Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 180 : Menutup Diri


__ADS_3

Zhou Fan pindah ruangan, berniat menyerap pill tingkat jiwa. Dia berpindah tepat di ruangan sebelah, merupakan ruangan milik Ciu San. Sementara si empunya masih meratapi nasib karena harus kehilangan sejumlah uang miliknya.


Seorang pria tua datang, dia berdiri di depan ruangan Zhou Fan yang telah hancur berantakan. Melihat Ciu San di dalam ia langsung mendekat. "Apakah itu kau?"


Ciu San menyipitkan mata, tak tahu apa maksud pria tua ini. Bukankah aneh, baru datang langsung bertanya 'apakah itu kau?'.


Mendapati Ciu San yang hanya diam, pria tua memejamkan mata dan mengendus beberapa kali. Matanya terbelalak karena mendapatkan aroma yang sangat kental nan akrab dalam ingatannya.


"Tidak salah lagi, ini adalah pill tingkat jiwa!" batin pria tua dengan terkejut.


Namun ia masih belum menemukan siapa alkemis hebat itu, tidak mungkin kan jika pria ini alkemis tersebut. Matanya memandang Ciu San, menelisik dari kekuatan dan juga aura yang dipancarkan.


Hem...


Pria tua menggelengkan kepala, ia sangat yakin jika bukan pria ini yang telah menciptakan pill tingkat jiwa. Akan tetapi, siapa orangnya dan di mana dia sekarang?


Pria tua keluar, meninggalkan Ciu San bersama Zhou Jim.


Aneh!


Ciu San bangkit, bersamaan dengan itu Zhi Long kembali dengan satu kendi arak di tangannya. "Siapa pria tua yang baru saja pergi?"


"Tidak tahu, mungkin orang gila." Ciu San menyambar kendi arak di tangan Zhi Long, tanpa persetujuan langsung meneguknya.


Zhi Long terlambat bereaksi, merebut dengan kesal. "Kau belilah sendiri, ini aku dapatkan dengan mengeluarkan uang."


Ciu San mendengus, ingin sekali ia mencabik adiknya ini. Bagaimana ia bisa membeli sedang uang dalam cincin penyimpanan telah habis tak bersisa.


Zhi Long baru ingat, kemudian melirik seolah mengejek. Dengan sengaja meneguk kendi arak dengan posisi tinggi. "Ah... Ini sangat menyegarkan."


Ciu San bertambah kesal, pergi tanpa banyak berkata.


Sementara di sisi lain Zhou Fan duduk mengeluarkan pill tingkat jiwa. Untuk beberapa saat dia hanya memandang dua pill di tangannya.

__ADS_1


Pill tingkat jiwa sempurna mengeluarkan aura berbeda, sedikit ada pancaran sinar samar yang mengelilinginya. Zhou Fan menyimpan pill jiwa yang kurang sempurna, mendahulukan pill tingkat jiwa sempurna.


Namun pill tingkat jiwa tiba-tiba membentuk siluet harimau kecil dengan tinggi tak lebih dari satu jengkal. Siluet harimau berwarna emas, wujudnya sangat nyata.


Zhou Fan berusaha menangkapnya, tapi siluet harimau itu melompat. Tidak mudah menangkap harimau kecil ini, sangat gesit.


Kening Zhou Fan mengerut, sungguh ini adalah yang pertama baginya. Melihat pill mempunyai wujud beast, mungkin inilah mengapa disebut dengan pill tingkat jiwa.


Zhou Fan mengeluarkan satu butir pill tingkat tujuh, siluet harimau berhenti bertingkah, mendekat dan langsung melahap pill tingkat tujuh.


"Apakah aku harus mengenyangkannya terlebih dahulu?" Zhou Fan kembali mengeluarkan beberapa pill tingkat tujuh, pill yang ia dapatkan dari cincin penyimpanan para bandit yang tiada di tangannya.


Siluet harimau itu semakin jinak, ketika tangan Zhou Fan mendekat ia tak lagi menghindar.


"Setelah kau kenyang, sekarang giliran ku untuk menelan mu." Satu kali gerakan pill tingkat jiwa masuk ke dalam mulut, Zhou Fan merasakan tekanan yang sangat luar biasa, tubuhnya sangat sakit dan ototnya menonjol keluar.


Arg...


Zhou Fan menggigit ujung lidah, karena rasa sakit hampir saja membuatnya tak sadarkan diri.


