
"Apakah sebegitu penting kristal beast itu baginya?" Lan Ning menyipitkan mata, ia dapat melihat sikap Zhou Fan yang sangat menantikan kristal beast yang berada di dalam ruang harta istana.
Sedang Zhou Fan yang tak mendengar suara langkah kaki spontan membalikkan badan, "Kenapa masih diam di sana, ayo pergi ke tempat pangeran ketiga."
Lan Ning terkesiap mendengar teguran, dia pun berlari kecil menyusul Zhou Fan.
Beberapa saat berjalan, kening Zhou Fan perlahan mengerut. "Bukankah ini jalan menuju aula istana?"
"Sebelum membahas masalah kristal beast itu, kaisar ingin bertemu denganmu." Lan Ning menjelaskan tanpa menghentikan langkah kakinya.
"Mengapa kaisar ingin bertemu denganku?"
Lan Ning hanya diam tak menberikan jawaban, membuat ekspresi Zhou Fan sedikit buruk. Namun tak lama Lan Ning berkata, "Aku juga tak tahu, mungkin kaisar ingin lebih mengenalmu."
Zhou Fan tersenyum samar, lebih mengenal? Itu tidak mungkin!
"Jendral besar memasuki ruangan!"
Mendengar nama sebutan yang keluar dari mulut seorang penjaga, mata Zhou Fan terbelalak.
Siapa jendral besar, apakah itu dirinya?
Lan Ning tertawa lirih, "Guru, pada upacara pengesahan pewaris takhta, pangeran ketiga telah menganugerahkan posisi jendral besar kepadamu."
Zhou Fan tak bisa berkata kata, ia pun memasuki aula dan di sambut dengan puluhan pasang mata.
"Salam Yang Mulia," Zhou Fan menjura dengan menangkupkan kedua tangan seraya tubuhnya agak menunduk.
Kaisar mengangguk sembari mengangkat tangannya, matanya menelisik Zhou Fan. Ia sungguh terkejut begitu menyadari jika mereka berdua tidak berada di tingkat yang sama, bahkan kekuatan pemuda ini tidak terlihat dalam pandangannya.
Sebenarnya seberapa kuat dia sekarang, padahal sekitar satu tahun lalu ia masih mengingat jelas jika pemuda ini berada di tingkat kaisar. Sungguh peningkatan yang luar biasa!
...
"Apakah kau akan pergi?"
__ADS_1
Shao Mingrui berdiri di balkon istana, memandang bulan yang kini bersinar terang.
"Masih ada begitu banyak kepentingan yang harus aku selesaikan. Untuk itu aku harus pergi dan menjelajahi daratan Tian Hu."
Shao Mingrui menghela nafas, ia tak bisa menahan lebih lama Zhou Fan. Sudah cukup beruntung baginya untuk dapat mendapatkan saudara seperti nya.
"Ini adalah kristal yang aku janjikan kepadamu." Shao Mingrui mengeluarkan kristal beast berwarna perak, ukurannya tidak besar, tapi juga tidak kecil. Jadi bisa dikatakan bahwa ukuran kristal beast ini sedang, setara kepalan tangan anak delapan tahun.
Untuk sesaat Zhou Fan memandang kristal beast di tangannya, ketika merasakan hawa dingin yang mencekam, ia yakin jika kristal ini memang benar adalah kristal beast tingkat kesembilan.
"Dengan ini urusanku di sini sudah selesai." Zhou Fan mengangkat kristal beast yang merupakan kristal keempat miliknya. Sekarang ia masih harus mendapatkan enam kristal beast elemen es dan harapan untuk menyelamatkan Qing Yuwei--istrinya bukan lagi menjadi harapan.
"Aku tak akan melupakanmu, meski tidak tahu kapan kembali bertemu, aku tak akan melupakan persaudaraan kita." Shao Mingrui menepuk pundak Zhou Fan.
Sedang Zhou Fan sendiri memasang senyum dan mengangguk menyetujui ucapan Shao Mingrui.
...
Satu bulan kemudian...
Shao Mingrui yang telah disahkan menjadi pewaris takhta saat ini resmi menjadi kaisar Kekaisaran Shao. Hal ini tidak lain karena Shao Lin--kaisar sebelumnya memutuskan untuk turun dari tahktanya.
Pangeran pertama, yang notabene merupakan kakak tertua Shao Mingrui--kaisar saat ini, dikabarkan akan mendapatkan hukuman pancung.
