Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 88 : Datang Bak Pahlawan


__ADS_3

"Tuan muda, selain senjata tidak ada barang berharga di tubuh mereka. Agaknya benar kabar yang tersiar, pasukan pangeran pertama diharuskan menyerahkan barang berharga mereka." Ciu San membuang mayat pria tua, dia telah memeriksa semua orang di sekitarnya dan tak menemukan satupun barang berharga.


Zhou Fan melirik sambil menyimpan tombaknya. "Untuk sekarang jangan pikirkan hal itu, mungkin saat ini beberapa kelompok menghadapi masalah mengingat kekuatan pasukan pangeran pertama yang tidak main-main."


"Tunggu tuan muda, aku mendapat sinyal." Zhi Long memfokuskan pendengarannya.


Zhou Fan mengurungkan langkah kakinya, dia telah memberikan sebuah peluit kepada setiap kelompok, jika berada dalam suatu masalah mereka bisa meniupnya.


Suara yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh orang biasa, hal ini dikarenakan memiliki frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi gelombang suara pada umumnya.


Zhi Long memiliki pendengaran yang begitu baik, dia bisa menangkap suara itu dan gelombang yang dihasilkan akan menjadi navigasinya dalam menemukan tempat keberadaan peluit dibunyikan.


"Sepertinya ini adalah kelompok satu, berasal dari arah kiri, jarak sepuluh kilometer." Zhi Long menatap Zhou Fan, yang tanpa banyak berkata langsung melesat ke arah yang dikatakan.


"Senior Ni, dia berada dalam kelompok satu, selain itu ada tetua dari berbagai klan. Sepertinya lawan yang dihadapi tidaklah gampang." Zhou Fan mempercepat langkah kakinya, dia melompat dari atap ke atap.


"Aku akan pergi terlebih dahulu, ikuti dari belakang." Zhou Fan tak bisa menunggu Dua Kapak Kembar yang secara kecepatan lebih rendah darinya, bersama Zhou Jim dia melesat lurus ke depan.


Hanya dalam beberapa waktu, Zhou Fan telah menempuh jarak sepuluh kilometer. Seharusnya sekarang dia sudah berada di tempat yang dimaksud oleh Zhi Long, tapi tidak ada satupun orang yang terlihat.


Auk...


Zhou Jim menyalak dan mengendus sebuah sobekan pakaian. Ketika Zhou Fan meraihnya, warna serta motif yang ada di kain tersebut tidaklah asing.


"Tidak salah lagi, ini adalah milik Senior Ni!" Tanpa sengaja mata kepala Zhou Fan mengarah ke sebuah jejak darah, darah itu tidak sederhana, sepertinya menuju ke salah satu bangunan.


"Jim, kau tetap di sini. Ketika dua saudara itu datang, bawa mereka kepadaku." Setelah berkata Zhou Fan mengikuti jejak darah dengan tangannya masih memegang sobekan pakaian yang ia duga adalah milik Ni Quero.


Jejak darah itu membawanya ke salah satu bangunan, dia pun masuk mengikuti jejak darah yang terlihat semakin jelas.


Zhou Fan berhenti di tengah sebuah ruangan, jejak darah itu tidak berlanjut, membuat keningnya mengerut. Dengan hati hati dia melangkah, tapi ketika kaki berpijak di lantai tanpa jejak darah, lantai tiba tiba bergeser dan membuka sebuah lubang persegi yang lumayan lebar.


Zhou Fan jatuh dan lantai kembali menutup, tapi dia tidak jatuh terlalu ke bawah, mungkin hanya dua meter karena kepalanya hampir menyentuh lantai di atasnya.

__ADS_1


"Jebakan?" Zhou Fan mengedarkan pandangan, dia tidak seperti berada dalam sebuah jebakan, karena ruangan bawah tanah ini tidak terlalu gelap.


"Aroma darah?!" Zhou Fan menyingkirkan kakinya, dia dapat melihat darah menggenang dibawah tempatnya berdiri.


Zhou Fan berjalan menyusuri lorong bawah tanah, dia ingin mencari tahu siapa yang berada di dalam ruangan bawah tanah dengan mengikuti kemana jejak darah membawanya.


Sepertinya ada beberapa orang dalam keadaan terluka, karena jejak darah yang ada terlalu jauh untuk dikatakan dari satu tubuh yang sama.


Sekali lagi Zhou Fan berhenti, dia merasakan ada suatu yang mendekat ke arahnya, dan arahnya itu berasal dari samping kanan.


Wosh...


BLAR!


