
Satu hari sejak pertarungan Zhou Fan dengan pria tua suruhan pangeran kedelapan. Saat ini pemuda itu masih terbaring di sebuah batu pipih laksana tempat tidur.
Meski belum sadar, luka di tubuhnya sudah agak mendingan jika di bandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian matanya mengerjap dan perlahan terbuka. Sekilas terlihat wajah bingung, apa yang terjadi sebenarnya.
Seingatnya, dia berada dalam pertarungan dan tubuhnya dalam keadaan terluka. Namun sekarang bukan hanya dia masih hidup, tapi lukanya pun sudah tertutup.
Ketika matanya berputar, dia merasa jika sekarang berada di sebuah goa. Namun pertanyaan besar masih menghantuinya, siapa yang menyelamatkannya bahkan membantu merawat lukanya.
"Kau sudah bangun, aku kira akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk kau tersadar dari pingsan."
Mendengar suara dari pintu goa, Zhou Fan spontan menolehkan kepala, ketika melihat seorang pria tua dengan pakaian kumal, keningnya terlihat mengerut.
Bukankah dia adalah pengemis yang ditemuinya di Kota Lanqiao, kenapa dia berada di sini? Apakah pria tua ini yang menyelamatkannya?
Zhou Fan merasa tidak ada kesimpulan lain yang dapat dia pikirkan, sepertinya memang benar pria tua ini yang telah menyelamatkan dirinya bahkan merawat luka di tubuhnya.
"Senior, terima kasih." Zhou Fan berdiri, tapi baru saja dia berdiri tubuhnya langsung ambruk karena efek luka yang ada belum sepenuhnya menghilang.
Pengemis tua menggeleng dan memapah Zhou Fan untuk duduk. "Kau ini selalu ceroboh, jangan terlalu banyak bergerak, atau lukamu kembali terbuka."
Zhou Fan dengan patuh duduk di tempat pembaringan.
"Kau memiliki pelindung yang bagus. Jika tidak, mungkin aku tak akan bisa menyelamatkan nyawamu." Pengemis tua meraih mangkok yang sudah berisikan makanan, memberikannya kepada Zhou Fan.
Zhou Fan spontan menerima mangkok itu, tapi pandangannya terlihat bingung, apa maksud pria tua ini memberikan mangkok itu kepadanya.
Pengemis tua terkekeh, dia berkata sambil mengayunkan tangan ringan. "Makanlah, itu adalah bubur oriental yang dapat aku buatkan. Tak perlu berterima kasih, makan saja agar kau merasa lebih baik."
Zhou Fan melirik bubur di depan matanya, warnanya yang hijau seperti corak rumput hutan membuat pemuda itu menyipitkan mata.
Apa ini bisa dimakan?
Pertanyaan yang tiba tiba saja melintas dalam kepalanya. Saat menghirup aroma bubur, itu benar benar buruk, sekilas saja dia dapat merasakan jika bubur ini berbahaya.
Setidaknya bubur ini tidak akan membunuhku. Zhou Fan perlahan menyuapkan bubur ke dalam mulutnya, ketika bubur masuk ke dalam mulut, matanya terbuka lebar.
Ekk...
__ADS_1
Tanpa sadar Zhou Fan memuntahkan bubur itu, membuat pengemis tua menyipitkan mata tajam.
"Maaf senior, ini sangat pahit, tapi akan junior makan." Zhou Fan bertahap menelan bubur pahit itu.
"Tapi senior, sepertinya aku pernah merasakan bau ini. Sebenarnya bubur apa ini?" Zhou Fan yang telah menghabiskan bubur pemberian pengemis tua meletakkan mangkok dan bertanya.
Pengemis tua menatap Zhou Fan sembari tertawa canggung. "Rumput hutan, aku mencari beberapa sayuran tapi tidak menemukannya. Karena hanya ada rumput hutan, kenapa tidak dimanfaatkan."
Uhuk...
Zhou Fan menatap pria tua di hadapannya dengan mata berkedut. Sungguh, yang dia makan adalah rumput hutan? Bukan hanya tidak memiliki khasiat, rasanya sangat pahit. Pantas saja dia merasa kenal dengan aroma yang dikeluarkan.
Sekarang pandangan tertuju kepada pria tua berpakaian kumal, tidak ada kata yang bisa terucap dari mulutnya.
Huft...
"Senior, tidak bisakah engkau mencari daging beast? Bahkan beast tingkat satu lebih baik dibandingkan dengan rumput hutan." Zhou Fan mengatakan dengan nada mengeluh.
