
"Rui'er, kenapa kamu kemari? Ini sangat berbahaya, ada lebih dari belasan beast tingkat tujuh yang kekuatannya setara dengan petarung senior bintang tujuh, selain itu ada tiga yang setara dengan petarung senior bintang sembilan."
Ni Quero yang melihat kedatangan Shao Mingrui langsung memberikan peringatan, tapi putra saudarinya itu tidak mengindahkan perkataannya.
"Senior Ni, sebenarnya apa yang terjadi, mengapa begitu banyak beast yang datang ke kota ini?" Zhou Fan melesat memburu beast yang menyerang di sekitarnya.
Ni Quero juga tengah berhadapan dengan beast tingkat enam, meski begitu tidak mudah mengalahkan gajah bumi yang terkenal dengan ketangguhan dalam bertahan.
"Beberapa bulan terakhir, kawasan hutan menjadi kacau, beast beast ini datang ke wilayah kota untuk mencari tempat tinggal. Mungkin ada pergerakan dari Suku Barbar. Namun itu hanya perkiraan kasar yang disimpulkan beberapa tetua." Ni Quero sambil berkata menebas leher dengan pedang di tangannya, tapi sekali lagi tidak berhasil menembus pertahanan yang kokoh milik beast besar berbelalai panjang.
"Sebaiknya kalian mundur, terlalu lama di sini akan membahayakan nyawa kalian." Ni Quero melompat ketika gajah bumi dengan cepat bergerak menyeruduk ke depan.
Belum sempat bergerak, harimau perak menerkam dan bersiap melayangkan cakar.
Ni Quero mendecih karena tak sempat menghindar, dia bersiap membentangkan pedang menghadap serangan, tapi sebelum cakar menghantam, tubuh harimau perak tergeletak menjadi dua bagian.
"Siapa?" Ni Quero mengedarkan pandangan, dia melihat Zhou Fan berdiri sambil membawa tombak yang kini penuh darah di setiap bagiannya.
"Senior Ni, kau baik baik saja?" Pertanyaan Zhou Fan membuat wanita tua itu tersadar, dengan cepat dia memasang kuda kuda pertarungan.
"Aku tak apa, terima kasih." Ni Quero melesat dan kembali menyerang gajah bumi, meski begitu dalam benaknya dia memikirkan Zhou Fan.
Bagaimana seorang pemuda sepertinya dapat membunuh harimau perak dengan satu kali serangan. Setidaknya harimau itu adalah beast tingkat tujuh, bahkan ia sendiri tidak yakin dapat mengalahkannya.
Pertanyaan besar menghantui pikiran Ni Quero, dia merasa sosok Zhou Fan sangat lah berbahaya. Walau wajahnya selalu terlihat tenang, tidak menutup kekuatan yang tersimpan di dalamnya.
Namun beruntung mereka berada di pihak yang sama, tidak bisa membayangkan jika dia harus berhadapan dengan sosok sepertinya. Mungkin dengan mudah nyawanya melayang.
Zhou Fan, setelah membelah tubuh harimau perak mengamati situasi lebih mendalam.
__ADS_1
Dia bisa melihat, setidaknya para beast ini menyerang sampai puluhan kilo meter dari perbatasan hutan. Meski banyak petarung yang berjuang, jumlah beast dua kali lipat, mungkin ada sekitar ratusan beast mulai dari tingkat terendah sampai dengan tingkat tujuh.
Di antara petarung, banyak pria tua mengenakan pakaian ungu, itu seperti pakaian yang dikenakan Ni Quero. Jika tidak salah mereka adalah tetua Sekte Hati Surgawi.
Namun kehadiran mereka tidak banyak membawa perubahan, keberadaan beast tingkat tujuh yang setara dengan petarung senior bintang sembilan membuat mereka kewalahan.
Kekacauan terjadi, tempat yang sebelumnya sudah hancur akibat serangan sebelumnya, kini semakin buruk dengan serangan skala besar yang terjadi.
Banyak penduduk meski adalah seorang kultivator memilih untuk menghindar karena tidak berani turun tangan menghadapi ratusan beast yang menyerang.
Satu persatu nyawa melayang, aroma amis mulai menghiasi tanah seluas puluhan kilo meter. Namun usaha mereka tidak sia sia, kawanan beast yang semula mencapai ratusan kini hanya tersisa puluhan.
