
Semua mata memandang ke arah Zhou Fan, gagasannya yang mengungkapkan jika tetua agung bukan terkena racun es sontak membuat wajah tetua yang ada sedikit buruk.
"Siapa kau anak muda, tidakkah kau tahu jika berbicara tanpa alasan itu berakibat fatal?" Satu dari lima tetua yang ada menatap Zhou Fan dengan sengit, terlihat ekspresi wajah tidak suka yang terus menerus terarah kepada Zhou Fan.
"Aku adalah seorang alkemis tingkat ke-empat, selain itu aku menguasai ilmu pengobatan. Kau hanya seorang bocah yang tak sampai setengah umurku, pengalaman apa yang mendasari kau berkata dengan begitu lantang?" Tetua ini begitu dongkol kepada Zhou Fan, harga dirinya terasa diinjak injak ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut seorang pemuda.
"Umur tidak menentukan seberapa besar potensi yang kita miliki, banyak orang tua yang merasa hebat tapi sebenarnya hanya seekor katak dalam sumur." Zhou Fan membalas dengan santai, tapi itu sangat masuk ke hati tetua tersebut.
"Kau menyebutku katak dalam sumur? Kaulah katak itu!" Tetua menggeram marah, bahkan tanpa sadar dia melontarkan makian dengan nada tinggi.
"Tetua Akoi, sebaiknya kau tenang. Jika tidak sebaiknya kau keluar." Salah satu tetua berkata kepada Song Akoi, tetua yang berselisih dengan Zhou Fan.
"Saudaraku, kau mengatakan jika jiwa kakekku tersegel, apakah kau memiliki cara untuk membebaskannya?" Shao Mingrui berkata dengan nada memohon.
"Pangeran keti... Tuan muda pertama, kau tidak bisa mempercayainya, apakah kau berpikir dia lebih baik dari ku-seorang alkemis tingkat ke-empat?!" Song Akoi tak percaya dengan apa yang dia saksikan.
"Tetua, aku bukannya tak percaya denganmu, tapi siapa saudaraku, aku lebih mengetahuinya." Shao Mingrui kembali menatap Zhou Fan, tapi sebelum Zhou Fan menjawab, tetua lainnya mukai mengeluarkan pendapat.
"Pangeran ketiga, ini bukan hanya menyangkut dirimu sendiri, ini berhubungan dengan Klan Song, kau tak bisa berbuat semaumu di sini." Mendengar perkataan salah satu tetua, Shao Mingrui menyipitkan mata.
"Dia adalah kakekku, aku adalah cucunya, kenapa aku tak bisa mengambil keputusan?!" Shao Mingrui tak lagi ramah, dia menaikkan intonasinya, membuat suasana ruangan menjadi panas.
"Pangeran ketiga, seharunya kau tahu, selain dia adalah kakekmu, dia adalah tetua agung Klan Song. Tidak seorang pun diperbolehkan menyentuhnya tanpa seijin ku." Song Akoi berkata dengan nada arogan.
"Kau tidak bisa menyembuhkan, kenapa tidak membiarkan orang lain mencoba. Jika kau terus menghalangi, aku akan berpikir semua yang menimpa tetua agung ada kaitannya denganmu." Zhou Fan membalas dengan seringai tajam, alis Song Akoi langsung menyatu mendengar kalimat yang diucapkan.
__ADS_1
"Kau -- "
"Tetua Akoi, kau diam sebentar." Tetua yang mempunyai wajah paling tua mencoba memenangkan, dia menelisik kekuatan Zhou Fan, tapi sama sekali tidak ada yang bisa dia lihat kecuali lorong tanpa kegelapan.
Sampai dimana kultivasinya? Itu yang menjadi pertanyaan besar di kepala Tetua Ouyang, yang merupakan tertua di antara tetua lainnya.
"Pangeran ketiga percaya kepadanya, pasti pemuda ini memiliki kemampuan yang membuatnya percaya. Tidak mungkin pangeran ketiga notabene adalah cucu tetua agung melukai kakeknya." Beberapa tetua lain mengangguk, tapi tidak dengan tetua Akoi.
Pria tua itu berpikir apa yang dipunya seorang pemuda berusia dua puluhan tahun, bahkan jika adalah seorang alkemis apalah lebih hebat darinya, itu mustahil.
Zhou Fan tak mempedulikan tatapan tajam Song Akoi, dia mulai fokus ketika mendapatkan persetujuan untuk memulai ritual penyembuhan.
