
Zhou Fan kembali ke kediaman Shao Mingrui, saat akan menemui pangeran ketiga tersebut, dia harus dihadapkan dengan suara suara aneh dari dalam ruangan.
"Owh sial, apakah mereka tidak bisa menunggu hingga larut malam?" Zhou Fan berkata dengan nada mengeluh, dia pun kembali ke ruangannya menyusul Zhou Jim yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya.
Namun baru saja pemuda itu melangkah beberapa langkah, dia mendengar pintu ruangan terbuka. Spontan Zhou Fan membalikkan tubuhnya, melihat Shao Mingrui berdiri dengan wajah berbinar.
"Kau sudah selesai?" Tanpa sadar Zhou Fan bertanya, bahkan dia menyesali apa yang telah dia tanyakan.
Shao Mingrui tersenyum canggung. "Kau tahu umurku sudah tidak muda lagi, aku membutuhkan keturunan untuk meneruskan perjuangan."
Untuk sesaat Zhou Fan hanya diam, kemudian mengatakan bahwa dia ada suatu yang harus disampaikan.
"Sebaiknya kita ke ruanganku." Shao Mingrui mengajak Zhou Fan ke ruangannya.
Zhou Fan agak ragu saat akan masuk ke dalam ruangan, tapi dengan cepat Shao Mingrui menarik lengan pakaiannya.
"Cepatlah, bukankah kau ingin bicara?"
Zhou Fan pun memasuki ruangan Shao Mingrui. Ternyata di sana tidak terlihat keberadaan Cheng Liyu, karena wanita itu telah berada di dalam kamar mandi.
"Apakah ini masalah Klan Xiu?" Shao Mingrui langsung dapat menebak dengan benar.
Zhou Fan mengangguk. "Mereka tidak akan lagi mendukung pangeran kedelapan, tapi mereka juga tidak mengatakan bergabung denganmu. Mungkin mereka masih terpukul atas kejadian sebelumnya."
"Biarkan saja untuk sekarang, mereka perlu memulihkan kembali ideologi yang sempat terombang ambing. Setidaknya mereka tidak lagi berada di tangan pangeran kedelapan." Shao Mingrui meraih gelas di meja, meminum teh yang sudah agak dingin.
"Ini, aku kembalikan kepadamu." Zhou Fan mengembalikan cincin milik Shao Mingrui." Hal ini tentu memancing kerutan di kening pangeran ketiga.
Namun Zhou Fan menjelaskan. Klan Xiu sudah tidak menjadi ancaman atau lawan, tidak lagi harus membuat pill untuk menekan perdagangan mereka.
"Tidak, meski Klan Xiu bukan lagi menjadi incaran kita, tetap saja pill pill itu dibutuhkan." Shao Mingrui mendorong cincin kembali ke hadapan Zhou Fan.
Namun pemuda itu membiarkan begitu saja di depannya. "Aku tidak melakukannya tanpa keuntungan."
Zhou Fan menyesap teh yang disuguhkan, meski agak dingin itu masih terasa nikmat.
"Apa yang kau inginkan? Selama itu bukan kristal beast berelemen es, aku akan menyanggupi, tentu saja jika aku mampu untuk melakukannya."
__ADS_1
Zhou Fan berpikir sejenak, dia tidak bisa menyuruh Shao Mingrui untuk menemukan keberadaan gurunya, mengingat gurunya merupakan perdana menteri Kekaisaran Xi.
Pantas apa yang dia inginkan. Selain kristal beast berelemen es, dia sama sekali tidak mendapatkan suatu yang membuatnya tertarik.
"Sebenarnya aku memiliki sebuah tungku pill, tapi kau tidak menggunakan tungku sebagai wadah saat membuat pill. Aku tidak tahu apa yang kau inginkan."
Mendengar hal ini Zhou Fan menatap Shao Mingrui, entah mengapa dia kerasa tungku yang dibicarakan tidak sederhana.
Melihat ekspresi Zhou Fan yang terlihat tertarik, Shao Mingrui mengayunkan tangan dan mengeluarkan sebuah tungku besar dengan diameter empat jengkal tangan.
"Tungku ini aku dapatkan dari pelelangan. Tidak ada yang menginginkannya, aku mendapatkannya dengan harga seratus."
Zhou Fan tidak menghiraukan apa yang dikatakan Shao Mingrui, dia lebih tertarik dengan tungku hitam berukiran awan di hadapannya.
"Tungku ini hanya tungku biasa." Zhou Fan mengatakan sambil menghembus nafas rendah.
Shao Mingrui juga menghela nafas kecewa, dia pun merasa demikian. Tungku hitam ini tidaklah berguna.
