Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 79 : Identitas Penyusup


__ADS_3

Shut...


Wosh...


Dua bayangan berkelebat cepat, satunya ingin melarikan diri sementara yang lain mengejar ingin menangkap.


Sesaat saja mereka sudah berada di luar kediaman Klan Yen. Zhou Fan masih mengejar wanita berpakaian laksana pelayan, dapat dirasakan kekuatan wanita itu setingkat petarung senior bintang lima, tapi entah mengapa kecepatannya sungguh luar biasa.


Zhou Fan berdecak, kemudian memaksa menambah kecepatan. Dalam beberapa tarikan nafas dia hampir menggapai wanita penyusup itu, dan dalam satu waktu dia meraih dan langsung membantingnya ke belakang.


Bruak!


Wanita berpakaian pelayan menghantam sebuah pohon besar, tenaga yang Zhou Fan keluarkan meski tidak penuh sudah mampu membuat petarung senior kewalahan.


"Kenapa kau mengejar ku?" Wanita berpakaian pelayan menatap Zhou Fan tajam, sama sekali tidak merasa bersalah setelah meracuni orang.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Wanita itu mencoba mundur dengan wajah pucat ketika Zhou Fan maju sambil bersiap menghabisi nyawanya, tapi keberadaan pohon di belakangnya membuat semua usaha terasa sia-sia.


"Kalian Klan Song memang kejam! Bunuh aku, memang ini adalah takdir klan kecil." Wanita itu mungkin mengatakan sudah siap menghadapi kematian, tapi tubuhnya gemetar, apa yang dikatakan sangat bertentangan dengan apa yang dipikirkan.


Zhou Fan yang semula ingin mengakhiri nyawa wanita ini, mengurungkan niatnya ketika mendengar perkataan terakhir. Dia merasa jika wanita ini tidak ada hubungan dengan pangeran pertama.


"Siapa kau sebenarnya, mengapa meracuni kami?"


Wanita itu malah tersenyum sinis. "Apakah penting bagimu, pada akhirnya semua sama. Maka lakukan dengan cepat, dan buat aku terbebas dari dunia ini!"


Zhou Fan semakin mengerutkan kening, dia tak tahu apa maksud perkataan wanita itu, dia juga tidak tahu apa hubungan masalah ini dengan Klan Song.


"Apa yang kau pikirkan?! Bunuh aku!" Wanita itu berteriak, membuat Zhou Fan berdecak kesal.


"Jika kau ingin mati, maka akan aku bantu." Zhou Fan tersenyum, dan senyuman itu sangat menakutkan.


Sekali lagi tubuh wanita itu bergetar, apa yang dikatakan benar benar tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.


"Namun setelah aku memastikannya." Zhou Fan menepuk leher bagian belakang, membuat wanita itu jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


Eh...


"Ada apa dengan wajahnya?" Zhou Fan menyipitkan mata ketika melihat kulit wajah wanita berpakaian pelayan terkelupas.


Heh...


"Ternyata ini adalah wajah palsu," ucap Zhou Fan sambil memandang wajah pelayan yang memiliki bopeng.


Zhou Fan penasaran dengan wajah wanita itu, perlahan tangannya melepas topeng wajahnya, dan terlihat kulit putih bersih tanpa cacat, sangat berbeda dengan penampilan sebelumnya.


Untuk sesaat Zhou Fan terdiam, dia tidak menyangka jika wanita berpakaian pelayan itu adalah wanita muda yang cantik.


"Aku harus kembali, mungkin tetua agung serta Patriark Yen telah menunggu di sana." Zhou Fan melesat sambil membawa wanita yang entah siapa namanya, dia merasa harus mencari tahu dengan membawanya kepada tetua agung.


Wanita itu memiliki masalah dengan Klan Song, jika ingin tahu dia harus membawanya ke hadapan tetua agung.


"Kau menangkapnya, aku berpikir dia adalah mata mata pangeran pertama." Song Dayi menadang kedatangan Zhou Fan yang menggendong pelayan wanita.


"Sepertinya dia bukan mata mata pangeran pertama, tapi dia memiliki maksud terhadap Klan Song." Zhou Fan mendudukkan wanita di punggungnya ke salah satu tempat duduk yang ada.


Zhou Fan melepas topeng yang sempat dia pakaikan kembali, melihat wajah wanita muda itu, mata Song Dayi serta Patriark Yen menyipit.


