Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 110 : Sebuah Kesepakatan


__ADS_3

Zhou Fan berada di sebuah kedai bersama dengan Heng Biyu, dia harus mendengar cerita dari wanita itu yang bahkan masih diragukan kebenarannya.


"Kau hidup serba ada, bahkan tak tanggung mengeluarkan uang yang tak sedikit. Siapa yang percaya jika hidupmu sangat menyedihkan." Bukannya Zhou Fan tak percaya, hanya saja cerita yang dikatakan seperti sebuah drama sandiwara.


"Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan ada kompetisi antar klan besar."


Zhou Fan mengangguk, dia mendengar kabar ini melalui Ciu San. "Jadi apa yang dapat aku lakukan?"


Membantu Heng Biyu juga tak masalah, asalkan kristal beast elemen es menjadi miliknya.


"Kau harus bertanding atas nama Klan Heng."


Mendengar ini Zhou Fan menyipitkan mata, "Aku masih tak mengerti dari mana letak kesedihanmu, ini sama sekali tidak berhubungan."


Heng Biyu mengelap matanya dengan sebelah tangan, "Tentu saja ini berhubungan. Banyak yang tak tahu jika tujuan sebenarnya dari kompetisi ini adalah memperebutkan tambang mineral yang berada di pusat Kota Hong."


Zhou Fan menyipitkan mata, sungguh ia baru mengetahui hal itu.


Namun Heng Biyu belum selesai, dia menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan penjelasan. "Melalui kompetisi lima perwakilan setiap klan akan memperebutkan tempat pertama dan akan membawa pulang hak atas tambang tersebut."


"Hak tersebut akan bertahan sampai dua tahun dan dengan bantuan tambang tersebut klan akan mendapatkan banyak keuntungan. Klan Heng tengah berada dalam situasi sulit, oleh sebab itu harus mendapatkan tempat pertama dalam kompetisi."


"Ini masih belum ada hubungannya denganmu," ucap Zhou Fan datar.


"Karena keadaan klan yang terpuruk, beberapa tetua termasuk ayahku mencarikan suami untukku. Namun siapa yang mengira jika semua adalah pria berumur tiga puluhan tahun. Kemudian aku pergi dari kediaman dan berniat mencari suami sendiri."


Mendengar pernyataan Heng Biyu, Zhou Fan tersenyum kecut. "Bagus sekali, kau menjadikan aku sebagai perisai."


"Jika kau bersedia menjadi suami ku, aku juga tak masalah." Heng Biyu mendekatkan wajahnya, membuat Zhou Fan menarik mundur tubuhnya.


"Perisai juga tak apa," ucap Zhou Fan yang membuat Heng Biyu mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


Zhou Fan memandang Hrng Biyu sekilas, sekarang ia tahu bahwa wanita ini bukan seperti yang dipikirkan sebelumnya. Beruntung ia tak sempat mengatakan suatu yang tidak tidak terhadapnya.


"Baiklah, aku harus pergi. Tapi kau harus ingat kristal beast tingkat delapan elemen es itu, atau aku tak akan bekerja sama denganmu." Zhou Fan bangkit dari tempat duduknya, namun dengan cepat Heng Biyu hentikan.


"Karena kau telah setuju, kita akan kembali menuju kediaman Klan Heng. Itu dilakukan agar semua orang percaya bahwa kau adalah calon suamiku."


Zhou Fan baru ingat, bahwa yang dapat mewakili klan dalam kompetisi adalah keturunan klan itu sendiri atau yang memiliki hubungan pernikahan. Jadi apakah ia harus bersandiwara menjadi tunangan wanita ini?


Namun ini juga adalah jalan untuk mendapatkan kristal beast elemen es. Lagi pula juga tidak ada apapun di antara mereka, hanya sebuah hubungan berlandaskan keuntungan.


"Aku akan ikut denganmu, tapi setelah menemui dua rekanku."


Heng Biyu mengangguk, "Baiklah, aku akan mengantarmu."


Kemudian Zhou Fan kembali ke penginapan, di sana ia bersimpangan dengan Dua Kapak Kembar yang baru saja kembali dari tugas yang diberikan tuan mudanya.


"Kalian tetaplah di sini, mungkin beberapa minggu. Aku akan pergi bersama dia, dalam kurun waktu tersebut." Zhou Fan mengeluarkan beberapa botol pill tingkat kesembilan, di antaranya adalah pill pemulihan dan juga ada pill bulan.


