
"Guru? Bagaimana keadaannya sekarang?" Zhou Fan dengan cepat menanggapi, dia sudah lama menantikan kabar gurunya, mungkin tak lama lagi mereka akan bertemu.
Namun ekspresi wajah murung Xi Yu'er membuat Zhou Fan seketika merubah air mukanya. "Apa yang terjadi?" Entah mengapa Zhou Fan merasa akan ada suatu yang tidak dia inginkan.
Xi Yu'er menghela nafas panjang, dia bahkan memejamkan mata sebelum mengatakan kabar mengenai Sian Lou.
"Kakek Sian Lou tidak berada di Kekaisaran Shao, mungkin dia sekarang berada di Kekaisaran Han. Kakakku menemukan sebuah surat di mana itu menjelaskan silsilah keluarga Kakek Sian Lou, dan yang paling tidak aku menyangka bahwa itu adalah salah satu Klan di Kekaisaran Han."
Xi Yu'er memandang Zhou Fan, ekspresinya tampak lebih tenang setelah mendengar kabar gurunya. Dia berpikir akan ada hal buruk yang terjadi, tapi itu tidak benar.
Meski kabar ini menjelaskan jika dia saat ini tidak akan bertemu dengan gurunya, dia sudah menemukan tempat keberadaannya, ia hanya perlu pergi ke sana.
Kekaisaran Han terkenal memiliki wilayah yang luas, mungkin bisa mendapatkan sisa kristal beast yang sangat sulit didapatkan di Kekaisaran Shao.
Zhou Fan kembali turun, dia mendekati Shao Mingrui yang nampak penasaran dengan apa yang dia bicarakan.
"Apakah anda Tuan Putri Xi?" Shao Mingrui sangat penasaran dengan identitas wanita muda yang kembali bersama Zhou Fan.
Xi Yu'er mengangguk tapi juga menggeleng. "Ya, tapi itu dulu. Sekarang hanya penduduk biasa." Saat berkata, wajahnya benar benar teduh, seperti tidak menyimpan niat tersembunyi dalam setiap kata yang dia katakan.
Shao Mingrui mangut mangut, dia tidak bertanya lebih lagi karena hanya akan mengungkap siapakah dia sebenarnya. Namun siapa sangka jika Xi Yu'er sudah menebaknya.
"Pasti anda adalah pangeran ketiga, saya sangat ingat ketika Tuan Muda Zhou memperlihatkan token pangeran ketiga." Xi Yu'er berkata dengan suara pelan, sangat pelan sehingga tidak ada yang bisa mendengar kecuali mereka berempat.
"Tuan Putri Xi memang memiliki mata yang tajam, tak mudah bersembunyi di depan mata anda." Shao Mingrui tidak menurunkan tudung, dia khawatir akan ada seorang yang mengenalinya, membuat semuanya menjadi kacau.
"Jangan memanggil dengan sebutan tuan putri, itu terlihat seperti Kekaisaran Xi masih berdiri. Panggil saja seperti Tuan Muda Zhou, Nona Xi, atau saudara Xi juga tak apa." Xi Yu'er benar benar wanita yang menarik, sangat pandai bersosial layaknya wanita bangsawan umumnya.
__ADS_1
"Aku tak bisa menemani lagi, ada banyak sekali pekerjaan, nikmati waktu kalian di rumah makan ini." Xi Yu'er kembali ke lantai dua, meninggalkan Zhou Fan serta dua orang lainnya.
"Bagaimana kau bisa mengenal Tuan Putri Xi?" Shao Mingrui memberikan pertanyaan yang cukup membuat orang gelagapan, meski itu tidak berlaku bagi Zhou Fan.
"Aku tak sengaja bertemu dengannya saat datang ke Kota Lanqiao." Shao Mingrui tidak bisa mendesak Zhou Fan untuk mengungkapkan lebih banyak, dia sendiri ingat jika Zhou Fan pernah pergi ke kota ini setelah kembali dari ibukota.
...
"Berhenti di sana, berbaris jika ingin keluar Kota Lanqiao. Lima untuk setiap nyawa yang keluar," teriak beberapa orang berpakaian seperti bandit.
Zhou Fan sekilas langsung tahu jika mereka adalah sekelompok dengan bandit yang ditemui di rumah makan, bandit yang merusuh di Kota Bei Xian.
"Hei, kemana kau akan pergi, bayar dulu jika ingin pergi." Salah seorang pria dengan berani menarik tangan Zhou Fan, bahkan mencoba menjatuhkan dengan kedua tangan.