"Dia -- "


"Bukankah dia adalah putri Patriark Leng, generasi muda paling menjanjikan, Leng Shui?" Patriark Yen berkata dengan suara tertahan, rasa terkejutnya tidak main main.


"Ya, aku mengingatnya, aku mengingat jika dia adalah gadis yang baik, meski sikapnya agak dingin dan cuek." Song Dayi memiliki beberapa ingatan tantang wanita muda yang diketahui bernama Leng Shui.


"Namun aku tak tahu mengapa dia begitu berambisi meracuni ku, dan kenapa dia menjadi pelayan di kediaman Klan Yen?" Song Dayi menggaruk pelipis dengan tangan kanannya, dia bingung atas situasinya saat ini.


Namun berbeda dengan Patriark Yen, dia seperti mendapat gambaran motif yang dilakukan Leng Shui.


"Tetua, kau mungkin tidak tahu. Pertempuran sembilan bulan yang lalu itu menghancurkan Klan Leng, seluruh Klan Leng tewas. Mungkin gadis ini satu satunya keturunan Klan Leng yang tersisa." Patriark Yen menjelaskan.


Zhou Fan seperti mengerti, dia pun berkata. "Karena berpikir Klan Song merupakan klan utama, dia beranggapan kehancuran klan nya itu karena Klan Song."

__ADS_1


Patriark Yen mengangguk mendengar perkataan Zhou Fan, itu sama seperti yang dia katakan.


"Ini salah, meski Klan Song merupakan klan nomor satu, apa yang terjadi saat pertempuran jelas di luar kendali kami. Terlebih saat itu aku harus menghadapi dua petarung suci milik pangeran pertama, tak banyak yang bisa aku lakukan." Song Dayi menghela nafas, tak mengira ada kejadian seperti ini dalam pertempuran.


Zhou Fan tahu jelas situasi ini, dia juga telah melewati pertempuran besar, di saat itu kemungkinan bisa melindungi orang lain sangatlah kecil, apalagi jika memperhatikan situasi lawan yang lebih unggul.


Uh...


Lenguhan itu membuat ketiga pria berbeda usia memalingkan pandangan ke tempat duduk di seberang. Leng Shui perlahan mengerjapkan mata dan bangun sambil memegang kepalanya.


"Nona muda Leng, kau sudah bangun?" Patriark Yen langsung memberikan segelas air.


Leng Shui menyipitkan mata, dia baru teringat jika sebelumnya dia berada dalam ancaman seorang pemuda. Ketika pandangannya menyisir ke sekitar, dia melihat pemuda itu berdiri di samping tetua agung.


"Nona Muda Leng, sepertinya ada sedikit kesalahpahaman di antara kau dengan klan-ku." Song Dayi mendekat.


Leng Shui baru sadar jika dua pria tua itu menyebut identitas aslinya, dia kemudian meraba wajahnya.


"Kau mencari ini?" Zhou Fan menunjukkan topeng kulit di tangannya.


Leng Shui menggeram marah, dia semakin dongkol dengan Zhou Fan. Namun terlebih dahulu dia harus pergi dari tempat ini.


"Nona Muda Leng, kau jangan pergi terlebih dahulu, sebaiknya kita luruskan kesalahpahaman ini." Song Dayi kembali berkata.


Namun Leng Shui tak menjawab dengan ramah. "Kesalahpahaman, jika tetua dapat mengembalikan klan serta keluargaku, maka ini bisa dibicarakan. Namun kenyataannya tetua tidak bisa, jadi jangan berkata hal yang tidak perlu."


Song Dayi sebenarnya tidak perlu repot repot untuk menjelaskan, karena ini bukan kesalahannya. Namun karena rasa tanggung jawab yang besar dia ingin memberi penjelasan meski itu tidak akan merubah kenyataan.


Leng Shui pergi, tak ada yang menghentikannya, bahkan dua pria tua yang masih di sana hanya memandang kepergiannya.


"Berpikir sempit."


Leng Shui menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya dan melihat pemuda yang telah membawanya kembali ke kediaman Klan Yen.


Karena hanya diam, Zhou Fan kembali berkata. "Kau sudah tahu jika pangeran pertama yang menyerang kota, tapi kau menyalahkan semua yang menimpa klan-mu kepada Klan Song, pantas jika aku mengatakan kau berpikiran sempit."

__ADS_1


Leng Shui hanya menggertakkan gigi, lalu pergi tanpa menanggapi ucapan Zhou Fan.


__ADS_2