Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 39 : Kembali ke Istana


__ADS_3

"Apa kau menyukai hadiah dariku? Itu khusus untukmu." Shao Mingrui menepuk pundak Zhou Fan, duduk di ruang tamu sambil mengeluarkan sebuah guci arak.


"Hem ...." Zhou Fan melirik dengan acuh tak acuh.


Shao Mingrui mengerutkan kening, dia kemudian bertanya. "Apakah kau kurang puas dengan pelayanannya? Aku akan mencarikan wanita lain untukmu."


Heh..


"Aku sangat puas, sehingga ingin rasanya memberimu pelajaran." Zhou Fan berkata dengan kesal, tapi dia tidak mengungkapkan kepada pria di sampingnya, hanya sekedar mengeluarkan tatapan sengit.


"Seperti apa ciri wanita yang kau cari? Aku akan mencarinya untukmu." Shao Mingrui mengedipkan sebelah mata.


"Cukup, jangan bahas hal itu lagi." Zhou Fan tak lagi sabar, dia berdiri sambil menatap tajam Shao Mingrui.


"Kau -- "


Saat Shao Mingrui hendak berkata tapi seorang pelayan datang dan menyampaikan jika Cheng Liyu mencarinya.


"Urus saja istrimu, kau tak perlu mengurus hidupku." Zhou Fan duduk, merampas guci arak di tangan Shao Mingrui.


Tanpa mempedulikan ucapan Zhou Fan, Shao Mingrui kembali ke ruangannya.


Zhou Fan melirik Zhou Jim, serigala merah itu terlihat tenang di tempatnya berada.


Beberapa saat berselang Shao Mingrui kembali. "Ayo, berhubung akan pagi sebaiknya kita berangkat sekarang."


Zhou Fan berdiri setelah menghabiskan arak di tangannya, pemuda itu berjalan keluar mendahului Shao Mingrui.


Di sana sudah ada dua kuda yang siap siaga, kuda hitam dengan corak putih menarik perhatian Zhou Fan. Pemuda itu spontan naik ke atas tubuh sang kuda.


Shao Mingrui tak mau ketinggalan, dia melompat dan langsung melajukan kudanya.


Hari masih begitu pagi, bahkan matahari masih belum menampakkan dirinya. Namun dua kuda itu melaju dengan cepat membelah jalan kota yang sepi.


"Jika dengan kecepatan seperti ini, kita akan sampai malam hari." Zhou Fan bergumam, dia telah melakukan perjalanan menuju ibukota, setidaknya dia dapat memperkirakan waktu tempuh berdasarkan jarak dan kecepatan kuda mereka.

__ADS_1


"Oleh karena itu aku memilih untuk berangkat pagi pagi sekali. Aku tidak ada niatan untuk bermalam di salah satu penginapan." Shao Mingrui ternyata mendengar ucapan Zhou Fan, pangeran ketiga tersebut menanggapi dengan santai.


Shao Mingrui bisa meninggalkan Kota Bei Xian dengan tenang, masalah yang ada di sana sudah sepenuhnya terselesaikan. Setidaknya itu untuk sekarang, untuk masa depan siapa yang tahu akan ada masalah apa lagi.


Waktu terus berlalu, langit yang semula agak redup perlahan tapi pasti berubah cerah. Panas terik matahari terasa menyengat, mengingat jika pakaian yang dikenakan tidak berbahan tebal.


Keduanya telah melintasi beberapa kota, tinggal satu dua kota lagi dan akan sampai di ibukota.


"Bukankah ini masih wilayah Kota He?" Zhou Fan bertanya tanpa mengurangi kecepatan kudanya.


Shao Mingrui yang mendengar lantas mengangguk. "Benar ini adalah wilayah Kota He, kekuasaan pangeran kedelapan."


Zhou Fan mengeluarkan ekspresi prihatin, dia melihat betapa buruknya kehidupan di Kota He. Mungkin di pusat kota, terlihat semua penduduk hidup dalam kecukupan, tapi ketika menyisir ke bagian pinggiran, betapa buruknya kota ini.


Kota Bei Xian masih baik, meski tidak semua penduduk hidup dalam kondisi baik, setidaknya mereka lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan di Kota He.


"Kota He menerapkan pajak ganda, selain pajak wajib yang merupakan peraturan dari istana kekaisaran, Kota He mengatur entitasnya sendiri."