Namun apa yang dia lakukan sia sia, Zhou Fan bukan hanya tetap bergeming, pria yang mencoba menjatuhkannya malah terlihat kesakitan memegang sebelah tangan dengan tangan lainnya.
Pria lain bertubuh besar mendekat. "Atas dasar apa? Atas dasar kami lebih kuat, kau ada masalah?!" Di akhir kalimat, pria besar meludah ke depan, ludahnya hampir saja mengenai wajah Zhou Fan jika tidak sempat dia hindari.
"Kuat? Aku ingin lihat seberapa kuat kalian sebenarnya." Zhou Fan mengeluarkan tombak.
Pria berbadan besar malah tertawa. "Dasar cecunguk, kau pikir aku otak udang yang begitu mudah kau kalahkan, tak perlu banyak orang, aku saja sudah cukup untuk memberimu pelajaran." Pria berbadan besar mengeluarkan pedang.
Zhou Fan menarik sedikit sudut bibirnya, setelah kerutan itu hilang, dia melesat dan menebaskan tombak.
Crash!
Dengan hanya satu kali gerakan pria berbadan besar tumbang dengan tubuh terkoyak.
__ADS_1
"Kau memang otak udang!" Zhou Fan mendengus dan mengelap mata tombak yang terkontaminasi noda darah.
Beberapa bandit yang tersisa berdiri dengan kaki lemas, bahkan untuk menahan tubuh meraka saja terlihat sangat kesulitan.
Namun belum sempat bereaksi lebih banyak, nyawa mereka telah hilang, kesadaran perlahan lenyap dan satu persatu mulai jatuh menghantam tanah dengan keras.
Puluhan orang memandang sosok berjubah hitam bersenjatakan tombak, mereka sangat kagum melihat begitu mudahnya dia mengatasi puluhan bandit yang memblokir perbatasan Kita Lanqiao.
Meski begitu tidak ada yang berani menyapa ataupun mengucapkan terimakasih, mereka terlalu takut dengan kekuatan Zhou Fan. Terlebih Zhou Fan mengenakan jubah hitam, membuat kesannya menjadi misterius.
Shao Mingrui hanya bisa melongo, dia bisa memastikan jika para bandit memiliki kultivasi petarung kaisar, tapi dengan mudah dikalahkan oleh Zhou Fan, sebenarnya seberapa kuat saudaranya itu?
Dia tidak akan pernah mengira jika Zhou Fan telah berada di tingkat petarung suci, karena pada dasarnya, di Kekaisaran Shao tidak banyak yang mencapai tingkatan petarung suci, mungkin tidak lebih dari hitungan jari.
Setelah itu Zhou Fan serta dua orang lainnya melanjutkan perjalanan, mereka melintasi sebuah pegunungan yang memisahkan dua kota, menjadi perbatasan yang cukup membahayakan.
Kota Xinyan tak jauh lagi, terlihat sebuah gapura yang tersusun dari batu bata merah bertuliskan 'Xinyan' di atasnya. Pemandangan kota yang lebih baik dibandingkan dengan Kota Lanqiao dapat disaksikan dari luar.
Memang Kota Lanqiao yang sudah beralih kepemimpinan membuat keadaan kota menjadi memburuk, banyak sekali bandit yang berdatangan semakin memperparah keadaan.
Kota Xinyan merupakan kota yang dibebaskan, itu seperti sebuah hak khusus bagi kota tersebut. Sekte Hati Surgawi, itu adalah pemimpin atau lebih dikenal dengan penguasa Kota Xinyan.
Kekaisaran Shao, lebih tepatnya adalah kaisar generasi terdahulu mempunyai perjanjian tertulis dengan penguasa Kota Xinyan yang dahulu adalah Patriark Sekte Hati Surgawi. Dalam perjanjian itu, membahas beberapa hal istimewa yang dimiliki penguasa Kota Xinyan.
Oleh karena itu tidak ada yang berani menyerang ataupun mencoba merebut Kota Xinyan dari tangan Sekte Hati Surgawi. Jika satu dari dua pangeran ada yang berani melakukannya, maka bersiap saja akan kehilangan kesempatan menjadi kaisar berikutnya.
Zhou Fan mengangguk mendengar penjelasan Shao Mingrui, dia sekarang mengetahui mengapa Kota Xinyan begitu tenang di tengah gejolak perebutan kekuasaan.
__ADS_1