenggang pergi.


"Apakah tidak sekaligus membawa mereka? Apakah kita akan meninggalkan mereka di sini?" Ciu San memandang belasan orang di dalam ruangan, meski dia dulu adalah seorang bandit, tapi dia sama sekali tidak pernah melukai orang lemah.


"Untuk saat ini, meninggalkan mereka lebih baik daripada membawa serta mereka." Zhi Long entah sejak kapan dia sudah berada di belakang Ciu San.


"Yang dikatakan Zhi Long benar, ikut bersama kita malah akan mendatangkan bahaya bagi mereka." Zhou Fan kemudian melesat pergi.


Dua Kapak Kembar mengikuti di belakang, juga ada Zhou Jim yang tak ketinggalan.

__ADS_1


Zhi Long berhenti, menguat semuanya ikut berhenti. "Tuan muda, ada pesta di utara!"


__ADS_2