Beruntung Zhou Fan sempat menarik tubuhnya ke kiri, atau tidak tahu lagi tubuhnya akan seperti apa karena ledakan tersebut.


Bersamaan dengan itu lima orang keluar dengan membawa golok juga pedang. Namun ketika melihat lebih dekat dan menyaksikan sendiri wajah sosok di hadapan mereka, spontan mereka menurunkan senjata.


"Junior, aku kira itu adalah pasukan pangeran pertama. Tidak mengira jika itu dirimu." Ni Quero berjalan sambil memegang lengan kiri yang terluka.


"Awalnya hanya ada satu kelompok, tapi setelah mereka dikalahkan, tiga kelompok datang bersamaan. Di pihak musuh ada sepuluh petarung senior, hal ini membuat kami kewalahan dan terpaksa melarikan diri. Namun hanya lima orang yang tersisa." Ni Quero menjelaskan dengan rasa bersalah.


Zhou Fan berpikir, tidak hanya dia yang mendapat penyergapan, tapi juga kelompok satu. Sepertinya ini bukan kebetulan, sepertinya setiap kelompok memiliki satu ikatan dengan lainnya, ketika mendapatkan sergapan, kelompok yang mendapatkan kabar akan datang membawa dua tiga kelompok lainnya.


Sial!


Zhou Fan mengingat jika ada tiga kelompok lain yang masih melakukan tugasnya, tapi kemungkinan mereka juga akan menghadapi pengepungan seperti yang telah dia dan juga kelompok satu alami.


Dengan pertimbangan tersebut Zhou Fan kembali ke atas, lima orang itu tidak ikut karena keadaan di luar tidak bisa dikatakan aman.


"Senior Ni, kalian harus tetap berada di sini untuk beberapa waktu, dengan keadaan kalian terlalu beresiko jika mengikutiku." Ni Quero melirik empat orang di belakangnya, dia pun mengangguk.


"Di sini ada beberapa pill pemulihan, setidaknya cukup untuk membantu kalian memulihkan diri." Zhou Fan memberikan dua botol berisi pill pemilihan.

__ADS_1


Ni Quero melihat botol di tangannya, ketika membuka penutup botol matanya sedikit melebar karena pill pemulihan tersebut merupakan pill tingkat ke sepuluh.


"Aku akan pergi, jangan keluar sampai kalian merasa mampu." Zhou Fan melesat meninggalkan kelima orang tersebut.


Ni Quero menghela nafas, dia kemudian melemparkan salah satu botol kepada pria tua di sampingnya. "Kita kembali ke bawah, kita harus segera memulihkan diri."


Sementara Zhou Fan, ketika baru keluar dia berpapasan dengan Zhou Jim yang memandu Dua Kapak Kembar.


"Tuan muda, sepertinya kelompok lain juga menghadapi masalah, beberapa kali mereka memberikan sinyal." Zhi Long baru datang langsung menyampaikan kabar.


Zhou Fan mengangguk, dia sudah menduga jika hal ini akan terjadi. "Kalian berdua bantu kelompok empat, sementara aku akan pergi ke arah kelompok dua dan tiga berada. Jim kau ikut bersama mereka."


Setelah berkata Zhou Fan melesat pergi ke arah barat, sementara Dua Kapal Kembar ke arah timur bersama Zhou Jim yang berlari tak kalah gesit dari mereka.


Zhou Fan terus berlari, melompat dari atap ke atap seolah menjadi rutinitas barunya.


Sambil melesat pemuda itu tak henti hentinya memandang sekitar, tapi nyatanya tak ada yang dapat dia dapatkan dari hasil pengamatan.


Sekitar tiga menit dia sudah berada dalam jangkauan wilayah kelompok dua, ketika mendengar suara pertarungan, dengan cepat dia mendekat.


Trank...


Zhou Fan dapat menyaksikan dengan jelas, jika kelompok dua berada dalam kepungan dua kelompok pasukan pangeran pertama. Tak mau membuang waktu, Zhou Fan melompat turun.


Blar!


Ketika kakinya menapak, tanah seperti air yang terkena hantaman batu, bongkahan tanah seolah bergerak dan membuat dua pihak mundur beberapa langkah.


"Jendral!"


Belasan orang berseru dengan semangat, sungguh tak menyangka dalam keadaan mendesak ketua pasukan mereka datang dengan begitu hebatnya.


Zhou Fan melirik ke belakang, meski beberapa orang dari mereka adalah petarung senior, tetap saja masih terluka.

__ADS_1


"Kalian bisa memulihkan diri, untuk mereka ...." Zhou Fan mengalihkan pandangan ke depan. "Biar aku tangani!"


__ADS_2