Shao Mingrui berkata tanpa menatap Zhou Fan, dia mengikuti kemana pemuda itu menatap, kumpulan penduduk yang terlihat hidup dalam kekurangan.


Shao Mingrui malah tertawa lirih. "Istana juga mendapatkan keuntungan, oleh karena itu tidak ada yang mencoba menghentikan."


Ckck...


"..."


Zhou Fan baru saja akan memaki kaisar, tapi di sampingnya merupakan seorang pangeran. Pemuda itupun menahan kegeraman terhadap kaisar Shao dalam benaknya.


Awu...


Zhou Jim yang berlari di samping kuda Zhou Fan tiba tiba melolong panjang, hal ini tentu membuat Zhou Fan menarik tali kekang kudanya.


Shao Mingrui juga berhenti, tapi dia tidak tahu apa yang terjadi, hanya ikut berhenti ketika melihat Zhou Fan berhenti.


Zhou Jim seolah merasakan sesuatu, matanya terus memandang ke salah satu penjuru.

__ADS_1


"Sepertinya Jim mendapati sesuatu dari arah sana." Zhou Fan membatin dengan nada penasaran.


Zhou Fan berjalan ke arah Zhou Jim memandang, meninggalkan Shao Mingrui yang kini berwajah heran.


Sebenarnya apa yang dia lakukan? Mungkin itu yang ada di kepala Shao Mingrui, dia tidak habis mengerti dengan tingkah saudara angkatnya.


Namun semua itu berubah saat sebuah teriakan menggema dari sana. Shao Mingrui sontak langsung turun dan menuju ke tempat Zhou Fan berada.


Ketika sampai Shao Mingrui melihat banyak sekali mayat berserakan di permukaan tanah, dia melirik Zhou Fan yang berdiri di sampingnya.


"Siapa yang melakukan pembunuhan ini?" Shao Mingrui menelisik jika mayat mayat ini merupakan kelompok saudagar yang hendak menuju Ibukota.


Selain itu pelaku ini tidak hanya satu, karena terlihat dari luka yang ada. Itu tercipta dari berbagai macam senjata, mulai dari pedang, tombak hingga belati.


"Sepertinya para bandit, karena semua barang habis tak bersisa." Zhou Fan bahkan tidak melihat satupun barang berharga di sekitarnya, jelas ini merupakan serangan bandit.


Shao Mingrui mengangguk, dia sependapat dengan apa yang Zhou Fan katakan. Namun pangeran ketiga tersebut masih merasakan suatu yang janggal, pasalnya dia tidak pernah mendapatkan kabar semacam ini sebelumnya.


"Ayo kembali." Shao Mingrui mengajak Zhou Fan untuk melanjutkan perjalanan, terlalu lama di sini akan memaksa mereka bermalam di penginapan.


Zhou Fan bergeming di tempatnya, dia tidak bisa meninggalkan tempat ini begitu saja. Jika dibiarkan, mayat mayat ini akan membusuk dan bukan tidak mungkin menimbulkan beberapa masalah kesehatan.


"Kau kembalilah terlebih dahulu." Zhou Fan berkata sambil mengumpulkan tubuh setiap orang yang ada, kemudian membakar mereka semua.


Zhou Fan menatap gunungan mayat yang perlahan mulai terbakar, perlahan kakinya melangkah menjauh dan kembali ke tempat dimana dia meninggalkan kudanya.


"Jika kau tidak kunjung datang, aku berniat meninggalkanmu." Shao Mingrui mendengus dan langsung melajukan kuda melanjutkan perjalanan.


Zhou Fan menyusul Shao Mingrui, ketika jarak sudah berdekatan, pemuda itu menyampaikan apa yang dia pikirkan. "Bandit ini sepertinya adalah pendatang baru, bukankah selama ini tidak ada kasus bandit yang terjadi sini?"


"Mungkin kau benar, tapi ini bukan masalahku. Dan lagi kita sekarang berada di wilayah kekuasaan pangeran kedelapan, tidak baik terlalu menarik perhatian."


Untuk sesaat Zhou Fan termenung, dia mengingat jika pangeran kedelapan menjalin kerjasama dengan beberapa kelompok seperti bandit atau sejenisnya, mungkin juga keberadaan bandit ini dilatarbelakangi pangeran kedelapan.


Dia juga mengingat jika Shao Mingrui masih belum ingin menunjukkan taringnya kepada semua orang, lebih baik mereka bersikap seolah tidak tahu dan berjalan sesuai rencana.

__ADS_1


__ADS_2