Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 199 : Segel Giok


__ADS_3

"Tetua, engkau tenang sebentar." Sian Yu mencoba menenangkan tetua yang diketahui bernama Sian Hui, salah satu tetua yang telah mencapai petarung tingkat dewa.


Namun tentu saja Sian Hui tak mau, dia adalah orang terkuat kedua setelah Sian Lou, bahkan bisa dikatakan berada di posisi lima besar orang terkuat di seluruh daratan dewa. Bagaimana mungkin harus mengalah dari seorang bocah yang tak diketahui latar belakangnya.


Sian Yu tak bisa hanya diam, ia mendekat dan membisikkan sesuatu yang tentunya siapa Zhou Fan sebenarnya. Wajah Sian Hui terkejut, "Bagaimana kau bisa yakin?"


"Tetua, dia memiliki gulungan silsilah klan yang hanya dimiliki penerus keturunan utama. Tidak salah lagi jika memang dia adalah murid Penguasa Timur." Mereka berbicara dengan suara lirih, tak seorang pun mendengar kecuali mereka berdua.


Ehem...


Sian Hui sengaja batuk untuk menarik perhatian semua orang kepadanya. "Mungkin yang dikatakan pemuda ini ada benarnya, mari kita dengarkan rencananya."


Sian Lou--Penguasa Timur merupakan sosok yang disegani banyak orang. Semua orang mengetahui tingkatan kekuatannya yang telah mencapai tingkat petarung dewa bintang dua bahkan akan naik ke bintang tiga, merupakan bukti dari kelayakannya sebagai salah satu penguasa di daratan dewa. Apakah mungkin memiliki seorang murid yang kaleng-kaleng!


Zhou Fan melihat perubahan sikap pria tua di hadapannya, ia dapat menebak hal itu terjadi karena Sian Yu telah mengungkap identitasnya sebagai murid Sian Lou.


"Baik, aku langsung saja ke intinya. Jika tak ingin kena masalah kita harus memancing pihak lawan untuk menyerang terlebih dahulu. Dengan itu kita dapat berdalih hanya untuk mempertahankan diri."


Para utusan mendengar ucapan Zhou Fan mangut mangut, memang tak ini bisa diterapkan. "Namun bagaimana jika -- "


Shing...


Suara nyaring dari luar sontak membuat semua mata mengalihkan pandangan. Mau tak mau mereka langsung keluar tak lagi menghiraukan pertemuan yang sebenarnya belum usai.


Sian Hui yang merupakan pemimpin pengganti menjadi sosok yang bertanggung jawab selama Sian Lou menerobos tingkatan. Ia yang tak mau kekacauaan terjadi saat dirinya diberi tugas pun bergegas keluar.

__ADS_1


Sampai di luar sebuah surat dengan anak panah menancap di pintu aula, warna merah di kain putih yang terikat di panah tersebut membuat mata Sian Hui berubah kelam. "Bangsat, siapa yang melakukannya!"


Sian Hui membuka kain itu, terdapat tulisan dengan tinta hitam yang cukup tebal sehingga dapat ditangkap dengan baik oleh mata. Kening Sian Hui mengerut, tapi mendadak berubah penuh kemarahan. "Mereka tak bisa dibiarkan!"


Para utusan klan pendukung terheran, mereka kemudian meminta kain tersebut dan Sian Hui menyerahkannya. Tak jauh berbeda, ekspresi mereka menampilkan kemarahan yang sangat jelas. "Kita harus mengambil kembali segel giok itu, jika tidak mereka akan dapat membuka prasasti peninggalan di pusat daratan dewa!"


Semua orang tercengang mendengar perkataan tetua Klan Yue yang menyebut segel giok, sementara Zhou Fan yang tak tahu hanya bisa diam tanpa mengeluarkan suara. Namun melihat dari situasi, segel giok ini nampaknya sangat berbahaya bila dibiarkan ada di tangan Klan Sian Barat.


"Tetua, kumpulkan beberapa orang dan ikut bersamaku." Sian Hui kemudian melesat mengejar pencuri segel giok, ia yakin pencuri itu tak akan hilang begitu saja.


Zhou Fan masih di sana dengan beberapa orang lainnya termasuk Sian Yu. "Paman, apakah memang sangat berbahaya segel giok itu?"