"Bagini saja, kau ambil tungku ini dan buat pill sesuai kesepakatan sebelumnya."
Cis...
Shao Mingrui menyipitkan mata, dia menepuk pundak Zhou Fan sambil berdiri. "Hei, ayolah saudaraku. Bisakah kau membantuku, setidaknya ini sebagai hadiah untuk calon keponakanmu."
Zhou Fan mencerna maksud perkataan Shao Mingrui, setelah beberapa saat dia memandang pria di hadapannya. "Istrimu hamil?"
Shao Mingrui mengangguk. "Hahaha kau benar, aku akan menjadi seorang ayah. Bagaimana?"
Zhou Fan berdehem, membuat Shao Mingrui tersenyum senang. "Anakku, kau mempunyai seorang paman yang baik."
Zhou Fan berusaha untuk tidak mendengarkan apa yang dikatakan Shao Mingrui. Pemuda itu kembali meraih gelas tehnya dan menyeruput perlahan.
"Tunggu, kau melakukannya bahkan saat istrimu hamil?" Zhou Fan menaruh gelas sambil menatap Shao Mingrui.
"Memangnya salah?" Shao Mingrui malah menjawab dengan acuh tak acuh, kemudian dia menambahkan. "Kau tahu, melakukannya saat istri hamil benar benar memuaskan."
Zhou Fan tersedak mendengar apa yang dikatakan Shao Mingrui, pemuda itu menghilangkan kecanggungan dengan menuangkan teh ke dalam gelasnya yang sudah kosong.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak bisa merasakan kepuasan seperti itu."
***
"Hem... Tungku ini tidak sederhana." Zhou Fan mengeluarkan Kitab Emperor, pemuda itu merasa tak asing dengan ukiran awan yang ada di permukaan luar tungku hitam.
Sementara ini Zhou Fan berada di ruangannya, tungku itu telah menjadi miliknya setelah Shao Mingrui tidak lagi menginginkannya.
Perlahan Zhou Fan membuka lembar demi lembar kertas yang ada, dia menjelajahi bab yang membahas tentang alkemis.
Tidak gampang mencari dari buku yang terlihat sudah berwarna kusam, apalagi jika mengingat jumlah halaman yang sangat banyak.
Namun Zhou Fan tidak patah arang, dia mencari dengan telaten, tidak membiarkan satu pun halaman terlewatkan.
"Ini -- "
Mata Zhou Fan terbuka lebar, setelah mencari beberapa lama dia akhirnya menemukan halaman yang menjelaskan tentang tungku hitam.
Ternyata itu bukanlah tungku biasa, tungku ini merupakan tungku kelas pertama, tungku awan hitam. Di jelaskan jika tingkatan tungku dibagi menjadi tiga tingkatan, dari yang tertinggi adalah tingkat pertama, tingkat kedua dan tingkat ketiga.
Tungku ini merupakan tungku tingkat pertama, bukankah itu merupakan barang berharga? Dia mendapatkan dengan percuma, mungkin Shao Mingrui akan berwajah jelek jika mengetahuinya.
Zhou Fan mengamati tungku di hadapannya. Di Kitab Emperor mengatakan jika tungku awan hitam ini dapat mengeluarkan aura, tapi pemuda itu sama sekali tidak bisa merasakannya.
"Apakah ini hanya tiruan?" Zhou Fan mengamati lebih dalam, ukiran terlihat sangat mirip, bahkan bisa dikatakan bak pinang dibelah dua.
Jelas ini bukan tiruan, tapi mengapa tungku ini tidak memancarkan aura seperti yang dijelaskan.
Zhou Fan mengamati lebih hati hati, dari waktu ke waktu dia menatap bergantian antara Kitab Emperor dengan tungku awan hitam.
"Hah... Itu dia!" Zhou Fan tersenyum lebar.
Pemuda itu berdiri, kemudian membakar tungku awan hitam dengan apinya. Tungku langsung tersulut api dan terbakar seluruhnya.
Perlahan api meredup dan seketika menghilang, Zhou Fan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, tungku di depannya ini benar benar mengeluarkan aura.
Ternyata tungku awan hitam terbalut dengan lapisan cairan tanaman herbal, hal itu membuat aura yang dipancarkan tidak bisa dirasakan. Sekarang Zhou Fan telah melelehkan cairan yang sudah mengeras itu, dan membuat tungku awan hitam terlihat lebih mengkilap.
__ADS_1
Zhou Fan memasukan dua barang di depannya, senyum mengembang selalu dia perlihatkan.
"Semua orang harus tahu, keberuntungan selalu menyertai tokoh utama."