Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 55 : Berhadapan dengan Petarung Suci


__ADS_3

Hem...


Zhou Fan menelisik kekuatan pria tua di hadapannya, tapi yang dia dapatkan hanyalah celah besar yang tak berdasar.


"Dia kuat, mungkin sudah menginjak petarung suci bintang satu." Zhou Fan masih dapat merasakan jejak kekuatan petarung senior, mungkin pria tua itu hendak membuat pill untuk mengkukuhkan kultivasinya yang terlihat agak kacau.


Namun kedatangan Zhou Fan merusak segala rencana yang telah dia siapkan. Di sisi lain jelas ini adalah sebuah keberuntungan bagi Zhou Fan, karena pria tua tidak bisa mengeluarkan potensi petarung suci yang sebenarnya.


Meski begitu Zhou Fan tidak bisa menganggap remeh, karena bagaimanapun kekuatan pria tua itu berada di atas petarung senior bintang sembilan.


"Kau tangguh, tapi kau hanya petarung senior." Pria tua berkata dengan nada sarkastik


Zhou Fan tidak mempedulikan, fokus membangun formasi dan menyelimuti ruang formasi dengan api.


Wajah pria tua terlihat terkejut, alisnya hampir menyatu. "Kau -- kau orang Kekaisaran Xi?!"


Zhou Fan memandang dengan mata menyipit, tak dia sangka pria tua ini mengenal teknik formasinya. Namun mengingat bahwa yang masuki adalah perwakilan daratan Tian Hu, dia memaklumi jika ada yang tahu tentang teknik yang dia gunakan.


"Tak kusangka jika ada orang Kekaisaran Xi yang masih berani berkeliaran." Pria tua itu menggerakkan pedang di tangannya, kemudian menyelimuti diri dengan tenaga dalam.


"Tombak Naga!"


Zhou Fan menyerang dengan jurus tombaknya, seketika siluet naga terbentuk di ujung tombak dan melesat ke arah yang telah ditentukan.


Pria tua menarik kaki kiri sedikit ke samping, mencondongkan tubuh menghindari lesatan serangan yang menuju ke arahnya.


Tran... Trank...


Keduanya beradu serangan, dalam waktu dekat sudah ada puluhan serangan yang mereka sarangkan, tapi tidak juga berhasil mendesak lawan masing-masing.


Pria tua menghunus pedang dengan tangan kanan, mengeluarkan teknik bertarung miliknya. 'Teknik Pedang Pancasona' begitulah pria tua itu berteriak.


Zhou Fan tentu tidak hanya diam, dia melakukan beberapa gerakan dasar tombak, semakin lama semakin cepat. Ketika mulutnya bergumam 'Teknik Tombak Angin' seketika tubuhnya terselimuti dengan angin yang berputar laksana tornado.


Namun tornado ini berbeda, karena domain api miliknya terserap dan membuat tornado itu menjadi semakin gila.


Pria tua yang melihat tornado api semakin lama semakin besar, sudah berekspresi khawatir. Dia seolah mendapatkan sebuah sinyal bahaya yang terpancar dari tornado di hadapannya.


Namun kepercayaan diri sebagai seorang petarung suci masihlah tinggi, dia tidak percaya akan kalah dari seorang pemuda yang berada di tingkat petarung senior.


Sambil mengayunkan pedang pria tua menyerang Zhou Fan dengan rangkaian teknik andalan. Dia melesat menerobos benteng tornado yang masih berputar dengan kencang.


Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan, pria tua itu malah terpental dan menghantam dinding formasi.


Ugh...

__ADS_1


"Apa apaan kekuatan itu, bahkan petarung suci bintang satu sepertiku pun tidak bisa menembusnya." Pria tua berusaha berdiri sambil mengelap sudut bibirnya.


Zhou Fan masih melakukan gerakan tombak yang semakin brutal, pemuda itu dengan kontan menerjang ke arah pria tua.


Pria tua menggeram marah, meski dia tidak yakin dapat mengalahkan lawan, dia dengan gagah berani melesat sambil mengayunkan pedang.


Hoak...


Pria tua memuntahkan darah segar dari mulutnya, tangannya menahan dada yang terasa sangat sesak.


"Sial, kenapa di saat seperti ini?!" Pria tua menekan beberapa titik arteri pada sekitar dada dengan telunjuknya, mengurangi rasa sesak yang dirasakan.


Zhou Fan tersenyum samar, pantas saja kekuatan pria tua ini bahkan tidak sebanding dengan beast Gagak kristal langit yang pernah dia hadapi, ternyata dia tengah terluka. Mungkin itu adalah efek dari menerobos paksa tingkatan yang ada.


