
Malam ketika bulan bersinar terang, dua kuda serta seekor serigala melaju terus tanpa kenal lelah, di atas kuda masing masing terlihat seorang pria yang dari waktu ke waktu terus memecut tali kekang.
Sebelumnya mereka berpikir akan sampai pada saat malam baru saja datang. Namun karena sebuah kejadian, mereka kini diharuskan menempuh perjalanan bahkan ketiga hari akan berganti.
"Saudaraku, gerbang istana sudah terlihat. Sebaiknya memperlambat gerak kuda." Shao Mingrui tidak ingin kedatangannya membuat heboh seluruh istana, dia melambatkan pergerakan kuda bahkan suara langkah kaki pun hampir tak terdengar.
Zhou Fan menarik perlahan tapi yang dia pegang, bersamaan dengan itu kuda menahan sedikit lajunya.
Dua penjaga terlihat tengah berpatroli dengan ditemani sebuah obor di masing masing tangan kanannya, sementara dua penjaga lain menjaga gerbang sambil membawa sebuah tombak.
Gerbang meski terbuka, tidak ada yang melintas di sana. Mungkin itu karena hari sudah sangat malam, semua orang pada enggan berkeliaran.
Ketika melihat ada dua kuda serta seekor serigala mendekat, dua penjaga yang berjaga dengan cepat menghampiri.
Shao Mingrui tak basa basi, dia langsung melempar token yang ada padanya, membuat dua penjaga langsung membungkuk membenamkan kepala.
"Pangeran ketiga ...." Kedua penjaga setelah puas memberi penghormatan segera pergi mempersilakan pangeran ketiga masuk ke dalam.
Shao Mingrui mendengus, dia turun dari kuda dan berjalan ke dalam. Zhou Fan serta Zhou Jim mengikuti telat setelahnya.
"Tunggu sebentar, aku akan mengambil token masuk ke perpustakaan yang berada di ruanganku. Kau bisa menunggu di sana." Shao Mingrui menunjuk salah satu gazebo yang ada di halaman taman.
Zhou Fan memutar tubuhnya, begitu pun dengan serigala besar yang senantiasa berada di sampingnya.
Beberapa saat kemudian seorang pria datang menghampiri Zhou Fan. Penampilannya seperti Shao Mingrui, bahkan dari wajah serta tubuh pun hampir sama.
Namun Zhou Fan tidak mungkin salah, di hadapannya itu adalah pangeran kedelapan, memang jika diperhatikan, nampak memiliki kesamaan dengan Shao Mingrui.
"Bukankah kau adalah pengawal kakak ketiga?" Shao Ziyu duduk tanpa dipersilahkan.
Zhou Fan tak menanggapi ucapan pangeran kedelapan, bahkan dia tidak menghiraukan keberadaannya.
__ADS_1
Shao Ziyu sebenarnya sudah kesal karena ucapannya tidak dihiraukan, tapi dia berusaha untuk menahan, seolah pria itu memiliki suatu maksud terhadap Zhou Fan.
"Apa yang membuatmu bergabung dengan pangeran ketiga, yang dia berikan, aku juga bisa, bahkan tiga kali lipat." Shao Ziyu tak lagi mau basa basi, dia langsung menembak Zhou Fan dengan pertanyaan yang sebenarnya sudah dia rencanakan.
Sejak pertarungan Zhou Fan dengan Bong Heteng waktu itu, Shao Ziyu telah menaruh minat terhadap Zhou Fan. Jujur dia ingin menarik pemuda itu untuk bergabung bersamanya.
Zhou Fan masih diam, dan ini menguji kesabaran Shao Ziyu yang nampak sudah berwajah merah padam.
Dia adalah pangeran, seorang pemuda mengabaikan ucapannya bahkan tidak menghiraukan keberadaannya, jelas ini adalah sebuah pelecehan.
Sambil mengeraskan rahang, Shao Ziyu mengeluarkan beberapa harta yang dia punya. "Bukankah kau menerima kristal beast tingkat kedelapan milik kakak ketiga, aku memiliki banyak kristal beast tingkat kedelapan. Selama kau bergabung dengan pasukanku, aku bisa memberikannya kepadamu."
Zhou Fan sedikit terkejut ketika mendengar Shao Ziyu mengatakan apa yang dia terima. Dia memang menerima kristal beast tingkat kedelapan, tapi yang mengetahui hanya dia dan juga Shao Mingrui, bagaimana bisa pangeran kedelapan ini mengetahuinya?