Namanya adalah 'pemanggilan jiwa', teknik ini adalah salah satu yang dia pelajari ketika mencoba mencari cara membangunkan Qing Yuwei - istrinya. Namun sayang, kondisi Qing Yuwei tidak memungkinkan untuk dilakukan, karena kesadaran jiwanya melemah bersamaan dengan kondisi tubuhnya.
Zhou Fan mendudukkan Song Dayi, dia sendiri duduk bersila berhadapan. Telapak tangan saling menyatu, Zhou Fan menggenggam jemari Song Dayi agar posisi tangan mereka terus terhubung.
Kesadaran Zhou Fan perlahan menghilang, ketika dia memejamkan mata, begitu terbuka dia berada di sebuah ruangan hampa, tidak ada siapapun kecuali dia.
Namun perlahan semua berubah, menampakkan keadaan seperti halaman kediaman tetua agung.
"Ini -- " Zhou Fan melihat di halaman ada tiga sosok berbeda usia, dua pria satu wanita.
Sekilas Zhou Fan mengetahui jika dua pria itu adalah Shao Mingrui bersama dengan Song Dayi sendiri. Sementara si wanita Zhou Fan tidak tahu siapakah dia.
"Mungkinkah dia adalah ibu Mingrui, putri tunggal tetua agung?" Zhou Fan memandang dari kejauhan, mereka tampak bercengkrama dengan riang, dari jauh terlihat jika tetua agung terus tersenyum dan tertawa ketika Shao Mingrui bercerita.
__ADS_1
"Apakah ini semacam ilusi, pasti ini bersumber dari keinginan tetua agung. Oleh karena itu dia betah berlama lama di sini, melupakan dunia nyata di luar sana." Zhou Fan mencoba mendekati mereka, perlahan tapi pasti Zhou Fan telah berada di depan ketiganya.
"Siapa kau anak muda?" Tetua agung bertanya dengan ramah, meski kedatangan tamu tak diundang, wajahnya masih berseri dan terlihat senang.
Zhou Fan tidak langsung menjawab, dia harus memikirkan cara tanpa membuat keributan, jika perkataannya tak sengaja menyinggung, jiwa tetua agung akan menolak untuk kembali. Dan saat itu akan mustahil membangunkan tetua agung.
"Tetua, aku adalah anggota Klan Song. Ketika berjalan aku tak sengaja menyaksikan betapa menyenangkannya memiliki keluarga." Zhou Fan menghela nafas rendah, ekspresi sedih menghiasi wajahnya.
"Oh, kau adalah anggota Klan ku, jika begitu kau bisa menganggapku sebagai kakekmu, ayo bergabung dengan putri dan cucuku, kau mungkin bisa berteman dengan cucuku." Song Dayi mengajak Zhou Fan bergabung, mereka di sana berbincang dan meminum teh bersama.
Mungkin itu terlihat sederhana, tapi kebahagiaan di wajah Song Dayi tidak bisa ditutupi lagi. Bagi orang tua sepertinya, tidak ada harapan yang lebih menyenangkan daripada berkumpul dengan anak serta cucu.
Zhou Fan sudah beberapa waktu di sana, tapi dia sama sekali tidak menemukan celah. Dia harus memutar otak untuk menarik perhatian tetua agung, jika dibiarkan seperti itu terus maka semua yang dia lakukan akan sia sia.
Teknik pemanggil jiwa memiliki batas waktu tertentu, itu sesuai dengan tingkat kekuatan spiritual yang dimiliki. Zhou Fan merupakan alkemis tingkat ke-lima, dia mungkin hanya bertahan satu hari penuh, setelah satu hari maka semua yang dilakukan akan sia sia.
Sementara di dunia luar, lima tetua berharap cemas, meski Song Akoi masih enggan bersikap pro terhadap Zhou Fan.
"Dia hanya membual, tidak akan ada yang bisa dia lakukan, sudah berjam jam tapi dia tidak menunjukkan reaksi, tidak seharusnya kalian percaya dengan ucapannya." Song Akoi berkata dengan percaya diri, dia tidak yakin ada yang bisa jika dia tidak bisa melakukannya.
"Buka matamu, jika kau tidak bisa melihat, sebaiknya kau sumbangkan saja kedua matamu." Zhou Fan berdiri dan turun dari tempat tidur baru.
Tetua agung sudah kembali seperti biasa, meski kondisinya belum sepenuhnya normal.
Zhou Fan berjalan keluar, sampai di antara pintu dia berhenti. "Air beriak tanda tak dalam, tong kosong nyaring bunyinya."
__ADS_1