Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 84 : Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Bibi Wan menerima pill detoksifikasi yang dibuatkan oleh Zhou Fan, dia menelan tanpa ragu.


Cough! Ugh...


Bibi Wan batuk darah, aroma yang keluar sangatlah tidak sedap, bahkan bangkai pun sepertinya kalah dengan aroma ciaran kental berwarna hitam tersebut.


"Bibi Wan, apa kau tak apa?" Leng Shui yang selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh terlihat sangat khawatir.


"Nona muda, bibi ini tidak apa apa. Bahkan bernafas pun semakin lancar." Perlahan matanya memandang ke bawah, begitu kakinya yang semula berwarna kebiruan kini telah kembali normal meski ukuran masih tetap saja besar.


"Untuk pembengkakan mungkin akan sembuh dalam beberapa hari, ini sisa pill lainnya, mengkonsumsinya tidak hanya akan mempercepat pemulihan, tapi juga meningkatkan kekebalan terhadap racun dengan jenis serupa." Bibi Wan menerima pill yang diberikan Zhou Fan, matanya tak henti hentinya memandang pemuda yang sangat berkharisma itu.


"Apa ada yang salah dengan wajahku, Bibi Wan?" Zhou Fan meraba wajahnya dengan sebelah tangan.


Namun Bibi Wan langsung menggeleng. "Tidak tidak, hanya saja bibi ini penasaran. Apakah tuan muda ini kekasih nona?"


Zhou Fan menyipitkan mata, sementara Leng Shui langsung menarik tangan Zhou Fan keluar. "Bibi Wan, aku akan mengantarnya kembali, kau beristirahatlah."


"Pergilah, dan jangan kembali. Aku tak akan berterima kasih kepadamu. Kau harus ingat, suatu saat aku akan membalasmu karena telah berniat melecehkanku!" Leng Shui mengusir Zhou Fan, bahkan menutup ruangan dengan keras.


Huft...


Diam diam Zhou Fan menghela nafas lega. Mendengar perkataan Leng Shui, dia semakin yakin jika tidak ada suatu yang terjadi di antara mereka.


Melupakan masalah Leng Shui, sekarang dia harus kembali ke kediaman Klan Song, ingin melihat apakah pertarungan di Kota Jiangsu berjalan lancar seperti yang dia alami.


***


"Bagaimana bisa dia tak ada, jangan sampai saudaraku terluka ataupun terjadi sesuatu kepadanya." Shao Mingrui sangat khawatir ketika Dua Kapak Kembar hanya kembali dengan Shin dan juga Zhou Jim.


"Pangeran, sepertinya tuan muda Zhou tengah menyelesaikan suatu urusan yang sangat penting." Shin berkata dengan yakin.


Dia sudah memastikan jika Zhou Fan baik baik saja, karena saat melakukan penyisiran, di kemah utama mereka menemukan mayat seorang pria tua yang kuat, kemungkinan besar pria tua tersebut merupakan komandan pasukan pangeran pertama.

__ADS_1


Shao Mingrui untuk sesaat diam di tempatnya, tak satupun kata dia ucapkan, hanya sorot matanya yang terus memandang ke depan.


"Aku baik baik saja." Seorang pemuda masuk tanpa permisi, duduk pun tanpa permisi.


Shao Mingrui menyipitkan mata, dia kemudian bertanya. "Sebenarnya apa yang kau lakukan, kau tahu jika pergi tanpa kabar membuat semua orang khawatir?"


Memang benar yang dikatakan Shao Mingrui, bukan hanya dia, tapi juga beberapa tetua bahkan Song Dayi pun mengkhawatirkan Zhou Fan.


Bagaimana bisa tenang jika mengetahui pemuda itu melakukan penyerangan terbuka ke kemah pasukan lawan. Dengan hanya empat orang satu serigala berniat menghadapi seratus orang dengan kekuatan beragam.


"Ada urusan yang harus diselesaikan." Zhou Fan menjawab begitu singkat, membuat Shao Mingrui mengerutkan kening.


Shao Mingrui menghela nafas rendah, kemudian berbicara dengan tangan menopang kepala. "Pasukan yang mengepung Kota Jiangsu sepenuhnya bisa dikalahkan, tapi petarung suci yang berada di sana berhasil melarikan diri."


Meski telah mengepung dengan jumlah, tetap saja tidak bisa menangkap ataupun membunuh petarung suci milik pangeran kedelapan.


