Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 48 : Gagak Kristal Langit


__ADS_3

Emn...


Zhou Fan memandang dengan wajah puas, serigalanya telah mengalahkan dua lawan yang kini sudah dengan tubuh tercabik-cabik.


Zhou Jim menyeret babi bercula ganda dengan gigi taringnya yang tajam, ukuran babi bercula ganda yang agak lebih besar membuat serigala itu sedikit kesulitan.


Melihat hal itu Zhou Fan berdiri dan menghampiri Zhou Jim, tanpa basa basi langsung memisahkan bagian yang bisa dia manfaatkan dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.


Begitu halnya dengan macan ekor api, menyimpan daging serta kristal beast tingkat enam ke dalam cincin penyimpanan.


Mungkin kristal beast tingkat enam tidak dapat meningkatkan kultivasi Zhou Jim, tapi itu dapat menjadi makanan bernutrisi bagi serigala itu.


Zhou Fan kemudian berdiri, menyisir keadaan sekitar. Dia berpikir, tidak mungkin dia beast bertarung tanpa sebab akibat, yang pasti ada suatu penjelasan masuk akal yang menuntut mereka untuk saling membunuh.


Beberapa saat Zhou Fan mengedarkan indra penglihatan, tapi tidak menemukan apapun yang dapat menarik perhatian. Mungkin mereka merebutkan wilayah.


Zhou Jim yang sudah selesai dengan urusannya, tiba tiba menggeram sambil mengeluarkan sorot mata yang tajam.


Tak perlu dua kali untuk memastikan, Zhou Fan langsung tahu bahwa serigalanya merasakan sesuatu dari arah sana.


Zhou Fan melesat, begitupun dengan Zhou Jim yang selangkah di belakangnya. Beberapa saat kemudian keduanya berhenti ketika melihat bulu burung.


Bulu burung ini tidak biasa, ukurannya lebih sebesar jika dibandingkan dengan telapak tangan Zhou Fan ketika terbuka.


"Ini beast tingkat kedelapan, berelemen es!" Zhou Fan memperhatikan bulu yang berwarna putih keperakan, di setiap permukaannya seolah terselimuti es yang tipis.


Zhou Fan mengambil bulu burung itu, dia berniat mencari beast tersebut.


Meski masih berada di tingkat petarung senior, jika menghadapi beast tingkat kedelapan yang baru saja naik tingkat masih ada kemungkinan untuk menang.


Zhou Fan mendekatkan bulu di depan moncong Zhou Jim, beberapa saat serigala itu terlihat mengendus bulu di tangannya.


Ketika Zhou Fan menarik tangannya, Zhou Jim masih terdiam seolah tengah mencerna bau bulu burung.


"Apa kau bisa mengetahui keberadaannya?" Zhou Fan menyimpan bulu burung, kemudian memandang Zhou Jim dengan serius.


Awu...


Tanpa menjawab serigala merah tersebut melesat meninggalkannya.


"Bagus sekali!" Zhou Fan menyusul Zhou Jim, merasa serigala itu akan membawanya ke tempat beast tingkat kedelapan berada.


Zhou Jim terus bergerak dan Zhou Fan mengikuti di belakang. Tanpa sadar mereka masuk semakin dalam ke kawasan inti pegunungan tinggi.


"Apakah ini tempatnya?" Zhou Fan memandang jurang yang tidak terlihat ujungnya.

__ADS_1


Zhou Jim membawanya ke tepi jurang, membuatnya berpikir jurang ini adalah sarang beast tingkat kedelapan itu.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian terdengar suara 'kwak' dari bawah jurang. Seekor gagak dengan tubuh besar seukuran gajah, terbang dengan aura dingin menyebar dari setiap permukaan tubuhnya.


"Gagak kristal langit!" Zhou Fan memandang beast terbang itu dengan tatapan terkejut.


Gagak kristal langit merupakan beast yang langka, bisa menemukan satu dan itu adalah beast tingkat delapan merupakan sebuah ketidaksengajaan.


Wosh...


Belum sempat mengucapkan kata kata perkenalan, gagak kristal langit melebarkan sayap dan mengepak cepat.


Jarum jarum kecil yang terbuat dari es melesat ke arahnya, beruntung dia langsung membuat perisai, dan jarum itu dapat dihentikan meski perisai tenaga dalam langsung hancur berkeping-keping.


Zhou Fan tidak bisa diam saja, mengeluarkan tombak bersiap menyerang.


Kwak!


Gagak kristal langit membuka paruhnya, mengeluarkan suara yang dapat merusak gendang telinga.