"Bagaimana, ini adalah bentuk apresiasiku kepadamu, seorang hebat sepertimu tidak bisa berada di tangan orang yang keliru." Shao Ziyu tersenyum ketika melihat Zhou Fan mulia tergerak.
Namun siapa sangka jika pemuda itu hanya merubah cara duduknya.
Shao Ziyu mendengus kesal, dia menyimpan kembali apa yang telah dia keluarkan.
Zhou Fan mengatakan tanpa menunjukkan ketidaksopanannya, dia berkata dengan sangat rapi, seolah dia tidak bermaksud menyinggung Shao Ziyu.
Shao Ziyu menyipitkan mata, dia memang memiliki puluhan kristal beast tingkat kedelapan, tapi sama sekali tidak ada yang berelemen es.
Sepertinya dia harus mengubur niatnya yang menginginkan Zhou Fan berada di pihaknya, dia pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Bersamaan dengan itu Shao Mingrui datang dengan membawa sebuah token di tangan kanannya.
"Kenapa dia mencarimu?" Pertanyaan Shao Mingrui mengacu pada Shao Ziyu yang baru saja berpapasan dengannya.
"Dia ingin mengajakku untuk bergabung dengannya."
__ADS_1
Jawaban Zhou Fan membuat Shao Mingrui tersedak, pria itu memberikan tatapan tajam kepada Zhou Fan. "Apa kau menerimanya?"
"Menurutmu?" Zhou Fan tersenyum penuh arti, membuat Shao Mingrui menyipitkan mata dengan kesal.
Hem...
"Aku tahu jika aku lebih baik darinya, kau pasti tidak menyetujuinya." Shao Mingrui menyentuh dada dengan ekspresi wajah bangga, pria yang hampir berusia kepala tiga puluh tahun itu sangat percaya jika Zhou Fan lebih memilihnya.
"Aku terpaksa melakukannya." Zhou Fan melengos, memandang Zhou Jim di sampingnya.
Meski terdengar pelan, itu sangat menyakitkan. Shao Mingrui semakin kesal, tapi ketika Zhou Fan merampas token di tangan, dia tersadar ada suatu yang lebih penting untuk dilakukan.
"Jangan banyak bicara, sebaiknya kita segera menuju ke perpustakaan istana." Zhou Fan berjalan meninggalkan Shao Mingrui yang masih teriak di tempatnya.
Keduanya pergi ke perpustakaan, sementara Zhou Jim masih di sana kerena dia tidak akan mendapatkan izin untuk masuk ke dalam.
Perpustakaan istana terdiri dari dua lantai, tapi setiap lantainya sangat luas, membuat perpustakaan istana mampu menampung sangat banyak kitab serta informasi dasar tentang sejarah Kekaisaran Shao.
"Cari di sebelah sana, aku yakin buku itu berada di lantai pertama." Shao Mingrui menunjuk ke salah satu rak, membuat Zhou Fan langsung mengarahkan perhatian ke rak yang dimaksud.
"Sebenarnya kau tahu apa tidak, sudah beberapa kali aku berpindah posisi hanya karena ingatanmu yang sangat dangkal." Zhou Fan perlahan berganti posisi, mencari di rak yang ditunjuk Shao Mingrui.
Shao Mingrui sambil mencari tertawa lirih. "Jangan salahkan aku, sudah puluhan tahun aku tidak melihat buku itu, terakhir kali aku membacanya bersama dengan ibuku."
"Saat itu aku -- " Shao Mingrui tiba tiba terdiam, dia menggelengkan kepala berusaha mengusir pikiran yang menjajah kepalanya.
Zhou Fan memandang Shao Mingrui yang nampak sedih, mungkin pria itu tengah memikirkan ibunya yang telah lama tiada.
Seolah tahu apa yang harus dilakukan, Zhou Fan yang telah menemukan buku berisikan legenda 'Lentera Kehidupan' menghampiri saudara angkatnya.
"Percayalah jika ibumu masih menyaksikan dari sana, dia pasti menantikan kejayaan putranya." Zhou Fan menyodorkan buku itu kepada Shao Mingrui.
__ADS_1
Shao Mingrui yang semula menunduk melihat buku di bawah wajahnya langsung menengadahkan kepala sambil mengelap sudut matanya.
"Cih... Kenapa aku sangat cengeng."