Tanpa bertanya keduanya mengangguk, kemudian menyerahkan dua kantung agak besar kepada Zhou Fan. "Tuan muda, semua bahan yang engkau minta berada di dalam."


Zhou Fan memasukkan kantung itu ke dalam cincin penyimpan, kemudian berlalu pergi bersama Heng Biyu.


"Adik, bukankah tuan muda terlalu beruntung? Kemanapun ia pergi, selalu saja ada wanita cantik yang mengerumuni." Ciu San memandang punggung tuan mudanya yang perlahan lenyap dari pandangan


"Di Kekaisaran Shao ada nona Lan Ning, kemudian di sini ada nona... siapa nama nya, apakah kau tahu?" Ciu San mengelus dagunya, kemudian menggaruk tengkuk kepala.


"Entah siapapun itu, yang jelas mereka bukan wanita biasa." Ciu San tersenyum, membayangkan bagaimana jika dirinya berada dalam posisi serupa.


Zhi Long yang melihat ekspresi sang kakak menepuk pundak nya dengan keras. "Kakak, kau jangan terlalu berkhayal. Lihat penampilanmu. Sudah tua, kulit gelap, wajah seram, tubuh gemuk. Hem... Hanya wanita tak waras yang mau bersamamu."


Perkataan Zhi Long cukup tajam, membuat wajah Ciu San berubah menghitam. "Coba ulangi, aku kurang dengar."

__ADS_1


"Dan ditambah pendengaran kurang, semakin menyempurnakan keburukanmu." Zhi Long tersenyum, kemudian melesat masuk ke dalam ruangan.


Dia yang selalu bersikap tenang itu masih menyimpan dendam atas sikap Ciu San kemarin di hutan. Sekarang mendapat kesempatan, ia tak mau melewatkannya.


"Kemari kau, aku akan menampar wajahmu hingga seram sepertiku." Ciu San menggedor pintu, tapi tak ada balasan dari dalam, membuatnya sangat kesal.


...


Sementara di sisi lain, Zhou Fan bersama Heng Gitu melintasi setiap desa yang ada dan tiba di kediaman Klan Heng setelah matahari terbenam.


"Nona muda, anda kembali?" Seorang penjaga gerbang berseru dengan semangat, tanpa basa-basi pria itu melesat masuk ke dalam.


Tak lama seorang pria tua datang dengan tergopoh-gopoh. "Yu'er, kemana saja kau pergi?"


"Tahukah kau jika keluarga bangsawan Jing telah datang beberapa hari belakangan? Mereka datang melamarmu, menikahkan putra tertua mereka denganmu." Pria tua itu berkata dengan marah.


Heng Biyu mendengus pelan, "Ayah, aku sudah mengatakan tak akan menikah dengan pria itu. Dia sudah berusia tiga puluh delapan tahun, terlalu tua dibandingkan denganku yang berusia dua puluh empat tahun."


"Kau tahu apa, ini juga demi kebaikanmu, kebaikan klan. Meski umurnya sudah berkepala tiga, tidak diragukan lagi dia adalah yang terkuat dalam jangkauan umur empat puluh tahun. Dalam kompetisi tiga belas hari lagi, Klan Heng pasti mendapatkan posisi pertama."


"Bukankah dia masih berada di petarung senior, mengapa terlalu dilebih-lebihkan?" Heng Biyu tetap bersikukuh.


Namun Heng Biyen--ayah Heng Biyu tersenyum mencibir. "Dia telah naik menjadi petarung suci, sekarang apa yang dapat kau katakan mengenai ini?"


"Tidak, aku tidak akan menerima pernikahan ini. Lagi pula aku telah mendapatkan calon suami, dia bisa mewakili Klan Heng dalam kompetisi antar klan besar."


Mendengar perkataan sang putri, Heng Biyen menoleh kepada pria muda yang ia kira hanya seorang pengawal. Juga bukan salahnya karena pakaian Zhou Fan yang serba hitam nampak seperti penjaga gerbang.


"Dia, apa yang bisa dia lakukan?"


Zhou Fan yang sejak tadi hanya diam sudah tak tahan untuk terus diam. "Sebagai seorang orang tua kau malah memaksa putrimu menikah dengan seorang yang tak ingin dinikahinya. Kemudian jika kau bertanya apa yang bisa aku lakukan ...."

__ADS_1


"Keluarkan senjatamu dan bertarung denganku!"


__ADS_2