Sian Yu menoleh, lalu menggelengkan kepala. "Bukan segel giok itu yang berbahaya, melainkan peninggalan yang ada di dalam prasasti ... Terdapat dua segel giok, satu di tangan kami satu di tangan Sian Ying--Penguasa Barat. Jika di satukan segel itu akan mampu membuka pintu menuju tempat altar peninggalan yang konon merupakan peninggalan seseorang tingkat petarung dewa terkuat."


Zhou Fan masih belum sepenuhnya mengerti, saat akan bertanya kembali Sian Yu telah pergi begitupun belasan orang lainnya. Kini dia sendiri dan tak ada apapun yang dapat dilakukan.


Zhou Fan hanya diam, membuat dua pria gempal itu merasa heran. "Tuan muda, apakah ada yang salah?"


"Em... Tak apa, hanya saja masalah segel giok membuatku cukup penasaran."


Ekspresi Zhi Long sedikit berubah, nampak keingintahuan merangsang pikirannya. "Segel giok? Tuan muda, apakah itu berhubungan dengan sebuah peninggalan?"


Zhou Fan menoleh dengan terkejut, "Benar, kau mengetahuinya?"


Zhi Long mengekus dagu seolah berusaha mengingat sesuatu, kemudian ia menggguk dengan yakin. "Aku pernah membacanya di ruang buku. Itu merupakan dua kunci yang saling terpisah dan diwariskan kepada keturunan keluarga utama Klan Sian. Tertera jelas dalam sejarah Klan Sian."

__ADS_1


Mata Zhou Fan berkedut, benar-benar tak mengira jika kegemaran Zhi Long tentang sejarah membuat semua menjadi lebih mudah. Pepatah tidak pernah salah, membaca sama dengan memperluas ilmu pengetahuan.


"Tunjukkan bukunya kepadaku, aku harus mengetahui dengan jelas sejarah segel giok itu." Tanpa basa-basi Zhi Long mengajak Zhou Fan kembali ke kediaman Sian Yu masuk menuju ruang buku berada.


Setelah beberapa waktu mencari, Zhi Long menemukan buku yang dia maksud sebelumnya. "Ini dia tuan muda," ucapnya sambil menyerahkan buku tersebut kepada Zhou Fan.


Zhou Fan membuka buku yang tebalnya mungkin setara dengan satu ruas jari. Menemukan halaman yang dia cari, menjelaskan tentang segel giok dan altar peninggalan.


Hem...


"Jika dibiarkan maka bukan tidak mungkin mereka akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Masalahnya mereka berada di pihak berseberangan dengan guru, tentu ini akan berakibat buruk." Zhou Fan mulai memahami betapa seriusnya masalah ini.


Menurut sejarah, di dalam altar peninggalan terdapat prasasti yang menyimpan sebuah teknik luar biasa hebat. Selain menjelaskan tentang sejarah teknik tersebut, juga mengatakan tidak semua orang dapat menguasainya. Mungkin inilah mengapa belum ada yang mampu menguasai teknik tersebut sejak ditinggalkan dalam altar peninggalan.


Zhou Fan keluar kediaman, bersimpangan dengan Sian Yuezhi. "Kau mau kemana?"


"Desa Huan," ucap Zhou Fan yang langsung membuka lebar pupil mata Sian Yuezhi.


"Apa yang kau lakukan di sana, apakah kau tidak mendengar peringatan jika di sana kemungkinan akan terjadi pertarungan?" Sian Yuezhi nampak panik, dia mengkhawatirkan Zhou Fan. Meski baru kenal beberapa waktu, hubungan mereka cukup akrab.


"Tapi aku harus ke sana."


Suiiit...


Zhou Jim melompat dari lantai dua, berubah menjadi besar dan melesat dengan cepat. Zhou Fan menangkap leher Zhou Jim, langsung naik dan pergi.

__ADS_1


Sian Yuezhi tak bisa menghentikan, kecepatan serigala berbulu kuning keperakan itu sangat cepat membawa Zhou Fan pergi menuju Desa Huan.


Dua Kapak Kembar menyusul, meski tak bisa secepat Zhou Jim setidaknya mereka tak kehilangan jejak. Sementara Sian Yuezhi hanya bisa memandang tiga orang yang perlahan lenyap dari pandangan. "Aku harap dia kembali dengan selamat."


__ADS_2