Hari demi hari berlalu, tak sedetik pun Zhou Fan meringis menahan rasa sakit yang terus menerpa tubuhnya. Jika bukan karena sang istri, jika bukan karena keluarga, juga anaknya. Ia mungkin sudah menyerah.


Ia sudah mengumpulkan tukuh kristal, kurang tiga lagi. Sudah sampai sejauh ini, apakah ia akan menyerah.


Tidak!


Zhou Fan meyakinkan dirinya, rasa sakit ini hanyalah awal, sebuah proses yang harus dia lalui. Demi dirinya, demi keluarga dan juga teman-temannya.


Satu bulan berlalu. Zhou Jim yang berada di luar sangat setia, menunggu di depan pintu tanpa beranjak sekalipun. Ciu San dan juga Zhi Long, bergantian memeriksa keadaan tuan muda, meski sebatas menunggu di luar.


Mereka tidak akan berani mengganggu kultivasi Zhou Fan, atau suatu yang buruk bisa jadi.


Pria tua yang sebelumnya kembali datang, dia melihat Ciu San yang kebetulan berada di depan ruangan tuan mudanya.

__ADS_1


"Pak tua, apa yang kau lakukan, sudah satu bulan terakhir kau selalu mengamati kami. Apa sebenarnya tujuanmu?" Ciu San berdiri dan menghalangi pria tua itu, berdiri dengan tubuhnya yang kekar.


Pria tua tersenyum, "Katakan kepadaku, siapa yang sebelumnya berada di ruangan itu?" Telunjuk menunjuk ke ruangan yang baru saja diperbaiki, ruangan di mana Zhou Fan membuat pill tingkat jiwa.


Ciu San menjadi waspada, menelisik pria tua yang sangat tak biasa. Keningnya mengerut, ia tak bisa melihat kekuatan pria tua ini. "Apakah mungkin dia adalah petarung suci? Seberapa kuat dia?"


Ctak ctak...


Pria tua menjentikkan jari, membuat Ciu San tersadar. "Jawab pertanyaanku."


"Pak tua, jangan mengganggu, aku tak akan mengatakan apapun kepadamu." Ciu San berbalik, mengabaikan pria tua.


Pria tua memandang ruangan yang tertutup, anjing kecil di depan pintu sejak sebulan lalu tak berpindah sedikitpun. Dia menyentuh pundak Ciu San. "Siapa yang berada di ruangan itu?"


"Pak tua, kau jangan bertindak lancang. Jika kau berniat mengganggu tuan mudaku, langkahi dulu mayatku." Ciu San memasang badan. Walau tahu kekuatan pria tua berada di atasnya, tak sedikitpun ekspresi ragu dia tunjukkan.


Pria tua tersenyum, sepertinya yang ia cari berada di ruangan itu. Namun kedatangannya bukan untuk mencari lawan, jadi dia tidak akan bertindak berlebihan.


Tanpa banyak bicara pria tua duduk bersila di samping Zhou Jim. Ciu San yang melihat aksi pria tua masih memasang sikap waspada. "Pak tua, apa yang kau lakukan. Sekali lagi aku peringatkan, jangan mengganggu tuan mudaku!"


Pria tua memejamkan mata dan berkata, "Aku akan menunggu tuan mudamu."


Ciu San terdiam, beberapa saat berlalu dan memastikan tak ada hal aneh yang dilakukan pria tua, ia pun juga duduk di sana.


Bulan demi bulan berlalu, tak terasa sudah empat bulan sejak Zhou Fan menutup diri dalam ruangan. Pria tua masih di sana, duduk tanpa berpindah. Dia seperti Zhou Jim yang sangat setia menemani Zhou Fan melakukan kultivasi.


Ciu San melirik Zhi Long yang ada di sampingnya. "Dia gila!"


Bagi Ciu San tak ada sebutan yang cocok untuk pria tua ini selain gila, menunggu selamanya tiga bulan, bahkan dirinya tak melakukan itu.


Sementara Zhi Long memandang dengan lekat pria tua berambut putih itu, semakin diperhatikan nampak ada yang tak beres dengannya. Namun, ia tak tahu di mana letak kesalahannya.


Pria tua yang memejamkan mata, tiba-tiba melotot, ia bangkit dan langsung mendobrak pintu ruangan.

__ADS_1


Ciu San terkejut dan berusaha menghentikan, tapi kecepatannya terlalu lambat. "Bangsat! Pak tua, apa yang kau lakukan?!


__ADS_2