Sementara pria tua itu malah menggaruk kepala bagian belakang. "Aku adalah seorang vegetarian, tidak memakan daging. Aku kira kau juga sama sepertiku, tidak memakan daging."
Untuk beberapa saat Zhou Fan termenung mendengar penjelasan pengemis tua.
Huft...
"Maaf senior, seharusnya aku -- "
"Hahaha... Tidak perlu begitu sungkan, sekarang kau pulihkan dirimu, aku akan memberimu beberapa saran seperti yang aku janjikan." Pengemis tua pergi keluar dan memberikan Zhou Fan waktu untuk memulihkan diri.
Zhou Fan sekali lagi terdiam, dia mengingat tentang janji itu. Namun saat itu dia berpikir ucapan pengemis tua hanya sekedar basa basi belaka, tidak dia sangka jika pria tua itu serius ingin memberikan beberapa pelajaran kepadanya.
"Sebaiknya aku memulihkan diri." Zhou Fan duduk bersila sembari tangannya melemparkan pill pemulihan ke dalam mulutnya.
Beberapa waktu kemudian, Zhou Fan bangkit. Tidak mendapati keberadaan pengemis tua, Zhou Fan berjalan hendak keluar.
Namun begitu keluar, dia bisa melihat suatu yang sangat luar biasa. Di hadapannya ini bukan merupakan hutan Kota He, melainkan sebuah kawasan yang sangat indah.
Ternyata goa yang ditempatinya berada di atas tebing tinggi, di bawahnya terlihat hutan yang lebat dengan pemandangan menakjubkan.
"Aku tidak pernah melihat pemandangan seindah ini." Dari tempatnya berada, Zhou Fan dapat melihat lebatnya hutan dan air terjun yang curam, selain itu danau yang membentang di tengah hutan terlihat jelas dalam pandangannya.
__ADS_1
"Bukanlah sangat menenangkan? Namun ini bukan bagian dari Kota He, ini adalah pegunungan tinggi, merupakan kawasan paling timur Kekaisaran Shao."
Zhou Fan seketika berbalik, tapi pikirannya terfokus dengan penjelasan tempat yang dia dengar.
Jadi sekarang dia masih berada di wilayah Kekaisaran Shao.
Eh...
Pemuda itu tiba tiba menyadari kejanggalan, matanya terlihat menyipit.
Bukankah dia selalu berada di pintu masuk goa, bagaimana cara pria tua ini masuk? Seberapa kuat kah dia, bahkan dapat mengalahkan pria tua utusan pangeran kedelapan.
"Kemarilah!"
Zhou Fan mendekat ketika pengemis tua melambai kepadanya, tetapi pria tua itu malah menyerang dengan tombak miliknya.
Zhou Fan spontan menarik tubuhnya, tapi gerakan pengemis tua terlampau cepat, dia tidak bisa menghindar dari serangan itu.
Tubuh Zhou Fan terpental menghantam dinding goa, bahkan saking kerasnya permukaan goa terasa bergetar.
Pengemis tua tidak lagi menyerang, dia menyimpan tombak dan duduk di salah satu batu. "Reflekmu sangat lambat, bahkan jika kau memiliki pelindung yang dapat diandalkan, hanya dengan serangan petarung senior saja kau sudah pasti tewas."
Zhou Fan yang mendengar perkataan pengemis tua membelalakkan mata, bagaimana bisa pria ini mengatakan dengan enteng 'hanya petarung senior'. Apakah kekuatannya sudah berada di petarung suci, ataukah petarung dewa?
Mengerikan!
Jelas pria tua ini sangat kuat, bisa mendapatkan beberapa bimbingan dari seorang yang hebat, adalah sebuah keberuntungan.
"Ambil ini, kau harus menguasainya dalam satu bulan." Pengemis tua memberikan sebuah tombak besi biasa, dan juga sebuah kitab tanpa nama.
Zhou Fan mengerutkan kening, kenapa dia malah diberikan sebuah tombak. Meski dia bisa menggunakan beberapa senjata, dia tidak begitu ahli menggunakan tombak.
"Kenapa? Apa kau tidak ingin mengalami teknik tombak, asal kau tahu tombak merupakan senjata paling fleksibel."
Zhou Fan hanya diam membiarkan pria tua menjelaskan. Namun itu tidak sesuai harapan, pria tua itu malah pergi begitu saja tanpa memberikan sepatah kata pun.
Zhou Fan memandang kitab di tangannya, perlahan dia melirik tombak di tangan lainnya.
"Aku adalah Zhou Fan, selama berusaha, aku pasti bisa."
__ADS_1