Akan tetapi terlalu awal untuk memikirkan semua berakhir dengan aman, beast yang tersisa merupakan beast tingkat lima enam dan tujuh, tentu merupakan masalah besar jika tidak kunjung diselesaikan.
Blar!
Beruntung serangan itu dapat dihindari, jika tidak dia harus menerima luka yang lumayan karena ketahanan cula yang sungguh tak biasa.
Badak bercula satu seolah kerasukan, beast berkaki empat itu memutar tubuh gempalnya, sedang kaki menghantam tanah beberapa kali bersiap kembali menyerang.
Zhou Fan tentu tidak hanya diam menyaksikan beast badak bercula satu menyerang. Dengan tombak di tangannya dia melakukan gerakan, mendorong dengan satu tangan.
Ketika badak bercula satu menyeruduk mata tombak, sebuah sinar melesat dan mendorong tubuh badak bercula satu hingga menghantam bangunan yang sudah rusak.
Grah...
Badak kembali bangkit, meski tubuhnya penuh dengan luka serta cula yang sudah tak ada, beast itu berlari cepat memburu Zhou Fan.
Melihat hal ini Zhou Fan melompat, sambil memegang tombak dengan kedua tangan, lalu menebaskannya kuat.
__ADS_1
Tombak menghantam punggung badak bercula satu, terdengar bunyi 'klang' ketika tombak beradu dengan kulit yang begitu tebal. Meski begitu, badak bercula satu tidak mampu bertahan, tubuhnya menghujam tanah bahkan membuat tanah seketika berlubang.
Zhou Fan sangat puas ketika melihat badak bercula satu tewas di tangannya, dia melihat ke samping, di sana ada Shao Mingrui yang melawan beast tingkat lima.
"Dia mengenakan jubah pelindung, setidaknya beast tingkat lima atau bahkan tingkat enam tidak bisa membuatnya terluka parah," gumam Zhou Fan.
Jubah yang sebelum ini melindunginya dari kematian, telah dia kembalikan kepada pemilik sebenarnya. Dia tidak bisa mengambil jubah itu karena sebenarnya adalah milik Shao Mingrui. Selain itu dia berpikir, jika Shao Mingrui lebih membutuhkan perlindungan itu dari pada dirinya.
Akh!
Teriakan terdengar sangat keras, semua yang mendengar spontan menengadahkan kepala menyaksikan apa yang terjadi.
"Tetua -- bahkan tetua sekte tidak bisa bertahan menghadapi tiga beast itu?!"
Zhou Fan memperhatikan tiga beast yang merupakan keberadaan terkuat di antara beast lainnya. Itu adalah beast serigala berbulu emas, beast kera bertangan tinju, serta beast laba laba berkepala merah.
Hem...
Zhou Fan dapat memperkirakan sampai kapan tetua sekte lain akan bertahan. Mungkin tak lama lagi serangan ini akan berakhir, kawanan beast akan menyapu semua yang ada di sini.
Namun itu akan terjadi jika tidak ada dia di sini, sekarang dia telah datang, meski tidak menemukan keberadaan beast tingkat kedelapan berelemen es di sekitar, tidak mungkin hanya diam menyaksikan.
"Junior, kau akan kemana? Sebaiknya lupakan jika kau ingin bergabung dengan para tetua." Ni Quero berkata dengan lantang, dia tidak bisa membiarkan saudara keponakannya menyerahkan nyawa kepada beast beast itu.
Ni Quero memang percaya dan mengakui kekuatan Zhou Fan lebih kuat darinya, tapi untuk bertarung dengan ketiga beast tingkat tujuh yang setara dengan petarung senior bintang sembilan, itu terlalu berlebihan.
Zhou Fan tidak menghiraukan teriakan itu, atau lebih tepatnya dia tidak mendengar peringatan tersebut. Ni Quero berkata saat Zhou Fan sudah melesat menjauh, suaranya tidak lebih keras dari suara beast yang mengaum.
Namun Shao Mingrui mendengar apa yang dikatakan Ni Quero, sambil bertarung dia berteriak. "Bibi Ni, jika saudaraku tidak bisa, maka di sini tidak akan ada yang bisa."
__ADS_1