Zhou Fan bersiap hendak mengeluarkan teknik tombak angin, meski dia belum sepenuhnya bisa mengeluarkan potensi terbesar teknik tersebut, setidaknya lima puluh persen dari kata sempurna sudah dapat dia terapkan.


Dan Zhou Fan sangat tidak menyangka, ketika teknik tombak angin bersatu dengan domain api miliknya, dapat meningkatkan kekuatan serangan dari teknik itu sendiri.


Angin dan api, memang merupakan kombinasi yang sangat luar biasa. Dengan angin, api akan semakin ganas.


"Sialan! Aku adalah petarung suci!" Pria tua berteriak lantang, tubuhnya bersinar ketika amarah telah menguasai seluruh pikirannya.


Zhou Fan mengerutkan kening. "Pria tua ini, malah menyempurnakan tingkatannya pada kondisi seperti sekarang. Benar benar tidak bisa dibiarkan."


Zhou Fan langsung melesat berniat menyerang pria tua yang sepertinya akan segera selesai menyempurnakan tingkatannya.


"..."


Zhou Fan berdiri sambil meraih tombak di dekatnya, tidak ada yang bisa dia katakan, hanya diam mengeluarkan tatapan tajam.


HAHAHAHA...


Pria tua tertawa menggila, dengan dua tangan terangkat ke atas dia berkata. "Karena kau, aku tak perlu bantuan pill untuk mengkukuhkan kultivasiku di tingkat petarung suci bintang satu ...."


" ... Sekarang kau bukanlah lawanku, serahkan nyawamu dan aku akan memberikan kematian yang mudah."


Phuih...


Zhou Fan meludah ke samping. "Omong kosong!"


Setelah berkata Zhou Fan memutar tombak, mengeluarkan teknik tombak yang angin.


Pria tua yang sangat yakin dapat mengalahkan Zhou Fan mengayunkan pedang dengan percaya diri, tapi kekuatan serangan Zhou Fan lebih kuat dari serangan sebelumnya.


Spontan pria tua membentuk sebuah perisai tenaga dalam, meski tubuhnya masih tidak bisa mempertahankan posisinya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin! Aku adalah petarung suci, kau hanya petarung senior?!" Pria tua berkata dengan frustasi, bagaimana bisa seorang petarung suci kalah dari petarung senior.


Zhou Fan seolah tidak mendengar, melesat cepat sambil menebaskan tombak.


Kras...


Pakaian pria tua tercabik oleh sayatan ujung tombak yang tajam, sementara pria tua itu sendiri melompat menghindari serangan.


Zhou Fan tidak mundur, gerakannya semakin cepat, membuat pria tua kewalahan.


"Tombak Naga!"


Zhou Fan mendorong tombak dengan satu tangan, ketika kepala naga tercipta, serangan itu melesat ke arah pria tua.


Pria tua langsung membentuk perisai tenaga dalam, tapi serangan tombak lebih kuat, membuat perisai hancur berkeping keping.


Cogh!


"Kau petarung suci, kau bukan petarung senior. Kau menipuku!" Pria tua berkata marah, tangannya menunjuk Zhou Fan yang tengah berjalan mendekat.


Crash!


Zhou Fan menebas kepala pria tua tanpa berkata sepatah katapun, pemuda itu berbalik, mengambil harta serta sumber daya di atas batu besar. Selain itu, cincin yang ada juga tidak luput dari pengamatannya.


***


Akh!


"Bajingan, siapa pemuda itu. Akan aku cari dia, berani sekali dia membunuhku."


Pria tua berkata marah, dia kembali dengan selamat lantaran orang yang masuk ke dalam dunia abadi jika terbunuh akan otomatis kembali ke tempat di mana mereka masuk.


"Tuan?" Empat pria memberikan salam penghormatan.


Pria tua melirik sinis keempat bawahannya. "Dasar tidak berguna, bagaimana bisa kalian berempat kalah dari seorang pemuda?!"


"Tuan, meski hanya seorang pemuda, kekuatannya mungkin petarung senior bintang sembilan."


Pria tua menyipitkan mata. "Bodoh, apa kau pikir jika dia hanya seorang petarung senior aku akan kalah darinya?!"


Keempat orang itu berpikir, serentak mereka mengangguk.


"Namun aku mengetahui satu hal, dia merupakan orang Kekaisaran Xi. Kekaisaran yang telah binasa itu ternyata masih bersembunyi, jika tidak dicari, mungkin akan bangkit kembali."


Pria tua melirik tangannya yang kosong tanpa cincin penyimpanan, mengingat hal itu, kepalanya terasa terbakar.

__ADS_1


"Pemuda dengan tombak, aku sudah mengingatnya!"


__ADS_2