
Setelah bermalam di Desa Tjong, Zhou Fan melanjutkan perjalanan menuju Ibukota. Tak butuh waktu lama ia sudah melintasi pintu gerbang kota.
Biaya masuk Ibukota terbilang murah, bahkan yang termurah di antara empat kota lainnya. Hal ini mungkin merupakan kebijakan yang diatur kaisar karena Ibukota merupakan pusat kekaisaran, tentu banyak orang berlalu lalang.
"Tuan muda, itu terdapat kedai yang cukup ramai. Mungkin kita dapat mengumpulkan informasi di sana." Ciu San melirik ke samping kanan.
Zhou Fan mengikuti kemana Ciu San memandang, ia juga melihat ada kedai di sana. Meski tidak besar keadaan kedai cukup ramai, merupakan tempat yang tepat untuk mengumpulkan informasi.
Mereka pun masuk ke sana, mencari tempat duduk yang sekiranya dapat mendengar percakapan seluruh pengunjung kedai. Di tengah kedai seorang pria meninggalkan tempat duduknya, tanpa basa-basi Zhou Fan melangkah dan duduk di sana.
Seorang pelayan datang, menanyakan pesanan. Namun Zhou Fan yang tak berniat memesan menoleh kepada Ciu San dan juga Zhi Long. "Kalian pesan apapun yang kalian inginkan."
Mata Ciu San berbinar senang, dengan cepat menunjukkan menu yang ada dalam papan pesanan. Pelayan kewalahan mencatat, Ciu San pun harus mengulang pesanannya.
Pelayan itu pun pergi meski dengan wajah tersenyum kecut. Bukan karena apa, tapi baru pertama kali melayani pengunjung yang memesan begitu banyak padahal hanya tiga orang.
Andai dia tahu, Ciu San bahkan sanggup melahap habis makanan-makanan itu sendirian. Perutnya seperti karet yang tak akan pernah merasa kenyang.
"Terima kasih tuan muda," ucap Ciu San dengan memamerkan senyum indahnya.
Zhou Fan baru saja akan mengangguk, tapi perhatiannya teralihkan oleh beberapa pria berpakaian hitam. Di belakang mereka terdapat seorang wanita muda yang cantik, mengenakan pakaian mewah laksana seorang putri.
"Nona pertama, mengapa sampai repot datang kemari? Biarkan kami yang mengirim pesanan ke kediaman Klan Chu." Pria tua yang sepertinya adalah penanggung jawab kedai menghampiri dengan panik, sambil mengelap keringat dia merendahkan posisinya.
"Tidak apa, aku juga ingin keluar. Sekalian mengambil pesanan juga bukan hal besar." Chu Qingyin--nona pertama klan Chu, berkata sambil melirik pengawal yang datang bersamanya.
Pengawal itu sontak mengeluarkan ribuan lembar uang kertas.
"Itu sebagai biaya atas pesanannya," ucap Chu Qingyin sembari menyerahkan uang kertas kepada pria tua.
__ADS_1
Pria tua langsung bangkit, mengambil pesanan yang telah siap. Tak berselang lama ptia tua datang dengan membawa loyang besar penuh makanan, tersusun rapi membentuk sebuah piramida.
Semua pengunjung yang datang tak ada yang tak memperhatikan, mereka mengalihkan pandangan menuju ke arah Chu Qingyin. Mengenali bahwa itu adalah nona pertama klan Chu, mereka seketika memalingkan pandangan karena tak berani mencari masalah, terlebih dengan Chu Qingyin.
Chu Qingyin membalikkan badan dan pergi, tapi ketika akan keluar pintu dia merasa ada seseorang yang memperhatikan. Dia pun mencari siapa sosok tersebut.
Mata Chu Qingyin menyipit saat tertuju kepada seorang pria muda, duduk dengan dua pria paruh baya nampak tak terintimidasi oleh kekuatan serta identitasnya.
Siapa dia?
Chu Qingyin kembali memandang ke depan, meninggalkan kedai dengan beberapa pertanyaan yang masih mengganjal.
Sementara Zhou Fan hanya memandang pintu setelah Chu Qingyin serta pengawalnya pergi.
"Kau sangat berani, mungkin kau adalah sebagian kecil dari seluruh penduduk kota yang berani menantang nona pertama Klan Chu." Mendengar perkataan pengunjung yang ada di samping tempat duduknya, Zhou Fan menyipitkan mata.