Tak ada yang tak terkejut ketika kabar tersebut tersebar, bahkan sebagian besar orang mulanya berpikir bahwa itu adalah rumor. Namun pernyataan pengadilan istana yang mengumumkan pelaksanaan hukuman, membuat seluruh penduduk Kekaisaran Shao riuh mempertanyakan keputusan kaisar.
Walau sempat berselisih, mereka tetap merupakan saudara sedarah. Tindakan seperti ini membuat penduduk berpikir miring tentang kinerja kaisar saat ini.
Akan tetapi ketika alasan yang sebenarnya terungkap, saat di mana pangeran pertama menyerang beberapa kota yang tak bersedia bergabung dengan pasukan miliknya bahkan sampai membumi hanguskan sebuah kota. Mereka langsung terbungkam diam.
"Hukum pengeran kejam itu! Hukum pangeran kejam itu!"
Sorakan semua penduduk menyerukan agar pangeran pertama segara diadili. Namun sampai menjelang siang belum nampak pangeran pertama serta petugas istana datang ke tempat eksekusi.
"Di mana pangeran kejam itu, apakah tidak jadi dihukum?"
__ADS_1
Pertanyaan demi pertanyaan mulai menghiasi pikiran setiap orang. Banyak yang berpandangan acara eksekusi ini tidak akan dilaksanakan.
Namun di tengah keributan itu seorang pria berjalan ke pusat tempat eksekusi. Semua yang melihat kedatangannya sontak diam bahkan menahan nafas dalam dalam.
"Kalian datang pasti ingin menyaksikan, itulah mengapa aku akan mengatakan sekali lagi. Pangeran pertama telah melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan seorang pangeran, menyerang sebuah kota bahkan menghancurkan kota itu sampai hancur tak bersisa. Karena kesalahan itu, aku--Shao Mingrui --kaisar saat ini menindak tegas hal tersebut dengan memberikan hukuman pancung kepadanya."
Tak beberapa lama kemudian belasan orang berpakaian hitam membawa seorang pria berpakaian lusuh dan berantakan. Sosok tersebut tidak lain adalah pangeran pertama.
Nampak dari kerutan di wajahnya serta kelopak mata yang hitam. Pangeran pertama terlihat sangat buruk.
"Apakah ada suatu harapan yang ingin kau sampaikan?" Shao Mingrui berkata kepada pangeran pertama, tapi yang diajak bicara hanya diam tak bersuara.
"..."
Setelah lama menunggu, Shao Mingrui melirik ke arah algojo. Dengan itu pria bertubuh besar yang membawa pedang itu mengangguk dan berjalan menuju tempat pangeran pertama.
"Hukum pangeran yang kejam itu! Hukum pangeran yang kejam itu!"
Crash!
Kepala pangeran pertama seketika terlepas dari tempatnya, sementara tubuhnya bertekuk lutut di hadapan penduduk yang menyaksikan.
"Apakah sudah puas?"
Seorang wanita bercadar terlonjak kaget mendapati suara tepat di sampingnya. Spontan ia memutar kepala dan menelisik sosok berjubah hitam yang berdiri tak jauh darinya.
"Nona Leng, nampaknya kau tak yakin dengan ucapanku." Dia adalah Zhou Fan, yang telah meninggalkan istana satu bulan yang lalu, meski ia belum meninggalkan Kekaisaran Shao.
Wanita bercadar itu mendengus, "bagaimana dia bisa mengenaliku?" batinnya dengan penasaran.
"Bukan aku tak percaya, hanya saja sebelum memastikan dengan mata kepala sendiri. Hati ini belum lega." Leng Shui membalikkan badan, "Namun karena pangeran pertama telah tiada dan juga dendamku telah usai, aku akan pergi."
Setelah berkata wanita itu melesat pergi meninggalkan Zhou Fan yang masih bergeming di tempatnya. Akan tetapi dalam jarak beberapa puluh langkah ia berbalik. "Meski begitu, urusan di antara kita belum selesai, suatu saat nanti aku akan membalas perbuatanmu."
Zhou Fan menyipitkan mata, apakah sebegitu dendam wanita ini kepadanya. Bahkan ia sendiri tak mengingat terlalu jelas peristiwa malam tersebut.
__ADS_1
Hem!
"Wanita memang pendendam!"