Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 137 : Miao Ling yang Menghilang


__ADS_3

Krauk... Krauk...


Zhou Jim menggigit para bajak siluman, mereka berteriak kesakitan. Namun serigala itu tak mempedulikan, terus mengoyak dengan giginya yang tajam.


Sekarang tak ada lagi yang tersisa, hanya kehancuran. Bahkan gubuk yang semula berjajar rapi kini hancur berserakan, telah menjadi puing-puing.


Zhou Fan mengedarkan pandangannya, melihat Ciu San memungut beberapa cincin penyimpanan dari para bajak siluman.


Pria bertubuh gempal dengan kulit sawo matang itu tersenyum ketika Zhou Fan memandang. "Hehe, sayang jika dilewatkan tuan muda." Tanpa sungkan ia terus mengumpulkan sisa cincin di sekitarnya.


Zhou Fan beralih memandang Zhi Long, pria itu mengangguk mendapati tanda dari sang tuan muda.


Perlahan ia memusatkan pendengarannya, memastikan keadaan telah berada dalam kondisi aman.


Sekali lagi ia mengangguk, mengacungkan jempolnya.


Zhou Fan melirik ke arah Zhou Jim, bergerak melanjutkan penelusuran. Ada dua jalan, tapi yang satu merupakan jalur yang telah di lewati oleh Ciu San dan Zhi Long. Jadi sudah pasti jalur terakhir merupakan jalan menuju ke pusat markas bajak siluman.


"Tuan, kita telah menghabisi seluruh anggota bajak siluman. Namun masih ada beberapa tetua serta ketua, mereka berada di tingkat petarung senior bintang tujuh. Bahkan ketua sendiri merupakan petarung senior bintang sembilan."


Mendengar perkataan pria paruh baya, Zhou Fan menyipitkan mata. Ternyata masih ada beberapa orang yang belum keluar, apa yang mereka rencanakan sampai tak menunjukkan diri walau markas telah hancur berantakan.


"Di mana mereka?" tanya Zhou Fan.


Pria paruh baya mendadak ragu, dia tak tahu apa yang ingin dilakukan Zhou Fan menanyakan keberadaan tetua serta ketua bajak siluman. Namun tetap ia menunjukkan di mana keberadaan mereka, mulai melangkahkan kaki masuk lebih ke dalam.


Beberapa lama mereka sampai di sebuah kediaman besar, Zhou Fan benar-benar terkejut melihat ada sebuah kediaman di tengah pulau ini. Ukurannya juga tidak main-main, cukup besar jika membandingkan dengan kediaman bangsawan Kota Dianlan.


"Apakah kau tahu di mana letak para tawanan disembunyikan?" tanya Zhou Fan.


Pria paruh baya menggeleng, membuat Yin Cun yang sejak tadi diam menggeram murka. "Kau bagian dari mereka, bagaimana mungkin tidak tahu!"


Kaki pria paruh baya mundur perlahan, "Aku memang tidak tahu, tugasku saat itu hanya menangkap tawanan. Bahkan kedalaman kediaman ini hanya bisa dimasukin oleh beberapa orang."

__ADS_1


"Yin Cun, tenanglah. Saudari Miao Ling pasti baik-baik saja." Zhou Fan menengahi, karena keberadaan pria paruh baya itu masih dibutuhkan.


Mereka pada akhir masuk ke dalam kediaman, namun ruangan di dalam nampak kosong tak berpenghuni. Zhou Fan mengamati dengan seksama, menjumpai sebuah tangga yang dirasa akan membawa mereka menuju lantai dua.


Perlahan Zhou Fan membawa keempat orang lainnya serta Zhou Jim menaiki tangga, dan mereka sampai di depan pintu yang cukup besar.


Pintu terbuka, ternyata tidak terkunci. Zhou Fan masuk, terlebih dahulu memeriksa. Matanya terbelalak, melihat puluhan orang dirantai di dinding. Mereka tak bergerak, karena tangan kaki bahkan tubuh pun menempel di dinding.


Melihat kedatangan Zhou Fan, puluhan orang menampilkan ekspresi dingin. Mereka mungkin berpikir bahwa Zhou Fan berada satu kapal dengan para bajak siluman.


Zhou Fan mengamati, dan tak satupun dari mereka adalah Miao Ling. Ia baru saja akan keluar, tapi salah seorang dari mereka meminta tolong.