Namun, sebelum dia berkata pengunjung lain ikut angkat bicara. "Menurut kabar yang beredar, nona pertama klan Chu sangat kejam terhadap lawan. Bahkan jika ada yang menatapnya, itu berarti mengumandangkan perang terhadapnya."
Zhou Fan tak bicara, meraih makanan milik Ciu San yang begitu banyak di meja.
Klan Chu? Sangat kebetulan. Kemarin tuan muda klan Chu dibuat lari olehnya, sekarang giliran nona muda klan Chu yang nampaknya menyimpan dendam terhadapnya. Padahal ia hanya diam, memandang karena penasaran dengan makanan pokok yang disusun begitu tinggi.
Zhou Fan meneggelengkan kepala, menyantap makanan yang ada di atas meja.
Ciu San memandang lekat tuan mudanya, melihat makanannya berkurang ia seperti tidak rela. Namun ingin menghentikan juga tak bisa, jadi hanya diam menerima nasibnya.
"Kalian lanjutkan saja, aku akan ke penginapan yang ada di sebelah." Zhou Fan bangkit dari duduknya, meninggalkan Ciu San dan juga Zhi Long.
Beberapa saat setelah Zhou Fan pergi, Ciu San telah menghabiskan makanan di atas meja. Ia hendak membayar, tapi mengingat balum diberi Zhou Fan.
__ADS_1
"Tu-tuan muda?" Ciu San menggaruk kepala yang tak gatal, bukankah semua ini akan dibayar tuan mudanya, tapi tuan mudanya tak lagi nampak batang hidungnya. Apakah ia harus membayarnya dengan uang miliknya sendiri.
Ciu San memandang Zhi Long, tapi dengan cepat ia memalingkan wajah. "Jangan berharap kepadaku, kau yang pesan kau yang bayar."
Pelayan datang menagih pembayaran, Ciu San pun berdecak kesal dan perlahan mengeluarkannya sejumlah uang yang disebutkan. "Tcih, mengapa hari ini aku begitu sial!" umpatnya dalam hati.
Meski enggan ia juga tidak bisa pergi sebelum membayar. Dengan berat hati ia mengurangi harta kekayaannya yang jumlahnya tak seberapa.
Di penginapan Zhou Fan memesan ruangan yang tenang tanpa ada seorangpun yang bisa mengganggu. Dia mendapatkan ruangan yang ada di lantai tiga, merupakan ruangan khusus dengan harga seribu uang kertas per tujuh hari.
"Tuan, apakah kau membutuhkan sesuatu?" Mendengar pertanyaan pelayan wanita, Zhou Fan berpikir, kemudian menggeleng.
"Tidak, emm... Jika ada dua pria paruh baya bertubuh gempal, sediakan mereka ruangan dan katakan jangan menggangguku di ruangan ini." Setelah berkata Zhou Fan menutup pintu, sementara pelayan wanita mengernyitkan kening heran.
Sambil mengingat pesan dari pelanggan ia berjalan pergi. Sementara Zhou Fan di dalam langsung mengeluarkan tungku awan hitam, bersiap memulai aktivitas membuat pill tingkat jiwa.
Ini adalah pengalaman pertama baginya, kemungkinan gagal mencapai lima banding sepuluh. Oleh sebab itu ia membutuhkan ruangan tenang tanpa gangguan agar proses tidak terganggu.
Zhou Fan menarik keluar Zhou Jim, serigala itu langsung patuh ketika melihat daging tergeletak di sudut ruangan. "Jaga ruangan ini saat aku membuat pill."
Auk!
Zhou Jim duduk dengan dua kaki belakang, menggigit daging dan memakannya.
Zhou Fan mengeluarkan intisari beast, tentu saja juga teratai api tujuh warna yang merupakan bahan utama dalam membuat pill tingkat jiwa.
Api berkobar, Zhou Fan begitu fokus mengendalikan api agar mencapai tingkatan suhu yang diinginkan. Setelah beberapa lama menunggu, sudah saatnya memasukkan bahan pelengkap seperti akar spiral, rumput bintang dan lain-lain.
Seluruh bahan dimasak dengan api bersuhu tinggi, melekat menjadi satu dan mengeluarkan aroma yang sangat khas.
__ADS_1
Zhou Fan memasukkan intisari beast dan terjadi ledakan dalam tungku awan hitam. Zhou Fan berusaha tetap tenang, walau keringat mulai membasahi pakaian. Dia tidak boleh gagal, karena bahan-bahan itu merupakan harga langka yang sangat sulit didapatkan.