Zhou Fan menyelimuti pendengaran dengan tenaga dalam, menutup semua akses suara yang terdengar.


Tidak sampai di sana, dia kemudian melompat dan mendorong tombak yang sudah siap melesat.


Namun tombak itu seolah membentur sebuah dinding baja, sangat keras.


Namun sekali lagi serangan dapat dipatahkan, bahkan gagak kristal langit mulai menyerang dengan gencar.


Zhou Fan sambil menghindar terus berusaha mengeluarkan serangan, tapi beast tingkat kedelapan memang tidak mudah dikalahkan.


Ck...


Zhou Fan menggeram kesal, pemuda itu melompat menjauh dan memperagakan gerakan 'Teknik Tombak Angin'. Perlahan sebuah pusaran tornado berputar menyelimuti tubuhnya, ketika tornado semakin besar tornado mulai menelan semua yang ada di sekitar.


Senyum tersungging di wajahnya, berpikir semua akan selesai dengan mudah. Namun itu tidak seperti yang dia pikirkan, gagak kristal langit masih terbang di udara, meski terlihat ada luka, beast itu masih baik baik saja.


Hal ini tentu membuat Zhou Fan terkejut, pasalnya kerusakan yang terjadi tergolong menakutkan, tapi gagak kristal langit ini masih bertahan.


Zhou Fan mengayunkan pedang mengeluarkan jurus 'Tebasan Ganda', entah sejak kapan pemuda itu telah menukar senjata di tangannya.


BLAR!


Ketika dua tebasan mengincar Gagak kristal langit yang masih terbang berputar, beast itu terlihat menghindar.


Hem...

__ADS_1


"Memang seperti yang aku pikirkan, inti kekuatannya adalah es, secara alami api adalah lawannya." Zhou Fan semakin menggenggam erat pedang darah malam.


Kwak!


Gagak kristal langit terlihat marah, beast itu menungkikkan tubuh dan melesat dengan paruhnya yang tajam.


Dhar!


Permukaan tanah hancur, luluh lantah akan hantaman paruh gagak kristal langit.


Hem...


Zhou Fan mendengus, beruntung dia sempat menghindar dari terkaman beast itu. Jika tidak, entah seperti apa keadaannya sekarang.


Gagak kristal langit tidak hanya diam setelah menyerang, sayap yang semula mengatup terbuka dan mengeluarkan hawa dingin yang mematikan.


Zhou Fan spontan menyelimuti tubuhnya dengan api, membuat hawa dingin yang dikeluarkan gagak kristal langit tidak berguna.


"Teknik Dewa Pedang!"


Zhou Fan melakukan gerakan tekniknya, pemuda itu berputar sambil mengayunkan pedang darah malam. Perlahan api mulai berkobar, menyelimuti pedang yang terus bergerak liar.


Gagak kristal langit tidak menunggu begitu saja, beast itu menyerang dengan semua usahanya.


Plash...


Ketika pedang darah malam membentur permukaan bulu Gagak kristal langit, percikan terlihat seperti kembang api.


Zhou Fan terus bergerak, dia menebas sambil terus melompat. Gagak kristal langit seolah merasakan rasa sakit setiap pedang darah malam menebas tubuhnya.


Kini beast tingkat kedelapan yang baru saja naik tingkat tersebut terlihat menghindari setiap serangannya, tapi tidak dia biarkan begitu saja.


Ketika gagak kristal langit terbang menjauh, Zhou Fan dengan sigap melompat dan menarik kaki beast itu. Tidak sampai di sana, dia menarik tubuhnya dan mendarat di atas punggung gagak kristal langit.


"Ingin lari? Tidak mungkin!"


Zhou Fan membalik pedang darah malam, memegang pedang terbalik dengan kedua tangan.


"Biar aku ambil kristalmu." Bersamaan dengan itu, Zhou Fan menusuk leher gagak kristal langit, membuatnya meronta dan terbang kacau.


Zhou Fan mengeratkan pegangannya terhadap leher gagak kristal langit, bertahan dari goncangan yang terus dilakukan oleh beast tersebut.


"Sialan, aku akan mengakhiri semua ini." Sambil tangan kiri berpegangan, tangan kanan menebas leher yang sudah terluka.


Crash...

__ADS_1


Tubuh gagak kristal langit langsung terhuyung jatuh. Setelah mendarat, Zhou Fan langsung melompat, di sampingnya sudah menanti jurang yang dalam, bergeser sedikit saja nyawanya sudah pasti melayang.


__ADS_2