...


Hari demi hari berlalu, setelah mundurnya pasukan pangeran kedelapan serta hancurnya pasukan pangeran pertama, itu seperti menyulut api di atas tumpukan kertas.


Pangeran kedelapan dengan membawa tiga orang tingkat petarung suci memimpin pasukan berskala besar, dia handak memperluas kekuasaan dan menjadikan Kota Jiangsu dalam kekuasaannya.


Di sisi lain, pangeran pertama juga melakukan gerakan. Meski kekuatan pasukan telah berkurang masih tidak bisa dikatakan lemah dengan begitu banyak petarung senior.


Dengan pasukan yang mereka bawa, dalam kurun waktu satu hari kekuasaan dua kota itu sudah berpindah tangan.


Kini mereka mengepung Kota Chen yang manjadi tempat pengungsian penduduk yang berasal dari dua kota.


Di aula kota...


"Pangeran, dari gerbang selatan pasukan pangeran kedelapan sudah bersiap menyerang. Dan lagi di gerbang utara pasukan pangeran pertama berdiri menanti."


Aula semakin gaduh dengan banyaknya orang yang beradab di sana, selain itu kepanikan yang ditimbulkan pasukan kedua pangeran membuat semua orang tidak bisa tenang.

__ADS_1


"Semuanya, tenang!" Song Dayi berseru lantang, dia juga merasa tertekan, tapi dia harus tetap bersikap tenang.


"Tetua agung, biarkan aku yang berbicara."


Semua orang mengarahkan perhatian kepada seorang pria tua berpakaian serba putih. Mata beberapa orang membuat tidak percaya dengan siapa pria tua itu.


"Patriark, kau sudah keluar?" Song Dayi mengatakan dengan sedikit nada terkejut.


"Ya, sekarang aku telah berada di tingkat petarung suci bintang satu." Patriark Song - Song Zi, tersenyum ringan.


"Apakah dia Patriark Klan Song, aku sempat mendengar bahwa setahun lalu dia menutup diri untuk melakukan penerobosan, tak kusangka kabar tersebut memang benar, sekarang dia telah berada di tingkat petarung suci."


"Sekarang kita memiliki dua petarung suci, meski tetua agung Klan Song dapat mengimbangi dua petarung suci bintang satu, itu tidak akan berguna jika dua pangeran menyerang bersama."


Seluruh aula dikejutkan dengan kabar keluarnya Patriark Klan Song. Klan Song tidak diragukan memang salah satu klan yang disegani di Kota Chen ataupun Kekaisaran Shao.


"Aku telah mendapatkan kabar jika Sekte Hati Surgawi bersedia bergabung dengan pasukan kita," ucap Song Zi sembari menunjukkan surat di tangannya.


Semua yang bisa melihat, pasti langsung mengenali tanda pengenal sekte yang sangat malang melintang di Kekaisaran Shao.


"Tidak salah lagi, itu adalah tanda pengenal khusus Sekte Hati Surgawi. Kabarnya patriark sekte mereka telah berada di tingkat petarung suci."


"Jika begitu akan ada kemungkinan untuk menang, karena bagaimanapun kedua pangeran masih berselisih, tidak mungkin mereka hanya bertegur sapa ketika berjumpa."


Berkat keluarnya Patriark Klan Song serta kabar dari Sekte Hati Surgawi, perlahan tapi pasti semua yang ada di sana menghilangkan rasa khawatir mereka.


Pertemuan pun berakhir, dan beberapa dari mereka kembali ke klan, sementara klan pengungsi kembali ke tempat mereka membuat perkemahan.


Di ruangan Song Dayi...


"Eh... Fluktuasi aliran tenaga dalam mu semakin stabil, dan kau sudah siap menerobos. Pertemuan apa yang membuatmu begitu cepat akan naik tingkat?" Song Dayi menyipitkan mata, pandangannya tampak menelisik tubuh Zhou Fan.


"Hal ini yang masih menjadi misteri, tak tahu mengapa tiba tiba merasakan sudah akan menerobos." Zhou Fan menggelengkan kepala pelan, sungguh dia tak mengerti situasinya saat ini.

__ADS_1


Namun perubahan ini terjadi setelah dia terbangun di goa. "Mungkinkah ini yang dimaksud pria tua itu?"


__ADS_2