Langkah kaki Zhou Fan seketika terhenti, apakah ia harus menyelamatkan mereka, sedang tujuannya adalah mencari keberadaan Miao Ling. Bukan tak mau membantu, tapi keberadaan mereka hanya akan menyulitkannya, terlebih jika bertemu dengan ketua serta tetua bajak siluman.


"Toloong... "


Hati Zhou Fan bergetar, ia tak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Sambil mengertakkan gigi ia membalikkan tubuhnya, melepaskan rantai seorang yang berkata 'tolong' kepadanya.


Trank...


Tubuh pria itu langsung terjatuh duduk untuk beberapa waktu kemudian berusaha untuk berdiri. Zhou Fan melepaskan cincin penghilang kultivasi yang tersemat di jari pria itu, mengembalikan kultivasinya.


Melihat salah satu dari mereka terbebas, puluhan orang lainnya mulai meminta pertolongan Zhou Fan. Namun suara yang keras membuat Zhou Fan kesal, dengan cepat ia menyuruh mereka semua untuk diam.


"Diamlah, atau aku tak akan melepaskan kalian!" ancam Zhou Fan, ia kemudian melirik Ciu San serta Zhi Long dan membantu mereka semua.


Puluhan orang telah terbebas, cincin penghilang kultivasi pun telah dilepaskan. Wajah mereka nampak senang, tapi tak bertahan lama karena sebuah suara tapak kaki membuat mereka terdiam.


"Dia datang, dia datang, dia datang!" Salah seorang pria berkata, nampak ekspresi wajah mereka sangat ketakutan.


Zhou Fan tak tahu siapa yang dimaksud 'dia', apakah sebegitu menakutkan sampai mereka semua menggigil gemetaran.


Seorang pria tua membuka pintu dengan santai, akan tetapi ekspresi berubah ketika melihat para tawanan telah terbebas. Semakin terkejut menjumpai beberapa sosok lain yang tak pernah ia lihat sebelumnya.

__ADS_1


"Siapa kalian?" tanyanya dengan spontan.


Zhou Fan menelisik pria tua di hadapannya, ia membawa beberapa peralatan termasuk jarum dan juga pisau kecil. Entah apa yang akan ia lakukan.


"Dia manusia gila! Dia melakukan percobaan terhadap kami, dia meneliti racun." Salah seorang pria memberitahu Zhou Fan.


"Kalian datang ingin mencuri bahan uji coba milikku, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi!"


Zhou Fan mengeluarkan tombak, ia tahu kekuatan pria tua ini berada di tingkat petarung senior bintang delapan. Jelas jika merupakan salah satu tetua.


"Tuan muda, hati-hati, dia adalah ahli racun." Zhi Long mengingatkan.


Zhou Fan tahu, dia sudah sangat waspada.


"Kalian bawa keluar mereka semua, aku akan mengatasi orang ini." Zhou Fan memutar tombak di tangannya, perlahan pusaran angin mulai tercipta.


Pria tua tersenyum, nampak meremehkan. "Sangat sombong!" ucapnya sembari meletakkan pisau kecil di pinggangnya. Ia memainkan jarum, itu adalah jarum beracun.


Zhou Fan melirik ke belakang, kembali berkata. "Cepat pergi!"


Semua orang bergerak, melesat keluar. Termasuk Yin Cun dan juga Dua Kapak Kembar.


Zhou Fan bukan khawatir atau tidak percaya diri menghadapi pria tua ini. Namun pengguna racun adalah lawan yang sulit, terlebih jika tetua yang lain datang kemari, keberadaan mereka hanya akan mengurangi fokus bertarungnya.


Dan benar saja, beberapa saat setelah kepergian Ciu San serta yang lain, muncul belasan orang. Mereka adalah tetua bajak siluman dan satu di antara mereka adalah ketua.


Ia dapat menebak siapa di antara mereka yang adalah ketua, karena kultivasinya yang paling tinggi, berada di tingkat petarung senior bintang sembilan.


"Ketua, para tawanan melarikan diri!" ucap pria tua kepada seorang pria berjubah hitam.


Ketua bajak siluman melirik ke beberapa tetua, memerintahkan mereka mengejar para tawanan yang pergi. Tiga orang langsung mengejar.


Zhou Fan tak menghentikan tiga tetua tersebut, karena dengan keberadaan Ciu San serta Zhi Long mereka tidak akan bisa melukai para tawanan.

__ADS_1


Sekarang sepuluh orang berdiri di hadapannya, sedang ia hanya ditemani serigalanya--Zhou Jim yang sudah memamerkan rentetan gigi tajamnya.


__ADS_2